ig : ellen.ok
GUYS NOVEL BARU : Dylanadea dan Devano
Season 2 udah ada ya guys✨ langsung cek profil!!
'IZZALASKA'
- Dia bukan yg pertama, tapi kuharap dia adalah yg terakhir -
•izza2020
kisah dua kembar sengklek tak identik. Rafiandra Reza Alexander dan Refiandra Izza Alexander.
kembara kembar nakal yg sering berantem dan adu pendapat, tapi tetap saling sayang, kompak, dan saling melindungi satu sama lain.
novel ini juga akan membawamu kembali merasakan indahnya masa-masa SMA dengan sahabat yg kocak, nyeleneh dan seru abis. tak hanya persahabatan saja, novel ini juga mengisahkan kehidupan cinta izza dan Refan, sahabat baik reza. yg awalnya berpandangan kalau cinta hanya akan merusak ketenangannya, akan membuat otaknya kacau, dan yg pasti akan berakhir tragis. namun semuanya berubah setelah dia bertemu dengan kembaran reza, yaitu izza. cewek bar-bar yg jutek dan dingin yg berani menegur bahkan melawan semua tingkah nakalnya disekolah. and then, akankah izza yg datang di GARUDA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ellen.ok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Telat
"mau nemuin kesayangan gue" ucap cowok itu percaya diri.
"penghuni rumah ini gak ada yg doyan sama lo! mending lo keluar dari sini" perintah izza datar.
"ada kok yg doyan.. buktinya mama kamu ngasih izin aku buat nunggu kalian disini"
"terserah. gue mau lo keluar sekarang" ucap izza dingin.
"eh sayang kamu udah pulang?" tanya ricko yg barusan turun dari kamar.
"papa ngapain sih ngebiarin ini cucu firaun masuk rumah? usir gak?!" ucap izza kesal.
"loh emang kenapa sayang? katanya dia temen kamu, ada yg mau diomongin" jelas ricko.
"tau ah pa" sungut izza kesal.
"dan lo! keluar dari rumah gue sekarang!!" teriak izza mengusir darrel. yups, orang itu tak lain dan tak bukan adalag darrel.
"heyy kok diusir? dia anaknya temen papa sayang... dia anaknya arya. kamu masih inget om arya kan?" ucap ricko menenangkan izza.
"saya ingat dan saya tidak peduli" tandas izza dingin. izza tak memperdulikan papanya, dia malah berjalan menaiki setiap anak tangga dirumah itu untuk ke kemarnya. moodnya hancur!
ricko terkejut dengan perubahan sikap anak kesayangannya itu.
"kembaranmu kenapa re?" tanya ricko menatap izza yg sudah menaiki anak tangga.
"udah puas lo ngerusak mood adek gua hah? mending lo pergi sekarang!!" bentak reza kesal. ricko yg tak mengerti apapun antara darrel dan kedua anak kembarnya pun bingung namun akhirnya meminta darrel untuk segera pulang.
"nak darrel, lebih baik kamu pulang saja ya... toh ini sudah malam, besok kan kamu sekolah" ucap ricko. dan darrel mengangguk.
"yasudah om kalau begitu saya permisi" pamit darrel lalu ricko mengangguk.
setelah darrel keluar rumah....
"emang ada apa sama darrel itu?" tanya ricko pada reza.
"ada setannya" jawab reza ngasal.
"udahlah pa.. reza ngantuk mau tidur" potong reza saat ia melihat ricko akan membuka mulut untuk bertanya lebih banyak.
"dasar kembara kembar nakal" ucap ricko menggeleng-gelengkan kepala.
"eh ngapain saya disini? bukannya tadi mau ke dapur kan ya" tanya ricko.
"iya lah mau kedapur mau ambil minum" jawab ricko sendiri.
"papa ngapain?" tanya rayhan yg baru pulang dari rumah ivan.
"nanem jagung" jawab ricko ngasal, yg langsung nyelonong ke dapur tanpa memperdulikan rayhan yg tampak kesal.
"pantesan anak-anaknya punya mulut menye semua, bibitnya aja kek gitu" lirih rayhan yg langsung pergi ke kamarnya.
.............
06.25
seorang gadis cantik masih bergelut dengan kasur queen size nya. hingga teriakan seseorang yg membangunkannya dibalik pintu pun tak terdengar di indera pendengaran gadis itu, izza.
TOK TOK TOK....
"woyy andra bangun lu kebo bercula lima"
teriak seorang cowok tampan dari depan pintu, siapa lagi yg memanggil izza dengan sebutan andra kalau bukan refan?
"gila lo fan!! mana ada kebo bercula lima" sahut rayhan tertawa yg barusaja keluar dari kamarnya.
"culanya andra kan banyak bang. disetiap sudut kepalanya ada" jawab refan terkekeh.
"gua aduin entar mati lu... bentar dah, lu tadi manggil adek gue apaan?"
"andra. Is there any problem?" ucap refan enteng.
"sok inggris lu najiss!! sedeng lu ya namanya izza bisa lu kata andra" protes rayhan.
"itu panggilan sayang ogeb" refan membela diri.
"terserah! noh mending lo bangunin tuh singa betina sampek dhuhur entar... gue mau berangkat. gue lagi males ketemu bu rika" kata rayhan yg langsung berlalu meninggalkan refan disana.
Tok tok tok...
"woyy andra.. bangun gak lu woyy" teriak refan menggedor pintu birulaut itu.
"ini bocah tidur atau bertapa si gila gak bisa diganggu banget" gerutu refan kesal.
"woyy refan izza... lama amat sih!! lu maen ena-ena ya didalem" teriak reza dari arah tangga. bahkan batang hidungnya belum terlihat, tapi bac*tannya sudah membahana memenuhi lantai 3 itu.
"ena-ena gundulmu" maki refan saat reza sudah menapaki anak tangga terakhir.
"lah belom bangun dia?" tanya reza.
"menurut lo?" tanya refan datar.
"woahh santuy mamen.. datar amat tu muka. lo masuk aja pake kunci cadangan" saran reza mendekat ke meja yg berada diantara kamar reza dan izza.
"kenapa lo gak bilang dari tadi sat!" ucap refan kesal.
"ya kan gue gak tau kalo izza belom bangun ogeb" bantah reza terkekeh.
"yaudah ayo cepetan buka sono.. keburu telat entar" ucap refan, menyuruh reza membuka pintu birulaut itu.
"gak ah males gue.. lu aja bangunin dia sono! gue mau duluan, jempun jaki sama rapi" jawab reza yg langsung memberikan kunci cadangan ke tangan refan.
"gue?" tanya refan.
"ya iyalah oncom. emang mau siapa lagi?" jawab reza kesal.
"jangan gue deh re.. khilaf entar dosa" pinta refan memelas.
"najiss!! gak usah sok alim lu... cepetan lu bangunin. telat entar tau rasa lo!"
"tapi re... "
"atau lu mau darrel aja yg bangunin iz..." ucapan reza terpotong karena refan sudah nyelonong membuka pintu biru itu.
"biar gua aja dah" sahut refan cengengesan yg langsung masuk ke kamar itu. reza hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya itu.
"awas ae lu kalo sampek khilaf" peringat izza sebelum refan menutup pintu.
"entar juga nikahnya sama gua.. nyicil dikit boleh lah" gurau refan terkikik.
"apa fan?!" reza melotot.
"off baperan" ucap refan singkat lalu menutup pintu.
"bisa gila gue disini.. mending gue jemput duo wekwek aja dah" reza bermonolog lalu pergi darisana.
--------
"loh kok kamu sendirian re?" tanya ralita bingung.
"ya emang mau sama siapa lagi?" jawab reza enteng.
"lah refan mana?" tanya ralita lagi sementara ricko masih asyik dengan koran paginya.
"ya bangunin izza lah.. dia kesini kan jemput izza ma buka reza"
"refan yg bangunin?" tanya ralita dan reza mengangguk.
"kenapa nggak kamu aja yg bangunin.. entar kalo refan kelepasan gimana coba?" tanya ralita melotot ke reza.
"dihh parnoan amat si ma... refan bisa megang kendali sendiri" jawab reza memutar bola matanya malas.
"tapi re tetep aja kan dia itu co....."
"udahlah ma... refan anaknya baik meskipun covernya urakan kaya anak kamu itu. tenang aja oke?" sahut ricko yg melirik ke arah reza.
"kenapa itu mata lirik-lirik hah?" sungut reza kesal sementara ricko terkikik.
"sudah sana kamu berangkat gih" suruh ralita dan reza berpamitan. pertama, dia mencium punggung tangan papanya lalu berganti ke mamanya. setelah itu dengan gerakan secepat kilat ia nyosor mencium pipi sang ibu.
"REZAAAAAA!!!" teriak ricko melotot karena reza sudah ngibrit ke pintu utama.
"papa yakin refan sama izza gak kelepasan?" tanya ralita masih khawatir.
"yakin lah" jawab ricko mantap.
-----------
"ck, beneran masih molor dia" gumam refan saat sudah berada disamping ranjang izza.
'cantik' ucap refan tanpa sadar.
"ndra" panggil refan tapi tak ada respond.
"woii andra" ucap refan meninggi dengan menggoyang-goyangkan tubuh izza. izza menggeliat namun kembali tidur lagi.
'emang dasarnya kebo mau dibangunin kek apapun juga tetep aja molor' gerutu refan.
"WOYYYYY REPIANDRA" teriak refan menggema dalam ruangan itu. untunglah kamar izza ini kedap suara.
"eh monyet kadal loncat loncat" latah izza terlonjak dari kasurnya.
"bwahahahhahahhh mampuss lu biar tau rasa wkakakakk" tawa refan pecah melihat izza barusan.
"ishh dasar anak dakjal!! ngapain lu dikamar gua hah?! dapet kunci darimana lo? maksud lo apaan ngagetin gua hah?!" ucap izza bertubi-tubi.
"ya gue jemput elo lah. gue dapet kunci dari reza" jawab refan enteng.
"gue gak bilang kalo gue mau tuh" jawab izza ketus.
"gue gak butuh persetujuan lo" balas refan datar.
"emang dasar pemaksa! lagian ngapain lu jemput anak orang sepagi ini sih" sewot izza sambil mencepol rambut panjangnya itu.
'anugerah terindahmu tuhan' batin refan.
"pala lo masih pagi? ini udah 06.40 lu kata masih pagi? mata lo katarak?" bantah refan kesal.
"halah lebay... baru juga jam enam lebih empat pul.... HAH?! APAAAAA? gilaa kenapa lu baru bangunin gue sih" gerutu izza yg langsung ngacir ke kamar mandi.
"dasar tiranosaurus... udah dibangunin dari tadi juga. dia aja yg susah amat" gerutu refan.
"woy andra lu cepetan ya.. gue tunggu didepan" teriak refan didepan pintu kamar mandi.
"iya kul" teriak izza. refan menggelengkan kepala lalu keluar dari kamar itu.
.........
"eh nak refan... izza nya udah bangun?" tanya ralita saat melihat refan turun dari tangga.
"udah tan...dia lagi mandi sekarang" ucap refan tersenyum lalu ralita mengangguk.
"eh om ricko kok gak keliatan tan?" tanya refan celingukan.
"udah fan... barusan dia berangkat" jawab ralita.
"semalem itu izza pulang sama reza nya larut malam terus palingan izza nya gak bisa tidur deh fan... soalnya kata papanya semalem izza habis marah-marah sama tamu yg ngaku temennya dia, ya tante sama om suruh tunggu di ruang tamu... eh malah pas pulang reza marah-marah gitu terus izza nya ngambek langsung masuk kamar" jelas ralita panjang lebar.
"temen? siapa tan?" tanya refan penasaran.
"itu loh fan anaknya pak Arya Saputra, koleganyaa si papa sama papa kamu juga. yg anaknya baru balik dari london itu loh... siapa sih namanya tante lupa" jawan ralita mengingat-ingat nama tamu itu.
'ck, saputra? dari london? jangan-jangan cucu firaun lagi' batin refan kesal.
'wohoo santuy bosku... cemburu boleh emosi jangan' sahut aska.
'diem lo! gue lagi gak butuh diskusi'
'off baperan' sahut aska kesal.
"darrel tante?" tanya refan.
"nah iya itu tuh.... Darrel Raymond Saputra kan?" tanya ralita dan refan mengangguk.
"buruan fan berangkat. udah telat nih" sahut izza yg tengah berlari menuruni tangga.
"hey sayang hati-hati dong gak usah lari gitu" omel ralita.
"izza berangkat dulu ya ma.... assalamualaikum" pamit izza yg langsung menyabet tangan refan.
"eh bentar ngapa. gua belum pamitan ini" protes refan. izza tak memperdulikannya, dia langsung keluar menuju mobil aventador merah milik refan.
"refan berangkat ya tan. assalamualaikum" pamit refan mencium tangan ralita.
"hati-hati ya... tante nitip izza" ucap ralita.
"siyap tante" jawan refan sambil berlari ke mobilnya.
"lu pamitan aja lama amat sih" gerutu izza saat refan sudah masuk ke mobil.
"sungkeman sama camer mah harus santai dong ndra" jawab refan tersenyum jahil yg membuat izza jengah.
"terserah lo kul.. udah buruan. lima menit lagi gerbang ditutup noh sama Bima" ucap izza menyandarkan punggungnya ke kursi mobil itu.
"lo kenal bima?" tanya refan menautkan alis.
"kenal" jawab izza sambil merem.
"kok bisa kenal?"
"ya karena gue kenalan" jawab izza ngasal.
refan memilih diam dari pada membantah izza. dia malas berdebat yg tak berujung. tapi meski diam, refan dihantui pikiran tentang apa yg dilakukan darrel semalam hingga reza marah dan izza ngambek?
'ngapain ya darrel nemuin izza? jangan-jangan ada maksud tertentu lagi. gak, gak boleh! dia gak boleh masuk lagi ke hidup andra' batin refan.
---------
07.10 / SMA GARUDA
TIN TIN TIN
"woyy lu budek ya? bukain cepet!!" teriak refan sebal karena dari tadi dia tak dibukakan gerbang oleh si ketos, Bima.
"lo telat, lo diluar" jawab bima datar.
"lo bukain atau gue hancurin itu gerbang" sahut seorang cewek cantik dengan tampang datar andalannya.
"i-izza?" tanya bima tergagap.
"Cepetan buka" perintah izza dingin. dan anehnya bima menurut, seolah izza memegang kendali atas dirinya.
'lah tumben ketos songong mau dengerin omongan orang' refan heran dalam hati.
"masuk fan" perintah izza.
"siap Queen" jawab refan jahil.
"yg semalem bisa dilupain aja gak?" tanya izza datar.
"enak aja dilupain. itu mobil balap gue yg lo ambil semalem baru beli minggu lalu kampret" protes refan.
"salah sendiri lo kalah" ledek izza terkekeh.
"wah parah lo. gak ada akhlak banget" cibir refan memanyunkan bibirnya.
"KELUAR KALIAN!!" teriak seorang cowok saat mobil refan sudah terparkir rapi.
jangan lupa like dan komen ya kak😚🤗🙏
mᥲᥒ𝗍ᥲᥒ ᥲȷᥲ ᑲᥲᥒggᥲ 🤣🤣🤣🤣🤣
mabar