Rumput liar itulah julukanku
Cacian, hinaan dan makian menjadi makanan sehari–hari Raisa
Memiliki otak yang cerdas dan wajah cantik justru membuatku menjadi sasaran bullying bagi semua orang hanya karena kondisi keluarganya yang miskin
Setelah kembali dari kematian tragisnya Raisapun bertekad untuk membalas dendam kepada semua orang yang telah menyakitinya dimasa lalu, terutama mencari dalang dibalik kematianku yang mengenaskan
Mata dibalas dengan mata, siapapun yang menyakiti dirinya dan keluarganya akan Raisa balas berkali - kali lipat
Dengan bantuan kekuatan kalung liontin biru yang dia temukan sebelum kematian menjemputnya dan kini telah menyatu dalam tubuhnya, Raisa pun mulai membalaskan dendamnya satu persatu
Dalam perjalanannya membalas dendam,Raisa banyak menemukan fakta yang mengejutkan salah satunya adalah fakta jika dia dan sang kakak adalah pewaris asli keluarga Wu yang sedari awal berusaha untuk disingkirkan.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SALAH MEMILIH LAWAN
Jam sepuluh malam saat semua lampu tempat usaha dipinggir jalan sudah dimatikan dan hanya menyisakan lampu diteras mereka, keadaan menjadi sunyi.
Angin bertiup cukup kencang hingga membuat cabang pohon ditepi jalan bergerak dan mengeluarkan suara yang cukup membuat bulu kudu merinding.
Kriekkk
Kriekkk
Kriekkk
Para pejalan yang tak sengaja melewati kawasan ruko perniagaan tersebut berlari kencang seolah ada sesuatu yang mengejar mereka.
Karena angin yang bertiup sangat kencang, beberapa lampu teras di tempat usaha mulai berkedip–kedip bahkan ada beberapa yang mati karena aliran listrik terputus.
Bruakkk
Satu pohon besar tak jauh dari jalan tumbang hingga membuat kabel listrik yang melaluinya terputus dan membuat lampu teras yang ada diarea perniagaan padam seketika.
"Bagaimana ini, petugas juga memerlukan waktu datang kemari", ucap salah satu petugas security yang berjaga berkata pada rekannya.
"Kita berada di pos saja agar aman. Kamu lihat sendiri kan, angin begitu kencang. Jika kita memaksakan untuk berkeliling pasti akan celaka", ucap temannya menimpali.
Melihat beberapa ranting pohon yang tumbang diterbangkan angin hingga dan terjatuh dengan keras setelah membentur benda yang ada di depannya membuat temannya tersebut pun mulai mengangguk.
Keduanya pun tetap berada dipos security yang berada diujung area perniagaan sambil menunggu petugas PLN yang akan membenahi saluran listrik yang putus akibat angin kencang.
Para penumpang mobil van hitam yang baru saja tiba menghentikan langkah mereka untuk keluar dari dalam mobil ketika satu cabang pohon patah terbang menghantam badan mobil.
Bruakkk
Kriettt
Ranting pohon yang patah menggores badan mobil sehingga menimbulkan suara yang cukup cukup membuat bulu kudu berdiri.
Raisa yang malam ini sedikit galau mengenai penawaran yang diberikan oleh Alexander kepadanya tadi siang iseng mengutak atik ponselnya dan melihat cctv rumah makan milik ibunya yang terlihat sangat gelap.
Jika orang awan pada umumnya tidak akan bisa melihat apa–apa karena hanya ada kegelapan menyelimuti, tapi tidak dengan Raisa yang bisa memindai apapun yang ada disana seperti sinar X.
Bahkan gadis itu juga bisa melihat manusia ataupun hewan serta makhluk hidup lainnya yang bernyawa meski mereka bersembunyi didalam tanah melalui panas tubuh mereka dengan penglihatan supernya.
Melihat ada van yang parkir didepan rumah makan milik ibunya dengan sepuluh orang berada didalamnya, Raisa pun segera menghubungi Draco.
Melihat jika mereka membawa senjata tajam Raisa memiliki firasat buruk mengenai gerombolan orang asing dalam van tersebut.
Draco yang malam ini sedang bersantai diluar toko miliknya bersama para penjaga yang merupakan pentolan preman yang ada dipasar langsung menuju lokasi dimana rumah makan Reliana berada.
Sesuai dengan instruksi Raisa mereka datang dengan membawa senter karena seluruh lampu yang ada disana padam.
Sementara Raisa yang sedang mengotak atik laptopnya mendapatkan informasi bagus mengenai siapa kelompok preman yang ingin mengacau serta dalang dibaliknya.
"Ternyata gadis itu tak ada kapoknya. Aku akan urus dia nanti sekarang aku harus kerumah sakit dulu untuk memastikan satu hal", guman Raisa yang langsung menyambar jaketnya dan mengendap-endap keluar rumah agar tidak ketahuan ibunya.
Untuk melawan Larick dan mengetahui dalang penculikan dan pembunuhan atas dirinya dalam kehidupan sebelumnya, Raisa memerlukan koneksi seperti Beni, ketua preman yang saat ini hendak mengacaukan rumah makan milik ibunya.
Jika dia bisa memegang Beni, setidaknya dengan bantuan lelaki itu dia bisa menghimpun kekuatan untuk bisa mengalahkan Larick kedepannya dan mendapatkannya.
Pranggg !!!
Tuttt tuttt tuttt
Alarm yang ada dirumah makan Reliana langsung berbunyi begitu kaca toko dipecahkan oleh kelompok preman tersebut.
Mendengar bunyi alarm yang kencang, Draco dan teman–temannya yang baru saja tiba didepan pintu gerbang dan memarkirkan motornya didepan pos security bergegas lari menuju lokasi bersama dua orang petugas security yang menjaga kompleks perniagaan malam ini.
“Ada apa ?”, tanya salah satu penjaga malam yang kenal dengan pentolan preman pasar yang dibawa oleh Draco.
“Ada pengacau datang kewilayahmu, bagaimana kamu bisa tidak tahu”, ucapnya kesal.
“Semua lampu mati dan angin sangat kencang jadi aku beristirahat saja dipos”, ucapnya dengan nafas tersenggal–senggal akibat lari menuju lokasi alarm berbunyi.
Begitu mereka tiba dilokasi kejadian, sekelompok orang preman tersebut tengah merusak kaca dan pintu dengan tongkat bisbol yang mereka bawa dengan beringas.
“Hey, apa yang kalian lakukan ?”, teriak Draco lantang.
Melihat ada beberapa orang yang memergoki aksi mereka, gerombolan pengacau tersebut langsung menyerang Draco dan teman–temannya karena aksi mereka ketahuan dengan senjata yang ada ditangan mereka.
Bagh
Bugh
Bughhh
Sring
Jlebbb
Krakkk
Krakkk
Krakkk
“Arghhh !!!”, teriak para musuh kesakitan begitu tulang tangan dan kaki mereka patah.
Perkelahian tak bisa lagi dihindari, saling pukul dan saling hantam mewarnai malam yang sangat berangin ini.
Tap tap tap
Bughhhh
Brukkk
Krakkk
Brakkk
Jlebbb
"Arghhh !!!", teriakan nyaring kembali terdengar.
Bunyi tulang retak dan gesekan benda tajam saling bergesekan serta bau anyir yang menguar keudara membuat suasana menjadi semakin panas.
Meski kalah jumlah namun Draco dan teman-temannya terus menyerang kelompok preman tersebut secara membabi buta hingga mereka sempat terpojok.
Beberapa orang tampak terluka terkena senjata tajam yang dipergunakan masing–masing kelompok dalam perkelahian.
Hembusan angin yang sangat kencang membuat kedua kelompok tampak kesulitan untuk menyerang lawan karena tubuh mereka terhempas begitu saja.
Belum lagi kondisi area yang minim penerangan karena hanya mengandalkan cahaya dari tiga santer yang tadi dibawa oleh rekan-rekan Draco dan digeletakkan bergitu saja dijalan pada saat memulai perkelahian.
Suara sirine mobil polisi membuat perkelahian berakhir dan semua orang segera digelandang menuju kantor polisi.
Raisa yang baru saja tiba langsung memotret beberapa kerusakan yang dialami rumah makan milik ibunya sebelum dia menyusul kekantor polisi untuk memberi laporan.
Raymond yang sedang berada dirumah sakit untuk menemui bosnya cukup terkejut waktu Raisa menghubunginya dan mengatakan jika rumah makan ibunya dirusak sekelompok preman dan sekarang mereka sudah berada dikantor polisi untuk mempertanggung jawabkan nya.
“ Ada apa ? ”, tanya Alexander dengan tatapan penuh selidik.
“ Raisa ada dikantor polisi. Katanya rumah makan milik ibu dirusak sekelompok preman ”, ucap Raymond menjelaskan.
“ Marco, ikut Raymond dan bereskan semuanya ”, perintah Alexander tegas.
“ Tidak perlu bos, aku bisa membereskannya sendiri ”, tolak Raymond secara halus.
“ Biarkan Marco membantu membereskannya. Itung-itung sebagai balas budiku karena adikmu telah menyelamatkan nyawaku kemarin malam ”, ucap Alexander tak ingin dibantah.
Melihat mode serius diwajah bosnya, Raymond pun hanya bisa mengangguk patuh dan keduanya bergegas menuju kantor polisi.
Dikantor polisi para pelaku masih terdiam membisu sambil memegangi wajah dan anggota badan mereka yang terluka akibat perkelahian dan terkena senjata tajam.
Salah satu anggota polisi mengambil kotak P3K dan membantu para pelaku serta korban yang terluka dalam perkelahian untuk diobati.
Karena para pelaku tetap bungkam, polisi hanya bisa mengangkat kedua bahu mereka dengan pasrah.
Melihat polisi tak bisa mendapatkan informasi apapun, Raisa yang tak ingin membuang waktu lama dikantor kepolisian segera bersuara.
“ Anakmu akan meninggal jika kamu masih tetap bungkam karena Laura mengingkari janjinya ”
“ Jika kamu mau anakmu segera dioperasi dan hidup katakan yang sebenarnya kepada pihak kepolisian maka anakmu akan selamat ”, ucap Raisa penuh ancaman.
Lelaki yang bernama Beni masih diam karena menganggap jika omongan gadis di hadapannya hanyalah bualan semata.
Melihat Beni masih tak bereaksi, Raisa pun segera menghubungi istri lelaki yang merupakan ketua kelompok preman yang disewa oleh Laura untuk merusak rumah makan milik ibunya melalui sambungan video.
“ Seperti yang kujanjikan, aku akan langsung membayar biaya operasi putrimu begitu suamimu mengakui semuanya ”, ucap Raisa begitu tersambung.
“ Bang, selamatkan anak kita bang ”
“ Gadis itu mengingkari janjinya ”
“ Dia tak datang hari ini ”
“ Kata dokter jika malam ini Nita tak dioperasi maka pihak rumah sakit tak mau disalahkan jika terjadi hal buruk dengan anak kita bang ”
“ Tolong bang,selamatkan anak kita bang ”, ucap sang istri menangis sesenggukan sambil mengarahkan kamera kepada sang anak yang kondisinya semakin lemah.
Dalam video tersebut salah satu suster juga ikut bersuara untuk kembali meminta kejelasan mengenai masalah pembayaran dan tindakan operasi yang sudah diajukan.
Ditangan perawat tersebut juga ada surat yang harus istri Beni tanda tangani dimana dalam isi surat pernyataan tersebut mengatakan pihak keluarga pasien tidak akan menuntut pertanggung jawaban kepada pihak rumah sakit jika ada kondisi buruk dialami pasien.
Beni haru segera membuat keputusan cepat sebelum semuanya terlambat dan dia akan menyesali semuanya.
“ Nasib putrimu ada ditanganmu ”, ucap Raisa tegas.
" Apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku ? ", tanya Beni curiga.
Raisa yang melihat Beni cepat tanggap tersenyum lembut, namun bagi Beni senyuman itu justru membuat bulu kudunya berdiri.
" Hal itu akan kita bicara nanti secara pribadi, yang jelas apa yang aku minta tak akan merugikanmu ", jawab Raisa tenang.
“ Apa kamu berjanji akan langsung membayar biaya operasi anakku jika aku mengaku ”, tanya Beni memastikan.
“ Begitu kamu memberi keterangan kepada pihak kepolisian aku akan langsung mentransfer biayanya ”, ucap Raisa tulus.
Tak ada pilihan lain, Beni pun memberi kesaksian kepada petugas kepolisian yang dengan sigap mulai mengetik keterangan yang diberikan oleh pelaku.
Begitu Beni memberikan semua keterangan yang dia ketahui, satu pesan masuk dari istrinya membuat lelaki itu bernafas lega.
“ Nita sudah berada diruang operasi bang, doakan semuanya berjalan dengan lancar ”, itulah bunyi pesan yang ditulis oleh istrinya.
Didampingi pengacara yang dibawa oleh Marco, Raymond mengajukan tuntutan kepada Laura atas usaha perusakan dan perencanaan pembunuhan terhadap adiknya setelah lelaki itu mendengar pengakuan dari Beni.
Satu jam telah berlalu, semua orang telah memberikan keterangan yang dibutuhkan oleh petugas untuk memproses laporan yang diajukan oleh Raymond.
Para pelaku saat ini hanya dijadikan saksi dan biaya perusakan akan dibebankan kepada mereka dengan mengganti rugi kaca dan pintu yang telah mereka rusak serta kesepuluh orang tersebut dikenai wajib lapor.
Sementara itu gadis yang menjadi dalang perusakan rumah makan Reliana saat ini sedang meliuk–liuk erotis diatas tubuh Alfonso.
Meski pada awalnya Laura merasa marah tapi mengingat kembali jika bandot tua ini bisa membantunya menyingkirkan Raisa maka diapun bersedia melayani Alfonso dengan senang hati.
Tanpa Laura sadari semua keputusan yang diambilnya salah besar karena nyatanya Alfonso hanya menyuruh Beni dan kawan–kawannya untuk menjalankan rencana Laura tanpa membayar sepeserpun sehingga membuat Beni berbalik melawannya ketika Raisa menawarkan kebaikannya.
Dan sekarang, gadis itu harus siap menanggung semua resiko dari perbuatan buruk yang dilakukannya karena petugas kepolisian akan menjemputnya esok hari.
raisa msh 14 thn.. pentilnya aja bru numbuh ya ampunn
klo othor dr aqal jodohin sama alex knp di bkn umurnya sangat tuir.. 34 gilakk.. 25 aja pdhal.