Saat ia mengidap penyakit tumor otak pun, ayahnya tidak peduli, istri menceraikannya, dengan sisa tabungan yang ia punya, ia pergi ke rumah sakit untuk operasi, sayangnya ia mati di meja operasi.
Keajaiban pun datang, ia mendapatkan kesempatan hidup sekali lagi dan kendapatkan sistem untuk menjadi dokter hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30 Misi Selesai
Arka menerobos masuk ke dalam klinik barunya. Begitu pintu kaca otomatis terbuka, aroma antiseptik yang segar dan pendingin udara langsung menyambut mereka.
Tanpa membuang waktu untuk mengagumi interior klinik yang begitu canggih, Arka langsung berlari menuju meja pemeriksaan darurat.
"Ibu, tunggu di sini dan coba tenang!" seru Arka sembari membaringkan anak kecil itu di atas kasur periksa.
Ibu anak itu, Bu Sinta, berdiri di ambang pintu dengan tangan gemetar meremas pakaiannya sendiri.
Air matanya terus mengalir deras. "Tolong, Dokter... dia satu-satunya anak saya. Tadi dia sedang makan kelereng saat bermain..."
"Kelereng?" Arka menajamkan tatapannya. Sumbatan total pada saluran pernapasan, batinnya cepat.
Arka tidak bisa menunggu alat medis canggih dipersiapkan. Dalam hitungan detik, otak anak itu bisa kekurangan oksigen secara permanen.
"Sistem, aktifkan Fitur Pemindaian Medis Instant!" perintah Arka dalam hatinya.
[Sistem Medis Aktif]
Memindai target... Benda asing (Kelereng diameter 1,5 cm) menyumbat bagian trakea.
Tingkat saturasi oksigen: 78% dan terus menurun.
Rekomendasi tindakan: Heimlich Maneuver Khusus / Intubasi Darurat.
"Ibu, perhatikan saya. Jangan panik," kata Arka cepat namun tenang.
Arka segera mengangkat tubuh anak itu, memposisikannya setengah telungkup di atas lengan kirinya dengan kepala lebih rendah dari badan.
Dengan telapak tangan saja, Arka memberikan pendorongan kuat pada bagian punggung anak tersebut (back blows) sebanyak lima kali.
Plak! Plak! Plak!
Anak itu masih belum bisa bernapas. Wajahnya semakin membiru.
"Nol merespons... harus pakai metode kompresi dada," gumam Arka.
Ia membalikkan tubuh anak itu, menempatkan dua jarinya di tengah dada si anak, lalu menekan dengan irama yang tepat dan bertenaga, memanfaatkan dorongan udara tersisa di paru-paru untuk memicu dorongan internal.
"Sistem, gunakan poin untuk bantuan tekanan dorongan!" titah Arka.
Ting!
[Poin di potong 3.000 poin]
[Sisa Poin 10.000]
"Ayo... keluar!" seru Arka fokus.
Ugh! Uhuk!
Pada tekanan ketiga, kelereng kaca berukuran cukup besar terlempar keluar dari mulut si anak dan jatuh berdenting di atas lantai keramik.
"Owek! Oweeeeek!"
Suara tangisan anak tersebut akhirnya terdengar.
Anak kecil itu menghirup udara serak-serak basah, dadanya naik-turun dengan cepat. Warna kebiruan di wajahnya perlahan memudar, berganti menjadi kemerahan.
"Napasnya kembali!" Arka mendesah lega, mengusap keringat dingin di dahinya.
Ia segera mengambil masker oksigen kecil dari dinding dekat tempat tidur dan memasangkannya perlahan ke wajah anak itu.
Bu Sinta yang melihat hal tersebut langsung menerobos masuk dan berlutut di samping tempat tidur. Ia memeluk kaki anaknya sambil menangis sejadi-jadinya, kali ini tangisan haru.
"Anakku... Ya Allah, Nak! Terima kasih... terima kasih banyak, Dokter!" tangis Bu Sinta terisak-isak, bicaranya terbata-bata. "Kalau tidak ada Dokter, saya tidak tahu harus bagaimana..."
Arka berjalan di samping Bu Sinta.
"Sudah, Bu. Anak Ibu sudah aman sekarang. Saluran napasnya sudah bersih, tinggal pemulihan saturasi oksigen sebentar," ujar Arka dengan senyum hangat.
Beberapa warga sekitar yang tadi mengikuti dari luar perlahan mengintip masuk lewat pintu kaca. Raut wajah panik mereka berubah menjadi decak kagum.
"Hebat banget dokter muda itu!" "Iya, padahal tadi anak itu sudah biru banget jalannya..." "Klinik ini juga baru buka hari ini kan? Canggih betul!"
Sebuah hologram antarmuka transparan melayang di depan mata Arka.
Ting!
[Misi Berhasil!]
[Selamat Anda mendapatkan 1.000.000.000]
[Selamat Anda mendapatkan 5.000 poin]
[Selamat Anda mendapatkan 4 buah robot asisten]
[Saldo 2.617.000.000]
[Insting penyembuhan:17%]
[Pendeteksi penyakit:17%]
[Kecerdasan:17%]
[Keberanian:17%]
[Keterampilan Tindakan:17%]
[Pengendali Energi:17%]
[Pengetahuan ramuan/obat-obatan:17%]
[Ketahan Mental:17%]
[Poin:15.000]
[Level 8]
"Wow, dapat Robot asisten," kata Arka tersenyum tipis menatap layar sistem tersebut. Ia menatap sekeliling kliniknya yang megah
"Aku resmi menjadi dokter sekarang," kata Arka tak percaya itu.