NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Bersama CEO

Terjebak Pernikahan Bersama CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / CEO / Romansa
Popularitas:611.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Les07

"Kalian harus menikah jika tidak, desa kami akan terkena sial" Begitulah kata para warga yang terus mendesak.

Shasa Bella Putri yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di jenjang SMA, namun dia terpaksa menikah dengan lelaki yang tak di kenal karena terciduk berduaan di sebuah rumah kosong.

Niatnya ingin berteduh karena hujan deras, siapa sangka mala petaka terjadi. Hari itu adalah hari kesialan bagi Shasa, yang di mana kekasihnya berselingkuh di depan matanya sendiri. Dan parahnya dia berselingkuh dengan saudara tirinya sendiri.

Dan sekarang dia harus terjebak dengan pernikahan yang sangat tidak di harapkannya. Akankah dia mendapatkan akhir yang bahagia dari pernikahan ini?
Atau malah sebaliknya?.

Ikuti ceritanya yuk. "Terjebak Menikah"


IG : Lesmiyelesti_07

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Les07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

"Dari mana saja kamu Samuel?." tanya ibunya, wanita berumur setengah baya itu menatap nyalang anak lelakinya yang baru saja pulang.

Terlihat Samuel dalam keadaan kacau, rambutnya acak acakan dan ada sedikit lebam di sudut bibirnya. Entah apa yang membuatnya seperti.

"Main ma!." Samuel langsung menghempaskan diri di atas sofa, dia memijit pangkal hidung merasakan pusing yang menyerang kepalanya, dan itu cukup membuatnya tak nyaman.

"Kamu ini keluyuran terus semenjak pacaran dengan, Mauren itu. Kamu kenapa Sam? kenapa menjadi terus membantah seperti ini?." Irene menatap anaknya dengan deru nafas naik turun di dada.

Dia tak bisa habis pikir, bagaimana tidak semenjak pacaran dengan Mauren Samuel terus keluyuran dan pulang saat hari menjelang pagi. Entah apa lah yang di lakukan pria itu di luaran sana, setiap pulang pasti ada luka lebam yang menghiasi wajahnya.

"Mama nggak setuju ya kamu pacaran dengan anak pelakor itu. Mama lebih setuju kamu dengan Shasa, kenapa kamu putusin Sam?. Dasar tidak punya otak, dapat berlian malah memungut kerikil, kamu bodoh?."

"Maa..." sahut Samuel memelas. Dia mengacak rambut. Kenapa mamanya malah membahas Shasa.

"Lah kenapa, mama benar kan Sam?." Irene menatap kesal anaknya, tentu saja dia sangat tahu Mauren itu siapa. Karena dia dulu pernah masuk ke dalam lingkaran pertemanan ibu kandung Shasa.

"Sam, pokoknya kalau kamu kembali seperti ini lagi mama akan minta sama papa kamu buat sita semua fasilitas yang kamu pakai!." ancamnya.

Samuel merasa dia pulang pikirannya tambah kacau, dia langsung beranjak meninggalkan ibunya yang masih mengoceh panjang lebar.

"Mau kemana lagi kamu Samuel, dasar anak durhaka kamu orang tua ngomong malah tidak di dengarkan!." Irene mendengus melihat anaknya telah menghilang menaiki anak tangga.

.

.

Di sisi lain Shasa masih terguncang dengan kejadian yang ia lihat tadi, dia sama sekali tidak menyangka apa yang dia lihat di dalam keluarga ini, tenyata tidak sesederhana itu.

Gadis itu berdiri di balik kaca jendela yang menghadap ke arah Balkon di dalam kamar. Terlihat dari raut wajahnya, gadis itu seperti tengah berpikir dengan serius. Dia mencoba untuk mencerna segalanya, dan menghubungkan benang benang merah yang masih kusut.

"Aku sungguh tidak paham, kenapa kelihatannya rumit sekali!." Shasa menghembus nafas lelah. Dia mengangkat tangannya, menatap benda yang berada di tangannya.

"Benda apa ini?." gumamnya menatap bingung.

Sudahlah dia masih belum mengerti apapun, seperti ibaratnya selama apapun menyimpan bangkai baunya akan tetap tercium. Dan seperti itulah kira kira, Shasa akan menunggu masalah itu tercium dengan sendirinya.

Di beranjak, untuk menyimpan benda itu di tempat yang aman. "Aku yakin benda ini suatu saat nanti akan berguna!!."

Asik dengan lamunannya sendiri, Shasa tersentak tak kalah mendengar suara dari luar. Dia segera menyibak gorden untuk melihat apa yang terjadi.

"Masa ia ada maling di rumah sebesar ini? Eh?." Shasa menajamkan matanya melihat sekelompok orang berpakaian serba hitam memasuki area taman.

Shasa sangat penasaran, "Untuk apa mereka maling di tempat ini, minimal kalau mau maling di bank saja rampok semua uangnya biar cepat kaya!." gerutunya.

Dia berusaha bersembunyi agar tak terlihat, oleh mereka. Shasa tidak tahu jika kaca di kamar Jaevano tidak tembus pandang dari luar.

Dan dengan bodohnya Shasa jongkok mengintip segerombolan orang itu tengah bergantung di tali khusus memanjat dinding.

"Wah beraninya mereka, awas jika kalian naik ke lantai ini akan aku bantai kalian dan aku benyek benyek jadi perkedel." Shasa tersenyum sumringah, gadis itu seperti menemukan mainan baru.

Bukannya merasa takut, dia malah merasa ingin menantang mereka. Dasar Shasa yang sok sokan, padahal tubuhnya kecil ingin melawan mereka yang kebanyakan berbadan kekar.

Eit jangan salah, kalian hanya belum mengenal jelas siapa sosok Shasa si penyedap rasa makanan itu.

Lama melihatnya, Shasa tersentak saat melihat mereka yang melewati lantai tiga. Setahunya bangunan ini hanya sebatas lantai tiga, dan lantai ini tempat Jaevano pribadi.

Lantas kenapa mereka melewatinya, "Hah ini lantai tiga atau lantai empat sih?." Shasa masih berpikir keras, dan tak lama terdengar suara terjatuh.

Seketika lamunannya menjadi buyar, tak kalah melihat sebuah kotak yang jatuh ke tanah tepat di bawah balkon kamar yang ia tempati.

"Waduh gak beres ini, benda apa itu?."

Shasa kembali melihat tali yang terulur ke bawah seraya mengikat barang yang berupa peti sedang. Dimana mereka mendapatkan itu?.

Jika isinya harta karun, berupa emas, permata Shasa juga mau dia pasti akan sangat kaya jika mendapatkannya.

"Wah beraninya mereka mencuri harta karun di kediaman ini, sungguh tidak bisa di biarkan." Shasa mengepalkan kedua tinju tangannya.

Dia langsung berdiri dan ingin mengintip mereka dari bawah. Setelah hampir sampai ke lantai bawah, tiba tiba ruangan yang tadi ada penerangan seketika menjadi gelap gulita.

"Alamak!." ringis Shasa, dia mencoba meraba dinding. Namun tak lama suara guci pecah di dekatnya.

"Hus, dasar sialan kenapa kau pakai acara pecah nanti aku yang di kira maling." gerutunya.

Setelah sekian purnama berjuang berjalan di dalam ke gelapan, Shasa akhirnya bisa keluar dengan bersusah payah melewati jendela, dan yang parahnya jendela itu menjadi rusak karena ulah Shasa.

"Apa aku terlambat, kemana mereka pergi?." Shasa melihat ke sekeliling, kosong. Karena rasa penasarannya yang tinggi, Shasa mendongak ke lantai atas.

"Benarkan rumah ini berlantai tiga, tapi dari mana benda itu turun?." Shasa kembali mendongak, menatap lekat bangunan yang menjulang di depannya. Dia sudah seperti detektif yang tengah bertugas.

Seketika matanya melebar setelah menyadari itu, benar itu lantai empat tapi kenapa seperti kelihatan lantai tiga?. Karena bangunan di atasnya tidak memiliki jendela atau apapun.

"Bangunan Rahasia?" gumamnya.

Shasa langsung bersembunyi setelah mendengar suara seseorang.

"Cepat cari, sebelum kita mendapatkan kemarahan!." bisik bisik seseorang.

"Tapi kita sudah terlalu jauh, jika ada yang melihat kita semuanya akan menjadi masalah besar!. Lampu hanya kita padamkan selama satu jam, nanti mereka akan menyadarinya jika kita tidak cepat pergi dari sini!." jawabnya dengan berbisik.

"Sial, tapi dari semua barang yang kita ambil benda itu yang paling penting!." dia merasa prustasi, lalu segera menarik tangan temannya. Mereka berlari dengan suara langkah kaki yang tak terdengar.

Jurus meringankan tubuh!.

Shasa menarik senyuman di sudut bibirnya, ada yang berbeda. Kemana mata lembut gadis itu?.

Dia langsung mengikuti mereka dengan hati hati, agar mereka tidak sadar telah di ikuti.

"Kenapa berhenti?."

"Aku merasa kita telah di ikuti!." sontak Shasa langsung memanjat pohon dengan gerakan gesit.

Kedua pria berbadan kekar, mengenakan pakaian serba hitam serta penutup kepala. Keduanya sontak melihat ke sekeliling arah, lalu saling berpandangan.

"Mungkin cuma perasaanmu saja. Ayo cepat pergi, mereka sudah lama menunggu kita!."

"Tapi bagaimana dengan kunci itu?."

"Nanti kita pikirkan!." mereka langsung pergi dengan gerakan ninja. Namun mereka sama sekali tidak menyadari jika sorang gadis tengah mengikuti.

Tidak ada yang mengetahui ada serangkaian kejadian di mansion, dan kepergian Shasa. Karena semua sudah berada di bawah selimut, bagaimana tidak ini sudah jam tiga dini hari.

Lantas kenapa gadis itu belum tidur, dan dengan beraninya mengikuti sekelompok orang itu. Apakah tidak bahaya jika nyawanya terancam?, karena dia tetaplah seorang gadis kecil.

*

"Siapa kamu?." sebuah belati bermata tajam, terpampang jelas tengah berada di leher Shasa. Gadis itu menahan nafasnya.

"Gawat kenapa aku bisa ketahuan, tamatlah riwayatku!." batinnya seraya memejamkan mata, jika dia mati hari ini sumpah nggak papa dia rela jika bertemu dengan ibunya lebih awal.

"Cepatlah bunuh aku jangan main drama seperti di dalam film." pinta Shasa dengan penuh penekanan.

_To Be Continue_

1
reza indrayana
kenapa kisah ini ibarat hilang tengelam Thor..., nunggu Upnya lama bangeetTt...
kenapa hidup Shas & Jaevano begitu menyedihkan sichh.., sudah cukup penderitaan mereka berdua akibat ulah dari orang2 yang serakah..
Pertemukan Shasa dengan JaeVano serta kedua anaknya agar penderitaan selama 6 Tahun bisa terobati dengan kebersamaan dalam keluarga yang seharusnya Memnag hidup bersama..😥😥💙💛💙😘😘😘
reza indrayana
lanjutannya juga bikin dredeg nichh..
reza indrayana
lama menunggu lanjutan Thor..
Samapi harus baca dr awal walau sebagian ada yg di lewati nichh.. lupa kisah awalnya shsa dn jaevano l.. 💙💛💙😘😘😘
Kasandra Kasandra
lanjut double up... up tiap hari lah
Kasandra Kasandra
lama banget ndak up
reza indrayana
kenapa selama 6 Tahun Shasa tidak ada kabar.. 🤔🤔🤔😥😥😥
reza indrayana
bikin hati nangis dengan keadaan Jae Vano & Dirga dan perjalanan kisah keluarganya .. 😥😥😥
reza indrayana
bikin penasaran aja..
reza indrayana
😥😥😥 jadi menyedihkan begini...
reza indrayana
sebenarnya makin seru ni h.., tapi kenapa tidak ada yg comant... 🤔🤔🤔😥😥😥
reza indrayana
kenap tidak ada yg comant .. 🤔🤔🤔
reza indrayana
😷😷😷
reza indrayana
mau coMant bagaimana lagi kalau alur cerita sudah bikin sesak di dada... 😥😥😥
reza indrayana
no coMant dh.. 😷😷😷
reza indrayana
males bacanya kalau endingnya penuh dengan derita... 😡😡😡
reza indrayana
bagaimna mau coMant kalau alurnya sudah begini... 😥😥😥🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦🏻‍♀️
reza indrayana
Katanya seorang Queen tapi kenapa Shasa kalah dengan fitnahan receh tanpa cari tahu dulu.., mestinya waktu penyerangan dengan mudah Shasa menghubungi anggota Gank seribu bayangan.., ini malah tidak ada yang muncul satupun dari anggotanya dan kabar Jaevanopun Shasa tidak mencari tahu yang sebenarnya... 🤦🏻‍♀️🤦‍♀️🤦🏻‍♀️
reza indrayana
apa Shasa akan percaya dengan semua peristiwa yangenimpa JaeVano... 🤔🤔
reza indrayana
ini yang sangat di benci oleh para readers.., sudah tahu kalau cerita ini tidak di sukai kenapa masih di sisihkan... 😡😡😡
reza indrayana
bagaimana jadinya kalau sudah begini nichh... 😥😥😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!