Gadis cantik berusia genap 17 tahun menjalani hidupnya seperti hal nya orang-orang pada umumnya. Liana memiliki paras cantik dan kepribadian yang baik ,juga dengan kepintaran yang bisa dibilang jauh di atas rata-rata.
Lalu, siapa yang akan dengan sengaja mengabaikan gadis sesempurna Liana?
Seperti hal nya dengan Rendy,yang mencintai Liana ketika baru saja mereka bertemu.
Rendy adalah Laki-laki tampan yang egois, Apapun yang ia inginkan harus segera ia dapatkan apapun yang terjadi.
Tanpa aba ia masuk dalam kehidupan Liana yang awalnya damai tanpa kehadirannya. Liana yang membuat Rendy candu akan cinta darinya membuat pintu mistery cinta mereka terbuka seiring berjalan nya waktu.
Cintanya yang telah membuatmu candu, akankah kau akan melakukan segalanya untuk memuaskan candu mu akan cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xi My Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 29 Terciduk
Tanpa pikir panjang Liana menuruti Rendy dan berjalan perlahan menuju mobil.
Didalam mobil Liana hanya terdiam canggung, Melirik Rendy sekilas, dada bidangnya yg terlihat jelas karena bajunya basah dan sedikit terbuka.
"Pak mobilnya.."Ucap Liana melihat kearah Rendy
"Kenapa?"Tanya Rendy sembari tersenyum licik
"Kapan jalan?"Jawab Liana dengan datar
"Panggil aku sayang!"Ucap Rendy menahan tawanya
Kata kata Rendy membuat Liana terkesiap,
"Apa?! tidak mau!"Ucap Liana menolak permintaan Rendy
"Baiklah kalau begitu"Ucap Rendy kemudian mengalihkan pandangannya lurus ke depan
Beberapa menit berlalu,Rendy tak kian menjalankan mobilnya. Begitupun dengan hujan,masih turun dengan derasnya membasahi bumi.
O-orang ini benar-benar...!
Liana yang tidak tahan lagi karena dingin pun mulai membuka mulutnya untuk berbicara,
"Anu..Sa-sayang,kapan kita pulang?"Ucap Liana sembari bertingkah seperti anak kecil yang merengek
Rendy terbelalak melihat sifat Liana yang tiba tiba berubah dalam sekejap,Sifatnya yang biasanya angkuh dan keras kepala sekarang berubah menjadi anak kecil yang manja.
Rendy beberapa kali mencoba menahan tawanya agar tidak lepas,namun pemandangan di depan matanya itu tidak bisa ia hindari begitu saja.Tawanya pecah seketika..
"Jangan tertawa! cepat antar saya pulang!"Ucap Liana yang merasa jengkel dengan Rendy yang tidak henti hentinya tertawa sedari tadi.
"Baiklah,aku antar kau pulang"Ucap Rendy yang masih tertawa kecil
Rendy pun menghidupkan mobilnya dan berjalan pulang mengantarkan Liana. Seperti biasa dalam perjalanan Liana selalu bungkam,entah itu karena malu mengobrol berdua atau karena tidak punya topik untuk dibicarakan.
Setelah sampai di rumah Liana,Liana segera masuk kedalam rumahnya karena susah tidak kuat lagi dengan dingin yang menusuk. Mau tidak mau Liana mempersilahkan Rendy untuk masuk kedalam rumahnya,
"Saya akan mengambil teh hangat dulu"Ucap Liana kemudian meninggalkan Rendy di ruang tamu
Sebelum mengambil teh,Liana terlebih dahulu berganti baju dan mengambil handuk untuk Rendy,karena baju Rendy masih basah akibat hujan tadi.
Setelah selesai berganti pakaian,Liana ke dapur untuk menyiapkan teh nya,
Di ruang tamu,Rendy hanya duduk menunggu Liana dengan tenang.
"Ini teh nya"Ucap Liana yang baru datang dari dapur sambil membawa teh dan handuk kering
"Dan ini...ini.."
Astaga! gw gak kuat kalo terus terusan liat dadanya pak Rendy!. kenapa sih badannya pak Rendy itu bagus banget?!
"Handuk buat ngeringin rambut"Ucap Liana menyerahkan handuk pada Rendy, sembari mengalihkan pandangannya
"Makasih sayang"Ucap Rendy sembari tersenyum dan segera menerima handuk dari Liana
tak,tak,tak...Suara langkah kaki begitu terdengar jelas di telinga Liana dan Rendy,Ayah Liana datang menghampiri Liana dan Rendy yang sedang berada di ruang tamu.
Duduk tepat di samping ,ayah Liana memejamkan matanya,dahinya berkerut seperti menahan amarah yang begitu besar.
A-ayah kenapa kaya gitu? apa ayah marah sama gw karena pulang malem?,tapi kan mama pasti udah kasih tau ayah dong.
Liana menelan ludahnya berat,tubuhnya bergetar. Ia takut ayahnya akan marah kali ini,Liana juga sedari kecil tidak pernah melihat ayahnya marah.
"Aaa menantuku!"Ucap ayah Liana sambil memeluk Rendy dari samping
"P-paman"Ucap Rendy gelagapan karena langsung dipeluk begitu saja oleh ayah Liana
"Panggil aku ayah,"Ucap ayah Liana dengan wajah penuh harap dari menantu nya itu
"Ayah,jangan kelewatan!"Ucap Liana yang tidak menyangka ayahnya akan berperilaku seperti itu
"Liana,cepat ambil baju ayah yang cocok dengan ukuran Rendy"perintah ayah Liana
Serasa jadi anak tiri gw..
"Iya"Jawab Liana mengiyakan perintah ayahnya,dan berjalan pergi meninggalkan Rendy dan ayahnya.
"Apa kau melakukannya?"Tanya ayah Liana pada Rendy yang tengah mengeringkan rambutnya,yang dibalas anggukan kecil dengan senyum khas Rendy
"Baguslah kalau begitu,itu lebih meringankan pikiran anakku. Awas saja kalau sampai kau macam-macam dengan anakku sebelum dia lulus,akan ku jual kau di pelelangan"Ancam ayah Liana sembari tertawa
"Bagaimana bisa,keluarga Liana sama persis dengan keluargaku"Batin Rendy sembari menahan tawanya
Liana datang dengan patuh membawa baju ayahnya yang terlihat sama dengan ukuran Rendy,
"Ayah ke kamar dulu,ada urusan"Ucap ayah Liana sambil berjalan pergi
Sedangkan Liana hanya duduk tenang di kursi sembari memalingkan wajahnya dari Rendy yang tengah berganti pakaian
Kenapa sih gk dikamar mandi aja,ngapain cobak ganti baju disini >//<
"Lia"Panggil Rendy yang sudah selesai mengganti bajunya
"Apa?"Jawab Liana yang masih menghadap ke samping dengan wajah merah yang tak bisa ia tahan
"Liana"Panggil Rendy lagi ,
"Apa?!"Jawab Liana yang kali ini memberanikan diri melihat kearah Liana
Uwaa ganteng banget,
"Besok pagi jalan sekolah dan pulang aku yang antar jemput"Ucap Rendy dengan santai nya
"Apa? kenapa?"Tanya Liana merasa bingung
"Apa kau ingin diantar oleh Andre?"Tanya Rendy menatap Liana serius
"Iya"Jawab singkat Liana
"Apa?! kau lebih memilih diantar dia dari pada pacarmu sendiri?"Tanya Rendy sedikit emosi dengan jawab Liana
What??!!
"b-bukan! dengerin dulu pak!"Ucap Liana mulai panik melihat Rendy yang mulai sedikit emosi
"Lalu?"Rendy mencoba tenang dan mau mendengarkan Liana
"M-maksud saya bilang iya itu,iya mau diantar pulang jemput sama bapak"Jawab Liana bercucuran keringat dingin di dahinya
"Oh"Jawab singkat Rendy
Liana bungkam seketika,melihat ekspresi Rendy yang tengah cemburu, Membuat Liana ingin sekali tertawa saat ini.
"Bapak nih udah tua masih aja ngambek"Ucap Liana sembari tertawa kecil
"Mana ada aku ngambek"Ucap Rendy memalingkan wajahnya
Liana yang tidak tahan lagi pun berpindah tempat dan duduk di samping Rendy. ia menyentuh pipi Rendy dengan kedua tangannya
"Kalo ngambek terus sering marah marah,bisa bisa cepet tua. Ya kalau bapak tua, otomatis saya bakal pergi cari yang muda"Celoteh Liana yang masih memegang kedua pipi Rendy
Tanpa sadar satu ujung bibir Rendy terangkat, memperhatikan senyum khasnya yang membuat Liana merinding seketika
"Kau menggodaku?"Tanya Rendy berbisik sangat pelan,namun Liana masih bisa mendengar karena jaraknya dengan Rendy sangatlah dekat.
"Ehem,ehem. Dirumah ini masih ada kami berdua,Kalau kalian mau bermesra mesraan beli rumah sendiri sana!"Ucap ayah Liana yang baru datang dengan mama Liana
"Kalau begitu saya bawa Liana pulang sekarang!"Ucap Rendy menahan tawanya
"Dasar bocah,kau mau menculik anakku?!"Ucap ayah Liana sembari merangkul leher Rendy
Sedangkan Liana,masih mematung ditempatnya. Sedang berfikir keras,bagaimana bisa orang tuanya sangat akrab dengan Rendy Sampai seperti itu.
"Kau Terciduk Liana hahaha!"Ucap mama Liana sembari tertawa dengan lepas
Ehhh!!
________
Liana masih mematung sembari bergumam
tiba tiba aku menginginkan kalian para pembaca like,comment,vote and rate. Jika tidak, aku akan pingsan hari ini di tempat..
Tunggu kelanjutannya😘😘