Pada kehidupan pertamanya, Lu Yuan mati sebagai Kaisar Yangle yang digulingkan dan dibunuh oleh adiknya sendiri. Di kehidupan keduanya, dia menjadi Nona Ketiga Perdana Menteri yang tidak berguna.
Lu Yuan bertekad membalas kejahatan keji yang dilakukan oleh adiknya dan para menteri yang bersekongkol membunuhnya, namun dia diganggu oleh Marquis Yongping yang terus berkata ingin menikahinya. Dia juga dihadapkan pada drama keluarga yang memuakkan serta intrik berkepanjangan.
Kontrak pernikahan dan keinginan balas dendam menjeratnya di dua sisi. Akankah Lu Yuan berhasil membalaskan kematiannya atau justru terjebak pesona Marquis Yongping dan merelakan masa lalunya?
***
"Istri, jangan marah. Tidak apa-apa bila reputasimu rusak, aku tidak keberatan menikahi seorang istri yang tidak bermoral," Marquis Yongping berkata jujur.
"Berhenti memanggilku istri! Siapa yang mau jadi istrimu?" Lu Yuan berseru marah.
"Lalu apakah aku harus memanggilmu Kaisar Yangle?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29: Kau Ingin Aku Membantunya Kawin Lari?
"Putri Keluarga Jiang masuk dalam daftar pemilihan selir?"
Gong Zichen mengerutkan keningnya ketika Mo Yunfei membawakan sepucuk surat dari kediaman Perdana Menteri. Beberapa waktu lalu Lu Yuan masih berkata dia tidak tahu apa-apa, tapi apa maksudnya ini?
Dia jelas tahu banyak hal. Perihal nama para gadis bangsawan yang masuk ke dalam daftar pemilihan selir Kaisar Chongle, hanya pihak istana dalam yang tahu. Kecuali beberapa menteri, informasi ini bersifat rahasia sampai Kaisar secara resmi mengumumkannya kepada publik.
"Tuan, apakah kita akan memanfaatkan Nona Jiang untuk menggali informasi terkait mantan asisten Tuan Gong terdahulu?" tanya Mo Yunfei. Sejujurnya, dia semakin merasa heran pada calon istri tuannya. Dari mana dia mendapat informasi ini?
"Jika ingin menggunakan dia, kita harus tahu dulu maksud Nona Ketiga mengirim informasi ini padaku."
"Bukankah sudah jelas Nona Ketiga ingin membantu Tuan? Mungkin saja hatinya sudah tergerak dan tersentuh oleh Tuan."
Alangkah baiknya jika ucapan Mo Yunfei adalah kenyataan. Sungguh sangat bagus kalau Lu Yuan benar-benar membantunya karena tersentuh dan hatinya tergerak. Namun, Gong Zichen harus menahan harapannya. Ia jelas tahu bahwa alasan wanita itu membantunya adalah untuk tujuan 'pernikahan saling menguntungkan' yang pernah mereka bicarakan di dalam kereta setelah perjamuan Janda Selir Chu berakhir.
"Tidak sesederhana pikiranmu. Apa yang ada di dalam pikirannya itu adalah sebuah labirin yang luas dan panjang yang membuatmu tersesat dan tidak menemukan jalan keluar."
"Kenapa Tuan tidak menanyakannya secara langsung saja? Aku dengar Nona Ketiga lebih sering membuang waktunya dengan tidur-tiduran di halaman menjelang hari pernikahannya."
"Ide bagus. Ayo!"
Namun saat dia berdiri, dia berkata lagi, "Jangan ikuti aku. Kau tetap di sini!"
Meskipun Mo Yunfei agak kesal, majikannya tetap pergi. Seperti biasa, Gong Zichen menyelinap ke bagian belakang kediaman Perdana Menteri dan melompati dinding lalu mendarat di halaman kediaman utara milik Nona Ketiga.
Pada saat itu, Lu Yuan dan Xiao Tao baru tiba setelah mereka menyaksikan pertunjukkan bagus di aula utama tadi. Utusan Janda Permaisuri, Xiao Lv, datang ke kediaman menyampaikan perintah Janda Permaisuri sekaligus menegaskan tentang penetapan status Zhao Yue sebagai putri sah dan nona besar kediaman. Penegasan lainnya adalah dia melarang Zhao Lin dipindahkan statusnya sebagai putri mendiang Shu Yi'an.
Tidak ada yang tahu bahwa Lu Yuan diam-diam berkirim surat dengan Janda Permaisuri perihal masalah keluarga ini. Ketika berada di tubuh orang lain dengan identitas yang berbeda, Lu Yuan harus lebih sering menggunakan akal liciknya agar dia bisa menekan orang yang membuatnya tidak senang.
"Aku tidak tahu kalau istriku sangat santai sampai bisa menonton pertunjukkan drama di keluarganya. Istri, mengapa kau tidak mengajakku?"
Begitu melihat Gong Zichen dan suara khasnya yang berisik, Lu Yuan langsung menghela napas. Xiao Tao secara alami mundur dan menjauh dari halaman utara tanpa berkata apa-apa.
"Marquis juga begitu luang. Gong Zichen, kita sama saja."
"Astaga! Istri, apa itu artinya kau mengakui kalau kita adalah tipe orang yang sama?"
Sejujurnya Lu Yuan menyesal sudah bicara begitu pada Gong Zichen. Di setiap kesempatan dan di setiap celah, dia akan menggunakannya sebagai senjata untuk menggoda Lu Yuan. Lama-lama bukan hanya geram yang dirasakan oleh Lu Yuan, tapi....
"Bicara serius! Kau datang untuk bertanya soal putri Keluarga Jiang, kan?" Lu Yuan menebak tujuan pria itu kali ini.
"Ya, aku memang datang untuk menanyakan itu." Gong Zichen duduk di kursi taman diikuti Lu Yuan. "Apa yang kau ingin aku lakukan setelah mendapat informasi itu?"
Tidak ada yang sadar bahwa Lu Yuan sebenarnya lebih rumit dan lebih misterius dari yang terlihat. Dia mendapat informasi tersebut bukan dari Janda Permaisuri atau Perdana Menteri, melainkan seseorang yang sudah lama menjadi pancainderanya di sisi Lu Zheng.
Saat menjadi Kaisar, Lu Yuan mengatur banyak pion di banyak sisi, termasuk di sisi Lu Zheng sebagai Pangeran Mahkota. Lu Yuan memiliki semacam tanda khusus yang hanya dikenali oleh orang-orangnya yang ditempatkan secara rahasia.
Meskipun secara fisik dia sudah mati di mata publik, orang-orang rahasianya akan tetap bergerak menggunakan kode tersebut. Selama Lu Yuan menginginkannya, dia bisa mendapatkan informasi yang diinginkan lewat kode tersebut.
Lu Yuan tersenyum sesaat.
"Putri Keluarga Jiang, Jiang Lezhi, sebenarnya tidak mau menjadi selir kaisar. Aku pernah mendengar Menteri Pertahanan mengeluh tentang putrinya yang diam-diam berkencan dengan tuan muda dari Keluarga Jin," terang Lu Yuan. Dia memang mengingat beberapa bulan sebelum kematiannya, Jiang Buyi sempat menyebutkan keluhan tentang putrinya yang tidak bisa dinasehati.
"Istri, kau ingin aku membantunya kawin lari? Baik! Aku akan mendukungmu!"
Lu Yuan menggelengkan kepalanya. Bukan hanya itu yang dia inginkan, dia ingin lebih dari sekadar kawin lari.
"Lalu apa yang kau inginkan?" tanya Gong Zichen.
"Status Zhao Lin rendah tapi dengan dukungan Perdana Menteri, dia bisa menyombong lagi. Aku ingin putri Keluarga Jiang mengunggulinya pada pemilihan selir."
"Kenapa kau malah membantunya menjadi selir kaisar?"
"Dengar dulu penjelasanku," peringat Lu Yuan. Gong Zichen seperti kucing yang baru dimarahi majikannya dan mengangguk patuh, "Oh, lanjutkan-lanjutkan."
"Aku ingin Jiang Lezhi unggul dari Zhao Lin. Setelah itu, kabulkan harapannya untuk bersatu dengan kekasihnya."
Sembari berpikir, Gong Zichen diam-diam tersenyum puas. Pemikiran ini sungguh mengerikan untuk seorang gadis keluarga pejabat sepertinya!
"Istri, bukankah ini sebuah tindakan pemberontakan dan sikap tidak menghargai Kaisar? Kau ingin aku membuat Jiang Lezhi unggul, mencuri perhatian Kaisar, setelah itu membantunya kawin lari? Jika ada yang tahu rencanamu ini, kau bisa dipenjara di Mahkamah Agung."
Ini sama saja dengan mempermalukan Kaisar. Saat Jiang Lezhi unggul di pemilihan selir, dia akan mendapat status bagus di harem kekaisaran dan membuat pesaingnya iri. Tapi saat itu pula, dia akan membuang semua perolehannya demi orang yang dia cintai.
Di satu sisi berhasil mengalahkan Zhao Lin, di sisi lain berhasil mempermalukan Kaisar. Kaisar akan diolok-olok sebagai suami yang istrinya melarikan diri bersama pria lain!
"Jika Kaisar marah karena dipermalukan, maka orang yang akan menjadi pelampiasannya adalah Jiang Buyi. Bukankah itu adalah kesempatanmu untuk menyelidiki hal yang kau inginkan?"
Bukan hanya itu. Saat Lu Zheng marah dan merasa terhina, dia akan menghukum Jiang Buyi bagaimanapun caranya. Sekalian saja Lu Yuan memanfaatkannya untuk menyingkirkan menteri korup itu.
Bukan dua burung dalam satu batu, melainkan tiga burung!
"Istri, kau bilang Jiang Buyi adalah menteri bermasalah. Kalau begitu, langkah ini bisa dicoba."
Lu Yuan kemudian mengeluarkan sebuah kertas dari dal lengan bajunya.
"Pemilihannya tanggal sebelas bulan depan. Kau masih punya waktu untuk bernegosiasi dengan Jiang Lezhi."
"Tiga hari setelah pernikahan kita, ya. Hm, kenapa tanggalnya harus berdekatan begini?"
"Memangnya kenapa?"
"Istri.... Itu seharusnya menjadi waktu terbaik untuk berbulan madu."
Ya Tuhan! Lu Yuan langsung membelalak dan menendang kaki Gong Zichen karena kesal. Bulan madu? Yang benar saja!