Warning!! bijak lah dalam memilih bacaan,
Menjadi seorang guru yang di idolakan banyak murid wanitanya bukan lah hal yang mudah dan tenang bagi seorang Kevin Anggara , pria itu harus bisa bertebal muka saat di goda para murid-murid nya, namun dibanyak nya wanita yang mengagumi seorang guru bernama Kevin itu ada salah satu gadis yang memang benar-benar tidak tertarik sama sekali kepada Kevin Anggara, dan menanam kebencian akan laki-laki itu.
Duri, gadis SMA yang penampilan biasa saja namun memiliki wajah begitu manis, pendiam juga tak banyak bicara. Namun dari sifat diam nya Duri, gadis itu adalah wanita mandiri tak banyak neko-neko namun memiliki nasib tragis.
Ada apakah dibalik semua ini? yuk simak cerita othor 🙏🙏😉
Fb:Yulia Putry
Ig:Yuliaputry03
tiktok:Yuliaputry99
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MomPutt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kevin menemuinya
Happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️
Sejak hari itu dimana Kevin menawarkan sebuah kehidupan baru untuk Duri membuat gadis itu benar-benar kaget bahkan ia sampai tidak sekolah sudah tiga hari memikirkan perkataan gurunya itu, namun kembali lagi Duri hanya lah gadis biasa mendapatkan kehidupan menjanjikan seprti itu oleh orang yang pernah menaruh luka kepadanya bukanlah hal mudah.
"Kemana Duri?" tanya Kevin kepada Tami sepupu Duri di sekolah pagi itu
Tami yang di tanya bingung mau jawab apa "Ehmm... Duri a.. ada kok pak, di rumah." jawab Tami gelagapan.
"Kenapa dia dirumah? dia kan seharusnya sekolah?" tanya Kevin menatap curiga akan cara bicara Tami muridnya itu.
"Dia... ehm... dia lagi tidak enak badan pak." ucap Tami cepat.
Kevin langsung meninggalkan Tami sendirian di kelas itu dan meninggalkan jadwal pelajaran nya,saat keluar dari pintu kelas Kevin berpapssan dengan Rio "Hey,, mau kemana?" tanya Rio menghentikan langkah teman satu kerjaan nya itu.
"Aku ada urusan sebentar, tolong gantikan jam ngajar ku ya." Belum mendengar setuju atau tidak dari Rio, Kevin lngsung pergi dari sana.
Dengan cepat Kevin pun meninggalkan sekolahan dengan mengendarai mobilnya menuju rumah Duri.
Tak lama akhirnya mobil yang dikendarai Kevin pun tiba di depan rumah sederhana tidak begitu besar namun memiliki sedikit lapangan luas di depan rumah itu.
Kevin langsung turun dari mobil masih dengan memakai baju dinas nya.
Tok...tok... tok....
"Duri... Duri.. "Kevin menggedor pintu rumah yang tertutup itu namun saat pintu itu hendak di buka tiba-tiba
" Siapa?"Saat Duri melihat sekilas siapa yang ada di hadapannya dia kaget dan langsung memundurkan langkah nya dan dengan cepat gadis itu menutup kembali pintu rumah nya namun di sayang Kevin langsung menahan pintu itu dengan sepatu nya.
"Duri, tunggu dulu... aku mau bicara." Kevin pun dari luar rumah meminta agar Duri membuka pintu untuk nya.
"Aku lagi nggak mau bicara pak, silakan anda pulang." usir Duri secara halus
"Tidak bisa, kita harus bicara Duri, buka pintu nya. apa kau tidak malu jika banyak warga yang datang karna berisik nantinya." ucap kevinlahi dan saat itu juga pintu yang ditahan Duri pun terbuka.
Bugggkkkk
Kevin terdorong masuk kedalam rumah karna pintu itu Duri lepaskan tanpa bilang-bilang terlebih dahulu.
"Huhfffsss... kamu ini kenapa si Duri? sekolah engga, udah tiga hari loh? ada apa?apa karna ucapan ku waktu itu?" tanya Kevin namun Duri diam.
"Kau ingin menolak ku? karna apa?" tanya Kevin menatap mata Duri
Duri memundurkan langkahnya menghindar dari Kevin yang begitu tajam menatap matanya. "SEANDAINYA, skenario hidup bisa aku baca terlebih dahulu sudah pasti akan kuhapus bagian cerita yang tidak harus aku perankan." ucap Duri sambil membuang pandangan nya kearah lain.
"Kau ingin mempermainkan hidup ku, Pak?" tiba-tiba Duri bertanya
"Tidak." jawab Kevin cepat
"Aku menjanjikan hidup lebih layak dari saat ini." ucap Kevin
"Tapi aku tidak sedang butuh kasihan dari Siapapun." jawab Duri cepat.
Kevin melihat sekeliling isi rumah itu "Apa kamu kuat?" tanya Kebin kepada Duri
"Ya, InsyaAllah aku kuat. buktinya aku sudah sampai sejauh ini." jawab Duri cepat
"Apakah kamu lelah?" tanya Kevin lagi
"Sangat, tapi biarlah lelah ku menjadi bukti bahwa rasa sabarku kian Allah perluas." jawab Duri lagi tanpa menatap kevin sama sekali.
Kevin memajukan langkahnya mendekati gadis itu "Apakah kamu akan terus begini?"
"Ya, sampai kesabaran ku lelah dengan rasa sabarnya sendiri." jawab Duri dengan gamblang nya.
"Kenapa begitu yakin?"kata Kevin
"Karna Allah terus bersamaku." ucap Duri
"Apa yang membuat mu bertahan, Duri?"
"Karna aku percaya bahwa " Ali Bin Abi Thalib"pernah berkata. yakinlah, ada sesuatu yang menanti mu setelah sekian banyak kesabaran yang kau jalani , yang akan membuat mu terpanah hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit."ucap Duri membuat Kevin tertegun.
Namun saat kedua orang itu saling tatap tiba-tiba "Kalian sedang ngapain?"
Bersambung.....
Kalau para Reader's maunya DURI bahagia karna dari kecil hidup sengsara
.
kak mampir juga ya dinkarya ku",tak di restui", maaf kalau kurang menarik karena masih belajar