NovelToon NovelToon
Ketulusan Untuk Saliya

Ketulusan Untuk Saliya

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Spiritual / Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:29.9k
Nilai: 5
Nama Author: El Geisya Tin

Namaku Saliya, aku disukai seorang pria bernama Rizal, yang menurutku terlalu sempurna, aku sempat menolak saat ia mengajakku menjalin hubungan serius sampai ke jenjang pernikahan. Aku justru memilih mantan pacarku, tapi Rizal tidak menyerah hingga akhirnya kami menikah.
namun, kebahagiaan rumah tanggaku ternyata menyedihkan.
Ayo baca kisah ku di sini, ya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Geisya Tin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Soal Uang

Soal Uang

Pertanyaan Rizal membuatku tertegun dan berpikir, soal uang adalah hal yang sensitif sepanjang umat manusia. Jadi, aku harus memikirkannya, kalau aku rela itu artinya harus benar-benar ikhlas dan tidak boleh mengeluh, tapi kalau aku tidak rela maka aku harus mencari solusi lainnya.

Rizal mengulangi pertanyaannya, “Sayang, gimana kalau Diana mendapatkan separuh dari gajiku di kantor?”

“Kenapa?” Tentu saja aku harus tahu sebabnya. Bukankah mereka keluarga kaya, mengapa harus gaji suamiku yang dibagi dua dengan Diana.

Akhirnya Rizal bercerita kalau mulai bulan depan, ayahnya harus cuci darah karena penyakit ginjalnya semakin parah. Mereka tidak mendapatkan pelayanan secara gratis melalui BPJS kesehatan, melainkan tetap harus membayar separuhnya. Selain itu, ayah mertua pun mulai mengajukan pensiun pada bulan yang sama. Oleh karena itu secara otomatis penghasilan dari ayahnya akan berkurang. Sementara Diana masih membutuhkan uang untuk kuliah. Jadi, pada akhirnya hanya pada Rizal saja mereka meminta tambahan.

Padahal tadi kami berbincang cukup lama, tapi mereka tidak mengatakan kondisi keuangan yang sebenarnya. Bisa jadi, Diana tidak mau mengurangi kebiasaan hidup mewahnya hingga saat orang tua mengurangi jatah bulanannya, ia meminta pada kakaknya.

Pihak keluarga sengaja tidak memberitahukan semua kabar itu pada Rizal, karena merasa tidak enak kalau harus merepotkan. Atau mereka malu mengatakannya di depan ibuku.

“Sayang ... gimana, nggak apa, kan? Diana cuma setengah semester lagi, kok, kuliahnya,” kata Rizal masih dengan menggenggam tanganku.

“Uem ... itu—“ rasanya lidahku kelu saat akan membicarakan hal itu.

Aku antara mengizinkannya atau tidak, sebab aku harus ikhlas kalau memang mau berbagi. Sebagian dari gaji suami memang ada hak keluarganya, terutama sang ibu. Itu salah satu hal yang aku tahu dalam kehidupan berumah tangga.

“Baiklah, toh, kita nggak punya tunggakan apa-apa selain rumah, kan?” Akhirnya aku bicara juga setelah menarik napas dalam-dalam.

Rizal mengangguk, setelah itu dia menggenggam tanganku dan mencium kedua pipiku lembut. Aku merasakan kasih sayangnya secara utuh, merasa dicintai dan dibutuhkan oleh suami adalah penghargaan tertinggi bagi seorang istri.

Aku memang tidak banyak tahu tentang ilmu agama sejak kecil karena jarang ikut pengajian. Namun, sedikitnya aku tahu tentang bagaimana berbakti pada suami. Aku bersyukur selama ini tidak mendapatkan cobaan yang berarti. Bukankah banyak manusia yang mendapatkan cobaan berbeda-beda dalam rumah tangganya? Ada yang diuji dengan kemiskinan atau kekurangan harta dan kebangkrutan. Ada yang diuji dengan mertua yang galak, saudara ipar yang mengganggu, anak yang durhaka atau suami yang berselingkuh.

Aku berharap tidak ada ujian apa pun yang aku alami selain dari ini, suamiku harus membagi nafkahnya demi sang adik. Kurasa aku bisa menjalaninya.

Benar saja, beberapa bulan selanjutnya aku tidak mendapatkan gaji suamiku secara penuh, seperti biasanya. Aku tetap bersyukur karena kasih sayang Rizal tidak berkurang sedikit pun. Bahkan, bertambah sayangnya padaku, anak serta ibuku. Mungkin ia merasa kasihan karena aku harus mendapatkan nafkah yang tidak sama lagi.

Namun, ternyata Rizal memang memiliki sifat yang penyayang dan lemah lembut. Semakin lama aku mengenalnya semakin dalam rasa cintaku padanya, akan selalu aku rawat perasaanku ini selamanya.

Hari-hariku setelah itu, terbiasa hidup sederhana, mengingat kami masih punya cicilan rumah dan kebutuhan pokok yang harganya semakin naik. Tentu saja aku tidak bisa sembarangan mengeluarkan uang. Apalagi, aku tidak pernah memberitahukan keadaanku pada ibu. Walaupun, wanita yang bersahaja itu akan dengan senang hati membantu perekonomian kami, tapi aku memilih untuk tidak mengeluh. Sebab setelah menikah, maka semua kebutuhanku termasuk tempat tinggal, adalah kewajiban suamiku.

Setelah setahun Rizal membiayai kuliah adik perempuannya, ia masih harus menanggung biaya wisuda dan beberapa pelatihan kerja yang akan menunjang keberhasilan Diana kelak. Sekali lagi aku tidak keberatan, asalkan adik iparnya itu pengertian dan baik. Tidak julid dan judes padaku dan anakku.

Alhamdulillah, semua cobaan itu bisa kami lalui dengan baik, hingga akhirnya Diana pun bekerja dan setahun kemudian ia menikah.

Diana mendapatkan seorang pasangan yang mapan dan satu kantor dengannya tapi beda bagian, sama seperti aku dan Rizal dulu. Aku pun turut bahagia dengan akhir kisah, masa lajang adik iparku itu yang sesuai harapannya. Rasanya tidak sia-sia kami menyisihkan penghasilan dan rezeki untuknya.

Sungguh bahagia rasanya melihat perempuan itu tidak lagi tergantung pada suamiku. Ada pria lain yang menggandeng tangannya, untuk berjalan menyusuri kehidupan selanjutnya.

Seperti itulah seharusnya cinta, ia mempersatukan manusia dalam biduk rumah tangga, di mana harapan besar menunggu mereka. Kita tidak lagi sendiri dalam menanggung semua duka dan bahagia.

Mungkin sebagian orang akan mengira aku tidak punya masalah, atau menganggap masalah ekonomi keluarga itu mudah. Apalagi aku baru punya satu anak. Katanya, yang penting bagaimana kadar keimanan seseorang saat menghadapi ujiannya. Namun, bagiku, tetap saja berat. Walaupun, bukan orang kaya raya, tapi aku terbiasa hidup serba kecukupan dan tidak perlu berhemat.

Oleh karena itu aku tetap saja merasa ikut andil dalam menyukseskan Diana. Kalau aku tidak setuju nafkahku dibagi dua, mungkin ia tidak akan bisa sukses juga.

Berulang kali Rizal mengingatkan aku bahwa apa pun yang terjadi, semua sudah tertulis, termasuk keputusan kami dan takdir Diana. Allah yang mengaturnya. Bukannya aku tidak mengerti hal itu, tapi aku sebagai manusia biasa, tentu ingin diingat jasanya.

Ahk ... rasanya sulit sekali kalau tidak dihargai. Aku juga ikut prihatin saat harus menghadapinya. Namun, setelah selesai urusan Diana, ternyata masih ada urusan ayah mertua yang akhirnya harus masuk rumah sakit. Walaupun, sudah cuci darah, tapi ginjalnya pada akhirnya rusak juga dan usaha apa pun tidak bisa menolongnya.

Hampir satu bulan ayah Rizal itu selalu keluar masuk rumah sakit. Tentu saja Rizal yang menanggung biayanya bersama suami Diana. Namun, takdir berkata lain karena setelah semua usaha yang kamu lakukan dengan sungguh-sungguh, ternyata Allah berkehendak memanggilnya. Jadi, aku dan suamiku sekarang bernasib sama, tidak punya ayah lagi.

Rizal tampak tegar menghadapinya sebab hal itu adalah yang terbaik buat ayah mertua. Dia sendiri yang mengatakan demikian padaku. Mengingat penderitaan ayah mertua yang selalu cuci darah menghabiskan tenaga, emosi, rasa sakit dan tentunya juga biaya.

Setiap kali cuci darah, ayah tidak melakukannya di rumah sakit daerh kabupaten kami, tapi harus ke rumah sakit provinsi. Bisa dibayangkan berapa biaya yang harus keluarga itu keluarkan setiap kali membawanya ke sana.

Semua prosesi pemakaman dilakukan dengan lancar, semua bekerja sama mengurus jenazahnya.

Beberapa hari setelah kematian ayah mertua, ibuku selalu rutin mengunjungi besannya. Bahkan, sering tidak memberitahuku dan Rizal. Mereka jadi sangat akrab, seolah teman dekat, karena merasa senasib juga. Aku senang dengan semua kenyataan yang ada bahwa, keluarga kami bisa saling mengisi satu sama lain.

Ibarat kata pepatah, mati satu tumbuh seribu. Kehilangan suami, bukan berarti kehilangan segalanya. Begitu kata ibuku menghibur besannya.

Masyaallah ...

Tiga tahun setelah pengalamanku melahirkan secara prematur, menolong wanita yang menyebabkannya, menghadapi beberapa cobaan nafkah yang terbagi dan kematian ayah mertua, membuatku dan Rizal semakin dewasa. Kami menjalani biduk rumah tangga kami sebagaimana layaknya.

Bukankah setiap kehidupan manusia tidak pernah sepi dari cobaan? Biar bagaimanapun beratnya setiap ujian, ia akan mendewasakan, menguatkan dan menambah keimanan pada sang pemilik kehidupan. Dia yang maha berhak mengatur hidup setiap makhluk ciptaan-Nya.

Entah bagaimana aku harus menjelaskan pada dunia, bagaimana bahagianya aku mendapatkan pendamping seperti suamiku. Dia tidak pernah mengeluh dalam segala hal.

Tidak seperti banyak keluhan yang kudengar dari teman-teman atau kerabatku yang sering mereka katakan padaku, tentang suami-suami mereka. Sebab Rizal tidak menampakkan kekurangannya di mataku dan ibu, juga putra kami.

Kecuali hari ini, di mana aku harus mengeluh dan bersedih. Bagaimana tidak? Dia kembali di tugaskan ke luar daerah yang sangat-sangat jauh, dan aku tidak mungkin menyusulnya. Ini adalah tugas terjauh yang pernah ia terima dan paling lama dari tugas biasanya. Enam bulan.

Sementara aku sedang sangat butuh dukungannya karena Ziddan mulai masuk sekolah.

“Sayang, ini tugas terakhirku ke daerah terpencil,” kata Rizal sambil berkemas.

Sementara aku masih sibuk menggendong Ziddan karena ia masih sakit panas. Kebetulan sekali, kan? Tapi dia tidak bisa mengantarku ke puskesmas untuk memeriksakannya. Jadi, sepertinya aku harus sendiri ke tempat itu sambil menggendong anakku.

“Janji, ya? Ini yang terakhir!” Aku memastikan ucapannya.

❤️❤️❤️❤️

1
luxius
bagus luar biasa
El_Tien
😭😭😭😭😭😭😭😭
El_Tien
iya bener aku setuju
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ALLAH tau kemampuan hambaNYA. sesakit apapun itu, harus tetap kuat bertahan hingga waktu kita berakhir. 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 3 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
innalillahi.... 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ziddan anak yg pintar.
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
baguslah rizky sudah berubah. semoga rizal & saliya akur2 ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semoga rizal kembali dengan selamat berkumpul dengan saliya & anaknya
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
wow ada nama mantan di hape?? apalagi calling,mau ngapaim tuh
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 1 replies
El_Tien
udah aku revisi
Dede01
cerita yang bagus semoga sukses
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kenapa harus begitu?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
zidan koq kampungan sih? Annisa aneh ih.
El_Tien: eh, itu Ilmara, salah tulis nama 👉😊😔
total 1 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ini bu ibu yaaa... bukannya nasehatin yg bagus2 aja, malah bikin saliya khawatir dengan suaminya selingkuh. kacau ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
nariya unik, saliya baik, siapa nama anak saliya?
Elmimar02
cerita yang menarik ayo buruan baca
El_Tien: terima kasih atas dukungannya
total 1 replies
Pipitz👻ᴸᴷ◌ᷟ⑅⃝ͩ●
bahagia liat dirimu kenapa mantan ya
AwanMendung26: Assalamu'alaikum. 🌻
Halo, kak. Jika berkenan mampir di cerita aku juga, yuk! Judulnya Jodoh Untuk Syakayla. 🌻

Terima kasih. 🌻
total 2 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
semoga anak saliya sehat2 ya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸: alhamdulillah
total 2 replies
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
naria komentarnya memang aneh ya. bukannya kasih selamat, malah begitu
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: 😁😁😁😁😁😁😁anu banget
total 2 replies
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
pasti rizal ikut menyaksikan saliya melahirkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!