NovelToon NovelToon
Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:9.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: viiyovii

Mengandung konten dewasa 21+ dan banyaknya misteri serta intrik sesuai genre, harap bijak dalam membaca !!

#MantanTerindahSeries : NOVEL KETIGA BAGIAN CERITA DARI MANTAN TERINDAH BY VIIYOVII

Claudia merupakan tetangga kecil Viena (mantan terindah) dan Egnor di Legacy. Mereka selalu bermain bersama dan beranjak remaja, Claudia selalu bersekolah sama dengan Egnor. Egnor sudah seperti kakak baginya. Egnor selalu melindungi Claudia dan akhirnya tumbuh perasaan pada Claudia.

Karna suatu kejadian Claudia harus pindah rumah dan meninggalkan Egnor yang sudah mencintainya. Tanpa alasan yang jelas Egnor yang belum sempat menyatakan perasaannya harus memupuk dalam dalam rasa cintanya pada Claudia. Hal ini membuat Egnor kecewa karna selama ini Claudia memperlakukannya dengan sangat lembut.

Selang beberapa tahun Claudia melamar pekerjaan pada perusahaan lawyer milik Egnor sebagai asisten pribadi. Apakah Egnor menerima Claudia menjadi asistennya? Apakah Egnor masih memiliki perasaan pada Claudia? Dan, bagaimana Claudia menghadapi Egnor yang semakin tampan dan menawan namun tidak memperhatikannya seperti dulu?

Kisah ini sangat pelik dan penuh drama. Perasaan menyesal dan cinta menjadi satu. Cerita ini merupakan kisah cinta antara Claudia dan Egnor, kakak dari Viena Jovanca (mantan terindah)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viiyovii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 29: Terjebak

Claudia mengelus ngelus dada Egnor dengan kepalanya. Tadi malam Egnor membuka pakaiannya untuk tidur bersama Claudia. Dia agak begah dengan pakaian jas resmi yang Viena berikan padanya, jadi dia hendak men-rileks-an tubuhnya. Sungguh membuatnya terjebak sesaat. Claudia sudah mau mati meleleh karna melihat tubuh Egnor yang begitu sempurna baginya. Dengan kulit yang tidak terlalu putih membuat Egnor semakin manly baginya.

Egnor masih terpejam. Claudia menyandarkan tangan satunya di sisi dada Egnor dan tangan satunya mengelusnya. Claudia tersenyum senyum merasakan semuanya ini. Dia benar benar terpikat dengan pria yang saat ini matanya mengabsen wajahnya, dadanya sampai perut datar pengacara ini.

Tak ada sesuatu yang sungguh membuatnya terkagum dan ia menikmatinya dengan tidak risih sedikitpun. Mungkin inilah yang namanya cinta, tidak mengenal apapun dan merasa sangat bangga jika memilikinya. Tak berapa lama Egnor mengangkat tangannya yang tertindih Claudia sehingga Claudia semakin dekat dan tak sadar bibir Claudia mengecup pipi Egnor. Egnor hendak terbangun. Dia melenguh dan akhirnya memeluk Claudia.

"Clau, kenapa kau senang sekali menggodaku hah? Kau masih datang bulan kan?" Kata Egnor bergumam namun matanya masih terpejam.

"Aku mau bangun!" Claudia salah tingkah dan hendak beranjak dari kasur namun Egnor menahannya.

"Disinilah sebentar. Aku hendak merasakan tubuh mungilmu ini Clau!" Egnor makin mengeratkan pelukannya.

"Tinggiku se bibirmu!" Dengus Claudia.

"Tapi tubuhmu begitu tipis Clau! Kau harus banyak makan! Kau hanya memasaknya dan kau membaginya pada Grace sehingga Grace yang menjadi berisi dan.."

"Jadi kau tidak menyukainya? Tidak usah memegangku lagi!" Decak Claudia yang memang terasa kecil di dalam pelukan pria yang ia cintai ini.

"Tidak! Aku suka yang seperti ini, aku hanya ingin menjagamu lebih dalam dan erat lagi Clau! Cup!" Egnor mengecup kening Claudia dan kembali memeluk Clau lebih kencang lagi.

"Aku hendak membersihkan diri kak, kapan kita terbang? Apa kita pulang hari ini?" Claudia beranjak dari pelukan Egnor dan duduk di sisi ranjang

"Ya, kita pulang siang nanti. Sana, Bersihkan dirimu atau mau kubantu?" Egnor membelai punggung Claudia.

"Heemm, pengacara mesum!" Claudia menoleh dan menatap tajam namun malah membuat Egnor seperti pada titik terendah. Hanya Claudia yang berani mengatainya.

"Kau, berani sekali menyamakanku dengan Dion dan Leon, kemari kau!" Egnor menarik tangan Claudia dan mereka saling bergelitik dan bercanda lalu seperti biasa, diakhiri dengan kecupan bibir mereka. Egnor menyampingkan rambut rambut halus Claudia. Egnor menatap wanitanya hangat dan tersenyum. Claudia juga tersenyum.

"I love you my only one." Kata Egnor memegang kedua pipi Claudia.

"Love you too!" Saut Claudia.

"Oke, mandilah lalu kita sarapan!" Kata Egnor lagi mengecup kening Claudia dan Claudia segera membersihkan dirinya.

...

Sampailah mereka di Honolulu ketika sore hari. Egnor menyuruh Frank dan Joe membawa mobil mereka masing masing untuk menjemputnya dan ayahnya. Egnor menyuruh Joe yang mengantar ayah dan auntynya. Sementara Egnor berdalih pada ayah dan aunty nya kalau ia harus ke kantor dulu bersama Claudia dan Frank. Johanes dan Anne percaya percaya saja karna Egnor merupakan pemilik sekaligus pimpinan tertiggi kantor pengacaranya. Padahal, Egnor kembali ke apartemennya bersama Claudia.

"Kak, apa tidak apa kau terus tinggal di apartemen? Apa Tuan Johanes atau Aunty Anne tidak curiga?" Tanya Claudia di perjalanan menuju ke apartemen. Entah mengapa sejak di pesawatpun sampai turun dari pesawat dan sampai sekarang Egnor terus merangkul Claudia. Dia tidak peduli ayah dan aunty nya melihatnya. Dia terus merangkul Claudia.

"Besok aku akan pulang. Kau tak apa kan sendiri? Atau suruh Grace menemanimu!" Jawab Egnor mengelus lengan Claudia.

"Oh iya baiklah. Lebih baik kau pulang agar mereka tidak bertanya tanya. Tapi kalau kau sudah siap ingin bertunangan denganku ya katakan saja aku sudah tinggal bersamamu. Hihi!" Claudia terkekeh. Frank di depan juga ikut terkikik.

"Diam! Jangan sampai kau menggerutu jika kusuruh kau mengurus semua pernikahanku nanti ya Frank?" Ancam Egnor.

"Cih, sudah biasa!" Decak Frank meremehkan karna sudah biasa.

"Dan kau diamlah Clau! Mengapa sejak tadi pagi kau terus meledekku hah?" Egnor menatap Claudia.

"Karna aku suka, ting!" Saut Claudia mengedipkan matanya dan mencolek dagu Egnor membuat hati Egnor semakin menggemaskan Claudia dan ingin sekali memberinya pelajaran.

Sesampainya di apartemen, Egnor kembali langsung menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya. Penerbangan yang cukup memakan waktu sampai lima jam karna agak terhambat. Egnor memang tidak kerasan jika harus mengalami suhu yang memanas lalu kembali mendingin atau sebaliknya karna dia mudah mengeluarkan keringat. Meskipun hal itu malah membuat Claudia merasa Egnor semakin menawan.

Sementara Claudia merebahkan dirinya terlebih dahulu. Dia masih datang bulan dan sepertinya agak lama karna ia merasa banyak berpikir dan terlalu lelah. Dia mengelus perutnya sesaat. Seketika dia menjadi mengingat bibinya. Apa kabar bibinya. Sekarang pamannya di sini, bagaimana bisa dia menanyakan kabar bibinya. Dia pun tidak tahu rumah sakit yang bibinya tempati. Dia mengingat bibinya selalu mengelus perutnya jika dia sedang datang bulan seperti ini. Rasanya seperti tangan ibunya. Tak lama Claudia memejamkan mata hendak beristirahat namun ponselnya berbunyi. Sebuah pesan. Claudia meraih ponselnya di dalam tas dan membacanya. Matanya langsung melotot membaca isi pesan tersebut.

💌57683838***💌

Claudia, aku sangat tahu apartemenmu bersama Egnor. Cepat ke lobby bawah atau aku sendiri yang datang ke apartemenmu. Pamanmu!

Secepatnya Claudia memasukan ponselnya lagi ke tas nya. Dia beranjak dan berteriak pada Egnor.

"Kak, aku lapar, aku cari makanan sebentar ke bawah ya?" Begitulah kata Claudia. Egnor mendengarnya namun samar samar. Egnor agak curiga namun ia menyelesaikan mandinya terlebih dahulu.

Claudia langsung mengenakan flat shoesnya dan menuju ke bawah. Pamannya tidak boleh memberitahu mengenai kondisi bibinya, mengenai pernikahan pertamanya dan semua keburukan yang selama ini Claudia alami kepada Egnor. Claudia ingin hanya dia yang memberitahunya ketika waktunya sudah tepat. Dan, Claudia juga tidak mau pamannya memeras Egnor dengan bibinya yang menjadi bahan iming imingan.

Claudia sampai di lobby dan melihat pamannya duduk di sebuah cafe kecil di pinggir lobby gedung apartemen Egnor itu. Dia langsung menghampiri pria paruh baya itu.

"Paman, selamat malam!" Sapa Claudia dan segera duduk di depan pamannya. Claudia sudah mengenak kaca mata hitam dan syal yang menutupi kepalanya.

"Mengapa kau berpenampilan seperti ini?" Selidik Jack.

"Paman, aku jujur padamu. Aku tidak ingin keberadaanmu diketahui Egnor. Aku mohon kau jangan menemuinya. Jangan katakan apapun tentang kesulitan keluarga kita. Aku tidak mau bergantung padanya. Dan lagipula aku bekerja dengannya Paman. Mengertilah!" Claudia sedikit memohon.

Brak! Pamannya menggebrak meja kecil itu.

"Kau benar benar keterlaluan Clau! Aku ini pamanmu, masa kau tidak mau mengakuiku?!" Jack menunjuk nunjuk keponakannya.

"Bukan begitu paman, aku tidak mau rendah di mata Egnor. Aku mohon mengertilah. Aku akan memberi apa yang kau inginkan!"

"Sekarang juga lima juta! Aku butuh makan!" Jack mengetuk ngetuk meja.

"Lima juta?! Kemarin saja aku sudah mengirimkanmu sepuluh juta paman! Itu saja aku meminjam dari kantor! Lagipula untuk apa kau kemari? Bagaimana dengan bibi?" Claudia tampak cemas.

"Bibimu sudah mendapatkan penanganan eksklusif dari rumah sakit dan dia tidak bisa apa apa Claudia! Bibimu benar benar tak berdaya. Aku bosan! Aku kemari saja dengan bantuan Nicolas!"

"Oh Tuhan paman! Mengapa kau berurusan lagi dengannya?! Bagaimana kalau kau dijebak lagi dengannya? Jangan lagi berhubungan dengannya paman! Aku bisa memberikanmu uang tapi jangan mengangguku dan Egnor. Besok. Besok kita bertemu lagi. Aku akan mencairkan uangnya."

"Kau memang banyak uang kan?! Percuma kau tinggal dan dekat dengan Egnor yang memiliki gedung pengacara yang tinggi itu. Uang lima juta bukan apa apa kan? Kalau si Egnor itu tidak bisa memberimu, lebih baik, kau kembali saja dengan Richard! Dia sangat kaya raya!" Jack menyeringai.

"Jangan membahasnya paman, aku tidak mencintainya Dan aku harap, paman secepatnya kembali dan temani bibi paman. Hanya dia satu satunya keluarga kita dan sangat aku cinta paman! Dia istrimu, masa kau tega meninggalkannya!" Claudia agak meninggikan nada suaranya.

"Diam Clau! Kau tidak usah mengaturku! Bibimu sudah aman, dia terawat dengan baik, ada seseorang yang membiayai pengobatan, aku merasa kalau Richard yang membayarnya."

"Benarkah?"

"Ya, aku tidak tahu Richard yang membayarnya." Jack hanya menerka nerka.

"Bukan! Maksudku bibi terawat dengan baik?" Claudia hanya memikirkan kondisi bibinya.

"Iya dan aku yakin Richard yang membayarnya!" Jack sungguh menginginkan Claudia bersama Richard saja.

"Tau dari mana dia? Dan kau jangan berharap padanya lagi paman! Aku dan dia sudah tidak ada hubungan, dia juga sudah tidak ada kepentingan lagi dengan kita kan?!" Decak Claudia agak risih dengan nama motivator itu

"Entah siapa yang membayar pokoknya besok kau harus memberikan ku uang! Aku akan menunggumu lagi besok sore disini! Kalau Egnor tidak memberikannya padamu, aku akan kembali menjodohkanmu dengan Richard!" Ancam Jack meminum habis es kopi nya.

"Aku pergi! Besok sore ya?! Bayar kopi dan kue ku ini!" Kata Jack lagi lalu meninggalkan Claudia yang mematung dan membisu di sana.

Claudia mengusap wajahnya kasar setelah membuka kaca mata hitam nya dan syal yang menutupi kepalanya.

"Argh, baru saja aku kembali! Baru saja aku dan kak Egnor bermesraan dan melupakan semua bebanku, namun sudah mulai berdatangan dan lagi lagi karna uang!!!! Aku jadi curiga pamanku tidak membayarkan apa yang sudah ia kirim selama beberapa bulan ini ke rumah sakit. Untung saja ada si dermawan itu. Apa benar Richard? Kalau benar bagaimana aku berterimakasih lagi padanya? Aku tidak mau kembali padanya, aku hanya ingin bersama Kak Egnor!! Argh, mom dad bibi, bagaimana ini? Aku bingung, takut!!!" Gumam Claudia menopang dagunya. Dia takut mengatakannya pada Egnor.

Tak berapa lama Egnor dengan setelan casual: sweater biru dongker lengan panjang dengan leher model v dan celana panjang putih keluar dari lift. Dia melihat lihat sekitaran lobby dan menemukan Claudia yang tampak murung di sana. Egnor langsung menghampirinya.

"Claudia! Kau kenapa? Kenapa kau mencari makan di cafe? Kenapa tidak menungguku?!" Egnor menopang tangannya di meja tempat Claudia menopang juga dagunya. Claudia tersadar dan memperhatikan Egnor. Claudia tersenyum. Dia seperti melihat malaikat penyelamat hidupnya kelak.

"Kak, penampilanmu berbeda sekali!" Kata Claudia menyentuh sweater Egnor.

"Aku menggunakan ini jika bersantai di rumah atau di sini!" Egnor merasa biasa saja.

"Tapi kau sangat tampan!" Kini Caludia mengelus lengan Egnor.

"Hey Clau! Kau tidak menjawab pertanyaanku! Mengapa tidak menungguku?" Egnor kembali pada inti pembicaraannya.

"Aku sangat lapar kak!" Jawab Claudia menundukan kepalanya.

"Jadi, apa yang kau pesan?" Tanya Egnor lagi.

"Belum ada."

"Kau benar benar tidak masuk akal! Sudah ayo kita ke restoran depan!" Ajak Egnor keluar gedung apartemen menuju restoran western di depan gedung apartemennya. Claudia pun mengikutinya dengan cepat dan menggandeng lengan kekar Egnor.

...

Keesokannya Claudia meminjam uang pada Grace sebesar dua juta. Dia akan menggantinya ketika gajinya bulan depan. Grace sempat bertanya namun Claudia mengatakan untuk pegangan sehari harinya karna uang lima belas juta kemarin sudah semua ia tabung ke bank dan tidak bisa ditarik. Sungguh alasan yang tidak masuk akal bagi Grace, namun Grace memaklumkan karna latar belakang Claudia yang sedikit sudah ia ketahui.

Karna sudah beberapa hari pergi, Egnor memiliki jadwal yang harus ia kerjakan yang sempat tertunda. Pria itu seharian pergi bersama Frank dan ketika sore belum juga kembali. Claudia memiliki kesempatan untuk segera pulang dan menemui pamannya. Dia sudah menghubungi pamannya untuk segera datang. Dia takut kalau tiba tiba Egnor pulang ke apartemen walaupun kemarin dia sudah mengatakan hendak pulang ke rumahnya.

Claudia masih menyisihkan uang lima juta dari pemberian lima belas juta kemarin dari Egnor. Namun, dia membutuhkan pegangan. Jadi dia akan memberikan lima juta itu pada pamannya dan dua juta dari Grace untuk pegangannya.

Claudia tampak lega karna sudah memberikan uang pada pamnnya. Dia berharap, pamannya tidak meminta lagi sampai bulan depan dia mendapatkan uang lagi. Dia bingung harus meminta seperti apa pada Egnor jika pamannya datang lagi.

Claudia lalu menuju ke apartemen. Dia memasak air untuk membuat minuman hangat. Dia harus menjaga kesehatannya kalau tidak, dia tidak bisa memghadapi pamannya dan juga pertanyaan Egnor yang seraya mengintimidasi.

Ketika Claudia sudah selesai membuat teh hangat nya dan hendak membersihkan dirinya, bel kamar apartemennya berbunyi. Dia cukup terkejut, apa kah Egnor? Ya, mungkin saja Egnor mau menemuinya dulu sebelum pulang ke rumahnya. Claudia tersenyum sumringah. Dia bergegas ke pintu dan membukanya.

"Kak, kau mau melihatku - du - lu..??" Kata Claudia membuka pintu dengan bersemangat namun kembali melemah karna di balik pintu bukanlah Egnor melainkan Lisa.

...

...

...

...

...

Jeng jeng jeng 😎😎

Ada panggilan yang terkenang di episode ini???

Yang bener dan sesuai pemikiran aku bakal aku hubungin ku kasih pulsa cinta eh pulsa telpon hehe beneran ciuss 😍😭

.

Next part 30

ibu negara yang 1 itu ngapain dah?

Nambah nambahin beban Clau aja diko 😁😁

.

Jangan lupa LIKE, KOMEN yang banyak biar penulis semangatt 😍😍

.

Thanks for read .. I LOVE YOU AALLL 💕💕

1
anti pebinor pelakor
Aku berharap egnor punya sifat kayak richard (yang kalian bangga2kan), akun harap egnor selalu mencari tau masalah mantannya, menjaga mantannya, jadi pahlawan bagi mantannya, melindungi mantannya biar mantan udah menikah egnor tetap sok jadi pahlawan bagi mantannya, biar bisa jadi salah paham pada rumah tangga mantan, egnor jangan pedulikan itu, egnor harus terus baik dan melindungi mantanya, egnor harus mencontohi richard, karena istrimu (author dan readernya juga) saja sangat membanggakan richard, jadi mulai dari sekarang egnor harinya mencari tau kondisi mantannya, lindungin mantan mu, beri perhatian pada mantanmu, biar istrimu juga membanggakan dirimu kayak richard

Coba author punya suami kayak richard, selalu peduli pada mantannya, melindungi mantannya, selalu jadi pahlawan mantannya, apakah kalian akan suka punya suami kayak gitu??? Dan kalau kalian anggap sifat richard itu pahlawan, dan mudah saja kalian tidak punya suami kayak richard tapi kalau kalian mau midah2an saja punya suami tapi masih sangat peduli pada mantannya
Dwi Tyass PasukanArmada Sllusyangibu
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭selamat jalan mitha, aku pun sama dg mu gabe, aku mencintai adik mu, love you mitha bhagialh disurga
Hap£!π
cerita yg luar biasa, konflik yg tertata sangat runtut memguras emosi dan airmata
Cucu Siti Rodiah
dasar plakor
Amyamore
Makanya jd istri jgn bodoh
Amyamore
Muak bgt ma kelakuannya Claudia
Apit Haryanto
euajajfajtihcajgkfaj
Tut Eny
lanjut
acih aja
tegang euy... claudia terlalu polos
acih aja
aw... aw... aw 😄😄
acih aja
janda tapi perawan ya clau,,,,,
acih aja
aq padamu claudia 😘😘😁😁😁
acih aja
aq suka cara claudia menggoda egnor 😆😆😆😆
acih aja
sabar clau,,,,,,,
acih aja
meriang euy 😅😅😅😅
acih aja
goood claudia 😘
acih aja
claudia 😍😍
acih aja
hem.... hem 😘
acih aja
kangen egnor claudia, baru ketemu lg 😊
acih aja
baru ketemu lg, aq pernah baca sampe selesai tapi gak aq kasih jempol... skrg mau baca ulang lg, , ,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!