Aku awalnya tidak tau jika dia adalah mantan kakak IPARKU, aku pikir dia hanya mirip dengan mantan suamiku, dan ternyata prediksi ku benar, dia kakak kandungnya lebih tepatnya kakak kembarnya. Alea Rosa
Setelah sekian lama aku menunggu dan mencari-carinya, ternyata ia adalah mantan adik ipar ku sendiri, kali ini aku tidak akan melepaskannya lagi. Sudah cukup aku menahan gejolak perasaan ini,akan aku ikat dia dengan pesonaku sendiri dan akan ku nikahi dia setelah dia move on dari mantannya yang tak lain adik kembarku sendiri. Alka Putra Aqlan Gundono.
nb. Di baca dari awal dulu sebelum memutuskan berhenti membaca, sebab ini cerita awal mula Alea kenal dengan Alga sebelum kenal dengan Alka kakaknya.
Bab 1-20an part Alea Alga lalu selanjutnya pertemuan kembali Alea dan Alka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Almira nur habibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Alga beranjak pergi dengan gundah gulana ia menelusuri taman yang tak jauh dari rumah kediaman utama Aqlan Gundono.
"Sial, kenapa bayang-bayang bersalah ini kian memuncak." Ia merutuki dan meresapi kesalahannya yang telah mengakhiri hubungan nya dengan Alea, tapi seperti jika di jalankan terus juga tidak akan menemukan titik akhir dari sebuah hubungan tanpa cinta.
Alga duduk di salah satu kursi yang ada di taman, pandangannya menatap ke langit yang biru dan sedikit berawan putih.
Wajah Alea menari-nari di sana sambil memperlihatkan senyumnya yang manis, bahkan sulit untuk di hilangkan.
"Apa aku sudah gil* membayangkan dia lagi, tapi jika aku saat itu tidak mengurus perceraian. Apakah dia bahagia bersamaku yang tak memiliki rasa sedikit pun terhadapnya?"
Hatinya terus gelisah semenjak sidang pertama hingga selesai dan sekarang sudah sah bukan pasangan suami istri lagi, sekelebat bayangan saat Alea bersama laki-laki lain yang mampu memberikannya cinta serta tulus membuat dadanya terasa nyeri.
"Uh ... Rasanya kenapa sakit, Alga ... Sadar Alga. Dia masa lalu kamu dan sekarang masa depan kamu adalah Yasmin bukan Alea, biarkan dia bahagia dengan hidupnya yang sekarang dan kamu harus bahagia, bukannya dari awal kamu yang membuat usulan begini. Tapi kenapa kamu sendiri yang terluka Alga, stop ... stop ... ini sudah di luar akal sehatmu."
Entah kenapa semenjak hari itu Alga mulai sedikit menaruh curiga dengan Abang kandungnya sendiri, berbulan-bulan lamanya dan siapa lagi jika bukan Alka. Kalau curiga dengan Alfa kakak tertuanya untuk apa juga, laki-laki yang asik dengan bisnis sampai lupa dengan yang namanya cinta-cintaan.
Apalagi Alfa sibuk dengan bisnis restoran milik keluarga Aqlan yang ada dimana-mana.
📞 Bang ketemuan yuk
Alka yang mendapatkan pesan singkat dari Alga menyunggingkan senyumnya.
"Sepertinya ada yang ingin bertemu?" Tersenyum penuh makna.
Alea asik menyuapi Alka langsung terdiam.
"Pak bos, mau bertemu siapa. Aku gak ikut kan?" Tanya Alea yang mulai malas mengikuti Alka kemana-mana .
"Kamu harus ikut!" Jawabnya tidak mau di bantah sama sekali. "Hus... Gak ada yang namanya penolakan kali ini, sudah cukup kemarin-kemarin kamu menolaknya."
Alea jika sudah begini hanya bisa pasrah, mau melawan percuma ia tidak memiliki kuasa apa-apa di kota ini, di tambah lagi identitasnya yang buruk.
"Baiklah, terpaksa loh pak," menggerutu.
Satu jam kemudian.
Alga menunggu abangnya di sebuah restoran ternama, namun privasi sebab dirinya tidak mau di ganggu oleh orang-orang yang tidak berkepentingan dalam masalah keluarganya. Di tambah lagi ia sudah siap-siap baku hantam dengan Alga jika sewaktu-waktu Alga tidak terima dengan kenyataannya, tapi Alka tidak salah dalam hal ini, jadi untuk apa mengelak dan beralasan yang tidak-tidak kan.
"Alga, ada apa?"
"Bang, akhirnya kamu da--,"
Deg.
Pandangannya tertuju pada Alea yang tangannya berada di lengan Alka abangnya.
Alea juga terpaku di tempat.
"Kalian?" Sambil menunjuk Alea dan Alka bergantian.
Sedari tadi Alka menggenggam tangan Alea yang hendak lari dari kenyataan, banyak pertanyaan yang singgah di pikiran Alea termasuk apa yang ia lihat sekarang, seperti mimpi namun nyata adanya. Pikirannya ingin berontak tapi alam sadarnya menghalangi, tidak baik marah dan meluapkan amarahnya sekarang.
Semua sudah tuntas berbulan-bulan yang lalu bahkan hampir satu tahun lebih hubungan itu telah usai dan benar-benar usai.
Kini Alka yang ada di sampingnya, meski saat tau kenyataannya Alea shock dan sempat memblok nomor Alka dari ponselnya beberapa Minggu yang lalu, kecewa iya namun setelah melihat kegigihan Alka membuatnya luluh juga meski belum resmi hanya sebatas teman spesial dan dekat.
"Ini, kenapa abang bersamanya?" Tanpa basa basi Alga menimpali Alka pertanyaan tidak suka dan tidak rela, terlihat dari mimik wajahnya yang menahan amarah.
"Sabar oi, bukannya kamu sendiri yang membuangnya demi wanita berhijab yang nyatanya, atas berhijab bawah buka warung tiap hari gonta ganti laki-laki, jangan sok munafik lo Alga." Hinaan abangnya sampai menusuk hatinya.
Baru kali ini Alka berbicara seketus ini terhadap dirinya, apalagi menghina Yasmin cinta pertamanya saat masa-masa kuliah dahulu.
"Abang jangan menghina-hina Yasmin demi perempuan gak jelas ini," tatapan benci Alga terhadap Alea semakin besar, padahal beberapa waktu sampai detik yang lalu ia masih rindu dan ingin bertemu dengan sosok Alea.
Namun nyatanya setelah melihatnya langsung justru kebencian yang ia ungkapkan. Miris dan tidak mau mengakui jika ia sudah sangat-sangat cemburu sekali terhadap abangnya sendiri.
"Cihh, gak jelas bagaimana nya. Cantik dan menggoda begini, di bilang gak jelas. Untungnya kamu sudah cerai dengan Alea, setidaknya tidak ada penghalang bagiku untuk maju terus pantang mundur." Alka berbangga diri di hadapan Alga.
Saatnya membalas perbuatan jahat Alga dengan cara yang elegan dan gak murahan, bukan berarti kejahatan di balas dengan kejahatan yang sama, itu sama saja seperti orang yang sudah berbuat jahat kepada diri sendiri.
"Terserah Abang deh, jangan nyesel loh bang salah pilih pasangan. Kelihatannya sih polos namun pakaiannya terbuka begitu, di tambah lagi dia nih sang penggoda. Apa Abang pernah lihat dia yang berpakaian minim dengan belahan d4da terekspos?" Menatap Alea dengan tatapan merendahkan.
Alka justru tertawa dengan perkataan Alga terhadap Alea.
"AA ... Ha ... Ha ..., kamu ini Alga. Berengse*," langsung meninju Alga tepat di perut Alga sebab Alga berdiri dan sialnya perut Alga yang kosong alias kelaparan.
Alea menutup mulutnya sebab terkejut dengan perbuatan Alka barusan, ia baru saja meninju Alga adiknya sendiri demi Alea.
"Berengse* lo bang, demi wanita mata duitan ini Abang tega mukul gue bang." Tidak terima hendak mendorong Alea yang tengah duduk di kursi ruang VIP di restoran tersebut.
Alka melindungi Alea dari sikap Alga yang mulai brutal tanpa pandang bulu lagi, padahal Alea mantan istrinya bukan orang lain yang tak punya status.
"Sialan lo bang, kenapa lo lebih lindungi dia. Dan Abang sudah berani-beraninya milih wanita matre ini dari pada adik kandung Abang," puncak emosi Alga menggebu-gebu.
Alka tidak peduli dengan omelan Alga yang ia anggap tong kosong nyaring bunyinya, basi satu kata bagi Alka.
"Baco* lo Alga, kalau bukan lo adik gue. Udah tamat riwayat lo di perusahaan Daddy dan mommy." Alka memiliki kendali di perusahaan tersebut diam-diam.
"Bilang aja bang, lo kalah segalanya dari gue. Bahkan wanita saja bekas gue, makan tuh wanita matre dan bekas gue bang,"
Alga yang kesal keluar dari ruang itu dan menutup pintu dengan kasar setelah membukanya dengan kasar.
Bbragh.
Alea terdiam, ia terkejut dengan kejadian barusan, apa barusan itu Alga yang ia kenal dan mantan suaminya. Kenapa tempramental nya kasar dan brutal sekali, bahkan dengan saudara kandungnya saja seperti ini.
"Alea." Memeluk erat tubuh Alea. "Kamu tidak apa-apa? Maafkan aku, seharusnya aku tadi tidak mengajakmu kemari. Jadi, kamu aman dan tidak di hina begini Alea, maafkan aku Alea."
BERSAMBUNG
cerita nya ,ok bangat