NovelToon NovelToon
Natasha Finding Love

Natasha Finding Love

Status: tamat
Genre:Patahhati / Duniahiburan / Single Mom / Hamil di luar nikah / Romansa / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:541.3k
Nilai: 5
Nama Author: RenMk

Natasha Finding Love
_________________

"Saya masih single bukan karna susah move on. Saya masih single karna saya sedang menyiapkan diri untuk orang yang mengharapkan saya dalam doanya," ~ Natasha

"Kalau memang kamu jodohku, biarlah waktu yang menjawabnya. Tapi bila tidak, semoga kita bahagia dengan jalan kita masing-masing," ~ Raka

Karena has rat sesaat, Natasha harus menanggung perbuatannya.

_________________

Novel ini adalah lanjutan dari novel
Pertama~ My Butler
Kedua~ Sekar & Raja Phinisi
Ketiga~ My Personal Tour Guide
_________________

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RenMk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gak Rela!

Meski Raka sudah beranjak pergi, Sasa masih berkutat dengan bayangan-bayangan aneh di kepalnya. Rasanya seperti nyata. Penyatuan itu serasa dilakukan berkali-kali. Bahkan bagian pinggul kebawah sampai lututnya terasa lelah saat ini.

 

Tok Tok Tok!

Sasa tersadar dari lamunannya.  Ada Gael yang saat ini berdiri di belakang Sasa.

 

“Permisi nona Sasa... Apa breakfast nya sudah selesai?” tanya Gael.

 

“Hai... yeah. Kemarilah, Gael. Aku lagi ga ada naf su makan. Mungkin karna kebanyakan minum red wine semalam,” ucap Sasa menoleh ke Gael. “Hari ini schedule mas Raka padat ngak?”

 

“Hari ini... sebetulnya tidak padat. Tapi mungkin pak Raka akan selesai terlambat lagi seperti kemarin. Ada acara Gala Dinner untuk menyambut acara Asian Next Top Model nanti malam,” jelas Gael.

 

Bayangan ranjang panas di kepala Sasa mendadak pudar membayangkan acara itu. Asian Next Top Model... sudah pasti akan ada banyak model-model cantik dengan kaki jenjang pahaa mu lus yang akan dipamerkan ke mata Raka.

 

“Acaranya mulai jam berapa?” tanya Sasa gusar.

 

“Start nya dari jam 6 sore. Terus akan dilanjut dengan hiburan live music,” jawab Gael.

 

Hal ini sungguh mengganggu pikiran Sasa. Membiarkan Raka menikmati paahaa mu lus para model itu, tentu saja Sasa tidak akan tinggal diam.

 

Gimana ya caranya agar mas Raka ga pergi ke acara nanti malam? Mas Raka ga boleh pergi ke acara konyol itu! Mata cewek-cewek itu pasti jelalatann! Mas Raka kan ganteng... Pokoknya aku ga mau punya saingan!... Ga ada saingan aja buat naklukin hatinya susah banget!... Hmmm... batin Sasa membayangkan acara itu bila terjadi.

 

“Gael...” Sasa mulai beranjak dari kursinya. “Jam segini mas Raka bisa ditemui gak?”

 

“Em...” Gael bergumam mengingat jadwal bosnya. “Pagi ini sampai nanti siang pak Raka ada meeting sama teman-temannya untuk membuat iklan untuk memasarkan Luxus Resort. Ada pemain cello terkenal juga yang akan menjadi bintang di iklan itu bersama pak Raka... Tapi orang itu join meetingnya lewat Skype saja karena belum di Indonesia. Jadi memang akan menghabiskan  waktu lama. Kalau nona Sasa mau ketemu pak Raka, sebaiknya waktu makan siang saja. Atau mungkin nona Sasa siapin lunch buat pak Raka. Biasanya kalau sudah sibuk sekali, pak Raka suka lupa buat makan siang,” jelas Gael memberi ide.

 

“Ide bagus tuh buat ajakin mas Raka lunch,” sambung Sasa senang.

 

Aku harus menggagalkan niat mas Raka buat datang ke acara itu. Pokoknya dia ga boleh datang ke gala dinner konyol! Gak akan kubiarkanNN! Gerutu Sasa dalam batinnya.

 

_________

Siang itu Sasa hanya menyiapkan masakan simpel yang mudah dia masak. Sisa daging yang belum dia masak, dia buat menjadi beef steak dengan black paper mushroom sauce. Ditambah dengan kentang goreng, kini menu makan siang itu sudah siap untuk dimasukkan ke dalam kotak makan.

 

 

“Wow.... kayanya enak nih!” ucap Joy menghampiri Sasa di dapur.

 

“Iya dong... kan buat mas Raka... Harus bikin yang paling special! Yang paling enak!” sambut Sasa senang.

 

“Buat Raka? Aku pikir buat aku sama Bondan...” timpal Joy mencolek sauce yang ada di sisi piring.

 

“Buat mas Joy sama Bondan aku simpan di microwave.” Sasa menunjuk microwave di belakangnya. “Semalam mas Joy kemana aja?... Udah siang gini juga baru muncul. Kemana aja sih semalam? Menghilang gitu aja. Ditelpon gak diangkat juga. Hm...” Sasa menghela nafas menyiapkan beef steak untuk Bondan dan Joy.

 

“Iya... sorry.” Joy mulai duduk di kursi sambil memperhatikan adiknya menyiapkan makanan. “Kemarin itu aku nyusul Raka ke resort sebelah. Eh ga tahunya pas di lorong ballroom ketemu sama kawan lama. Ya kita ngobrol sebentar. Tapi gak tahunya justru lanjut sampai tengah malem,” jelas Joy disambut tatapan malas Sasa.

 

“Terus handphonenya kenapa ga bisa dicalling juga?”

 

“Kebetulan habis batraynya, Sa...” Joy mulai meraih garfu dan pisau setelah Sasa memberikan beef steak di mejanya. “Aku makan ya...”

 

“Enjoy.... Aku nyusul Al dulu ya mau nyuapin dia,” ucap Sasa berlalu pergi.

 

Rupanya saat ini Al sedang bermain bersama Gael.

 

“Hai Gael... Bondan mana?” tanya Sasa meraih Al yang duduk di lantai bersama mainan-mainannya.

 

“Katanya ke toilet, nona. Perutnya sakit,” jawab Gael mulai beranjak dari duduknya di lantai.

 

“Ha? Sakit? Tumben banget... Bisa sakit perut juga dia...” sambung Sasa heran.

 

“Adik nona bilang dia salah minum susu kotak. Harusnya minum susuu penambah stamina, tapi justru susu WRP penurun berat badan karena warna kemasannya sama,” jelas Gael membuat Sasa tertawa kecil.

 

“Haduh... dia pasti minum susu kotak yang aku beli. Hihii... Dasar Bondan...! Gael tolong tengokin Bondan ya. Aku mau nyuapi Al makan.”

 

“Baik, nona.”

 

Sasa mulai mengajak Al menuju teras villa agar lebih leluasa menyuapi anaknya. Sementara itu Gael menuju kamar utama untuk memastikan kondisi Bondan.

 

“SiapPPaa di luar? Kak SaSA?” tanya Bondan dengan suara kerasnya di dalam kamar mandi.

 

“Bukan. Ini saya, Gael. Anda tidak pa-pa kan? Mau dipanggilkan dokter tidak?” tanya Gael memasang telinganya di pintu. Kekuatan badan yang condong di kepala membuat kaki Gael terhuyung ke depan saat Bondan membuka pintu kamar mandi. Bondan pun jadi kaget karena wajah Gael sampai terdorong ke dadanya.

 

“HaduhH! Kenapa sih ngikutin gue sampai kamar mandi?! Gara-gara elu nih gue jadi diare! Udah tahu gue nyruput susu pelangsing... kenapa elu diam aja tadi?!”ucap Bondan membuat Gael menatapnya kesal.

 

“Anda kenapa jadi marah ke saya? Saya pikir anda tahu kalau itu susu pelangsing,” kesal Gael tidak suka dengan nada suara Bondan yang terkesan tinggi.

 

“Body athletic kaya gue ngapain minum susu begituan? Harusnya elu tahu dong waktu lihat kotak kemasannya? Udah tahu gue salah ambil kenapa malah diem aja tadi?!”

 

“Saya enggak tahu kalau anda salah ambil suusu. Kenapa saya yang disalahkan?” timpal Gael mulai tersulut emosi. Dia merasa tidak suka dan tidak terima dibentak oleh Bondan.

 

“Kan kamu butler... Harusnya kamu lebih peka dong! Ku sruput juga punya mu itu!” sambung Bondan melirik dadanya Gael.

 

Dengan spontan Gael pun menyilangkan kedua tangannya di depan dadaa.

 

“Dasar cowok me sum! Saya laporin ke pak Raka baru tahu rasa nanti! Jorok!” kesal Gael. “Nyesal saya nanyain kondisi kamu!” Gael mulai membalikan badan menuju pintu keluar. Bondan pun mulai menutup kamar mandi lagi karena perutnya kembali sakit.

 

“Kenapa gue jadi bentrok sama tuw bule?... Tadinya kan gue cuma malu kalau dia nyium bau eg og gue... Huft... Jadi salah paham pasti tuw bule!” Gerutu Bondan kembali menduduki toilet bowl. Pikirannya seolah ingin mengejar Gael untuk meluruskan kesalah pahaman, tapi perutnya terasa diperas-peras efek susu pelangsing.

 

Gael yang sudah kesal dengan Bondan, memutuskan untuk menemani Sasa yang tengah menyuapi Al. Sebetulnya keseharian Gael sebelum kedatangan Sasa hanya mengikuti dan menyiapkan kebutuhan Raka, tapi karena Raka memerintahkan nya secara langsung untuk menemani Sasa, maka dirinya pun harus dipusingkan  dengan orang-orang terdekat Sasa.

 

“Nona Sasa... sekarang sudah waktunya jam istirahat untuk pak Raka,” bisik Gael mendekat ke Sasa yang tengah duduk dengan memberi asi ke Al.

 

“Ah... okay. Aku bawa Al ke kamar dulu ya... Habis itu aku ganti baju... Terus kita ke office nya mas Raka...” sambut Sasa dengan suara pelannya. Anak laki-lakinya itu sudah hampir terlelap.

 

Tidak membutuhkan waktu lama, kini Sasa sudah duduk di buggy yang disetiri oleh Gael. Kepalanya memikirkan untuk mencari cara demi menggagalkan agar Raka tidak hadir di acara nanti malam.

 

“Nona Sasa..., kita sudah sampai. Nona jalan lurus aja terus nanti belok kiri. Tadi saya sudah bilang sekretarisnya pak Raka kalau ada temannya pak Raka yang mau kirim bekal lunch,” ucap Gael menoleh ke arah kanan lorong.

 

 

“Ah, kalau gitu aku ke sana dulu ya, Gael. Thank you udah dianterin,” ucap Sasa beranjak turun dari buggy dengan kotak makanannya.

 

Tok Tok Tok!

 

“Masuk!” seru Raka masih dalam posisi duduk di kursi kerjanya.

 

“Selamat siang... Mas Raka, aku boleh masuk?” tanya Sasa masih berdiri di dekat pintu.

 

“Hai, Sa... Silahkan masuk,” jawab Raka mulai berdiri dan berjalan ke sofa tamu. “Silahkan duduk, Sa. Bawa apa itu?”

 

Keduanya duduk bersampingan di sofa panjang.

 

“Em... aku bawain lunch box. Menunya cuma simple. Beef steak sama french fries. Mas Raka mau nyobain gak?” Sasa membuka kota makanan agar dilihat Raka.

 

“Baunya enak... Kamu bikin sendiri?”

 

“Iya,” jawab Sasa senang mendapat pujian.

 

“Tapi aku ada banyak kerjaan. Kayanya...”

 

“Mas Raka mau aku suapin?” sela Sasa. “Aku suapin ya... Perut harus tetap diisi meski sibuk,” bujuk Sasa ditanggapi senyuman oleh Raka.

 

“Tapi kerjaan aku—”

 

“Aku ga akan banyak ngomong. Biar aku nyuapin mas Raka, terus mas Raka bisa sambil lanjut kerja,” sela Sasa berusaha tidak ingin diusir.

 

Boleh juga usahanya, batin Raka tersenyum kecil.

 

Meski hanya duduk di samping Raka, ini sudah membuat Sasa sangat senang. Memandangi mata... hidung... bibir dan yang paling membuatnya terhipnotis adalah bau parfum Raka yang membuat Sasa nyaman.

 

Kenapa aku menyia-nyiakan mu dan memilih laki-laki itu waktu itu? Kenapa kita tidak dipertemukan lebih awal...? Mungkin kah usahaku ini akan berhasil mendapatkanmu nantinya, mas? Gumam Sasa dalam batinnya.

 

“Sa... Kamu mau ngak bantu aku?” tanya Raka menoleh menatap mata Sasa. “Harusnya ini kerjaannya sekretaris aku, tapi dia masih sibuk dengan tugas-tugas aku sebelumnya.”

 

“Emangnya mas Raka mau dibantu apa?”

 

“Ngetik ini.” Raka menyodorkan map tebal yang sudah banyak coretan.

 

“Lumayan banyak... Emang mau dibutuhin kapan?”

 

“Kalau kamu sibuk... dan ga bisa... Nanti biar aku suruh Gael.”

 

“Bisa kok, mas. Biar aku ketikin sekarang juga selesai mas Raka makan.” Ini adalah bantuan pertama kali yang diminta Raka darinya. Tidak mungkin Sasa menolak permintaan Raka. “Nanti kalau udah selesai, kita makan malam sama Al, mas Joy dan Bondan ya...” Tiba-tiba terlintas ide itu. Kalau hal ini diiyakan Raka, itu artinya nanti malam Raka tidak akan pergi ke Gala Dinner Asian Next Top Model.

 

“Boleh...” jawab Raka ringan.

 

Pokoknya hari ini aku harus pepet mas Raka terus. Jangan sampai dia pergi ke acara itu. Gak Rela! Gak akan rela mas Raka sama cewek lain! Seru Sasa dalam batinnya.

 

*****

Bersambung...

*****

1
Diah Andini
Luar biasa
Diah Andini
Iklannya please dicabut aja
Diah Andini
Otw baby baru sama raka
Diah Andini
Akhirnya luluh juga
Diah Andini
Jadi ruwet
Diah Andini
Tinggalin aja Saaa buang ke laut si deni
Queen
Sasha harusnya menjadi wanita elegant. Suka boleh, tapi harus jaga sikap
Jangan terlalu mencolok di mata orang
Jaga jarak ke Raka sha, jual mahal sedikit tidak masalah
Clara Evelin
ini iklan 18+ gitu kah? /Smile/
Th. Ranz
Sukaaaaaaa
di wish
ini memang tokoh wanitanya tipe murahan ya...kok lama2 sebel ya
aira aira
otw baby girl
Anisatul Azizah
apakabar iklan intim kamu dg Gadis???????????
Anisatul Azizah
ya ampun Den.. Den, kowe ki ngopo??
Anisatul Azizah
Sa.. kamu ni gampang bgt emosi jg gampang bgt luluh loh. Pergi dr Bintan sembunyi2 ke Salatiga, dirayu dikit luluh. Nangis2, dibaikin dikit luluh...
Anisatul Azizah
spesial kok ngajakin Gadis toh Om Om..
Anisatul Azizah
alangkah baiknya..
'maaf Sa aku g tau Gadis diajak kesini'
atau, 'udahlah Pa, Ma.. sekarang aku in relationship dg Sasa. Gadis cm masa lalu, gak perlu diungkit lagi. Tolong hargai Sasa'
ini cuma dag deg aja, hadeeeeeh
Anisatul Azizah
lah kamu juga mak mak.. keterlaluan, udah tau mau kerumah Sasa pake ajak Gadis, eh didalem runahnya bahas 'sayang dulu sama Raka putus'
Anisatul Azizah
Tante Kasih, Om Galang.. paling gak jelasin dikit lah kenapa harus ajak Gadis kerumah Sasa...
Anisatul Azizah
masalahnya Ka, gak jelas bgt emang kamu sm Gadis itu.. dikenalin ketemu sama Sasa n Al, trs kalian berdua ngobrol sendiri. Gak jelasin siapa Sasa/Al ke Gadis. Tiba2 bikin iklan dg adegan intim, sekarang ngejar2... take down 'kalo kamu gak suka'..
Anisatul Azizah
iklan minta di take down, giliran ada konser cello gercep mau hadir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!