NovelToon NovelToon
BUKAN AKU YANG KAU CINTA

BUKAN AKU YANG KAU CINTA

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:58.4k
Nilai: 5
Nama Author: FR Nursy

Sekuel Novel Cincin yang Tertinggal

Kisah seorang laki-laki yang mengejar cinta wanita berhijab namun tak pernah berbalas. Hanya karena sesuatu yang terjadi akhirnya laki-laki itu mau menikahi wanita tersebut walaupun terpaksa.
Menikah dengan orang yang sangat dicintai adalah
impiannya namun menjadi pengantin pengganti bukanlah keinginannya.
Akankah rumah tangganya langgeng?
Yuk ikuti kisah mereka yang seru, menarik dan inspiratif hanya di Bukan Aku yang Kau Cinta.

Like, komeng and subcribe Terima kasih💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 Meira Tumbang

Blu menyalakan lampu ruang keluarga. Keningnya mengkerut manakala melihat ada seseorang yang memakai jaket tebal miliknya sedang tidur meringkuk di sofa. Ia mendekat sambil tersenyum.

"Maaa kok tumben tidur di sofa?" Tanyanya lembut. Tidak ada jawaban dari orang tersebut.

"Mungkin mama lelah sehingga ketiduran di sofa, tapi mengapa pake jaketku segala ya? Bukankah mama punya jaket."Gumamnya dalam hati.

Blu menepuk bahu sang Mama dengan lembut hendak membangunkannya.

"Mama sayang bangun yuk. Tidurnya pindah jangan di sini! Di sini dingin tidak baik untuk kesehatan Mama."

Berkali-kali membangunkan mamanya ternyata tidak direspon. Ia pun duduk di sofa lainnya. Netranya terus mengamati mama yang semakin pulas tidurnya. Kerinduan pada mamanya begitu mendalam. Ia berharap mamanya bisa berada di sisinya saat tubuhnya tidak berdaya. Namun sepertinya impian itu kembali sirna begitu melihat orang yang berada di sofa tersebut membalikkan badannya.

"Meira?" Blu terhenyak. Ia sama sekali tidak menyangka wanita yang ditunggu-tunggu ternyata ada di depan mata, entah sejak kapan Meira datang? Blu terpekur. Padahal ia sudah tidak berharap lagi akan ada orang yang peduli padanya termasuk kekasihnya.

Blu mengamati wajah Meira yang pucat. Berkali-kali ia panggil ternyata Meira tidak bangun juga. Blu mendekatinya. Punggung tangannya mencoba mengecek suhu badan di keningnya yang sudah mulai berkeringat. Untuk memastikan suhu tubuh Meira, ia mengambil thermometer.

"Subhanallah Mei panas banget, kamu demam..."

Blu langsung menghubungi dokter keluarga yang kebetulan sahabatnya sendiri. Dengan cepat ia bertindak untuk memindahkan Meira ke kamarnya agar lebih nyaman. Dengan dibantu satpam Meira bisa dipindahkan tanpa penolakan. Rasa sakit di kepalanya membuat Meira tidak kuat untuk bangun.

"Heeem Pak Diman sejak kapan Meira datang ke rumah ini?"

"Sekitar jam 9 malam, Mas. Saat itu rambut Mbak Meira terlihat basah karena kehujanan, bajunya juga."

Blu memperhatikan Meira yang masih menutup matanya.

"Dasar gadis nekat sudah tahu hujan masih tetap saja datang." Gumam Blu yang masih terdengar jelas oleh Pak Diman.

"Dia gadis bertanggung jawab, Mas. Bukankah dia ke sini untuk bekerja, tapi kenapa ke sininya malam?" Satpam tersebut heran.

"Mungkin karena kesibukannya sehingga ia lupa pada tugasnya." Jawab Blu yang masih menatap Meira dengan sendu.

"Pak Diman tolong ambilkan air hangat sekalian kompresan!"

Tanpa menjawab Pak Diman melesat ke dapur. Selang beberapa menit ia kembali dengan baskom kecil beserta lap di tangannya.

"Pak Diman terima kasih, Bapak boleh kembali ke pos!" Titah Blu

"Baik Mas. Kalau perlu sesuatu panggil saja!" Ujar Pak Diman sebelum kembali ke pos satpam.

"Oiya Pak, sebentar lagi dokter Andre datang. Nanti suruh langsung masuk ke kamar saja ya!"

"Baik Mas."

Blu duduk di sisi Meira. Ia mengompres kening meira dengan hati-hati. Rambut yang terurai indah membuat Blu terpesona.

"Astagfirullah, Blu ingat kamu masih punya Tiara, jangan macam-macam!" Tegurnya pada diri sendiri.

"Assalamualaikum."

"Eh Dre silakan masuk!"

"Siapa yang sakit, istri? Bukannya kamu bulan lalu ga jadi nikah ya?"

"Dipending dulu jawabannya, cepat periksa gadis itu. Saya tidak mau dia kenapa-napa!"

Dokter Andre memeriksa Meira dengan pelan.

"Ini demam biasa. Sebaiknya jangan memakai jaket tebal agar panasnya turun. Ini saya kasih resep, nanti diminum sesudah makan!" Dokter Andre menuliskan beberapa resep untuk diminum.

"Istrimu cantik juga, Blu. Dengan mudahnya kamu bisa move on dari yang kemarin. Kamu sendiri kondisinya gimana? Katanya kamu kecelakaan?"

"Seperti yang kau lihat aku berjalan masih menggunakan kruk ini. Dia bukan istriku. Dia yang merawatku."

"Dia perawat? Wah perawat sakit malah kamu yang merawatnya, awas lama-lama kamu kepincut sama dia. Beneran dia cantik banget. Kalau dia bukan istrimu, aku mau kau kenalkan aku padanya, mumpung aku masih jomblo."

"Hadeuh Dre, kamu tuh ya masih aja seperti yang dulu. Dia mau dijadikan kekasih yang keberapa?"

"Yang pertama dan yang terakhir. Lagipula dulu itu beda, masih main-main kalau yang sekarang aku cari istri bukan cari pacar lagi.

"Jadi ceritanya dokter sudah insyaf nih?" Blu tertawa.

"Besok aku kesini lagi untuk memastikan keadaan calon istriku."

"Dih calon istri, kenal aja belum."

"Berharap lebih engga apa-apa kali. Oiya calon istriku jangan diapa-apain." Blu tertawa mendengar kekonyolan sahabatnya itu.

"Sudah sana pulang. Jangan lupa besok bawa kupat tahu buat sarapan!"

"Siiip kita sarapan bareng ya! Jagain calon istriku!"

"Iya bawel!"

...****************...

Sebelum subuh Meira sudah terbangun langsung menuju toilet yang ada di dalam kamar tersebut. Ia mengeluarkan isi perutnya.

Hoek

Hoek

Hoek

Suara tersebut berhasil membangunkan Blu yang sedang tidur di sofa ruang keluarga. Blu membuka pintu kamarnya. Matanya mengedar ke ruangan tersebut, tidak ada Meira. Ia menggedor-gedor pintu toilet.

"Mei...Mei...Meira kamu kenapa?"

Tidak ada jawaban dari dalam toilet yang membuat Blu merasa khawatir.

Ia masih menunggu pintu itu terbuka. Sekitar sepuluh menit akhirnya Meira keluar dengan wajah yang sendu.

"Maafkan aku Blu. Aku....." Ujar Meira merasa tidak enak hati.

"Sudah kamu istirahat saja dulu. Jangan lama-lama di air tidak baik buat tubuhmu yang sedang sakit. Sebentar aku buatkan teh hangat dulu." Blu dengan langkah tertatih menuju pintu keluar. Meira tertegun menatap punggung Blu, ia tidak menduga ternyata Blu bisa bersikap manis dan perhatian padanya.

Dengan pelan Blu menyiapkan air panas untuk membuat teh. Ia pun mencoba membuat bubur siap saji yang praktis. Setelah semuanya siap Blu membawanya menggunakan tangan satu karena tangan yang satu lagi ia gunakan untuk memegang kruk.

"Ini aku buatkan bubur juga, dimakan ya! Setelah itu diminum obatnya!"

"Simpan saja di nakas, nanti aku makan. Makasih."

Meira masih terbaring lesu. Ia melotot saat menyadari baju yang ia pakai bukanlah miliknya. Ada rasa malu menguar dalam jiwanya.

"Emmmh Blu maaf aku sudah lancang memakai pakaian ini. Semalam aku menggigil sementara aku tidak membawa pakaian ganti. Entah pakaian siapa yang kupakai. Tapi beneran aku ga bermaksud apa-apa." Meira berusaha bangkit, walaupun kepalanya masih pusing.

Blu tertawa ternyata masih ada juga yang mau memakai jaketnya yang belum sempat dicuci selama 6 bulan. Apalagi kaos oblongnya, itu juga bekas ia pakai sebelumnya.

"Kenapa tertawa?"

"Engga apa-apa. Tapi memang dasarnya tubuhku wangi jadi baju yang belum sempat dicuci pun masih harum dipake."

"Jadi ini baju kotor? Ih dasar jorok kamu!"

"Tapi bikin badanmu hangatkan?"

Meira menunduk mulutnya terkunci. Sejujurnya ia malu sudah lancang memakai pakaian dengan sembarang seolah ada di rumah sendiri.

"Lagi pula kenapa engga kamu ambil bajuku dari dalam lemari aja sih?" Tanya Blu yang sebenarnya mengetes adab Meira ketika berada di rumah orang lain. Meira mendongak menatap Blu dengan serius.

"Memang boleh? Walaupun dibolehkan aku tidak mau mengambil saat kamu tidur apalagi dari dalam lemari. Sekali lagi aku minta maaf."

"Minta maaf melulu. Belum lebaran juga. Oh iya lain kali kalau lagi hujan jangan dipaksakan datang kesini. Kecuali kalau kamu benar-benar kangen sama aku." Ujarnya pelan pada kalimat terakhir.

"Kamu ngomong apa?"

1
Yuningsih Nining
horeee akhirnya blu lamar meira
hadeuhh gmn nnti saat si tiara tau blu akhir nya meminang meira yng si tiara tau meira dulu perawat nya blu saat sakit, jg si tiara saat itu udah ada cembokur kan?
Yuningsih Nining
😄🤭strategimuuu uqie.... bikin yng baca satu ini ketawa
Yuningsih Nining
pp Keira bin neneng kayak nya punya nilai plus buat kasdun utk gadisnya Keira / neneng
Yuningsih Nining
keputusan kalsdun bagus, gak usah akan ada yng lebih baik dari si tira dun
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
kalau sudah bertemu dengan orang tepat hidup jadi bahagia
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
gitu dong baikan semua
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Kapok kamu Riska, jadi orang kok pemaksa banget
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
nanti kamu bakal kaget lagi kalau dengar kejutan lagi Genta
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
bau bau cemburu lagi
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
nah loh Blu ketahuan kan
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Wah keren itu Tiara langsung di angkat jadi sekertaris
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Kamu salah Tiara, Genta orang besar itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Ternyata si kakek sendiri yang jadi tumbal
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Akhirnya Tiara sembuh ini. Dengan adanya Genta yang hadir dalam hidupmu semoga kamu tidak menyia nyiakan orang yang perduli dengan mu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
pasti ayah Tiara ini yang pulang
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
siapa cowok yang datang lagi itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
pasti si kakek Mirja ini. tapi untuk apa melakukan cara seperti itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
ih kok serem gini bersetubuh dengan makhluk halus
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
memang kamu salah kok Nurmala, sudah tau salah masih diam saja
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
hukuman buat Tiara semasa hidupnya karena selalu menyakiti semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!