NovelToon NovelToon
Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Hijrah Sang Gadis Pemberontak

Status: tamat
Genre:Romantis / Spiritual / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Novi Vuspita sari

Bukan novel romantis yang membuat setiap pembaca menjadi halu... Tapi cerita keikhlasan yang mampu membuat hati setiap insan menjadi luluh.

Cerita dimana sosok yang mengajarkan keikhlasan dan ketulusan dari dua sisi manusia, baik dalam segi cinta maupun persahabatan. Yaa, entah itu memang sahabat atau lebih pantas disebut pengkhianat.

Ini kisah seorang gadis yang melewati rintangan hijranya. Gadis keras kepala yang berusaha menjadi lembut bagaikan Aisyah dan Khadijah.

Dimana bertemu seorang Ateis dan juga pria islam namun hanya dalam KTP.
.
.
.
.
Saya menunggu komentar anda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Vuspita sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DBR

Rindu melakukan itu semua. Tapi ia terlalu menghayati semuanya dengan indah. Sampai-sampai ia tak merasa jika matanya sudah menitihkan air sucinya. Ia mengingat betapa cintanya Allah kepada dirinya. Dan ia mengingat jika ia adalah sii calon mayat.

Rumah itu kosong. Tidak ada siapapun. Rimdu berfikir jika teman-temannya pasti masih bersenang senang dengan lelaki diluar sana.

Saat is sudah sholat. Ia tak lupa mengaji. Ia sudah memantabkan diri untuk memperbaiki dirinya. Mulai dari apapun itu, ia akan berusaha sekuat tenaga. Ia mulai pergi menuju lemari pakaiannya. Ia menatap semua bajunya. “Kalo gue mau tobat. Berarti baju-baju ini semua haram.” gumamnya. Ia setengah dari bajunya adalah hasil dari para agentnya.

Rindu mulai mengabil baju yang berasal dari barang haram. Ada banyak baju yang masih sangat bagus, bahkan kebanyakan Rindu sama sekali belum memakainya. Ia meletakkannya dilantai. Ia memasuki kamarnya. Ia melihat semua bonekanya yang tersusun rapi. Mulai dari yang kecil sampai yang besar. Bahkan besarnya dua kali lipat lebih besar dari tubuh Rindu. Ia mengambil semua boneka itu. Ia hanya meninggalkan boneka paling besar. Karena itu adalah boneka dari kakak kandungnya. Ia tak lupa mengambil jilbabnya yang dibeli dari hasil dari agennya.

Ia memandang semua barang yang ia dapatkan dari barang haramnya. Tak terasa ia menitih kan air matanya lagi. Barang itu begitu banyak. Mulai dari baju, jilbab, asesoris jilbab, jilbab, gelang dan boneka. Belum lagi makanan yang ia makan. Berarti didarah dagingnya sudah tercampur dengan barang haram, berarti didalam darahnya mengalir dosa yang setiap harinya mengalir.

Ia menyimpan semua itu didalam pelastik ukuran jumboo. Ia dapat mengumpulkan 3plastik jumbo penuh, bahkan itu sangat penuh. Ia juga menyimpan semua koleksi jamnya yang ia dapat dari hasil haram. Ia juga menyimpan kalung perhiasan dan gelang pemberian Arga. Ia berniat akan mengembalikannya. Ia tahu harga barang itu sangat mahal. Andai Arga meminta semua itu kembali. Maka Rindu pastikan ia lebih baik mati.

Saat semua sudah siap. Ia laksanakan sholat Isya. Saat sudah selesai, ia memilih untuk tidur. ia tak bisa tidur terlalu malam, karena mulai dari sekarang ia harus menghargai waktu istirahatnya.

Saat tengah malam. Rindu terbangun saat alaramnya berbunyi. Ia teringat jika ia sudah berniat untuk sholat malam. “Males banget gue.” Batinnya. Tangannya mencari-cari hpnya untuk mematikan alaram. Tapi ia terkejut karena tak mendapatkan Diva dan Meme.

“Mereka belum pulang?” Gumam Rindu. Ia sangat khawatir akan hal itu. Ia mencoba duduk dan menelpon mereka berkali-kali. Tapi sama sekali tak diangkat.

Rindu memilih sholat malam sembari menunggu mereka. Hingga sholatnya berakhirpun Diva dan Meme belum kunjung pulang. Rindu tak bisa tak khawatir, mereka perempuan. Ia memilih menelpon mreka lagi. Tapi tak ada jawaban. Ia memilih menunggu disofa depan. Hingga tak sadar tertidur disana.

...

Paginya...

“Rin. Bangun...!” Ucap Diva. Ia menggoyangkan tubuh Rindu.

Rindu langsung membuka matanya saat tau itu suara Diva.” Loe udah pulang?” Tanya Rindu sembari duduk.

“Iya. Tidur dalem aja.” Jawab Diva. Rindu melirik jam didinding. Matanya membulat saat melihat jam pukul 4 tapi Diva baru pulang. “Loe dari mana?. Meme mana?” tanya Rindu sedikit meninggi.

“Mainlah. Loe udah nggak mau main sama kita. Meme udah dikamar” Jawab Diva santai. “Gue duluan ya” Lanjutnya.

“Div. Loe cewek, nanti loe ada apa-apa gimana?” Tanya Rindu peduli. Tapi Diva sama sekali tak menanggapi. Wajahnya kelelahan. Ia tidur disamping Meme.

Rindu memijat pelipisnya. Ia tak ingin temannya seperti ini terus. Ia menghela nafas kasar. “Baru jam 4. Tanggung banget tidur lagi,” Gumamnya. “Ngaji aja de sambil nunggu Subuh.” Lanjutnya.

Ia mengambil air Widhu terlebih dahulu. Lalu melaksanakan apa yang sudah direncanakannya.

...

“Rin. Loe mau kemana bawa barang-barang Loe?” Tanya Diva saat melihat Rindu sudah siap dengan style nya. Yang membeda hanya jilbab Rindu menjadi syar’i.

“Mau gue sumbangin” sahut Rindu.

Sonatk membuat Diva berdiri dari tidurnya.

“Loe gila...!. itu barang mahal oy. Belum banyak loe pakai jugak. Jangan ngacok..!” Bentaknya.

Rindu memasukkan hpnya kedalam tas kecilnya. “Gue nggak ngacok. Gue serius.” Jawabnya santai.

“Mending loe kasih ke gue aja.” Jawab Diva cepat sambil menarik plastik Rindu.

“Jangan Div. Gue nggak mau.” Rindu menarik paksa plastik yang direbut Diva.

“Loe jangan Gila...!” teriaknya. Meme terbangun karena teriakan Diva.

“Ada pa sii Div. Pagi-pagi teriak. Gue masih ngantuk.” Gumamnya serak.

“Rindu mau kasih barangnya sama orang. “ Bentak Diva sinis.

Meme seketika sadar. Ia duduk ditempat tidur. “Seius?. Loe Gila?.!” Suaranya menggema dikamar itu.

“Emang gue salah mau kasih ini barang. Lagian gue nggak mau makek barang haram..!” Jawab Rindu kesal.

“Nggak usah munafik!” Bentak Diva. Ia mendorong bahuu Rindu dengan telunjuknya.

“Nggak usah sok suci loe!. Gue muak liat loe kayak gini. Barang suci loe nggak bakal nunjukin loe suci!. Dan baju Haram loe nggak bakan buat badan loe kotor anjing..!” Bentak Diva keras.

Rindu diam seketika. Ia memegang plastik putih yang telah ia siapkan. Ia memberikan kepada Diva. “Mungkin gue emang munafik Div. Tapi sekali haram tetep haram. Dan ini barang dari Arga. Tolong kembaliin. Kalo loe nggak sampek ngasih sama dia, gue pastiin loe nyesel” Ancam Rindu. Jika tidak Di ancam Diva tidak akan mngembalikan barang-barang itu.

“Assalamu’laikum.” Ucap Rindu lalu pergi membawa barang-barang itu. Hatinya sakit. Tapi ia harus kuat.

Paku yang bengkok tak akan selalu dipukul. Hanya paku yang luruslah yang akan selalu dipukul untuk menjadi lebih dalam. Itulah kehidupan. Orang yang berjalan bengkok tak sama dengan orang yang berjalan lurus.

Bragg... “Aanjing Loe Rindu.” Umpatnya sambil mengobrak abrik semua barang dikamarnya. Ia sangat kesal akan semua tindakan Rindu. Sedangkan Meme memaki-maki Rindu tanpa henti.

Sedangkan Rindu memilih memesan taksi. Jika ia naik ojol, barang-barangnya nanti ditaro dimana, jika naik angkot ia tak kuat.

Saat ia telah sampai dipanti yang dimaksud Umi Ira. Ia menatap rumah panti itu sesaat. Ia melihat semua barangnya. “Maafin aku Yaallah. Bukannya aku mau ngasih barang haram.!. tapi ini akan bermamfaat untuk orang lain .” Gumamnya sedih. Ia memantapkan hati untuk memasuki Panti.”Assalamu’alaikum.” Ucap Rindu lembut.

“Waalaikum salam...” Sahut seseorang dari dalam. Ia menatap Rindu. “Cari siapa neng?” Tanyanya.

“Saya cari Umi Ira buk.” jawab Rindu sopan.

“Bentar ya. Saya panggilin.” Ucapnya lalu meninggalkan Rindu sendirian. Ia menatap sekeliling, panti ini sangat sederhana dan cukup kecil. Pelapon rumah itu sudah banyak yang rembes sudah dipastikan jika hujan akan tembus. Tapi suara seseorang mengejutkannya” Hay Rindu. Kamu udah dateng.” Ucapnya.

Rindu tersenyum . “Iya buk. Kepagian ya?” Tanya Rindu sopan. Ia mencium tangan Umi Ira.

“ Enggak kok. Ayok masuk.” Jawabnya sambil merangkul Rindu.

“Bentar bu.” jawab Rindu sambil mengambil barang-barangnya.

“Itu apa Rindu?” Tanya Umi Ira heran.

“Ini buat adik-adik panti bu. Boleh nggak Rindu kasih sama mereka.” Jawab Rindu sambil tersenyum. Umi Ira tersenyum haru menatap Rindu. Ia tak menyangka jika Rindu adalah orang yang baik.

Ia menganggukan kepalanya. “Boleh. Mereka lagi belajar ditaman belakang. Ayo ikut Umi.” Jawabnya.

Rindu megikuti langkah Umi Ira.. tak jauh dari ruang depan. tak mengambil waktu begitu banyak ia sampai ditaman. Ada banyak Anak-anak disana yang lagu fokus belajar. Tatapan mereka teralih kepada kedatangan Rindu dan Umi Ira.

“Pagi anak-anak. Ini kalian ingetkan sama kak Rindu?” Tanya Umi Ira dengan semangat.

“Ingat Umi.” Jawab Mereka serentak.

1
nana
bisa bikin kebawa suasana keren
nana
padahal udah ke 2x nya baca ni nover pertama baca 2021 lalu sekarang baca ulang lagi tetep aja mewekkk....huaa.....😭😭
NO NAME
tor d lanjutin lagi donk tentang cerita kek gini nuansa islami tapi pemerannya rindu juga kek sama bang rey..hehehe..aku suka ceritanya yang banyak mengandung positiv vibesnya. keren
Bunda Fariz
Luar biasaas
ibeth wati
kenapa rindu tak mau menjelaskan apa pun agar tak ada kesalahpahaman
ibeth wati
makin kesini makin nyesek bacanya pingin g lanjut tp kok penasaran
ibeth wati
temen laknat kek mereka ini mereka yg enak" nyalahin rindu ..g respect sama teman kek gitu
Reader
keren gess ceritanya
Sutrisni Sutrisno
semangat berkarya 🦾
tapi saat ngetik tulisan yg pake bhs arab,tolong diperhatikan lg.
karna 1 huruf yg salah ketik bisa beda maknanya
Serenarara: Ubur-ubur makan sayur lodeh
Minum sirup campur selasih
Coba baca novel Poppen deh
Dah gitu aja, terimakasih /Joyful/
total 1 replies
Fayulan Fayulan
sdh ku baca 2 tahun yang lalu,, tapi kangen pengen baca lagi. ..
نور✨
Luar biasa
safira
wah..enaknya klu rindu itu nyata..bisa temanan..bagus bangat dapat teman soleha..panutan yg bagus bangat/Drool/
safira
bagus bangat thor..terbaik
safira
aamiin ya robbalalamin
safira
saya dukung dokter rey..klu habib blom nikah aja gk ada kepercayaan apa lagi klu udh nikah..emang gk ada aman²nya..
safira
menyetil hati bangat thor..baru kali ini baca novel cam nyata..menguras air mata..sampe ingat dosa sendiri aja..terbaik thor..
safira
Subhanallah../Sob/
safira
bagus bangat thor..banyak bawang..dan banyak pengajaran..rasa kecil diri..dengan perjuangan rindu..betul keren bangat..terbaik thor😍👍
Arya Mada
sumpah Thor,di bab² ini aku mewek trus,minta rindunya di bikin sehat aja boleh ga thor/Sob//Sob//Sob/
Arya Mada
dokter key aja deh Thor ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!