'Nikmati masa mudamu selama kamu masih bisa'.
Bajingan!
Aku Nolan Farnley sangat membeci kata kata itu.
Setelah berpacaran dengan Irina selama 3 bulan, siapa sangka bahwa dia akan selingkuh dengan terang terangan di depanku?.
Tidak sampai disana, dia juga mempermalukan ku di depan banyak orang.
Hidupku kacau bukan?!
Tidak sampai disana, kesialan bajingan itu sekali lagi mendatangiku. Toko yang sudah susah payah kukembangkan malah berakhir terbakar oleh seseorang.
Apakah dewa benar benar membeciku?.
Namun, setelah aku berpikir bahwa para dewa membeciku, sebuah panel biru transparan tiba tiba muncul di depanku.
Itu adalah sesuatu yang akan berperan sangat penting dalam membuat hidupku menjadi luar biasa.
Baiklah! sekarang tidak ada cinta cinta! sekarang yang ada hanyalah Nolan Farnley dengan Bisnis nya!.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Masuk ke dalam restoran Le Mouth, Nolan dan yang lainnya langsung mendapati diri mereka yang merasakan angin lembut yang menerpa tubuh mereka.
Bau kayu yang menyenangkan menciptakan suasana yang damai dan tenang di dalam restoran itu.
Restoran itu dibangun dengan tema mediavel yang membuat para pelanggan yang berada di restoran akan merasa jika mereka sedang makan disebuah hutan yang indah dan tenteram.
Setelah melangkah masuk lebih dalam melewati jalanan bebatuan yang menjadi bentuk khas dari bangunan mediavel.
Nolan dan lainnya segera dipertemukan dengan banyak orang orang lainnya yang adalah teman satu kelas Nolan pada saat masih bersekolah.
"Maaf terlambat..!" Ren adalah orang yang pertama maju dengan berkata sambil tersenyum.
Melihat sikap Ren, Nolan mau tak mau sedikit iri, 'Dia benar benar hebat dalam berinteraksi' batin Nolan.
Mengikuti dimana tempat Ren menatap, Nolan segera bertemu dengan banyak tatapan yang adalah teman satu kelasnya.
Tepatnya, mereka semua memandang ke tempat dimana dia dan yang lainnya berdiri.
"Ck, apa sih yang kau lakukan hingga telat?!"
Seorang gadis dengan rambut pirang indah yang memanjang hingga bahunya berkata kesal kepada Ren yang terlambat.
Melihat sikap agresif yang pemarah itu, segera Ren mengenal siapa gadis itu dan dengan senyuman diwajahnya Ren berkata, "Ah ya..maafkan aku tentang itu oke?."
Kania Sergio, dia adalah salah satu gadis yang memiliki paras yang sangat cantik di sekolah Nolan dahulu.
Dia memiliki sikap yang agak pemarah, namun meski begitu dia tetaplah populer disaat banyak orang yang suka menggoda dan membuat dia marah.
Dia berasal dari keluarga yang kaya namun, tidak banyak yang diketahui tentangnya kecuali fakta bahwa dia berasal dari negeri luar.
"Menyebalkan" Kania berkata dengan nada kasar disaat dia mendengarkan permintaan maaf Ren.
menurut Kania, Ren itu terlalu baik sehingga banyak orang yang memanfaatkan kebaikannya itu, dan Kania sangat membenci sikapnya yang terlalu baik itu.
Disisi lain, Ren yang hanya bisa tersenyum karena respon Kania, kini dia melirik ke arah Nolan lalu berbisik.
"Lihat dia, dia adalah saudari jauhmu dalam hal adu mulut."
"...Diam" Nolan dengan dingin meminta Ren untuk diam.
"Aku setuju dengan apa yang Ren kata-" Gina belum sempat menyelesaikan ucapannya namun dia sudah mendapatkan sebuah tatapan dingin yang berasal dari Nolan, karena itu Gina kembali menutup mulutnya dengan keringat dingin diwajahnya.
"...."
Karena keheningan yang tiba tiba terjadi, kini seorang pria dengan rambut abu abu tiba tiba memecahkan keheningan dengan suaranya yang arogan.
"Yo! lama tidak bertemu bukan Ren?, dan juga teman lamaku?" Ucap pria itu yang mengatakan 'teman lama' yang merujuk pada Nolan.
"Hm..lama tidak bertemu Alvin." Ren menjawab dengan tersenyum kecil.
Nolan sendiri saat ini tenggelam dalam pikirannya, 'Sesuatu yang merepotkan akan datang, aku harap dia juga sudah berubah menjadi lebih dewasa seperti Ivan." Batin Nolan.
Menatap Alvin dalam diamnya, Nolan hanya mengangguk kecil sebelum tersenyum sebagai jawaban.
Nah, masalah yang Nolan harap tidak terjadi kini akan benar benar terjadi disaat Alvin berbicara.
"Bagaimana kabarmu Nolan? kau tau? aku berhasil menjalankan sebuah bisnis dan mengalami sukses besar dengan bantuan kedua orang tuaku. Bagaimana denganmu? aku sedikit penasaran tentang toko yang kamu jalankan."
Sangat jelas Nolan dapat melihat wajah Alvin yang berkata dengan arogan, apalagi tatapan matanya yang memang dibuat sempurna untuk merendahkan seseorang.
Mendengar itu Nolan hanya menghela nafas kasar, maksud dari apa yang Alvin katakan adalah 'Aku berhasil membangun bisnis dan sukses besar, bagaimana denganmu? aku yakin kamu tidak hanya mencapai sedikit pencapaian saja bukan?.'
Nolan sudah memutuskan agar hidupnya akan hanya diisi dengan bisnis, karena itu dalam hal bisnis dia tidak akan berniat untuk kalah sedikitpun.
Tersenyum tipis Nolan, mata Nolan dan Alvin bertemu dan segera Nolan berbicara, "Hm..kabarku tidak terlalu bagus, hanya saja toko yang aku jalankan sudah sukses tanpa bantuan seseorang pun, yah aku tidak bergantung pada siapapun dan hanya mengandalkan diriku sendiri."
Nolan berkata dengan penuh percaya diri, ucapannya itu ditargetkan untuk Alvin namun hampir dari mereka yang berada di seluruh ruangan itu merasa tersindir.
Bagaimana tidak? Nolan dengan jelas memamerkan fakta bahwa dia berhasil sukses hanya dengan dirinya sendiri di saat mereka dan yang lainnya bisa sukses dengan bantuan kedua orang tuanya?.
Mereka semua kini merasa sedikit kesal dengan Nolan, namun mereka masih menahan diri agar tidak mengutuk Nolan. Nolan hanya mengatakan hal itu kepada Alvin, bukan mereka.
Terlihat sangat jelas raut wajah Alvin sangat kesal lebih daripada yang lainnya, Alvin tidak bisa mengucapkan sepatah katapun tentang apa yang Nolan katakan kepadanya.
Sekali lagi keheningan terjadi disaat Alvin hanya diam dengan rahangnya yang terlihat sangat keras.
Melihat itu Nolan hanya menghela nafas kasar, 'Huft...aku membuat satu musuh lagi.." namun Nolan tidak menyesal dengan pilihannya.
Dia tidak berniat mundur jika itu menyangkut sebuah bisnis.
Disaat Nolan menggelengkan kepalanya, sebuah suara yang lembut dan menyenangkan untuk didengarkan tiba tiba muncul di suatu tempat.
"Sepertinya reuni ini jauh lebih menarik daripada yang kupikirkan?."
Segera semua orang melirik ke arah itu, disaat mereka semua tersindir dengan ucapan Nolan, orang yang baru saja berbicara itu sangat jelas jika hanya dia yang memasang raut wajah biasa saja.
Dia memiliki rambut hitam yang sangat indah disaat panjang rambutnya memanjang hingga pinggangnya yang sangat ramping.
Pupil mata ungu nya sedikit melengkung membentuk bulan sabit dengan bibir semerah ceri yang membentuk sebuah senyuman lembut dan hangat.
Hanya dengan senyuman biasa saja, itu sudah mampu membuat ruangan itu terpesona dengan keindahan nya.
Gadis yang memiliki paras yang luar biasa serta latar belakang yang sulit di dekati, Ariana Cassandra, putri dari keluarga kaya raya yang memiliki bisnis berskala besar.
Ariana terkenal dengan kepribadian yang sulit didekati, karena baru saja dia ikut berbincang dengan apa yang terjadi pada Nolan dan Alvin, segera mereka semua yang berada di ruangan itu terkejut.
Nolan juga sedikit terkejut namun segera dia kembali ke sikap nya yang tenang, 'Ariana Cassandra, dia akan menjadi bantuan yang paling kubutuhkan untuk menguatkan rencanaku melawan keluarga hamilton.'
Alvin yang mendapati Ariana yang ikut campur segera wajahnya menjadi lebih gelap dan memerah, dia menyukai Ariana namun keterlibatan Ariana saat ini membuat dirinya menjadi terlihat menyedihkan.
Kebenciannya terhadap Nolan kini memuncak, "Sial...lihat saja nanti, aku akan mempermalukan mu" Gumam Alvin dengan urat yang menonjol di kening kanan atasnya.
Disisi lain, Nolan yang menyadari tatapan itu hanya diam dengan tenang.
*
*
*
Sedikit penjelasan tentang karakter Nolan.
Disini Nolan bisa dibilang memiliki sikap yang dingin jika menyangkut tentang bisnis atau seseorang yang mencoba menjatuhkannya.
Namun, disaat Nolan hanya melakukan perbincangan ringan tanpa merasakan adanya ancaman, Nolan akan memiliki sikap yang agak ceria dan kesabaran yang tipis.
Baiklah kesan pertamaku pada novel ini gak sesuai judulnya less 🤣🤣... kukira bakalan toko kecil sungguhan ternyata cukup gede, dari modal aja udah keliatan ( 33 juta 🗿 bahkan bibiku yang mulai bisnis aja cuman 10 juta )
Kedua, plotnya menurutku terlalu cepat. kukira bakalan berprogres gitu dari nol atau setidaknya dari kecil ( gak terlalu paham aku )
Ketiga, keknya lebih bagus gitu barang yang dijual agak dimahalin dikit gitu dari harga pasar.... Itupun kalo misalnya MC yang kamu ceritakan gak mau menonjol menonjol banget (kayaknya gak mungkin sih melihat sifatnya 😅)
Kesimpulannya sih ceritanya gak "wah" gimana gitu tapi untuk seukuran Noveltoon mah udah cukup 😁, intinya aku enjoy.
Sekian.
Semangat less