NovelToon NovelToon
Ecstasy

Ecstasy

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Hamil di luar nikah / One Night Stand / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

Tiga minggu sebelum acara pernikahan, Brandon Brooks membuat sebuah pesta untuk melepas masa lajang. Namun, ada salah satu temannya yang secara sengaja memberikan sebuah obat terlarang.

Efek samping yang dirasakan membuat Brandon berhalusinasi dan hasrat bercinta meningkat. Dia melihat seseorang yang mirip dengan calon istrinya pun dengan brutal menarik paksa serta menghujam wanita itu dengan kasar.

Setelah efek obat itu hilang, ternyata Brandon baru sadar kalau yang dijamah semalam adalah calon kakak iparnya, Selena Eisten.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 29

“Mari saya antar.” Salah satu tim medis itu membawa Selena, Alceena, dan Dariush ke sebuah ruangan tempat Brandon berada saat ini.

Mengetuk pintu dan mendorong ke dalam sebelum diberikan izin. “Tuan Brooks, bisa keluar sekarang?”

Ketika mereka datang, Brandon sedang menjadi pengisi materi tentang bisnis. Pria itu memiliki keahlian di bidang tersebut, sehingga diminta untuk memberikan ilmu pada pasien rehabilitasi lain. Selain itu, juga sebagai upaya untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya agar siap menghadapi dunia luar dan beraktivitas seperti biasa lagi.

Brandon langsung berhenti menjelaskan pada pasien lain. Segera keluar ruangan untuk bertemu tim medis yang menangani dia. “Ada ap—” Belum sempat ia selesai bertanya, fokus mata sudah membulat sempurna saat melihat Selena digendong oleh Dariush dan tengah berdesis kesakitan.

Kaki Brandon otomatis terayun mendekati Selena, mengusap kening wanita itu yang terus mengeluarkan peluh. “Hei, kau kenapa?”

“A—ku sudah ta—k kuat—” Berhenti sejenak untuk berdesis, baru ia melanjutkan lagi. “Ingin melahirkan.”

“Kita ke rumah sakit sekarang, kenapa kau justru datang ke sini?” Dia bukannya tak senang Selena menemuinya, tapi kondisi wanita itu yang ia pikirkan, sehingga merespon bercampur rasa cemas. Brandon mengulurkan tangan pada Dariush. “Biar aku yang menggendongnya.”

Dengan senang hati Dariush memindahkan kakak iparnya pada Brandon, sembari berucap, “sepertinya tak ada waktu untuk dibawa ke rumah sakit, dia sudah kesakitan sejak tadi. Coba lahirkan saja di sini.”

“Kita lahirkan di kamarku saja, tolong panggilkan dokter atau siapa saja di sini yang bisa membantu.” Brandon meminta sembari mengayunkan kaki secara cepat menuju ruangan tempat biasa ia beristirahat setelah tak diisolasi lagi.

“Saya bisa membantu, dahulu pernah menolong tetangga yang melahirkan juga.” Tim medis yang mengantarkan Selena bertemu Brandon itu mengajukan diri. Nampaknya situasi memang sudah darurat dan mendesak.

“Aku akan telepon rumah sakit, supaya membawa ambulan ke sini,” imbuh Alceena. Ia berhenti di depan ruangan dan berpisah dengan sang kakak yang dibawa masuk ke dalam.

Brandon merebahkan tubuh Selena dengan sangat hati-hati. Kini ia mendapatkan fasilitas kamar untuk dirinya sendiri, dengan ranjang single, meja, kursi, selayaknya kamar pada umumnya. Tapi, bukan seperti hotel bintang lima. Yang pasti nyaman, bersih, dan bisa digunakan untuk melahirkan anaknya.

Tim medis yang menawarkan bantuan juga sudah bersiap di bawah Selena, dan menanggalkan kain yang menutup jalan lahir.

“Kepalanya sudah sedikit terlihat,” ucap tim medis di pusat rehabilitasi itu saat menyaksikan ada ujung kepala yang ingin mendesak keluar. “Atur napasnya, Nona, lalu mulailah mengejan.”

Selena mengikuti instruksi, fokusnya sudah tertuju ingin mendorong anaknya supaya segera menghirup udara di dunia.

Brandon mengulurkan tangan, menawarkan diri siapa tahu Selena butuh pegangan. “Kau pasti bisa, semangat,” bisiknya.

Selena tak menjawab apa pun yang diucapkan untuknya. Mengejan saja ia merasakan sakit dan seperti remuk semua tubuh.

Tangan Brandon sebelah kanan diremas erat oleh Selena, ia menahan sakit dari tancapan kuku wanita itu. Yang dirasakan tak seberapa menyakitkan dibandingkan yang dialami oleh Selena.

Sementara tangan kirinya mengusap kening, berusaha mengeringkan Selena dari peluh. Ia meninggalkan kecupan beberapa kali di sana.

“Mi—num, haus.” Selena membisikkan itu pada Brandon karena tak kuat rasanya mengejan terus tapi tak kunjung keluar juga. Katanya sudah terlihat ujung kepala, tapi mana? Suara tangis belum juga tedengar, perut juga belum terasa lega. Padahal baru lima menit dilalui, namun rasanya sangat lama.

1
Si Memeh
bagus thor
ayu cantik
suka
Mochimolala
kacian Selena jadi korban..
Asa Asa
wah ternyata Selena korban di sini ya
Hamda Bakkas
menantu tdk ada akhlak nee darius /Facepalm//Facepalm/
Hieny Firman
Luar biasa
Naztra Yaya
sedih yaaa..pernah merasa cinta yg terpendam ni. sakit sekali rasanya..kalau di ingat2,🥺🥺🥺
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Suginah Ana
bagus,,q suka semua novel mu thor
Anisatul Azizah
takutnya 30 polisi Intel itu ternyata berpihak ke bosnya Alex😔
Anisatul Azizah
butuh biar ada yg ngurus pperusahaan agar terjamin hidupnya sama ada yg ngurusin waktu sakit😮‍💨😮‍💨😮‍💨
Anisatul Azizah
aaaahsudahlah, aku g jadi mello..
Anisatul Azizah
gak ada kapoknya bikin Dariush kecelakaan dg syarat pernikahan yg g masuk akal??
Anisatul Azizah
ketika anak berbuat salah, inginnya dirangkul agar kembali ke jalan yg benar🥺
Anisatul Azizah
Brandon satu2nya tokoh novel pria yg pernah kubaca, yg mudah meneteskan air mata saat sedih🥰
Anisatul Azizah
thor, kenapa g diceritakan masalah Brandon sama Alex? penasaran sm orang jahat satu itu🙄
Anisatul Azizah
oh syukurlah ...
Anisatul Azizah
poor Brandon🥺
Anisatul Azizah
jahat banget si Alex, ngasih g tanggung2 langsung 4. Itu bukan buat nyobain, tapi biar jadi pecandu
Anisatul Azizah
lah yg ngasih ide bahkan Aldrich tapi yg kena hukum cm Brandon?
sampai akhir sepertinya jg g terungkap deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!