NovelToon NovelToon
Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Status: tamat
Genre:Hiburan / Balas dendam. / Tak berguna / Fantasi Urban-Mendadak kaya / Fantasi Urban-Mengubah takdir / Sistem / Tamat
Popularitas:920k
Nilai: 4.8
Nama Author: tompealla kriweall

Jamal, pemuda desa yang tidak diperbolehkan ibunya untuk pergi bekerja ke kota. Mengikuti jejak teman-temannya yang lain.

Alasan ibunya sangat klise. Dia tidak mau jauh-jauh dengan anaknya itu. Padahal Jamal juga tidak bisa melakukan apa-apa di desanya. Karena sedari kecil, Jamal memang anak yang bodoh.

Tapi karena suatu kejadian, Jamal mendapatkan sistem bertani secara tidak sengaja.

Mampukah Jamal yang bodoh mengikuti aturan sistem bertani yang dia miliki?

Atau, dia akan menjadi pongah? hanya karena merasa lebih hebat dari temannya yang lain.

Yuk ikuti perjalanan Jamal. Pemuda desa yang ditolak para gadis-gadis, karena hanya berkubang dalam lumpur sawah saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Giat Lagi

Tak ingin larut dalam suasana galau yang berkepanjangan, akhirnya Jamal memutuskan untuk fokus pada pekerjaan dan semua pelajaran yang dia terima dari sistem bertani yang dia miliki.

Sekarang dia berbincang-bincang sebentar dengan Indah, yang selama ini sudah banyak membantu dirinya untuk mengurus segala sesuatu pada pekerjaan yang memang dua serahkan pada Indah.

"Apa kandang sapi yang dipersiapkan sudah selesai Ndah?" tanya Jamal, membahas kandang sapi yang baru saja dibangun, di salah satu kebun yang baru saja dia beli.

Letaknya memang lumayan jauh dari perkampungan, sehingga diharapkan tidak menggangu masyarakat sekitar. Dengan adanya limbah pakan dan kotoran sapi nantinya. Jika sudah beroperasi.

"Sudah Mas. Sudah siap 90% untuk ditempati. Ada dua orang yang sudah siap mengurus ternak juga, jika sapi_nya datang besok."

Jamal menganggukkan kepalanya, paham dengan jawaban yang diberikan oleh Indah.

"Bagus. Lanjutkan saja sebagaimana awal rencana yang sudah Aku katakan padamu kemarin," pinta Jamal pada Indah, yang memang lebih mirip seperti assisten baginya.

Anggukan kepala Indah, mewakili kesediaan dirinya untuk melakukan sesuatu yang diminta oleh Jamal.

Dan di saat mereka berdua sudah selesai membicarakan tentang pekerjaan, Indah baru memberitahu pada Jamal. Jika tadi ada Hendra yang datang mencarinya.

"Tadi ada mas Hendra datang cari mas Jamal lho ke sini."

"Tadi, waktu Aku gak di rumah?" tanya Jamal merespon laporan yang disampaikan oleh Indah, jika ada Hendra.

"Iya Mas. Katanya sih, nanti mau ke sini lagi."

Jamal menghela nafas panjang, mendengar jawaban yang diberikan oleh Indah barusan.

"Aku akan telpon dia, biar dia datang ke sini sekarang saja."

Akhirnya Indah pamit untuk pergi bekerja lagi, di saat Jamal akan melakukan panggilan telpon untuk Hendra.

Tut tut tut!

Panggilan pertama tidak ada yang menjawab. Mungkin Hendra sedang tidak membawa handphone miliknya, atau memang tidak mendengar bunyi notifikasi yang ada pada dering ponselnya.

Tut tut tut!

Sekali lagi Jamal mencobanya, karena dia harus segera menyelesaikan semua urusannya dengan Hendra, terkait dengan Ajeng. Anak Tuan Wiro, yang sedang dijodohkan dengan dirinya.

..."Halo Jamal! Ada di mana Kamu?"...

..."Aku ada di rumah Hen. Datanglah ke rumah, sekarang ya!"...

..."Oh ya-ya. Ok!"...

Klik!

Jamal membuang nafas panjang, setelah menutup panggilan teleponnya dengan Hendra.

"Semoga saja Hendra punya jawaban dan keputusan yang tepat. Agar masalah ini tidak berlarut-larut." Gumam Jamal, mencoba untuk menenangkan hatinya sendiri.

Tak butuh waktu lama, akhirnya suara motor Hendra terdengar dari luar rumah. Sehingga Jamal pun melangkah keluar, untuk menyambut kedatangan temannya itu.

"Assalamualaikum..."

"Waallaikumsalam..."

Dengan cepat, Jamal menjawab salam yang diucapkan oleh Hendra, begitu berada di depan pintu rumahnya.

"Masuk Hen!"

"Apa kabar Kamu? On ya, kabar pak Dhe Kasan bagaimana?"

Hendra beluk duduk di kursi tamu, Jamal sudah mengajukan banyak pertanyaan ini itu.

Tapi Hendra juga tidak protes. Karena memang sudah lama dia tidak pulang ke desa G ini, apalagi bertemu dengan Jamal. Yang notabene memang tidak pernah pergi dari desa mereka ini.

Obrolan basa-basi pun akhirnya terjadi, kemudian merembet ke hal-hal yang memang perlu mereka bicarakan dengan serius.

"Sebenarnya... Hemmm... sebenarnya Aku datang ke sini mau minta tolong Mal. Itupun jika Kamu tidak keberatan." Hendra bicara dengan wajah menunduk.

Dia sebenarnya merasa malu pada Jamal. Karena dia dulunya, pernah meremehkan Jamal yang tidak mau ikut dirinya pergi bekerja ke kota.

Tapi kini, justru Jamal yang lebih sukses, dibandingkan dengan dirinya sendiri. Yang sudah lama bekerja di kota.

Hal yang dulu dia dan bapaknya bangga-banggakan. Jika bekerja di kota itu akan cepat sukses dan bisa merubah nasib mereka ke depannya nanti.

*****

Inti dari kedatangan Hendra bertemu dengan Jamal adalah, dia ingin menjual tanah dan rumahnya. Yang saat ini ditempati oleh bapaknya. Yaitu kang Kasan.

Hendra butuh uang untuk biaya adiknya yang kritis di rumah sakit jiwa. Sedangkan bapaknya sudah tidak punya apa-apa lagi, yang bisa dijual.

"Terus bapak Kamu bagaimana?" tanya Jamal, karena kang Kasan juga tidak mungkin dia usir dari rumahnya sendiri. Meskipun nanti Jamal mau membayarnya atas permintaan Hendra. Karena sekarang, rumah dan tanah tersebut sudah menjadi hak milik Hendra sendiri.

Sisa uang untuk biaya adikku akan Aku belikan perumahan di kota Mal. Nanti, Aku akan menikahi pacarku dan membawa bapakku ke sana. Biar di urus istriku."

Jamal mengerutkan keningnya, mendengar penjelasan yang diberikan oleh Hendra tentang rencananya ke depan.

"Maksudmu... Kamu mau boyong pak Dhe Kasan ke rumahmu, yang nantinya juga ada istrimu? Apa istrimu mau mengurus bapakmu yang sudah dalam keadaan seperti itu?"

Sekarang Hendra yang termenung, mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Jamal padanya.

'Benar juga. Apa Ajeng mau ya, merawat bapak yang sudah tidak sehat secara mentalnya sekarang?' tanya Hendra membatin.

"Aku akan bicarakan ini dengan calon istriku nanti Mal."

"Hum..."

Jamal pun tidak menanggapi perkataan Hendra. Dia hanya bergumam tidak jelas, karena dia tidak yakin jika Ajeng adalah tipe istri yang mau mengerti dengan keadaan Hendra, belum diketahui secara pasti oleh Ajeng sendiri.

Tapi Jamal juga tidak mau ikut campur. Biar mereka sendiri yang akan menyelesaikan semua urusan dan permasalahan.

Jamal hanya menyanggupi permintaan Hendra, untuk membeli rumah dan tanahnya saja. Dengan memberinya pesan, "sebaiknya Kamu segera selesaikan urusanmu dengan pacarmu itu. Biar orang tuanya juga tidak ada kesalahpahaman antara anaknya yang memilih Kamu sebagai suami."

Mendengar pesan tersebut, Hendra memiringkan kepalanya. Agar bisa lebih paham. Tapi Jamal mengalihkan perhatiannya Hendra dengan harga yang akan mereka berdua sepakati.

*****

Tengah malam.

Saat seperti ini, Jamal biasanya berinteraksi dengan sistem bertani yang dia miliki.

Dia belajar banyak dari berbagai macam usaha, yang berkaitan dengan pertanian. Sama seperti usahanya yang sekarang dia jalani. Karena selain menanam padi sebagai bahan pangan pokok, dia juga berkebun jeruk.

Tidak lama lagi, Jamal juga akan beternak sapi perah. Yang bisa menghasilkan susu sapi segar, untuk masyarakat sekitarnya.

[ Ding ]

[ Selamat malam Tuan ]

[ Selamat mempelajari sistem bertani ini ]

'Aku ingin memperdalam pengetahuan tentang ternak sapi perah.'

[ Ding ]

[ Peternakan terbaik dari sistem ]

'Apa Aku harus mencontoh peternakan sapi perah yang ada di sistem bertani ini?'

[ Ding ]

[ Tepat sekali Tuan ]

[ Dengan sistem ini, Tuan tidak hanya menghasilkan su_su sapi yang segar, tapi juga pupuk organik dari kotoran sapi ]

'Oh iya. Benar juga itu. Jadi bisa digunakan untuk pupuk organik sawah dan juga kebun jeruk ya!'

[ Ding ]

[ Tuan pintar dengan jawaban yang benar ]

'Aku hanya tahu, jika kotoran sapi bisa digunakan untuk keperluan pupuk organik. Tapi untuk proses pembuatannya, Aku harus belajar banyak.'

[ Ding ]

[ Sistem akan membantu Anda Tuan ]

1
Memyr 67
𝖻𝖺𝗋𝗎 𝖺𝗐𝖺𝗅 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝗒𝗉𝗈. 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗃𝖺𝗆𝖺𝗅 𝗉𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅 𝗂𝖻𝗎𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗆𝗂, 𝗄𝗈𝗄 𝗆𝖺𝗅𝖺𝗁𝖺𝗇 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗎𝗆𝗂? 𝖪𝖤𝖯𝖱𝖨𝖡𝖤𝖭
Hidayat 92a
woy, udah g gadis kalee
Harman Loke
kuaaaaaaaaaaaaaaaaatkaaaaaaaannn teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss tekaaaaaaaaaaaaaaaaadmuuuuuuuuuu Jamal
Fano Jawakonora
dari awal bgs pada dekat"akhir cerita author bikin jengkel dasar kentut, nyesal sdh ikuti dari awal lain kli jgn lg bikin novel ya karwna jelek skl dn amburadul cerita mu
Fano Jawakonora
mls baca cerita jadi awal kmbali dasar author tdk profisional dlm membuat cerita author kentut bau
Fano Jawakonora
ujung lina pura" baik jg ank biar kawin sma jamal dasar murahan
Fano Jawakonora
ternyatanya koq jd jelek diahir ya
Fano Jawakonora
cerita kabualan masa sistim apaan sdh sukses tba"mulai ulg dari awal ceooooooo thor kentut bau, bgt juga dgn kina knp tdk mati sj orgjht bgt
Fano Jawakonora
knp lina tdk ikut meninggal juga
Fano Jawakonora
diundang je planey sistim hny ngeyel gk tau ngapain disitu
Fano Jawakonora
knp dibiarkan lina apem bau mencret dn hendra babi itu bebas, krn mereka jamal kehilangn sitim jamal juga kekewat baik smbagaikn sapi ditusuk hidung
Fano Jawakonora
si lina bau punya perbuatan itu, knp tdk ada yg bisa nebak sih
Fano Jawakonora
ohh hendra biadap, memang
Fano Jawakonora
si hendra juga goblok apa ya atau juga punya rencana hancurkn jamal
Fano Jawakonora
hufff goblok trllu berkebihan hny salamatan empat bulan hamil sj bikin sampai jatuh takabir pada hl dibaluk itu asa yg berencna lick dgn usulan acara tersebut yg tntunya silina bau apem busuk sebusuk"nya
Fano Jawakonora
percuma punya sistim tpi mendekteksi ada bhy datang utk jamal dn indah
Fano Jawakonora
gk kapok" si lina dasar apem bau kentut busuk
Fano Jawakonora
alaaah si lina kentut masih bereaksi
Fano Jawakonora
cerita hanya kawin dan dalam celana aja nih🤣
Fano Jawakonora
si jamal gara"minum susu campur madu kudapannya semakin kuat kaya rudal aja kekuatannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!