NovelToon NovelToon
I Hate You, But I Can'T Hate You

I Hate You, But I Can'T Hate You

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:108.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kiky Mungil

Salsa mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Fariz, yang paling menyebalkan semuka bumi, dan yang anehnya kakaknya itu mempunyai asisten sekaligus bodyguard yang tidak kalah menyebalkan, namanya Ares. Laki-laki yang selalu berpakaian serba hitam, jarang bicara dan beraura dingin. Berada didekat Ares selalu membuat Salsa seperti berada ditengah-tengah pemakaman.

Ares jauh dari tipe lelaki idaman Salsa. Tapi, sayangnya atau sialnya, perintah Fariz tidak bisa diganggu gugat ketika ia memerintahkan Ares untuk menikah dengan Salsa!

Peristiwa demi peristiwa yang membahayakan nyawa Salsa justru membuat Salsa dapat melihat sisi manis Ares. Sebuah sisi yang membuat rasa aneh tumbuh diantara keduanya.

Akankah rasa itu akan terus tumbuh dan berbunga? Ataukah mati berguguran ketika rahasia dari sebuah jawaban yang selama ini Salsa cari telah terungkap?
.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiky Mungil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Uring-uringan Sedunia!

Hari ini akan dinobatkan oleh Salsa sebagai hari uring-uringan sedunia. Bagaimana tidak? Seharian ini, Ares sama sekali tidak berbicara padanya, setiap kali Salsa mencoba untuk mencari Ares ke halaman belakang, Nura akan menghalangi dan melarang Salsa ke sana dengan alasan atas perintah Ares karena di halaman belakang terlalu banyak barang-barang pertukangan yang berbahaya untuk perempuan.

Huh, Salsa merasa seperti anak kecil saja yang dilarang ibunya mengganggu ayah yang sedang bekerja. Eh, tunggu, jika perumpamaannya seperti itu, berarti Nura adalah istri dari Ares? Arrrrgghhh! Salsa kembali uring-uringan sampai mengacak-acak rambutnya sendiri.

Setiap kali Salsa mencoba mendapatkan perhatian Ares dengan berpura-pura sakit perut, kepala, sampai sakit gigi, Nura lah yang datang meladeni drama Salsa dengan memberikan Salsa air hangat untuk meredakan sakit perut lah, memberikan Salsa pilihan berbagai obat sakit kepala lah, sampai menawarkan Salsa untuk memanggil dokter gigi ke rumah karena tidak ada stok obat sakit gigi.

Salsa tidak mau! Yang Salsa mau adalah Ares melihatnya! Ares bicara padanya! Tapi si Nura-Nura ini selalu menghalangi.

Seolah tak puas mendiami dan mengabaikan Salsa, Ares malah terpantau berbicara dengan Nura, berbicara dengan begitu serius! Ini pemandangan yang sungguh menyebalkan, bukan? Nura bahkan dibiarkan melihat dan ikut memantau pekerjaan para tukang yang targetnya semua kerusakan dan renovasi pembuatan kanopi tertutup di halaman belakang harus selesai dalam satu hari.

Tapi kenapa Salsa tidak dibolehkan ikut memantau pekerjaan para tukang itu? Salsa adalah nyonya di rumah itu, kan? Dia juga punya hak untuk melihat perkembangan pekerjaan yang sedang berlangsung.

Ha! Sebuah ide muncul, bukan kah biasanya tukang-tukang yang bekerja selalu disiapkan kopi dan camilan? Oke, Salsa akan membuatkan kopi untuk para pekerja itu. Jika memang Ares melarangnya untuk melihat-lihat, maka Salsa akan datang dengan menyuguhkan makanan.

Salsa melangkah ke dapur, mulai menyiapkan nampan, toples kopi dan teko untuk tempat kopi yang akan dibuatkan. Salsa memutuskan untuk membuat es kopi Americano ala kafe, karena pekerjaan siang pasti lebih semangat dan segar dengan minum minuman dingin.

Sambil bersenandung Salsa membuat kopi racikannya di dalam teko, lalu menyiapkan satu wadah Tupperware sebagai tempat menyimpan es batu. Ia mengurungkan niatnya yang ingin langsung mencampurkan es batu ke dalam teko kopi, karena jika tidak langsung diminum, es batu yang mencair akan merusak rasa kopi racikannya itu. Setelah selesai dengan kopi dan es batu, Salsa mulai menyiapkan cangkir-cangkir.

"Ada berapa ya tukangnya?" Pikir Salsa. "Ah, gue bawain aja dulu empat cangkir, jadi bisa balik lagi kesana untuk bawain cangkir lagi." katanya pada diri sendiri sambil tersenyum penuh kemenangan.

Tapi, karena hari ini adalah hari uring-uringan sedunia, dari dalam dapur dia melihat bagaimana Terminator perempuan itu bisa membuat Ares si manusia batu tersenyum. Ares tersenyum! Dan oh, tentu saja, hal itu membuat Salsa lengah hingga cangkir yang sedang dipegangnya merosot dari tangannya, meluncur bebas hingga mendarat pada lantai dapur.

PRANG!

Kenapa Salsa merasa dikhianati? Kenapa?

Salsa berjongkok di balik bar table untuk membersihkan pecahan gelas itu, tapi karena matanya berkabut akibat air mata yang tiba-tiba saja menggenangi pelupuk mata hingga mengaburkan pandangan Salsa, jarinya terluka tergores pecahan kaca beling.

"Aw."

"Salsa!" Ares datang, ia langsung meraih tangan Salsa yang terluka.

"Gue nggak apa-apa." kata Salsa dengan suaranya menahan tangis. Dia menarik tangannya dari genggaman Ares.

Tapi dengan ekspresi dinginnya kembali meraih tangan Salsa, seraya membantu Salsa berdiri dan membawa gadis itu ke arah wastafel untuk mencuci luka pada jari Salsa.

"Gue bilang, gue nggak apa-apa." Salsa mengulangi. Tapi sepertinya Ares tidak berniat untuk mendengarkan Salsa. Ia tetap memegangi jari Salsa di bawah kucuran air keran yang mengalir.

"Nura! Bersihkan pecahannya!" Titah Ares pada si Terminator.

Dengan sigap dan cekatan, Nura membersihkan kekacauan yang dibuat Salsa.

"Gue bilang, gue nggak apa-apa!" Akhirnya emosi itu pecah seiring dengan air matanya yang mengalir. Salsa menarik tangannya dari genggaman tangan Ares. "Lo nggak usah pikirin gue! Lo nggak usah ngomong sama gue, kalo ada apa-apa, lo ngomong aja sama dia!" Salsa menunjuk Nura dengan tatapan sebalnya yang basah.

Ares terdiam. Dia hanya mematikan keran air tanpa menginterupsi omelan Salsa yang tidak dia mengerti.

Salsa mendengus, kemudian bicara pada Nura. "Nanti kopinya tolong disuguhkan untuk tukang-tukangnya."

"Baik Nona, akan saya ganti kopi yang sudah saya suguhkan." jawab Nura.

Salsa meringis. Lagi, ia merasa dikalahkan oleh si Terminator ini.

"Nggak usah, lo buang aja kopi gue!" kata Salsa datar, kemudian pergi dari hadapan Ares dan Nura tanpa melihat lagi ke belakang.

* * *

Ares membayar semua upah tukang yang telah menyelesaikan pekerjaan mereka dengan cepat, dia juga memberikan bonus untuk setiap pekerja itu karena hasil pekerjaan mereka yang baik dan sempurna walaupun dikerjakan dalam waktu singkat. Mandor dari para tukang itu menitipkan salamnya untuk Fariz, karena Fariz yang telah menghubunginya untuk melakukan pekerjaan hari ini.

Ares mengangguk.

Setelah semua pekerja pergi, sisa lah halaman belakang dan teras belakang yang cukup kotor.

"Biar saya yang membereskannya, Tuan." kata Nura inisiatif.

Ares mengangguk.

"Dimana Salsa?"

"Nona di kamar, Tuan."

"Belum keluar kamar dari tadi?"

"Iya, Tuan."

Ares menciptakan kerutan samar pada keningnya.

Itu artinya hampir tiga jam Salsa tidak keluar kamar? Itu bisa dikategorikan hal yang mustahil. Salsa tipe orang yang tidak bisa diam. Untuk sekadar menggulirkan layar dari akun sosial media saja, biasanya dia bisa berpindah-pindah tempat.

Ares segera menuju kamarnya, karena sejak insiden gelas yang pecah tadi, Salsa masuk ke dalam kamarnya, mengurung diri disana, melarang Ares juga Nura untuk masuk sekadar ingin membantu Salsa mengobati lukanya. Tapi ketukan tangan Ares pada daun pintu tidak mendapatkan sahutan apa pun. Ares memutuskan untuk membuka pintu, begitu pintu terbuka, kamar itu kosong. Tidak ada Salsa di atas ranjang yang sedang tertidur atau sedang menggulir layar ponselnya dengan malas.

Cepat Ares mengetuk pintu kamar mandi, rupanya kamar mandi pun kosong. Tidak ada Salsa di dalam kamar itu. Ares segera keluar dari kamarnya, langkahnya panjang dan lebar menuju kamar Salsa di lantai dua, pintu kamar yang semalam rusak karena dia dobrak sudah kembali seperti sedia kala setelah diperbaiki, tanpa mengetuk pintu kamar yang tertutup itu lagi, Ares langsung hendak membuka pintu, tapi pintu kamar itu terkunci.

Pikiran buruk pun berkecamuk dalam pikiran Ares, tanpa pikir panjang Ares kembali menendang pintu yang malang itu hingga kembali roboh, tepat saat itu Salsa keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang melilit tubuhnya.

"Aaaaakkkk!"

.

.

.

Bersambung~

1
Idha Mamanya Afwa Idhan
🤣🤣🤣
Idha Mamanya Afwa Idhan
suit....suit....langsung gas....🤭
Idha Mamanya Afwa Idhan
loe sih Meisya...🤣
Idha Mamanya Afwa Idhan
seruuu
Idha Mamanya Afwa Idhan
agak sebel dngan sikap Salsa...
Idha Mamanya Afwa Idhan
aduh...cepat Ares Salsamu dalam bahaya...
Idha Mamanya Afwa Idhan
sedih yaa.... Ares mengsedihkan...
Idha Mamanya Afwa Idhan
👍👍
Idha Mamanya Afwa Idhan
Mantap Salsa...👍👍👍
Idha Mamanya Afwa Idhan
semangat Salsa....yakinkan Ares tentang persaanmu👍💪💪
Idha Mamanya Afwa Idhan
akhirnyaaa....😄
Idha Mamanya Afwa Idhan
iya deh yang lagi cemburu....🤭🤭
Idha Mamanya Afwa Idhan
nah loh...mkanua jngan asal ucap...🤭
Idha Mamanya Afwa Idhan
au...au...au...🤭
Idha Mamanya Afwa Idhan
😄😄
Idha Mamanya Afwa Idhan
nah loh nah loh...😄
Idha Mamanya Afwa Idhan
🤭🤭🤭🤭
Idha Mamanya Afwa Idhan
tenang Ares...Salsamu sdah mulai nyaman..🤭🤭
Idha Mamanya Afwa Idhan
sudah mulai tumbuh tuh benih²😄😄
ciwizay
2 kali baca karya othor ini ,ceritanya sangat bagus gak rugi marathon
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!