NovelToon NovelToon
Tak Seindah Angan

Tak Seindah Angan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri / Patahhati / Perjodohan
Popularitas:34.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rosa_Nanda

Sang kekasih yang dinanti Ternyata mengingkari janji. Kesetiaan Cempaka hanya berbuah duka berbunga nestapa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosa_Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berusaha menghindar

Waktu bergulir setiap sa'at, hari

berganti minggu, dan minggu berganti bulan.

Tak terasa, Sembilan bulan sudah berlalu, sejak kedatangan Samudera ke rumahnya Cempaka.

Untuk berpamitan hendak mengikuti pendidikan tentaranya.

Dan selama itu pula,Buana pun tak pernah lagi terlihat datang menginjakkan kakinya di rumahnya Cempaka.

Tak ada lagi kabar dari Buana, tak ada lagi janji-janji manis itu. Tak terlihat lagi kebersamaan mereka sewaktu mengajarkan ngaji kepada anak-anak yang ada di kampung itu, di Mushola.

Tak ada lagi kebersamaan mereka setiap satu minggu sekali, sewaktu mengajarkan paket A kepada para ibu-ibu dan bapak-bapak yang belum pandai membaca dan menulis.

Tak terlihat lagi keakraban antara bu Sekar dan bu Seroja. Keduanya tidak pernah kelihatan bersama lagi. Bu Sekar begitu susah untuk menemui bu Seroja.

Begitu juga sewaktu di Masjid, sa'at pengajian. Yang biasanya selalu datang bersama-sama, kini mereka datang masing-masing.

Bu Seroja selalu datang belakangan setelah bu Sekar berada di Masjid.

Seperti yang di sengaja, supaya tidak duduk berdekatan dengan bu Sekar, yang gagal menjadi besannya itu.

Bu Sekar sama sekali tak mengerti dengan perubahan sikapnya bu Seroja kepadanya.

"Bukannya bicara baik-baik, minta ma'af, ini malah menghindar" Bathin bu Sekar.

Kalaupun tak sengaja berpapasan, bu Seroja selalu berusaha untuk menghindar. Seperti waktu itu.

"Assalamualaikum..." Pagi itu bu Sekar baru sampai di warungnya bi Ijah, dia hendak belanja keperluan sehari-hari.

Nampak di sana ada bu Seroja juga yang sedang berbelanja.

"Waalaikumsalam..." Jawab beberapa orang yang tengah berbelanja di sana.

"Apa kabar bu Seroja?"Bu Sekar sengaja menyapanya.

"Euh... Eh... Ba... Baik... Bu Sekar"

Jawab bu Seroja gelagapan.Dia nampak salah tingkah.

"Syukurlah kalau kabarnya baik, belanja apa bu?" Tanya bu Sekar lagi.

"I... Ini... Sa... Sayur...An"Bu Seroja semakin gelagapan mendapat pertanyaan dari bu Sekar. Apalagi kalau dia di tanya tentang kepastiannya hubungan antara Cempaka dan Buana.

Wah!... Bisa keluar keringat dingin kayaknya.

"Bu Seroja sakit?"Tanya bu Sekar lagi, dia sengaja memegangi tangannya.

"Bu Seroja tidak sakit, tapi menyakiti perasaannya orang lain. Jadinya gelagapan begitu deh, untung yang di sakiti nya bu Sekar, kalau aku dan anakku yang di begitukan, huh!... Bisa ku hajar dia sampai gepeng!" Ujar bu Cinta kesal.

"Enggak boleh begitu ah!... Enggak baik!... Biarin saja, nanti juga ada balasan yang setimpal dari Allah SWT" Sahut bu Sekar dengan tenang, sambil tersenyum kepada bu Seroja.

"Bagus itu bu Sekar!... Kita mah enggak usah ngebales ini-itu, nanti juga karasaeun balukarna"

Bi Ijah menimbrung.

"Dasar!... Bu Seroja ini, harusnya bersikap tegas bu sama anaknya!... Kasihan tuh!... Anak orang di sakiti hatinya" Bu Mala

menimpali.

"Untung anakku tidak di dekatinya"Ucap ibu yang lainnya.

Semuanya pada membenci bu Seroja, yang memang tidak bisa bertindak tegas terhadap putranya.

"Sudah ibu-ibu!... Enggak baik mencela begitu, kasihan bu Seroja" Ujar bu Sekar menghentikan kecaman dan ejekan dari ibu-ibu yang lainnya.

"Assalamualaikum..." Bu Seroja pergi meninggalkan warungnya bu Ijah.

"Waalaikumsalam..." Sahut bu Sekar, dia menatap kepergiannya bu Seroja, meninggalkan warung bu ijah.

Tentu saja bu Seroja merasa tidak nyaman dengan omongan para ibu-ibu yang ada di warungnya bu Ijah itu.

Semua ibu-ibu menatap bu Seroja dengan mata yang mendelik dan juga mencibirkan bibirnya. Terlihat kebencian dan kekesalan di wajah-wajahnya.

"Harusnya dia minta ma'af, atau bagaimana gitu, mumpung ketemu di sini. Kalau datang ke rumahnya enggak berani"Bu Mala menggerutu.

"Kenapa ya?... Dia yang mengatakannya ke semua orang, eeh... Dia juga yang mengingkarinya, mana tidak ada kabar beritanya, tahu-tahu sudah bawa perempuan lain. Dasar!" Bu Cinta begitu berapi-api mengatakannya.

"Sudah ibu-ibu!... Sudah!... Ayo kita lanjutkan belanjanya lagi, biarin enggak apa-apa" Ucap bu Sekar mencoba menenangkan ibu-ibu yang lainnya.

"Saya salut dengan bu Sekar ini, dia sama sekali tidak marah bertemu dengan orang yang telah menorehkan arang di wajahnya. Kalau saya... Euuuh!"

Bu Mala berkata lagi dengan gigi yang gemeretak menahan kesal.

"Belum tentu ibu-ibu, Buana belum menikah dengan orang lain, bu Seroja juga belum mengatakan apapun juga, saya berprasangka baik saja ibu-ibu" Ujar bu Sekar dengan santai.

"MasyaAllah... Bu Sekar ini benar-benar baik hati, baru nemu saya, ibu yang sebaik bu Sekar" Ujar bi Ijah sambil berdecak kagum dengan mata memandang ke wajahnya bu Sekar, bagaikan yang terpesona.

"Aaah!... Bi Ijah ini, bisa saja" Bu Sekar tersipu malu.

"Kalau anak saya sudah pada gede, saya mauuu banget besanan sama bu Sekar, sudah orangnya baik, wajahnya cantik, bijaksana lagi!... Sayang sekali anakku masih kecil-kecil" Ucap bu Cinta seperti yang menyesal.

"Iya benar bu Cinta!... Dulu waktu neng Cempaka belum menerima cintanya Buana, anakku tuh si Alam, nanya neng Cempaka saja enggak boleh, sampai di ancam segala, mentang-mentang dia anak orang kaya. Padahal, neng Cempaka nya enggak apa-apa... Eeh!... Sekarang malah sikapnya

kayak gitu!"Ujar bu Mala juga.

"Apa bu?... Di ancam gimana?... Kok! Saya baru tahu" Bu Sekar jadi kaget mendengarnya.

"Iya bu!... Benar itu, saya juga lihat sendiri" Ujar bi Ijah.

"Astaghfirulahaladziiim..." Bu Sekar tak menyangka, kalau sikapnya Buana itu begitu tak terpuji.

"Saya minta ma'af ya ibu-ibu" Ucap bu Sekar.

"Bu Sekar, kenapa minta ma'af segala?... Neng Cempaka tidak salah!... Yang salah itu tuh!... Anaknya bu Seroja" Tukas ibu yang lainnya.

"Ya... Memintakan ma'af buat mewakili Buana" Ujar bu Sekar lagi.

Jawaban dari bu Sekar membuat semua para ibu yang berada di sana jadi kaget, mereka saling tatap satu sama lain.

"Ya sudah, tolong di hitung bu, belanjaan saya jadi berapa?" Bu Sekar sepertinya ingin mengakhiri percakapan dengan ibu-ibu di warungnya bi Ijah.

"Oh, iya baik bu... Semuanya jadi dua puluh tujuh ribu" Ujar bi Ijah sambil memberikan sekantung belanjaan kepada bu Sekar.

"Ibu-ibu semuanya... Saya duluan ya!... Assalamualaikum" Ucap bu Sekar setelah menerima belanjaan dan kembaliannya dari bi Ijah. Diapun lalu segera melangkahkan kakinya, dan pergi meninggalkan warungnya bi Ijah.

"Waalaikumsalam..." Sahut semua ibu-ibu yang ada di sana sambil saling tatap, seperti yang tidak mengerti dan merasa bingung dengan sikapnya bu Sekar, tetangganya itu.

Sedangkan bu Sekar terus melangkah menuju ke rumahnya.

Dia sama sekali tak peduli dengan ibu-ibu yang terus memandanginya.

*

"Assalamualaikum... Tok!... Tok!..

Tok!... Assalamualaikum!..." Tepat ba'da Maghrib, dari pintu depan terdengar suara orang yang mengucapkan salam dan mengetuk pintu.

"Waalaikumsalam... Sebentar!" Sahut Kilat, yang kebetulan waktu itu dia sedang tiduran di sofa yang ada di ruang tamu.

Dia segera bangun dan menghampiri pintu depan untuk membukakan pintu.

Sebelumnya dia melihat dulu tamunya,dari balik jendela yang ada di samping pintu.

Dia tidak mengenali siapa tamunya itu, dia tidak mengenalinya. Karena itu, dia langsung membukanya. Tapi, dia lari ke belakang menemui ibunya.

"Bu!... Ibu!... Itu ada tamu di depan" Ujar Kilat dengan terengah-engah.

"Ada tamu siapa?... Sudah di bukain belum pintunya?" Tanya ibunya lagi.

"Belum bu, aku enggak kenal sama orangnya. Dia pakai baju seragam tentara bu!"Ujar Kilat lagi dengan hebohnya.

"Siapa ya?... Cempaka, coba lihat tamunya!... Biarin ibu sama Anyelir saja yang nyiapin makannya" Bu Sekar menyuruh Cempaka untuk membukakan pintu untuk tamunya itu.

"Iya bu!" Sahur Cempaka dengan hati yang bertanya-tanya.

"Siapa ya?..." Gumamnya.

"Tanyain dulu siapa dan mau ketemu siapa? Sebelum kamu buka pintunya!" Bu Sekar mengingatkan anaknya, supaya berhati-hati.

"Iya bu" Sahutnya lagi.

Diapun bergegas pergi ke ruang tamu dengan beberapa pertanyaan di hatinya.

1
Altafun Nisa
cempaka kok bego bgt si bikin kesel aja
Altafun Nisa
cempaka kok bego bgt si bikin kesel aja
Rosananda: Makasih sudah mampir 🙏🌹
total 1 replies
Roy Roy
biar malam pertama pengantin Karmin dengan Kenari
Rosananda: Makasih kakak dukungannya 🙏🌹
total 2 replies
Roy Roy
kenari kahwin saja dgn karmin baru seru...
Rosananda: makasih komen nya.
total 1 replies
Roy Roy
Cempaka kau kenapa mahu terus diperbodohkan kau lari saja dari rumah tu..biar kenari kahwin dengan karmin.thor aku pengin Cempaka dapat jodoh yang terbaik.
Rosananda: maunya sih begitu, tapu Cempaka anak yang sayang sama orangtua... Makasih selalu mampir.
total 1 replies
Goe Soka Cara Loe
salam kenal thor
Rosananda: Salam kenal kembali thor
total 1 replies
Mom FA
aku hadirr lagi tor🤗🤗
Rosananda: makasih.
total 1 replies
Tyara Lantobelo Simal
Semangat Thor
Rosananda: makasih sudah mampir
total 1 replies
Yukity
semangaat🆙😍
Rahma AR
salam dari me and ypu😊😊
Rosananda: Salam kembali thor.
total 1 replies
Lee
Teruskan thor!!
Rosananda: Ma"af mandeg ceritanya. Saya nya baru sembuh. Terimakasih sufortnya 🙏.
total 1 replies
Lee
cinta pandangan pertama emg sllu jedug-jedug ser...
Lee
My ice girl sarangahe mampir nih thor..
Like n koment mendarat !
semamgatt yaa..
Rosananda: makasih.
total 1 replies
Realpcy_Cyl
mampir lagi kak
Putri Handayani
semangat selalu kak💪💪💪💪
Rosananda: makasih kak🌹
total 1 replies
Yukity
semangat🆙😍
Yukity: sama2😍
total 2 replies
Viana
semangat thor
Rosananda: makasih kak 🙏
total 1 replies
Viana
first like and comment 🤫
Viana
semangat up Thor 💪💪👍👍😁😁
Rosananda: makasih 🌹
total 1 replies
Putri Handayani
semangat kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!