Kesya Agreta terpaksa bekerja di salah satu perusahaan terbesar di kota itu untuk membayar pengobatan ayahnya, Kesya memupus harapannya begitu saja untuk melanjutkan kuliah setelah mengetahui papanya sakit keras.
Kesya akhirnya mendapatkan pekerjaan di perusahaan Herlambang Group-salah satu perusahaan raksasa yang selalu menjadi incaran para pekerja yang menginginkan gaji besar. Beruntung sekali karena Kesya langsung bisa diterima bekerja di perusahaan sebesar ini walaupun hanya menjadi office girl saja.
Hari pertama Keysa bekerja dia langsung mendapatkan ciuman paksa dari seorang lelaki mabuk yang kebetulan satu lift dengannya. Kesya yang masih polos memutuskan untuk berhenti bekerja. Tapi disaat yang sama Indah-Kakak tirinya mengancam tidak akan pernah membiarkan Kesya menemui Papanya jika tidak membawa uang.
Hingga akhirnya Kesya tahu jika lelaki yang menciumnya adalah Tuan Geovan-pemilik perusahaan Herlambang Group.
Simak kisah seru mereka dan follow Ig khairin_junior
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku akan menghancurkan keluargamu
Kesya langsung memutar bola matanya saat menyadari ponselnya terjatuh di lantai walaupun ponselnya sudah tua dan juga ada yang retak di beberapa bagian, namun benda berbentuk pipih itu sangat berguna baginya karena Kesya tidak punya uang untuk membeli ponsel baru.
Tapi, kini orang gila di hadapannya baru saja menjatuhkan ponsel kesayangannya, kini tangan Kesya terkepal kuat seolah ingin menyalurkan emosi, mata gadis itu terasa panas melihat wajah polos yang kini diperlihatkan Geovan padanya.
“Kenapa kau menatapku seperti itu…” teriak Geovan dengan tatapan menyebalkan yang membuat Kesya merasa sangat mual.
Kesya menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan melalui mulutnya dan kemudian seluruh penglihatan gadis itu kembali terisi dengan sosok pria gila di hadapannya. "Beraninya kau membuang ponselku! Tidak heran wanita itu meninggalkanmu karena pria sepertimu tidak pantas dicintai oleh siapa pun dan hanya wanita gila yang akan menyukaimu." Rasa takutnya pada Geovan langsung sirna saat menemukan ponselnya berserakan di lantai.
Bartender itu hanya melihat Geovan dan Kesya secara bergantian. Tidak ada sedikitpun niat dalam hatinya untuk ikut campur dalam masalah keduanya. Namun, di dalam hati bartender ia terheran-heran dengan keberanian Kesya sekarang, untuk pertama kalinya bartender melihat jika ada seorang wanita yang berbicara kasar kepada Tuan Geovan.
Seperti bensin yang tidak sengaja tersengat percikan api. Begitulah kira-kira emosi Geovan saat ini, lelaki itu langsung menarik dagu Kesya dengan sangat kasar.
Kesya kesulitan berbicara, gadis itu justru merasa pria ini hampir meremukkan rahangnya dengan cengkeraman yang begitu kuat. Hingga Kesya tanpa sadar meneteskan air mata tanpa bersuara karena gadis itu sedang kesulitan bernafas saat ini.
"Bicara seperti itu sekali lagi dan aku akan merobek mulutmu! Gadis murahan sepertimu tidak pantas berbicara denganku. Wanita sampah sepertimu bahkan tidak pantas berjalan di sampingku." Usai berbicara Geovan langsung menghempaskan rahang Kesya dengan kasar.
Kesya jatuh ke tanah dengan tubuh gemetar. Gadis itu batuk beberapa kali dan sesekali Kesya juga berusaha mengatur nafasnya yang tidak teratur. Pria itu benar-benar hampir membunuhnya. Kesya menatap Geovan dengan tajam dan kini gadis itu menyeka air matanya di pipi sambil berdiri di depan Geovan. Kesya melihat pria itu asyik meminum minuman beralkohol dari botol tanpa jeda.
"Atas dasar apa kamu mengatakan bahwa aku pelacur? Kamu juga mengatakan bahwa aku wanita malam yang memiliki banyak klien. Kamu tahu bahwa cara berpikir kamu sangat picik sehingga kamu tidak memperhatikan apa yang terjadi! Sampah yang sebenarnya adalah dirimu sendiri, kamu selalu bertindak arogan dan sombong, bahkan kamu juga selalu menggunakan alibimu itu untuk memperkuat tebakan kamu yang tidak berguna." Di akhir kalimatnya Kesya langsung menggangkat tangannya ke pipi Geovan dengan sekuat tenaga.
Suara tamparan itu seolah menggema di ruangan yang sunyi itu. Bartender yang melihat kejadian itu langsung merasakan pipinya terbakar seolah-olah lelaki itu bisa merasakan tamparan gadis itu pada Tuan Geovan.
Geovan dengan kasar memalingkan wajahnya dan rahang pria itu mulai mengetat seolah tidak bisa menahan emosinya lagi. Geovan dengan cepat bangkit dari posisi duduknya lalu berjalan ke arah Kesya dengan terhuyung-huyung karena kandungan alkohol tinggi yang diminumnya.
"Apa yang aku lakukan padanya, seharusnya aku tidak menamparnya." Kesya menyesali di dalam hatinya saat dia mundur dengan tubuhnya gemetar hebat.
Geovan dengan cepat meraih tangan Kesya dengan sangat erat dan kemudian pria itu segera menarik tangannya keluar dari ruangan. Kesya berusaha keras untuk melepaskan diri dari genggaman Geovan, suara tangisan meminta tolong pada bartender, namun si bartender hanya menatapnya dengan sorot mata tidak ingin membantu. Siapa yang berani membantu wanita tak dikenal, yah, itulah yang dipikirkan bartender itu saat ini.
Geovan melemparkan tubuh Kesya ke dalam mobil. Kesya mencoba membuka handle pintu mobil, namun Geovan telah menguncinya dengan remote control di tangannya. Kesya semakin bergidik ketakutan gadis itu tidak tahu apa yang harus dilakukan sekarang dan jika dia memiliki ponsel, maka dia akan menelepon Andi dan meminta bantuan karena hanya pria itu yang bisa membantunya.
"Aku akan memberimu pelajaran. Wanita murahan sepertimu tidak pantas mengucapkan kata-kata keras di depanku," kata Geovan setelah masuk ke dalam mobil.
"Tuan, tolong maafkan saya." Kesya memohon sambil menutup wajahnya dengan tangan meminta maaf kepada pria yang berada di sisinya sekarang.
"Maaf," teriak Geovan keras sambil menatap Kesya dengan mata merahnya. "Aku akan memaafkanmu setelah aku selesai menyiksamu." Kata-kata itu terdengar begitu menakutkan hingga tubuh Kesya semakin bergetar dan air mata gadis itu tumpah di wajah cantiknya.
Geovan menyalakan mesin mobilnya dan kemudian meninggalkan klub malam. Kesya terus mencoba untuk membuka handle pintu, tapi tidak bisa dibuka gadis itu, dia benar-benar merasa putus asa untuk meminta bantuan orang lain, itu percuma karena Andi pernah mengatakan bahwa mobil ini memiliki peredam suara sehingga tidak peduli seberapa keras apa pun suara di dalam mobil ini tidak terdengar.
Andi yang mendapat kabar Geovan meninggalkan pernikahan Santi, langsung menuju ke klub malam yang biasa didatangi sahabatnya itu.
Setelah sampai di sana, Andi langsung berlari masuk, pria itu sangat takut terjadi sesuatu pada Kesya, gadis itu masih sangat polos, dia pasti akan takut jika melihat pria mabuk.
"Di mana Geovan?" tanya Andi.
"Asisten Andi. Sudah sekitar 2 jam sejak Tuan Geovan meninggalkan ruangan ini," kata bartender.
"Apakah dia bersama seorang gadis cantik?" Andi bertanya kepada bartender lagi.
"Ya. Bahkan Tuan Geovan menyeret gadis itu keluar dari ruangan ini dengan sangat kasar, saya minta maaf, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa," kata bartender kepada Andi.
"Terimakasih atas infonya." Andi berlari keluar dari ruangan ini menuju mobilnya. "Geovan, semoga kamu tidak melakukan kesalahan yang fatal," gumam Andi sambil mengusap wajahnya dengan keras.
***
Geovan menyeret Kesya ke salah satu hotel bintang 5 di negeri ini. Kesya terus meronta meminta dibebaskan, tapi Geovan terus menariknya. Geovan yang tak ingin menjadi pusat perhatian langsung menatap Kesya sambil berkata.
“Jika kamu terus memberontak, aku akan mencari tahu tentang keluargamu dan menghancurkan segalanya!” ancam Geovan kejam.
Kesya yang tadi memberontak langsung membeku di posisinya. Indra pendengaran gadis itu langsung bergejolak saat mendengar Geovan akan menghancurkan keluarganya, Kesya kini berjalan beriringan dengan Geovan sambil menahan air mata yang mengalir di kelopak matanya.
Geovan segera berjalan menuju apartemennya sambil menggenggam tangan Kesya dengan sangat erat. Terlihat beberapa orang mulai menatap Geovan yang terhuyung-huyung, tapi tidak ada yang berani menegur penguasa itu, semua orang di lobi hotel bahkan menghindari tatapan Geovan karena tidak ingin mendapat masalah.
"Tuan, tolong lepaskan aku," pinta Kesya untuk kesekian kalinya.
"Jika kamu tidak berhenti berbicara, aku akan merobek mulutmu." Ancam Geovan dengan suara teredam setengah di tenggorokannya.
Kesya menutup mulutnya lagi, tidak berani berbicara. Kesya melihat ponsel Geovan di saku pria itu dan Kesya mulai mencari cara untuk mendapatkan ponsel itu dan kemudian memencet nomor Andi. Pria ini adalah satu-satunya harapannya dan dia tidak akan pernah menyerah dengan situasinya saat ini, apalagi sorot mata.
"Bagaimana aku bisa mengambil ponsel orang gila ini?" tanya Kesya dalam hati sambil menggigit kukunya.
Geovan sempat membuka ponselnya sejenak dan Kesya langsung rileks saat mengetahui bahwa harapannya untuk mengambil ponsel Tua. Geovan akan sia-sia karena ternyata ponsel tersebut memiliki password.
Kini Geovan mendorong tubuh Kesya ke dalam lift dan pria itu buru-buru menutup pintu lift saat mendapati Kesya hendak keluar untuk kabur darinya. Geovan segera menarik pinggang Nesya dengan kasar agar lebih dekat dengannya, dia merasa pria itu akan mematahkan pinggangnya dengan cengkeraman kasar pria itu di tubuhnya.
"Jangan pernah berpikir kamu bisa lari dariku." Napas panas pria itu seolah membakar seluruh tubuh Kesya karena ketakutan.
Bau alkohol yang begitu kental terpancar dari napas pria itu hingga membuat perut Kesya melilit kembali. Kesya dengan cepat menggerakkan tangannya untuk menutupi hidungnya agar tidak muntah lagi.
Geovan yang melihat ini mendengus. "Kamu masih bertingkah seperti gadis lugu meskipun kamu adalah gadis murahan yang suka menjualmu di klub malam." Tuduhan Geovan itu benar-benar membuat tangannya mengepal, menumpahkan emosi.
Untuk kedua kalinya, Kesya mengulurkan tangan untuk menyentuh pipi Geovan dengan kekerasan sehingga suara tamparan menggema di lift yang sunyi. Sesaat kemudian, lift mulai terbuka di tempat tujuannya dan Geovan segera menyeret Kesya keluar dari lift.
"Aku akan memberimu pelajaran yang tidak akan pernah kamu lupakan seumur hidupmu." Geovan mengancam sambil mendorong tubuh Kesya ke kamar pribadinya.
Geovan yang menatap dengan kebencian yang cukup untuk menghapusnya dari muka bumi ini.
Jangan lupa baca novel baru khairin Nisa yang berjudul "Kontrak Pernikahan Tuan Arogan." bisa di baca di Mangatoon atau Noveltoon
DASAR KK TIRI IBLIS.