sepeninggal kekasihnya, Citra saat itu dalam kondisi hamil, siapa sangka Citra justru di lamar oleh pria tampan yang meminta Citra menjadi pendamping hidupnya.
karena sang ibu Fatimah tidak ingin putrinya melahirkan seorang anak tanpa suami. Fatimah memaksa Citra untuk menerima pinangan si pria misterius itu.
Pernikahan tanpa cinta, di kondisi Citra sedang mengandung benih cintanya bersama almarhum kekasihnya. Bagaimana kehidupan pernikahan mereka selanjutnya?
Apakah motif sebenarnya pria tampan yang mau menikahi wanita yang sedang hamil?
jangan lupa untuk mampir dan baca kelanjutan ceritanya ya....
jngan lupa juga untuk meninggalkan like dan Vote kalian ya 🥰🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon reinna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 keputusan Citra
"Citra.
"iya bu'
" Kenapa jendela kamu buka lebar sekali nak. nanti kamu sakit Fatimah segera menutup jendela kamar citra.
"sini nak Fatimah menepuk kasur sebelahan ia duduk, ia meminta citra untuk duduk di sana.
"Ada apa bu?
setelah citra duduk di samping Fatimah, Fatimah mengusap rambut anaknya ia merapihkan rambut citra yang terkena angin, dengan lembut..
"emmmm ada yang ingin ibu bicarakan nak.
" Ibu ada apa? bicaralah citra akan mendengarkan.
"nak Ada seorang laki-laki yang melamarmu.
Dengan senyuman kecut citra menjawab perkataan ibunya.
" Ibu, apa ibu tidak lihat aku ini sedang hamil. bagaimana bisa aku menikah?
"laki-laki bodoh seperti apa yang ingin menikahi wanita hamil yang bukan mengandung anaknya.
"Dia laki laki yang baik citra.
"tapi ini tidak benar bu.
"Citra dengarkan ibu nak. dia lelaki baik yang insyaallah bisa menjagamu dan bayimu,
" Ibu percaya padanya??
"ya, tentu ibu percaya. dia datang dengan sungguh sungguh untuk melamarmu. kalo kamu tidak bisa menerimanya setidaknya kamu pikirkan bayimu.
" apa kamu ingin dia lahir tanpa seorang ayah. Laki-laki itu bisa memberikan setatus untuk mu dan bayimu pikirkan nak.
"Bayimu tidak bersalah di sini. jangan kamu egois tidak memikirkan masa depan anakmu nanti.
"bagaimana anak lahir tanpa ayah, orang akan memperolok anakmu di kemudian hari nak. anakmu yang tidak bersalah lah yang akan banyak menerima kemalangan, jika kamu tidak menerima lamarannya.
"pikirkan lah untuk anakmu. apa yang kamu lakukan sekarang untuk anakmu nak.
"sebagai seorang ibu harus rela berkorban untuk kebahagiaan anaknya.
mendengar ucapan ibunya, hati citra semakin terasa sakit, entah kata kata ibunya begitu menyayat hati.
Bahkan ibunya yang sudah tua masih berjuang keras demi kehidupan citra dan chiko. demi anak anaknya ibu melupakan rasa lelah ia selalu bersemangat untuk mencari sedikit rupiah dari hasil berjalannya. citra menangis tersedu sedu mengingat pengorbanan ibunya.
"Bu... Baiklah citra akan menikahinya.
"ibu kat akan pada laki-laki itu.
"Alhamdulillah nak. ibu senang mendengarnya. Fatimah memeluk anaknya. keduanya menangis sejadi-jadinya..
ada rasa sedih dan bahagia di hati Fatimah. ia bahagia karena citra mau menerima lamaran Daffa. ia sedih apa nanti citra akan bahagia menikahi laki-laki yang belum sama sekali di kenalnya..
**********
Setelah mendapat kabar dari Fatimah, kalo citra menerima lamarannya.
Daffa segera memutuskan untuk pulang ke kampung halaman untuk meminta orang tuanya melamar citra secara resmi.
Pagi hari Daffa datang ke rumah sakit tempat nya bekerja, ia mengisi form untuk cuti sekitar satu minggu penuh. ia hanya menulis alasan untuk berkunjung ke rumah orang tuanya.
akhirnya pihak rumah sakit menyetujui permintaan cuti yang Daffa ajukan.
setelah mendapatkan cuti Daffa segera pulang ke kampung halaman. tempat orang tuanya tinggal di daerah istimewa yogyakarta. Daffa pulang dengan segala ia membeli tiket pesawat penerbangan pagi itu. setelah mendapat tiket ia menunggu tidak terlalu lama untuk flying pagi itu juga. setelah menempuh waktu beberapa jam
Daffa tiba di rumah orang tuanya.
Setelah membukakan pintu dan melihat anak semata wayang nya pulang. Ani segera memeluk anaknya, airmata membasahi pipi wanita itu.
"Bunda kenapa menangis, seperti tidak senang kalo anaknya pulang. ucap Daffa.
"Dasar anak bodoh, bunda menangis karena kesal kenapa kamu begitu tidak menurut dengan Bundamu,
"Bunda kan sudah bilang jangan tinggalkan rumah ini setelah kamu menyelesaikan sekolahmu, tapi kamu malah tak kunjung pulang setelah sekolahmu usai.
"Maafkan aku bun, Daffa meminta maaf dengan wajah sendu karena tidak menuruti kata kata bundanya.
"Sudahlah ayo masuk. bunda akan buatan makanan kesukaanmu. cepat pergi ke kamarmu dan istirahatlah.
Daffa mencium pipi bundanya lalu melangkah kakinya menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya..
Daffa membuka kamarnya. di lihatnya kamar yang ia tinggal berbulan bulan, masih sangat terus rapih. karena Bunda selalu menyuruh pelayanan merapihkan kamar Daffa setiap hari, meski tak di tempati.