Tak pernah aku sangka, kalau dendam yang aku miliki akan membuat aku terjerumus pada cinta laki laki yang menjadi alat balas dendamku.
Pusara dendam yang aku jalani membuatku terikat kuat oleh laki laki milik wanita yang membuat dendamku membara.
Di saat aku memutuskan pergi setelah semua dendam terbalaskan, kakiku malah terikat kuat dan tidak bisa melangkah walaupun satu langkah.
yuuk ikuti ceritanya.....!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jeny chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Zavina yang malang
Setelah derama tangisan Zavina, akhirnya Zavina tidak menangis lagi dan Eduardo kembali memakan makanannya lalu merapihkan semua barangnya, setelah pemeriksaan Zavina akan di bawa pulang karena Zavina sudah tidak nyaman di ruangan rumah sakit.
Tepat pukul sembilan dua orang suster menghampiri dan membawa Zavina menuju poli kandungan, Zavina duduk kembali di kursi roda karena jarak menuju poli kandungan lumayan jauh, kandungan Zavina masih muda dan bahaya kalau berjalan terlalu jauh.
Eduardo meminta asistennya membawa semua barang ke mobil, karena setelah dari poli kandungan, Zavina akan di bawa pulang.
Tiba di poli kandunga, Zavina langsung di bantu dua suster untuk merebahkan tubuhnya di berangkar khusus untuk di lakukan USG, sedangkan Eduardo duduk di hadapan meja dokter dengan tatapan menuju ke layar besar di hadapannya yang nantinya akan menayangkan rekaman di dalam rahim Zavina.
"Kita mulai USG nya biar tahu perkembangan Babby nya, coba lihat ini lingkaran hitam sebesar biji kacang poling, ini adalah calon Babby nya yang masih berbentuk embrio yaa, usia nya empat minggu masih sangat kecil dan rentan sekali. "
jelas sang dokter dan membuat Zavina tersenyum bahkan Eduardo terus saja memandang layar karena tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.
Zavina kembali di bantu turun dari berangkar setelah di bersihkan cairan di atas perut bawahnya, Zavina langsung duduk di samping Eduardo.
"Keluhan nya apa saja Bunda yang di alami saat ini?? "
tanya Sang dokter sambil menuliskan resep untuk Zavina.
"Kemarin kemarin saya beraktifitas ekstrim Dokter, maksudnya saya selalu berjalan jalan kesana sini terus makan juga maunya yang pedas terus, apa gak masalah?? "
jawab Zavina dengan nada khawatirnya dan Dokter langsung tersenyum.
"Tidak masalah asalkan Bunda tidak mengeluh sakit di area perut bawahnya, kurangi aktifitasnya sebelum memasuki minggu ke enam belas karena Babby dalam kandungan Bunda masih sangat rentan, makanan juga kurangi yang pedasnya takutnya nanti malah sakit perut dan akan berurusan dengan kamar mandi yang ekstra, perbanyak buah buahan, minum susu khusus ibu hamil dan yang paling penting hindari beban fikiran yang ekstra, makanan juga perbanyak sayuran, protein dan hindari makanan yang membuat Bunda tidak nyaman nantinya. "
jelas Dokter dan Zavina langsung menganggukkan kepalanya mengerti dengan penjelasan dokter.
"Satu lagi, peran suami sangat penting di kehamilan dan saya sarankan agar suami lebih memperhatikan keseluruhannya jangan hanya makanan yang di konsumsi saja. "
ucap Dokter kembali dan Eduaro mengiyakannya.
Dokter memberikan resep yang harus di tebus dan nantinya wajib Zavina konsumsi, Dokter juga sudah mengijinkan Zavina pulang dan harus kontrol kandungan kembali bulan depan.
Zavina dan Eduardo langsung pamit keluar ruangan, Zavina duduk kembali di kursi roda dan suster yang menggerakkannya sedangkan Eduardo mengikutinya dari belakang.
"Langsung ke pintu lobi utama saja Suster, semua sudah selesai di bawa barangnya. "
ucap Eduardo dan Suster langsung menganggukkan kepalanya.
Zavina terus memandang foto USG nya yang menampilkan calon Babby nya yang belum terbentuk dan masih seperti biji kacang hijau, Zavina berjanji akan menjaga kandungannya agar dia bisa melahirkan anaknya dan akan menjaga anaknya sampai kapanpun, Zavina tidak mau calon anaknya bernasib sama sepertinya yang dahulu di terlantarkan di panti asuhan oleh orang tuanya.
"Kelak kamu lahir akan Bunda jaga sayang, kamu gak akan pernah mengalami hal yang sama seperti yang Bunda alami, Bunda akan menjaga kamu. "
gumam Zavina dalam hatinya sambil mendekap hasil USG di dadanya.
Tiba di lobi utama, Supir membuka pintu mobilnya dan Zavina di bantu masuk kedalam mobil oleh Eduardo, Eduardo bahkan memberikan uang untuk Suster yang membantu membawa Zavina, awalnya suster menolak namun Eduardo memaksa dan Suster pun akhirnya menerimanya.
Setelah Eduardo masuk kedalam mobil, supir langsung melajukan mobilnya dan Zavina memilih bersandar di lengan Eduardo yang begitu nyaman menurutnya, Eduardo pun mengusap rambut Zavina penuh sayang.
"Kamu tahu gak suamiku?? Aku gak mau kalau calon anak kita nasibnya sama seperti aku dulu, dia akan dapat limpahan kasih sayang dari kedua orang tua yang lengkap. "
ucap Zavina dan Eduardo langsung terdiam karena dia tahu bagaimana nasib istrinya dahulu setelah dia mencaritahu latar belakangnya.
"Iya Sayang, kamu dan calon Babby kita akan aku bahagiakan terus aku akan manjakan dengan semua kemewahan, kamu jangan mengingat masa lalu itu dan kamu harus melihat masa depan mulai sekarang, akan aku kabulkan apapun yang kamu mau dan apapun yang kamu inginkan. "
ucap Eduardo dengan nada tulusnya dan Zavina mengiyakannya.
"Awas saja kalau kamu bohong, aku mau kabur membawa Babby nya. "
ancam Zavina dan membuat Eduardo tergelak karena nada suara Zavina begitu menggemaskan baginya.
"Zavina andai kamu tahu latar belakang keluarga kamu, pasti kamu akan sedih karena kamu sengaja di buang oleh Ibu kamu dan di gantikan dengan bayi laki laki, karena saat itu ibu kamu di ancam akan di cerai kalau melahirkan bayi perempuan, aku akan membuat kamu bahagia dan melupakan keluarga kamu Zavina, aku akan menjaga kamu dan calon anak kita, mau perempuan atau laki laki tetap aku akan menerimanya Zavina karena kamu yang paling berharga dalam hidupku. "
gumam Eduardo dalam hatinya yang merasa miris dengan masa lalu Zavina.
Zavina berasal dari keluarga kaya raya, namun karena ancaman dari keluarga ayahnya kepada ibunya membuat Zavina harus rela tersingkirkan, ibu nya Zavina tidak mau kehilangan stattus juga kekayaan yang di nikmatinya saat itu.
Namun yang Zavina tahu adalah, Zavina yatim piatu tanpa orang tua, semua atas permintaan Ibu nya Zavina agar tidak mengungkap jati diri Zavina.
.
.
Beberapa saat berlalu akhirnya mobil tiba di kediaman mewah Zavina, Eduardo langsung menggendong Zavina untuk di bawa masuk kedalam rumah dan Zavina tidak menolaknya.
Kepala pelayan langsung senang karena nyonya mudanya telah kembali, bahkan kembali membawa kebahagiaan yaitu calon pewaris Angkasa Jaya.
"Nyonya saya bahagia atas kehamilan anda, Saya juga bahagia karena kondisi Nyonya baik baik saja. "
ucap kepala pelayan saat Zavina di dudukkan di atas sofa empuk.
Kepala pelayan mengingat kembali saat Zavina pingsan, Zavina membawa pot berisi tanamam yang akan di pindahkan nya, karena panas matahari akhirnya Zavina pingsan untungnya ada bibi pelayan yang menemani dengan sigap menangkap tubuh Zavina yang tiba tiba tak sadarkan diri.
"Makasih Bibi karena cepat membawa aku ke rumah sakit, kalau menunggu suamiku pasti lebaran monyet baru di bawa kan Bibi. "
ucap Zavina dan membuat kepala pelayan tersenyum melihat Nyonya mudanya sudah riang kembali.
"Nyonya mau di buatkan makanan?? Biar saya siapkan. "
tanya kepala pelayan dan Zavina menganggukkan kepalanya.
.
.
Bersambung.......
mau mau minuman yang putih kental darimu....
🤣🤣🤣🤣🤣