( proses revisi ) Novel ini menceritakan tentang seorang cewek yang bernama Nindy di taksir seorang cowok dan tak lain adik dari sahabatnya sendiri.
Cowok itu bernama Vano. Meski usia terpaut sangat jauh, mereka tidak peduli. Bahkan ketika keluarga Nindy menentang dengan keberanianya Vano melamar Nindy...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Ahza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 29
Pagi kembali menyapa dengan sangat manis. Sang surya mulai menampakan diri dan mulai beranjak perlahan ke peraduanya. Suara alarm handphone, membuat Nindy terbangun di pagi itu. Rasanya ia ingin kembali tidur, akibat ngantuk berat karena semalam ngobrol dengan Vano sampai larut malam. Malas rasanya ia beranjak dari tempat tidur.
Nindy menoleh ke sampingnya. Ellen dan Lily sudah tak berada di sana. Ia segera bangun dan bergegas ke kamar mandi untuk gosok gigi dan mencuci muka. Setelah di rasa sudah cukup membersihkan wajahnya, ia keluar dari kamar mandi yang berada satu ruangan dengan kamar yang ia tempati tersebut.
"Lily..., Ellen.., kalian di mana?" Panggil Nindy sambil memeriksa seluruh ruangan di Villa tersebut. Namun ia tak mandapatkan jawaban. Sepi. Kini, tinggal kamar yang Vano tempati yang belum ia periksa. Hampir saja ia akan mengetuk, namun ia juga terkejut, karena pintu di buka dari dalam.
"Vano..? Apa kamu liat Lily dan Ellen...?" tanya Nindy.
"Vano baru bangun mbak, Dodi dan Reihan juga nggak ada, entah ke mana mereka.."
"Ohh, begitu ya? Hemm, mereka pergi kemana sih, kok aku di tinggal sendirian.." gumam Nindy lalu melangkah menuju ke halaman depan Villa untuk berolah raga ringan saja. Sebenarnya ia ingin lari berkeliling di sekitar Villa tersebut, namun badanya lagi nggak bersahabat.
"Hatttcchiiihh..." Nindy bersin beberapa kali saat ia keluar dari Villa. Udara yang begitu dingin membuatnya menggigil dan kembali masuk ke dalam.
"Mbak flu ya..?" tanya Vano yang sudah berdiri di hadapanya.
"Iya.., sana agak jauhan, nanti kamu ketularan lagi.."
"Enggak mbak, mau Vano buatin mi instant? Dingin-dingin begini makan mi instant enak lo...?" tawar Vano.
"Boleh juga Van.., tapi kamu yang masak kan?"
"Iyaa, mbak Nindy duduk saja, oke..?"
"Baiklah kalau kamu maksa, hehe..."
Vano segera beraksi di dapur. Kebetulan Villa tersebut sudah ada fasilitas peralatan buat memasak, jadi Vano tinggal menyiapkan bahan saja. Sedangkan Nindy menunggu dan duduk di sofa yang ada di ruang santai. Beberapa menit kemudian, selesai sudah Vano memasak mi instantnya. Dengan segera ia membawa dua mangkuk mi kepada Nindy.
"Tarraaa.., mi nya sudah siap...?"
"Waahh, pinter juga kamu masaknya Van..?"
"Siapa dulu dong kokinya, hehe.."
"Emmm, kelihatanya lezat sekali..." ucap Nindy yang menyendok mi tersebut dan akan memasukanya ke dalam mulut.
"Eits..!! Tunggu dulu mbak, harus di hilangkan dulu uap panasnya, jangan di makan panas-panas yach, nggak baik.."
"La terus, harus di kipasin dulu begitu..?"
"Iyaa, mbak Nindy.."
"Malas ah, kelamaan.." sahut Nindy.
Tanpa di duga, Vano mengambil mangkuk mi Nindy, dan segera mengipasinya dengan telaten. Nindy yang melihatnya, kembali merasakan hal yan aneh. Seperti ada getaran gitu. Namun Nindy berusaha menepisnya. Sesekali ia mencuri pandang ke arah Vano.
Kenapa kamu jadi semanis ini sih Van? Apakah karena aku hanya memandangmu masih bocah kemarin sore? Kenyataanya, sekarang kamu adalah pria dewasa Van.., Kenapa perasaanku jadi aneh begini. Sehatin dong akal kamu Nin, dia adik sahabat kamu? Stop..!!! Jangan kebawa perasaan lagi.
Nindy segera membuang jauh-jauh fikiran aneh-anehnya.
"Ini mbak sudah, sekarang mbak boleh makan..."
"Makasi Van..." ucap Nindy tersenyum kepada Vano yang duduk tepat di depanya.
"Hemmmm, malah enak-enakn makan mi, bagi dong..?" ucap Reihan dan Dodi yang baru saja masuk usai berlari pagi. Ellen dan Lily menyusul masuk di belakanganya.
"Tuh ada di dapur, buat aja sendiri..." sahut Vano yang melanjutkan makan minya.
"Nindyyy.., kenapa aku nggak di buatin?" Protes Ellen juga.
"Hemm, kalian buat sendiri, tuh di dapur mi nya banyak, kemarin aku bawa.."
"Kalian pelit ah..!" sahut Lily menambahi.
"Salah siapa kalian ninggalin aku, kenapa aku nggak di bangunin?"
"Tadi udah di bangunin Nin, kamu aja nggak gerak sama sekali kok, kamu kelihatan capek dan ngantuk banget, ya udah kami biarin aja kamu tidur.."
"Iya, tadi kamu jug begitu Van, sama seperti Nindy, apa jangan-jangan tadi malam kalian begadang...?" sergah Reihan.
"Iya, tadi malam aku nggak bisa tidur, kebetulan mbak Nindy di dapur lagi ambil cemilan, ya udah aku ajak ngobrol sekalian saja, hehe.."
"Huuuuuu...." seru Dodi, Reihan, Ellen dan Lily bersamaan. Karena mereka kepengen mi juga, akhirnya sarapan pagi mereka dengan di temani mi instant.
"Di minum obatnya mbak..?" ucap Vano yang memberikan obat flu yang ia bawa dari rumah dan segelas air putih untuk Nindy. Vano memang membawa kotak p3k untuk berjaga-jaga.
"Terima kasih Van.." ucap Nindy lalu segera meminumnya.
Siang itu karena cuaca agak panas, Vano dan kawan-kawan berenang di kolam yang berada di Villa tersebut. Ellen dan Lily juga ikut. Sedangkan Nindy hanya duduk saja menunggui.
"Ayo Nin, kita renang bareng-bareng, seger lohh..?" seru Ellen yang sudah basah bersama Lily. Begitu juga dengan Vano dan yang lainya, mereka sudah basah dan berendam di dalam kolam. Saat itu, munculah ide usil Vano.
"Awww, kaki ku kaya kram.." ujar Vano.
"Kamu diam saja dulu, jangan bergerak Van..?" timpal Reihan dan memegangi kaki Vano dengan pelan.
"Udah gak kerasa lagi, makasi Rei.."
"Mbak Nindy, tolong pegangin tangan Vano dong, Vano mau naik nih..?" seru Vano.
Dengan terpaksa Nindy mendekat ke kolam dan mengulurkan tanganya kepada Vano. Awalnya ingin usil malah menjadi adegan yang romantis. Saat Vano berhasil naik dan memegang tangan Nindy, dengan cepat tangan satunya memegang pinggang Nindy, dan Vano menjatuhkan dirinya bersama dengan Nindy yang berada dalam pelukanya ke dalam kolam.
"Vanooooo...!!!! Byyuurrrrrrr.....!!"
Keduanya tenggelam di dalam kolam, sesaat kemudian keduanya muncul dan Nindy segera mengusap wajahnynya yang sulit membuka mata karena basah kuyup.
"Hahahaha....., makanya kalau di bilangin turun ya turun neng, liatkan akibatnya, kamu di ceburin paksa sama Vano..?" seru Ellen yang di sambut tawa dengan yang lainya.
"Vanooo iiiihhh..., kamu ya...?"
"Maafkan Vano mbak, abisnya mbak Nindy nggak mau turun sih..?"
"Iya deh iya, karena udah basah, mbak mau naik, mau ganti baju nih..? Tolongin mbak dong Van, mbak mau naik nih..?"
"Enggak mau, mbak harus di sini dulu, nemenin kita-kita.." jawab Vano.
"Mbak kedinginan Van..? Mbak nggak kuat.." ucap Nindy yang tak di hiraukan Vano. Akhirnya Nindy berusah naik sendiri. Saat ia bersusah payah naik, sebuah uluran tangan membantunya. Nindy mendongakan kepala, dan ternyata Erik yang membantunya.
"Marii.." kata Erik.
"Ehh.., makasi Erik." jawab Nindy yang segera naik karena di bantu Erik. Ada perasaan dongkol yang menyergapi hati Vano saat melihat Nindy berpegangan tangan dengan Erik. Setelah berhasil naik, Nindy bergegas masuk ke Villa untuk berganti pakaian, sedangkan Erik setelah ngobrol bersama Reihan sebentar, ia segera pulang lagi, karena hanya ingin memberikan cemilan untuk Reihan dan teman-temanya. Sejak siang itu, Vano agak jeles kepada Nindy. Seharian Nindy tidur di kamar, ia merasakan badanya agak meriang.
"Kita mau makan malam apa nih..?" tanya Ellen kepada semuanya yang sedang berkumpul di ruang tengah di Villa tersebut, kecuali Nindy, ia masih berada di kamar.
"Terserah kamu saja, yang penting ada nasinya.." sahut Dodi.
"Baiklah..." Ellen segera memesan nasi box lewat online.
"Mbak Nindy di mana?" tanya Vano dengan agak cemas.
"Ada tuh di kamar, lagi tidur.." sahut Lily.
"Masak belum bangun?" ucap Vano dengan agak khawatir.
BERSAMBUNG
vano itu cinta mati sm nindy jd gak bisa selain hati...
SEQUEL 2 NYA DI UP THOR.......🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
MOHON MAAF JIKA KOMEN2 BNYK YG TDK PANTAS.. KRN SMUA FAKTOR TRBAWA SUASANA CERITA THE BEST DARI OTHOR, YG BUAT READER TERBAWA EMOSI MAUPUN BAHAGIA..
SEKALI LGI JGN LUPA, UP THOR SEQUELNYA..
SIAP2 LO VANO KNK MORNING SICKNESS, ALIAS SINDROM COUVEDE, AKU UDH MRASAKN SAAT ISTRI HAMIL ANAK KMBARKU, SEGALA MAKANN YG AKU TK SUKA & TK AKU MAKAN, LGI NGIDAM KU MAKAN, SEPERTI LELE, BELUT, IKAN GABUS ATAU RUAN, AKU MAKAN, PADAHAL AKU GK MKN 3 MAHLUK AIR TRSEBUT, KLO BUAH, SUKA MAKAN ASAM PAYAK, JAMBU BATU, PKE GARAM DOANK.. KLO BAYANGINNYA KMBANG LIUR KU..
SEKRG LO MAU JDI ULAT BULU..
KYK VANYA DLU LO, VANO CINTA BANGET, TPI DISEKINGKUHI..