NovelToon NovelToon
ISTRIKU, PENUTUP AIBKU

ISTRIKU, PENUTUP AIBKU

Status: tamat
Genre:Ibu Pengganti / Angst / Nikah Kontrak / Obsesi / Tamat
Popularitas:310.1k
Nilai: 5
Nama Author: Haryani

Aletta Kirana Dewi masih berusia delapan belas tahun, tetapi harus menjadi tulang punggung bagi keluarga. Aletta dipaksa menjual diri agar bisa mendapatkan banyak uang demi pengobatan ayahnya. Dokter sudah memberikan vonis usia Ayah Aletta tidak bisa bertahan lebih lama lagi.

Sebuah ide konyol diucapkan Syafea pada suaminya ketika melihat Aletta untuk pertama kali. Syafea meminta Aletta menjadi istri kedua dari seorang laki-laki yang menderita Hypospermia yang tidak lain Zayd Abdullah, suaminya sendiri.

Lalu apakah Aletta bisa mengikhlaskan hidupnya untuk Zayd dan kebahagiaan Syafea demi memberikan mereka keturunan? Ataukah terjebak pada semua perhatian dari Zayd?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 29. CURIGA

Semua kebusukan Syafea sepertinya tertutupi oleh semua sandiwara yang telah dilakukan olehnya.

"Jadi hari ini saya boleh pulang, dokter?"

Dokter muda itu tampak mengangguk. Lagi pula semua rekap data kesehatan menunjukkan jika Syafea sudah sehat. Hanya saja kerusakan yang dialami di kakinya tidak dapat disembuhkan lagi.

Justru bahaya terbesarnya adalah ketika kerusakan semakin bertambah bisa saja kedua kakinya diamputasi.

"Semoga kesehatan selalu menyertai ibu dan calon bayinya ya," pesan dokter muda itu sebelum keluar dari kamar rawat Syafea.

Syafea tampak mengepalkan tangannya karena ucapan dari dokternya barusan seolah mengejeknya. Hampir saja hal itu ketahuan karena sesaat setelahnya terlihat Umi memasuki ruang rawatnya bersama Zayd.

Senyum Syafea tampak merekah karena Zayd dan Umi tidak membawa serta Aletta. Entah kenapa hari itu Zayd tampak sangat tampan melebihi biasanya.

"Mas ...." sapa Syafea ramah sembari mengulas senyum ke arahnya.

"Assalamu'alaikum ...."

Ternyata dugaan Syafea salah, Aletta juga turut hadir di sana. Ia bahkan mengucap salam ketika masuk ruang rawat Syafea.

"Wa'alaikumsalam ...."

Ketiga orang itu menjawab salam dari Aletta secara bersamaan. Zayd yang semula tidak tersenyum, kini justru menyambut hangat kedatangan Aletta.

"Aku kira kamu nggak ikut kemari?"

"Tadi kebetulan Abah yang mengajak untuk menyusul, nggak tega ninggalin di rumah kata beliau."

"Syukurlah kalau begitu."

Tampak sekali kehangatan yang terjadi di antara ke empat orang itu. Interaksi mereka ketika berhubungan tampak alami dan seolah solid. Berbeda ketika dulu ia berada di tengah-tengah orang tua Zayd.

"Kenapa aku merasa tersisihkan saat ini? Apakah ini karena aku sudah tidak cantik lagi?" gumam Syafea ketakutan.

"Nggak, semua ini nggak boleh terjadi. Zayd hanya milikku seorang."

Setelah obrolan mereka terhenti, Zayd baru mengingat jika saat itu ia justru mengabaikan keberadaan Syafea. Dengan langkah panjangnya, Zayd kini mendekati brankar Syafea.

"Kamu apa kabar? Apakah sudah siap untuk kembali ke rumah?" tanya Zayd dengan lembut.

Tersihir akan ketampanan suaminya sendiri membuat Syafea sempat bengong beberapa saat. Lalu segera tersadar ketika melihat semuanya sedang menunggu responnya.

"Alhamdulillah baik, Mas. Aku sudah baikan, kok. Kata dokter justru aku sudah diperbolehkan pulang saat ini."

"Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu. Kita bersiap-siap dulu saat ini."

Syafea tampak mengangguk setuju. Lalu setelahnya ia mulai berakting kembali dengan sangat manis. Memerankan seorang istri yang seolah-olah sangat perhatian dengan suaminya.

Meskipun begitu, Umi tampak meragukan sikap Syafea yang berubah baik seperti itu.

"Kenapa aku merasakan firasat yang tidak baik di sini. Semoga saja hal ini salah."

Setelah semua hal selesai, Syafea benar-benar dibawa pulang ke rumah. Tidak banyak pembicaraan membuat rasa aneh itu terjadi. Justru yang mengusik ketenangan Syafea adalah sikap manja Aletta terhadap suaminya.

"Tunggu aku bertindak maka kamu akan aku hempas, Syafea."

Setelah beberapa saat, semuanya sudah masuk. Justru Aletta terlihat mual dan berlari ke arah kamar mandi. Sedangkan di sisi Syafea masih ada Umi di sana.

"Mulai saat ini ada salah seorang perawat yang akan membantumu beraktivitas. Kamu tidak usah mengkhawatirkan Umi, Zayd ataupun Aletta."

"Em, iya Umi."

Pada saat yang bersamaan, ternyata Aletta masih mengalami morning sickness. Dengan dibantu Zayd, kondisi Aletta mulai membaik.

Dari tempat duduknya, Syafea bisa melihat suaminya sangat perhatian terhadap Aletta.

"Itu Aletta kenapa, Umi?" tanya Syafea seolah perhatian.

Umi menoleh ke arah Aletta. "Itu sudah biasa terjadi pada seorang ibu yang sedang hamil muda. Kamu tidak usah khawatir."

"Baiklah kalau begitu."

Umi menoleh ke arah suster yang berjaga hari itu.

"Sus, ayo aku tunjukkan di mana letak kamar Syafea dan apa saja yang harus kamu lakukan disini."

"Iya, Umi."

Dengan patuh, suster mengikuti kemana langkah Umi mengantarkannya. Kini tinggallah Syafea sendirian di sana.

Sambil melihat bagaimana interaksi Zayd dan juga Aletta, tangannya memegang roda kendali di mana kursi roda tersebut mengantarkannya ke tempat Aletta berada

"Aletta, aku ingin berbicara denganmu tentang sesuatu hal, bisakah kita berbicara sebentar?"

Aletta tampak melihat ke arah Zayd meminta persetujuannya. Apakah ia boleh berbicara dengan Syafea atau tidak. Zayd dengan segera memberikan isyarat kepada Aletta.

"Boleh tapi jangan lama-lama. Setelah ini kamu harus istirahat, terlalu letih karena sudah banyak mengeluarkan cairan tidak baik untuk kesehatan calon anak kita," ucapnya penuh perhatian.

Syafea tampak membuang muka, rasa-rasanya ucapan dari Zayd seolah mengatakan jika istrinya hanya ada seorang. Bahkan keberadaannya sama sekali tidak mempunyai kedudukan di dalam hati Zayd.

"Andai kecelakaan itu tidak terjadi, hari ini pasti tidak akan terjadi hal seperti ini dan kamu tidak bisa merebut suamiku, Aletta!" ucap Syafea penuh kebencian di dalam hati.

Takut jika ekspresinya terlihat palsu, Syafea segera mengubah mimiknya kembali dan menatap lembut ke arah Aletta.

"Jika aku mengganggu, dan bahkan tidak memberikan kesempatan kepadaku untuk berbicara maka aku ingin meminta maaf disini."

Syafea tampak menundukkan wajahnya, sesekali mengusap sudut matanya yang basah.

"Sejujurnya aku hanya ingin meminta maaf kepadamu tentang semua hal yang telah aku ucapkan tempo hari. Maaf, semua itu hanyalah luapan emosi sementara."

"Aku tahu hal itu bisa melukaimu, maka dari itu aku meminta maaf. Aku harap kamu memberikan kata maafmu untukku, Aletta."

Terlihat sejak awal kedua tangan Zayd sama sekali tidak terlepas dari kedua tangan Aletta. p

Perhatian yang diberikan Zayd itu sama persis dengan yang pernah diberikan kepadanya.

Tentu saja Syafea merindukan masa-masa itu. Sebuah masa di mana sebelum ia mengalami kecelakaan dan membuatnya terjauh dari suaminya.

Tiba-tiba saja perut Syafea merasa tidak nyaman. Ada sesuatu hal yang membuatnya ingin muntah sama seperti yang dialami oleh Aletta.

Terlihat tangan Syafea mengusap perutnya. Takut jika gelagatnya dibaca oleh Aletta dan Zayd, maka ia segera permisi dan menuju ke kamar mandi.

"Maaf, aku ke toilet sebentar!"

"I-iya, Kak."

Dengan cepat Syafea mengarahkan kursi rodanya ke kamar mandi. Ia segera menyalakan air kran dengan keras agar menyamarkan suara ketika sedang muntah-muntah.

"Kenapa harus begini, sih! Sial banget!" rutuknya.

Sedangkan di sisi lain, terlihat jika Umi memperhatikan hal tadi.

"Ada apa dengan Syafea? Kenapa dia terlihat menyembunyikan sesuatu."

Tangan Abah memegang bahu Umi.

"Astaghfirullah Abah, ngagetin aja."

"Salah siapa, pagi-pagi begini sudah melamun."

"Ya, maaf Abah."

Sesaat kemudian suster yang merawat Syafea lewat. Umi pun menegurnya.

"Suster, maaf tolong lihat kondisi Syafea,

saat ini ia sedang berada di kamar mandi. Aku takut dia kesepian karena hal itu."

"Siap, Umi."

1
Vien Habib
Luar biasa
Alif
masak di jepang ada gunjing menggunjing thor kyknya author hbis bahan yg mau di tulis jd ceritanya jd nglantur
yuni ati
Mantap/Good/
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™: silakan Kak, semoga suka dengan karyanya🙏
total 1 replies
Charisma Putra M Putra
🌹🌹🌹🌹🌹❤❤❤❤❤
Ning Mar
happy ending...trims karyanya...bagus2...kami tggu karya2 islami yg lain,sukses for you thor....
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™: makasih banyak Kak sudah mampir 🙏
total 1 replies
Bunda Salma
Akhir bahagia untuk Aletta dan Zayd makasih untuk kisahnya , Di tunggu karya berikutnya, semoga sehat selalu dan di mudahkan semua urusannta thor
hafid nadhif
ya udah tamat.makasih Kaka ceritanya.
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™: Sama-sama, Kak. Mohon maaf untuk kekurangannya, jangan lupa mampir di kisah Baby Noe ya dalam novel Dealova (Bukan Bidadari)
total 1 replies
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
bikin cemburu si Syafea dan Zayd meminta hak nya
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
syafea bakalan tak berkutik Krn hyu jin tau semuanya
Ning Mar
smg aletta segera sembuh
hafid nadhif
alhamdulillah.akhirnya siuman
Ning Mar
Alhamdulillah
hafid nadhif
semagat
suti markonah
semangat thorrr
suti markonah
bagus
Krisna Astuti
sehat2 thor
hafid nadhif
semoga kembali sehat
Krisna Astuti
semoga sehat selalu thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!