NovelToon NovelToon
Perisai Hati.

Perisai Hati.

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan Tentara / Romansa / Tamat
Popularitas:655.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: NaraY

1. Gadis berpakaian minim menghadiri acara pelantikan panglima yang baru. Memakai pakaian super ketat, rok mini, sepatu high heels menutupi betis, berambut pirang sebahu. Gadis cantik tersebut memasuki kawasan militer tanpa sungkan.

Sekuatnya anggota militer, rata-rata anggota yang di dominasi para pria, konsentrasi mereka mulai terganggu dan tidak fokus dengan kehadiran gadis tersebut.
:
Demi keamanan dan tugas negara, Letnan muda tersebut langsung menyekap gadis perusuh di acara pelantikan panglima yang baru karena gadis tersebut terus mencari keributan dengannya.

Siapa sangka justru gadis perusuh tersebut adalah putri seorang panglima yang baru tiba dari negeri Gingseng.

2. Disaat aku berusaha menunggumu, aku harus menerima kenyataan ada wanita lain yang masuk dalam hidupku. Maaf atas kesalanku. Tuhan telah mengarahkan agar aku menjaga hati yang lain.

Gadis yang tidak pernah marah dan selalu bersikap 'tidak sewajarnya' itu telah membuat batinku begitu te

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Meresahkan.

"Ayam hutan?" Om Munawar yang sedang menggantikan ajudan Bang Panji pun seketika bingung dimana harus mencari ayam hutan.

"Iyaa.. ayam hutan. Apa kamu tidak dengar????" Kata Bang Brigas.

"Ba_ik Dan.. saya cari sekarang juga..!!"

"Hmm.. cepat ya. Istri saya ngidam nih..!!"

"Siaap..!!"

***

Yani masuk ke dalam ruang rawat Nindy saat istri letnan Ricky tertidur pulas. Wajah marah Yani memenuhi seisi mimik mukanya.

"Ehm.. Selamat pagi Ibu Ricky yang terhormat..!!" Sapa Yani.

Mendengar suara Yani, mata Nindy terbuka. Ia melihat sosok wanita yang belum familiar ia lihat.

"Saya kesini meminta keadilan untuk suami saya.. Sertu Irwanto" Ucap Yani tanpa basa basi.

Nindy yang baru saja membuka matanya tidak begitu jelas dengan arah pembicaraan Yani apalagi dirinya tidak tau menahu tentang urusan Bang Irwanto.

"Maksudnya apa ya Bu Irwan?"

"Jangan di kira karena kamu istri atasan suami saya lantas saya tidak berani. Kamu itu umurnya masih jauh di bawah saya, anak kemarin sore saja sudah berulah. Asal kamu tau ya, apa yang di lakukan suami saya sama kamu itu tidak ada urusannya dengan perasaan, semua hanya murni mencari uang" jawab Yani merasa sangat dongkol melihat wajah polos Nindy.

Nindy yang masih kesulitan untuk bangun hanya bisa menghela nafas panjang. "Benar Bu, semua hanya murni mencari uang. Saya yang bodoh.. percaya dengan suami ibu yang Sholeh."

"Baguslah kalau kau sadar diri. Suamimu pun menikahimu juga pasti bukan karena cinta. Semua karena terpaksa. Tidak ada laki-laki yang mau menjerumuskan dirinya hanya karena wanita rusak seperti mu. Apa kau tau.. banyak wanita yang lebih baik dari kamu. Kau ingat kata-kata ku, nanti akan ada saatnya suamimu tergoda dengan pesona wanita lain, dirimu yang tidak ada apa-apa nya ini, lemah, hanya akan menyusahkan dirimu saja" kata Yani kemudian keluar dari kamar rawat.

...

Bang Ricky baru saja tiba di rumah sakit, terburu-buru dirinya menyelesaikan tugas kantor dan segera kembali ke rumah sakit untuk menemui Nindy.

"Kenapa belum sarapan dek? Abang sudah minta perawat untuk merawat mu sebelum Abang datang."

"Abang darimana?"

"Kompi lah, dari mana lagi?" Jawab Bang Ricky kemudian sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk Nindy yang sudah terbilang sangat telat.

"Apa Abang cinta sama Nindy"

"Kenapa tanya begitu?" Bang Ricky balik bertanya.

"Apa alasan Abang menikahi Nindy?"

"Apa ada kepentingan sampai kamu harus bertanya hal seperti itu?" Bang Ricky merasa heran karena pagi ini Nindy sangat berbeda.

'Apa ini yang di bilang bawaan bayi? Tapi aku merasa ada yang berbeda. Sebenarnya ada apa??'

"Pantas Abang tidak pernah bersikap lembut, tidak mencemaskan Nindy, tidak pernah mengucap kata sayang. Abang memang menikahi Nindy karena alasan lain dan suatu saat Abang akan tergoda pesona wanita lain yang lebih berkelas karena Nindy bukan apa-apa"

Bang Ricky menyisir sekitar dan memeriksa laci, ia cemas Nindy akan menenggak 'obat' itu lagi, ia tak ingin mengambil pusing ucapan Nindy. "Makan dulu..!! Kasihan dedaknya di perut."

...

Sampai sore hari, Nindy sama sekali tidak ingin tersentuh tangan Bang Ricky dan semuanya hanya dengan bantuan perawat wanita.

"Sabar le, dulu Mama juga nggak suka lihat wajah Ayah waktu hamil Nindy. Dua bulan ayah merana karena Mama selalu pusing kalau lihat ayah seliweran di rumah" kata Ayah Wira menenangkan menantunya.

"Ya maaf Yah, Mama minta maaf sama Ayah. Tapi semua itu benar, kalau lihat Ayah rasanya pengen marah, mual dan muntah" imbuh Mama Nasha.

"Gitu ya Yah, apa saya harus menjauh?" Tanya Bang Ricky.

"Nggak usah menjauh, di awasi saja. Kalau Nindy nggak suka lihat wajahmu, ya kamu saja yang menghindar..!!" Saran Ayah Wira. "Tapi tenang, kalau kangen juga ujung-ujungnya nyari kok Rick"

"Baiklah Yah, saya paham" ucapnya sebelum panglima dan ibu kembali bertugas di tempat lain.

...

Bang Ricky senang sekali mendengar kabar dari dokter bahwa perkembangan tubuh Nindy sangat cepat dan sehat hanya saja keadaan mentalnya belum begitu stabil, wajar saja.. insiden yang sudah di alami Nindy bukanlah perkara ringan, traumanya begitu melekat.

"Alhamdulillah kalau besok pagi sudah boleh pulang, saya akan terus menjaga kestabilan mentalnya dok" jawab Bang Ricky tersenyum penuh kelegaan.

***

Pagi hari Bang Ricky murka karena tidak ada satupun perawat, dokter maupun penjaga yang melihat Nindy keluar dari kamar rawat hingga dirinya panik menghubungi kesana sini.

"Kemana si Ega???" Bang Ricky mencoba menghubungi ajudannya berkali-kali namun tak ada jawaban sampai om Munawar datang untuk mengambil barang istrinya.

"Ijin Dan, saya pindahkan sekarang semua barang ibu?" Tanya Om Munawar.

"Iya.. Eehh . Ngomong-ngomong kamu tau nggak kemana perginya si Ega?? Daritadi saya hubungi nggak bisa"

"Ijin Dan, bukankah Ega sedang mengawal ibu atas arahan Danki??" Jawab Om Munawar.

"Arahan apa?? Saya nggak bilang apa-apa" Bang Ricky mulai cemas dengan situasi ini.

Om Munawar terhenyak sesaat. "Ijin.. Danki meminta ibu mewakili auto racing??????"

"Opo Warr?????? G****k kamu.. istri saya hamil, mana mungkin saya minta istri saya balap mobil..!!!" Bentak Bang Ricky dengan amarahnya yang memuncak.

"Maaf Dan, apa benar Ibu sedang hamil???" Tanya Om Munawar tidak percaya pendengarannya.

"Buat apa saya bohong?????" Suara Bang Ricky kembali meninggi.

.

.

.

.

1
rose lilian
author kenapa enggak buat nindy jadi cantik dan elegan
rose lilian
visul nindy ada gak sih author?
Ratna Tiara
Luar biasa
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪💪
Haryani Ani
cocok mereka berdua, sama² pedes mulutnya
Haryani Ani
😂😂😂
Dewi Sari
Masya Allah banget ... keren hbs dan bs ngocok perut JD kram .... pengobat klau rindu dgn ALMH BPK yg mantan TNI
Eka Dewi
Luar biasa
Kirana Putri
tidak bosan" saya membaca karya MBK nara
titiek
waduh ni mau kasih kucing ikan asin. hrs dikasih tau abang2 Nindy ini bahaya
titiek
kirain Nindy hamil. rupanya di grepeh2 dan dikasih obat terlarang
titiek
Astaghfirullah
titiek
kyknya Nindy hamil
Sufiaa Ulfaa
Luar biasa
💦tiatiandra💦
benar2 ajaib😂
💦tiatiandra💦
laki2 keren👍
💦tiatiandra💦
Luar biasa
💦tiatiandra💦
Author keren❤️
KaylaKesya
terbaek Thor👍
Nuy
Gusti gada akhlak kalian bumil bikin ngakak 😅😅😅😅🤪🤪🤪🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!