NovelToon NovelToon
Jerat Kakak Angkat

Jerat Kakak Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Cinta Terlarang / Playboy
Popularitas:506.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Titin

Memiliki dua kepribadian yang bertolak belakang membuat Alvaro terjerumus dalam kesalahan besar. Sayangnya lagi kesalahan yang dia lakukan bukan dengan orang lain, melainkan dengan adik angkatnya sendiri.
Menyadari kesalahannya Alvaro berusaha lepas dari jerat yang menyiksa itu. Tapi sayang perasaannya terlanjur dalam. Lalu bagaimana dengan Irene, adik angkatnya yang menjadi korban kepribadian gandanya. Mungkinkah Irene merasakan perasaan yang sama. Untuk cerita setengahnya baca kelanjutannya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 29

Iren merenggangkan tubuhnya dengan mata terpejam. Lalu membuka matanya perlahan, mencari sosok Alvaro di sampingnya. Tapi tempat Alvaro ternyata kosong. Sepertinya pria itu sudah pergi kekantor. Karena jam di atas nakas sudah menunjukkan hampir jam sembilan pagi.

Dengan perasaan malas gadis itu turun dari ranjang. Tubuhnya terasa remuk redam. Tadi malam dia bahkan sampai memohon pada lelaki itu agar berhenti, tapi Alvaro seperti tak mendengar permohonan Iren. Dia tetap melakukannya hingga hampir pagi.

Kalau saat ini lelaki itu masih bugar dan tetap fit. Iren akui dia luar biasa. Setelah apa yang mereka lakukan tadi malam. Sebab Iren saja, seperti tak memiliki tenaga untuk menopang bobot tubuhnya.

Setelah membersihkan diri Iren memakai baju yang sudah di sediakan Alvaro. Dia yakin, bukan pelayan yang menyiapkan bajunya. Sebab pelayan hanya boleh masuk dengan izin pria itu. Setahu Iren, selama dia tinggal di sini. Pelayan hanya masuk kekamarnya seminggu sekali, sebab lelaki itu yang rutin melakukan bersih bersih seorang diri.

Iren menarik nafas sebelum membuka kamar Alvaro. Gadis itu memutar handle pintu, rupanya pintunya terkunci. Dia ingat Alvaro memberinya kode pintunya. Saat Iren memasukkan beberapa kombinasi angka, pintunya terbuka. Bergegas Iren keluar, lalu cepat melangkah pergi. Tapi baru beberapa langkah, langkah kaki jenjangnya terpaksa berhenti.

Di ujung sana di undakan anak tangga tampak Tery, berdiri dengan tangan mengepal. Dari wajahnya yang mengelam Iren paham akan situasinya.

Gadis bertubuh bak model internasional itu melangkah mendekati Iren. Lalu..

Plakkk...

Tangannya mendarat di pipi Iren. Iren terhuyung saking kuatnya tampan Tery di pipinya.

"Dasar ******!" umpatnya lagi lalu kembali melayangkan pukulan membabi buta. Iren tak melawan, gadis itu meringkuk sembari melindungi tubuhnya dengan kedua tangannya.

Tak hanya memukul, Tery bahkan menjambak dan mencakar tubuh Iren. Iren yang hanya diam tak melawan, malah membuatnya semakin kalap. Diamnya Iren seakan mengatakan semua yang dia tuduhkan benar. Dia berharap Iren akan menyangkal mati matian, itu akan membuatnya sedikit lega.

Tery berhenti saat kepala pelayan dan beberapa pelayan melerai mereka. Iren meringkuk dengan kondisi menyedihkan, pipinya bengkak dan lebam. Lalu dari sudut bibirnya yang pecah terlihat menetes darah segar.

"Aku akan memberitahu mama! Biar dia tau kelakuan anak angkatnya!" Ancam Tery dengan emosi meledak ledak.

Sementara Iren hanya diam sambil terisak.

"Nona, sudah jangan teruskan. Lihatlah keadaan nona Iren." nasihat kepala pelayan.

Dengan nafas terengah dia menatap Iren. Benar benar mengenakan. Dia tersenyum puas, bila perlu sekarang juga gadis itu hengkang dari rumah ini. Kalau mama belum pergi, Tety yakin dia pasti sudah mengusir Iren.

"Ayo nona, tangan mu juga terluka. Biar saya obati." bujuk kepala pelayan. Lalu memberi kode pada pelayan lain agar mengurus Iren.

Iren menggigit bibir bawahnya, saat luka lukanya di bersihkan dengan alkohol.

"Nona kenapa tidak melawan di perlakukan begini." ujar salah satu pelayan geram. Iren hanya tertunduk diam. Apa pantas dia melakukan pembelaan. Dia memang wanita ******, yang tidak tau malu tidur dengan pacar orang lain.

"Sepertinya tuan Alvaro pulang non." ujar pelayan satunya lagi saat mendengar deru mesin mobil Alvaro memasuki halaman rumah.

"Kalian keluarlah. Jangan katakan apapun mengenai keadaanku, juga kejadian tadi." ujar Iren masih dengan wajah tertunduk.

"Tapi non.."

"Keluarlah." pinta Iren.

Dua pelayan itu pun terpaksa keluar dan Iren cepat menutup pintu dan menguncinya rapat rapat. Dia tak ingin melihat Alvaro untuk saat ini. Biar saja dia selesaikan masalahnya dengan Tery. Kalau pria itu memintanya pergi, demi kebaikan mereka. Iren akan pergi. Dialah yang bersalah disini.

Para pelayan baru saja sampai di tangga, Alvaro juga sudah naik ke atas.

"Bagaiamana Iren?" tanyanya dengan wajah mengelam. Mereka menggeleng pelan.

"Apa dia di kamarnya?" tanya Alvaro lagi.

"Iya tuan."

"Baiklah kalian boleh pergi." sahut Alvaro lalu beranjak kekamar Iren. Tak menghiraukan teriakan Tery yang memanggil manggil namanya.

Dug..dug..

"Iren buka!" bentak Alvaro, setelah berusaha membuka pintu kamar Iren. Ternyata terkunci dari dalam.

Iren membisu tak ada pergerakan sama sekali di dalam sana.

"Iren. Aku akan dobrak pintu ini kalau kamu gak buka!" bentak Alvaro. Suaranya menggelegar menggema ke seantero rumah.

Membuat jemari Tery yang berada di bawah mengawasi Alvaro, mengepal erat. Dadanya terasa hangus terbakar amarah. Harusnya pria itu datang memohon ampunannya, bukan malah mengurusi Iren.

Dari tempatnya berdiri Tery bisa melihat betapa paniknya pria itu. Seakan yang terluka adalah kekasihnya. Lalu terlihat Alvaro memanggil bodyguard nya, guna mendobrak pintu kamar Iren.

Tery tak tahan lagi, ini sudah keterlaluan. Seperting apa Iren baginya? Lalu apa artinya dia di sisi Alvaro?

"Hentikan!" pekik Tery. Membuat gerakan lelaki bertubuh kekar yang akan mendobrak pintu kamar Iren, tertahan.

"Kau keterlaluan Alvaro!" pekiknya lagi. Matanya nyalang menatap Alvaro.

Alvaro memijit pelipisnya, ada kilatan amarah pada sorot matanya saat menatap Tery. Tapi pria itu berusaha menahannya.

"Kau pergilah kekamarmu." pinta Alvaro dengan suara rendah.

"Tidak, kalau kau masih disini. Wanita ****** itu tidak akan mati. Aku hanya memukulnya bukan menusuknya dengan piasau!" umpat Tery dengan amarah meledak ledak.

Alvaro menatap Tery dengan wajah mengelam. "Kau bawa dia dari sini. Jangan sampai aku melihat wajahnya sementara ini." titah Alvaro pada salah satu bodyguard nya. Lalu

"Cepat dobrak pintunya." titahnya pada bodyguard nya yang lain. Teriakan Tery sama sekali tak di hiraukan Alvaro.

Brakkk...

Ini yang kedua kalinya pintu Iren terbuka paksa.

"Kalian pergilah." titahnya lagi. Lalu dia masuk kedalam kamar. Tampak Iren meringkuk di tempat tidur, dia duduk memeluk lututnya. Wajahnya terlihat tersembunyi di antara kedua pahanya.

Alvaro duduk di sisi Iren. Memindai setiap inci tubuh gadis yang sedang bersembunyi seperti seekor kelinci.

Pria itu menyibak rambut Iren. Memperlihatkan bahunya yang mulus. Tapi kemudian rahang nya tampak mengeras, saat melihat luka pada bahu juga lengan gadis itu.

"Hey, lihat wajahmu." pinta Alvaro dengan nada suara yang lembut.

Iren bergeming. Dia malah semakin mengeratkan pelukan pada lututnya.

"Iren, lihat aku. Ini salahku, harusnya aku kebih hati hati." ucap pria itu dengan nada yang masih sama.

Mendengar itu, Iren malah terisak. Bahunya bahkan sampai terguncang. Membuat Alvaro kebingungan. Pria itu merengkuh tubuh Iren dalam dekapannya. Usapan usapan lembut dia berikan, berharap bisa membuat Iren sedikit tenang.

Cukup lama mereka hanya diam. Alvaro masih tetap memeluk tubuh Iren. Walau gadis itu tak lagi menangis.

"Angkat wajahmu, kau harus bersiap. Mulai sekarang kau tinggal saja di apartemen." ujar Alvaro.

Mendengar itu, perlahan Iren mengangkat wajahnya. Gadis itu menatap Alvaro dengan mata berair.

"Aahh." desah Alvaro tertahan. Begitu melihat keadaan wajah Iren. Bibir atasnya pecah, juga pelipisnya. Sementara pipinya bengkak membiru.

Alvaro ke habisan kata, hanya matanya yang mengerajab berulang kali menatap wajah tak karuan milik Iren.

Rahang Alvaro terkatup rapat. Entah kenapa melihat Iren seperti itu. Hatinya terasa sangat sakit, ingin rasanya dia menghabisi Tery. Kalau tidak ingat siapa Tery baginya. Mungkin wanita itu hanya tinggal nama.

Bersambung.

1
Anne Siregar Siregar
kenji atau Rey????
Anne Siregar Siregar
gila alvaro🤭🤭🤭
Itha Fitra
di ajak nikah,msih di pertimbangkan .di ajak kawin oke" aja,gk pke mikir
Itha Fitra
pergi ke LN cepat bnget y,serasa pergi ke kampung sblh.holang kaya mah bebas
Itha Fitra
kirain mau mnyatukan iren ama alvaro,sblm dia tunangan
Itha Fitra
pasti kakak sulung iren si glen yg menculik iren
Itha Fitra
siap " aja kau varo,khilangan gadis yg kau buntingin.
Itha Fitra
mana orang bayaran si tery ya?
Itha Fitra
knp iren gk jujur sih,ama alvaro?
Itha Fitra
hrs ksih tahu lah,biar dia gk make lu dg kasar lg.apapun yg akan terjadi,lu hrs siap menerima resiko ny
Itha Fitra
knp ortu varo ribut,aplg ibu ny sampai pingsan?
Itha Fitra
laki" penjahat kelamin
Itha Fitra
udh tau sisi buruk varo,msih mau di jd kn suami? mikirrrrrr..
Itha Fitra
varo ny egois
Itha Fitra
knp alvaro gk trus terang aja sih,ama ortu ny.bhw dia suka ama iren n udh merawanin adik angkat ny itu.supaya ortu ny cepat mnghalal kn kedua anak ny itu
Itha Fitra
hilda mau besuk iren,sdng kn iren blm mnyebut kn dia tinggl dmn
Itha Fitra
mama ny alvaro jg aneh,udh tahu tery ada hubungan dengan alvaro.knp di suruh tinggl satu atap? budaya bebas di LN di bw masuk ke dlm negeri
Itha Fitra
s'moga saja ibu alvaro sgera tahu,perbuatan kedua ny.sblm ibu ny pergi ke LN
Itha Fitra
klu hny sekali melakukan hubungan intim,itu nm ny khilaf.klu udh berkali" nm ny ketagihan
Itha Fitra
nasehat ibu angkat,atau calon ibu mertua? gmn klu iren kburu hamil,apa nasehat ibu masih berlaku?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!