NovelToon NovelToon
Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Status: tamat
Genre:Evolusi dan Mutasi / Reinkarnasi / Action / Zombie / Hari Kiamat / Antagonis / Tamat
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: mamang to get her....

"Kecantikan tak bisa memakan racun kiamat, dan jabatan tak bisa membendung gigitan mayat."

Bereinkarnasi satu tahun sebelum bencana wabah The Them pecah, Thomas—seorang pria asal Indonesia—memilih jalan kelam demi bertahan hidup. Bergabung dengan sindikat perdagangan manusia, ia membiarkan tangannya berlumuran darah, memburu wanita-wanita Jepang untuk dijual kepada para pejabat demi satu tujuan: mengumpulkan modal tanpa batas.

Seluruh uang haram itu ia sulap menjadi sebuah Fortress Mansion bernilai miliaran yen di puncak pegunungan dekat SMA Fujimi—benteng pertahanan baja mandiri yang dilengkapi teknologi tinggi, stok logistik melimpah, dan persenjataan lengkap yang dapat dioperasikan seorang diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamang to get her...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 Penyerbuan

Fajar membiaskan warna merah darah di ufuk timur saat kendaraan taktis berarmor tebal milik Thomas membelah jalanan utama Kota Fujimi. Di sekeliling mereka, gedung-gedung pencakar langit yang dulunya megah kini runtuh, dipenuhi akar-akar tanaman mutan dan jelaga hitam sisa kebakaran besar.

Di kursi penumpang, Saeko Busujima duduk dengan posisi tegak, menggenggam Katana Meito: Muramasa dengan jemari yang tenang. Pandangannya lurus ke depan, siap mengorbankan nyawanya kapan saja demi pria yang duduk di balik kemudi.

ROAAAAAAAR!

Saat kendaraan mereka memasuki alun-alun pusat kota, raungan memekakkan telinga menggetarkan kaca armor mobil. Dari balik reruntuhan stasiun kereta bawah tanah, muncul sosok monster raksasa yang menjadi sumber pendaran energi Tier 3.

Itu adalah mutasi mengerikan dari Katak Panah Beracun Raksasa (Giant Poison Dart Frog) gabungan belasan mayat hidup. Tubuhnya bermutasi setinggi enam meter dengan kulit licin berwarna ungu kehitaman yang dipenuhi bisul-bisul besar. Bisul-bisul itu secara berkala meletup, menyemburkan kabut racun neurotoksin korosif yang melelehkan beton dan besi di sekitarnya dalam hitungan detik!

SZZZZT!

Monster Katak Tier 3 itu melesatkan lidahnya yang dilapisi cairan racun pekat lurus menerjang kendaraan taktis Thomas!

BOOOOOOM!

Sebelum lidah beracun itu menghantam mobil, Thomas melompat keluar dari pintu kemudi dengan kecepatan ekstrem. Lapisan exoskeleton chitin hitam keemasan langsung menyelimuti kedua tangannya.

BANG!

Dengan satu pukulan lurus yang memicu gelombang kejutan kinetik dahsyat, Thomas menghantam ujung lidah beracun tersebut hingga hancur berkeping-keping! Cairan racun pekat menyembur mengenai dada telanjang Thomas, namun efek Regenerasi Abadi dari Bintang Laut membuat kulitnya yang terbakar pulih seketika dalam hitungan milidetik.

"Busujima! Potong tumpuan kaki belakangnya!" perintah Thomas dingin.

"Laksanakan, Tuan!"

Saeko melompat bagaikan kilat dari kendaraan. Menerobos kabut racun pekat yang membakar udaranya, Saeko mengayunkan Muramasa dengan teknik Iaijutsu tingkat tertinggi. Bilah pedang pusakanya memotong persendian kaki belakang sang monster dalam satu tebasan presisi: CRAAK!

Monster Katak raksasa itu meraung kesakitan dan limbung ke lantai beton.

Tanpa memberi kesempatan sedikit pun, Thomas melesat ke atas kepala sang monster. Ia mengepalkan tangan chitin-nya, lalu menghantamkan tinjunya lurus menembus tengkorak tebal sang predator Tier 3!

DUAAAAAAAAM!

Kepala monster itu meledak hancur berhamburan. Darah beracun dan cairan otak membuncah ke udara. Dari dalam rongga kepala monster tersebut, Thomas merenggut keluar sebuah Kristal Zombie Tier 3 berukuran sebesar kepalan tangan yang memancarkan pendaran cahaya Ungu Gelap yang pekat dan berdenyut kuat.

Thomas mendarat di tanah dengan tenang saat bangkai monster itu perlahan meluruh menjadi racun cair. Ia menatap Kristal Ungu Gelap di tangannya, lalu beralih menatap Saeko yang berlutut di depannya dengan napas yang agak terengah akibat terpapar sisa kabut racun.

"Kemampuan racun korosif ini terlalu berisiko untuk tubuh manusia biasa," ujar Thomas datar. "Namun, bagimu... ini adalah ujian kelayakan."

"Hamba siap menerima apa pun dari Tuan, bahkan jika itu adalah racun kematian," jawab Saeko tanpa ragu sedikit pun, menundukkan kepalanya.

Thomas menekan Kristal Tier 3 itu lurus ke dalam dada Saeko.

BZZZZZZZZT!

Seketika, Saeko menjerit tertahan saat energi racun Tier 3 yang sangat pekat meledak menyusup ke dalam organ tubuhnya! Pembuluh darah di leher dan wajah Saeko menonjol, menyala dengan warna ungu menyengat.

Namun, bukannya menghancurkan tubuh Saeko, racun pekat itu diserap dan ditiupkan secara mutlak oleh organ dalam serta jaringan sumsum tulangnya.

Sel-sel tubuh Saeko bermutasi pada tingkat mikroskopis:

Peningkatan Fisik Ekstrem: Tulang dan serat otot Saeko mengeras hingga beberapa kali lipat, memberinya kecepatan, refleks, dan kekuatan fisik yang melampaui batas manusia biasa.

Kendali Racun Mutlak: Seluruh organ dalam Saeko kini memproduksi dan menyimpan racun neurotoksin korosif Tier 3. Ia bisa melapisi bilah pedangnya, jari-jarinya, atau menghembuskan racun mematikan tersebut kapan pun ia mau secara instan.

Ketidakmampuan Terdeteksi (Invisibilitas Kimia): Karena racun tersebut diserap dan menyatu sempurna di dalam organ dalamnya, tidak ada sensor, bau, atau pemindai biologis apa pun yang bisa membedakan atau mendeteksi bahwa tubuh Saeko menyimpan racun mematikan—sampai ia memutuskan untuk melepaskannya.

Namun, ada satu hal yang paling krusial.

Proses penyatuan kristal racun Tier 3 ini diikat secara langsung melalui aliran energi seluler Thomas saat menanamkannya. Inti racun di dalam organ Saeko hanya dapat distabilkan oleh aura biologis milik Thomas. Jika Thomas mati, atau jika Thomas menghendakinya melalui perintah seluler, racun di dalam organ Saeko akan berbalik mencerna dan menghancurkan tubuh Saeko dari dalam hingga tak tersisa dalam tiga detik.

Nyawa, tubuh, dan takdir Saeko kini sepenuhnya berada di telapak tangan Thomas.

SZZZT...

Pendaran warna ungu di mata Saeko perlahan meredup, menyisakan sepasang mata yang makin tajam, dingin, dan berkilau indah. Ia menyapukan jemarinya ke bilah katananya, dan dalam sekejap, bilah baja Muramasa terlapisi cairan racun transparan yang sanggup melelehkan baja—lalu menghilang kembali secara tak terdeteksi ketika ia menghentikan kehendaknya.

Saeko bersujud kembali di depan sepatu bot Thomas, merasakan kekuatan dahsyat yang baru mengalir di tubuhnya sekaligus ikatan takdir mutlak yang mengikat nyawanya pada sang Tuan.

"Terima kasih atas anugerah dan ikatan abadi ini, Tuan Thomas," bisik Saeko dengan senyuman penuh kepasrahan dan kesetiaan yang tak tergoyahkan. "Jiwa, darah, dan organ hamba adalah milik Tuan selamanya."

Thomas menatap wanita yang kini telah menjadi pedang terkuat dan paling beracun di bawah perintahnya. Senyum dingin sang Penguasa Kiamat terukir saat ia menatap reruntuhan Kota Fujimi yang kini sepenuhnya berada di bawah cengkeraman kekuasaannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!