NovelToon NovelToon
BITE ME IF YOU CAN

BITE ME IF YOU CAN

Status: tamat
Genre:Perperangan / Vampir / Cinta Beda Dunia / Balas Dendam / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Mafia / Tamat
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Tyo Fuller, seorang detektif pembasmi kejahatan, tengah mencari siapa pembunuh orang tuanya. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan Raise Lee, vampir wanita yang tengah menghisap darah seorang manusia.


Tak disangka, setelah tak sengaja menyentuh tatto di pundak Tyo, justru membuat Raise Lee kehilangan sebagian kemampuannya untuk menghisap darah manusia.


Mengetahui kelemahan sang Vampir, akhirnya Tyo Fuller mengajukan perjanjian kerja sama memanfaatkan kemampuan indra penciuman dan penglihatan sang vampir untuk membantunya menangkap para penjahat, sedangkan Tyo akan menyiapkan darah sebagai makanan bagi Raise Lee.

"Penciumanmu berguna juga! bantu aku menangkapnya!"

"Itu mudah bagiku! pastikan kudapanku tersedia setelah ini selesai, minimal satu liter darah!" tegas Raise Lee memperjelas syaratnya.

Mampukah kerjasama dua makhluk berbeda itu akan berjalan semestinya?

Bisakah Tyo Fuller menemukan pembunuh orang tuanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"29

Garis polisi masih membatasi akses menuju ke toilet dengan penjagaan dua polisi berseragam di toko itu, sedangkan korban telah dibawa ke rumah sakit guna pemeriksaan berlanjut, dan petugas forensik pun telah selesai memeriksa tempat kejadian, sementara petugas Tyo masih tinggal karena masih ingin memastikan sendiri beberapa hal.

“Aku hanya bisa menutup toko ini satu hari ini saja, Petugas. Tolong selesaikan dengan cepat, perhatikan juga bagaimana nasib pegawaiku jika mereka harus dirumahkan terlalu lama,” protes David sang pemilik toko.

“Baiklah!” sahut petugas Tyo tanpa banyak mendebat. “Beri kami waktu hingga sore ini, aku rasa akan cukup,” jawabnya tanpa mengalihkan perhatian pada cipratan bekas darah yang tertempel di dinding toilet dan di beberapa tempat.

“Ah, biarkan aku pinjam teman wanitamu yang cantik itu sebentar, aku hanya ingin mengajaknya makan, aku punya kedai kecil di sisi kiri toko ini, jika mau, kau pun bisa bergabung.”

Petugas Tyo yang sedari tadi berjongkok sibuk dengan perhatiannya pada tempat kejadian perkara, mendongakkan muka. Dengan dahi yang berkerut rapat, ia akhirnya berdiri, berjalan sejenak dan melongok ke ruang utama toko. Terlihat Raise Lee masih setia duduk di sofa tunggu di dekat mesin kasir.

“Ah, benar! Kenapa aku lupa ada dia!” batinnya.

“Kasihan kan dia menunggumu bekerja tanpa waktu yang pasti kapan selesainya, wajahnya tampak begitu pucat, aku yakin dia sedang menahan lapar. Jadi aku akan membawanya makan selagi kamu bekerja.”

Petugas Tyo mengangguk meski sedikit ragu dengan keputusan itu, “Hm, bawa saja jika dia mau.”

“Aku tidak butuh ijinmu sebenarnya, aku hanya memberitahu.”

“Aku juga tidak butuh informasi itu, bawa saja sesukamu!” balas petugas Tyo begitu yakin dengan jawabannya.

David tampak kesal dengan jawaban sang petugas yang mungkin tak sesuai dengan prediksinya. “Pria macam apa dia, bagaimana bisa dengan mudah membiarkan teman wanitanya pergi dengan sembarang pria?” batin David menatap heran pada petugas Tyo yang bahkan telah kembali fokus pada pekerjaannya. “Ah benar, aku kan bukan pria biasa, jadi akan aku ambil teman wanitamu itu jadi milikku petugas, bersiaplah!”

Dengan sangat percaya diri David berjalan mendekat pada Raise Lee yang duduk berpangku tangan dengan tatapan teredar ke seluruh ruangan toko itu.

“Nona, sampai kapan kamu akan terus menunggu detektif itu? Dia tidak mengingat kehadiranmu, haruskah kamu menunggunya sampai esok hari?”

Raise Lee menoleh dengan tatapan heran, sebelah alisnya terangkat sedikit berpikir, “Hm … bukannya aku sedang menunggunya, hanya karena aku memang tidak bisa,---”

“Ah ... pergi saja dengannya, dia mengajakmu mencoba makanan baru, coba saja pergi!” seru petugas Tyo melongok dari arah toilet, memotong kalimat Raise Lee.

“Lihatlah, dia tidak peduli dengan keputusanmu. Hahah ….”

“Hmm … baiklah!” jawab Raise Lee meski tak begitu yakin.

Perlahan dan sangat ragu, Raise Lee melangkahkan kaki layaknya manusia yang berjalan dengan dua kaki secara bergantian. Batinnya bersiap jika saja akan terjadi lagi seakan sebuah penarikan dari magnet membuat tubuhnya akan terlempar keras lalu jatuh tepat di sisi sang detektif, seperti sebelumnya.

Namun hal itu tak terjadi lagi, Raise Lee bahkan bebas semakin melangkah jauh hingga keluar dari toko itu. “Aneh, apa ya yang jadi masalahnya?” pikirnya.

Bahkan hingga saat Raise Lee bersama David tiba-tiba di kedai tepat di samping toko itu, tak ada apapun yang terjadi.

“Kamu kenapa? Ada hal yang kamu pikirkan? Tenang saja, manusia sepertinya tak akan mengejar bahkan mencarimu,” ucap David yang ternyata memperhatikan kegelisahan Raise Lee.

“Tunggu sebentar ya!” seru Raise Lee kemudian berjalan cepat setengah berlari kembali ke dalam toko.

“Hei! Mau makan apa?” balas David setengah berteriak.

“Apa saja yang menurutmu enak!”

Tatapan aneh sedikit menyelidik terlihat jelas di wajah pri tampan penuh karisma itu, penampilannya yang klimis, rapih dan bersih, cukup menunjukkan statusnya yang bukan seorang dari kalangan biasa.

Sementara Raise Lee bergegas mendekati Tyo yang masih berpikir menatap serius di dalam toilet itu. “Kenapa? Makanannya tak enak?” tanya petugas Tyo datar tanpa menoleh, namun terhenyak kemudian, “Atau masih tak bisa menjauh?!” tatap petugas Tyo dengan panik.

Raise Lee menggeleng, “Justru karena bisa dengan mudah kembali menjauh normal seperti sebelumnya,” terangnya. “Jadi, menurutmu kenapa?”

Petugas Tyo menatap langit-langit ruangan itu, berpikir dan menggali ingatannya, menyambungkan kembali beberapa peristiwa yang ia lalui bersama vampir wanita itu. “Hmm … jadi begitu … sepertinya kita bisa kembali hidup normal masing-masing jika dalam satu kasus, kamu mengembalikanku pada titik dimana semua dimulai.”

“Hm? Apa maksudnya?”

“Coba diingat, setiap kali aku memanggilmu tanpa sengaja, lalu kamu mengembalikanku ke tempat dimana aku memanggilmu, disaat itulah kita tetap bisa normal.”

“Hmm … benarkah? Semoga hanya karena itu.”

“Hmm … aku harus kembali ke kantor polisi, entah kenapa pria pemilik toko ini menyimpan aura menyeramkan, jadi berhati-hatilah!”

“Kamu menasehati aku?” picing Raise Lee.

Detektif Tyo menyadari kesalahannya berbicara, “Ah benar, kamu seorang vampir, bisa melakukan banyak hal diluar dugaan. Jangan sembarangan menggigit manusia, jika lapar, biarkan aku yang mengusahakan makanan untukmu.”

“Hmm, oke!” jawab Raise Lee patuh.

“Ah, satu hal, kau tak bisa kah melihat sesuatu dari perempuan yang bunuh diri itu tadi?”

“Apa? Tempat tinggalnya misalnya? Hmm … aku tahu … sih ….”

“Aku juga tahu kalau cuma tempat tinggalnya!”

“Tapi … dia bukan ibu tunggal seperti yang dikatakan rekanmu tadi, ada seorang pria … eh, aku rasa ada beberapa pria juga tinggal dirumahnya, dan seorang wanita yang sepertinya pelayan. Oh?!”

“Apa? Ap-apa yang kamu lihat?” tuntut petugas Tyo sangat penasaran.

“Seorang pria kasar sepertinya pemilik rumah, dan tiga pria sepertinya seorang bawahan, satu pembantu membersihkan rumah, lalu dua orang rekanmu juga di sana.”

“Dua rekanku?”

“Mereka bekerja, sepertimu.”

“Aah …!” sahut lega petugas Tyo. “Baiklah, terimakasih, aku harus ke kantor sekarang, kamu lanjutkan bersama pria tadi.”

Keduanya berpisah, Raise Lee kembali duduk tepat berhadapan dengan David yang masih sabar menunggu dengan makanan yang masih mengepulkan asap, telah siap tersedia di meja.

“Wah … makanan manusia benar-benar harum dan menggugah selera!” seru Raise Lee spontan seraya mengendus aroma berbagai makanan itu.

“Hahaha … makanan manusia?! Kamu lucu sekali, Nona hahaha …!” sahut David terbahak.

“Eh, maaf … mak-maksudku makanan ini semua terlalu enak, ini pertama kalinya aku mencicipi makanan mewah seperti ini, Begitu!” terangnya menutupi kesalahan sebelumnya.

“Wah, tak kusangka petugas itu sangat pelit padamu. Makanlah sepuasmu kali ini, jangan khawatir, aku akan traktir kamu makan makanan enak seperti ini setiap kau mau, Bahkan setiap hari pun aku akan melakukannya.”

“Benarkah?!” seru Raise Lee begitu senang. “Jadi … kenapa kamu sangat baik padaku?” tanyanya kemudian masih dengan mulut yang penuh sibuk mengunyah.

...****************...

To be continued....

Nb : nulisnya buru-buru, tolong koreksinya ya kalau ada typo, pekerjaan dan jadwal main sedang padat🥴✌️✌️

1
༄𝚂𝙽⍟𝕬𝖗𝖓𝖊𝖙𝖆 🥑⃟
lupa aluur,yng mak inget cm gadis vampire nya doank ini nm nya lupaaaaa😭😭😭
Soraya
luar biasa thor. terimakasih telah membuat cerita yg menyuguhkan pengalaman fiktif yang luar biasa. ending yang memuaskan.
yosh—: terimakasih kk Soraya, 😁
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
luar biasa
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
yeeeaaahhh....
akhirnya tamat juga.
selamat ya Thor.
maaf baru bisa ngikutin.
beberapa hari pull terus.
tetap semangat, sukses juga di karya-karya berikutnya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: Aamiin
total 2 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Siap,ditunggu karya barunya 😁
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Nah gitu dong 🤭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
yah, padahal berharap tyo bisa sm raise lee, 🤗
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
cerita paling teranuuu pokoknya...sukses terus buat authornya...🤗 bingung lah mau kasih emot apaan 🤭
yosh—: terimakasih author Mentari Senja. sukses juga buat anda😁😁👏👏👏
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Petugas Tho apa Atho 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
#Ayo semangaaat lagi 💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ketahuan kau Kalkon 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
bahkan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tyo kah 🤔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mimpi 😛
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh 😣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tadi katanya ga butuh pengacara🤪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
yang panik
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
semua
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
hanya ada
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
sejenak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!