NovelToon NovelToon
BERBAGI SUAMI

BERBAGI SUAMI

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Balas Dendam / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Yudhi Nita

Tahun kelima pernikahannya, Renata dan Haris belum juga dikaruniai seorang anak. Betapa sedih saat mertua menyalahkan Renata karena dia tak bisa mengandung, apalagi melahirkan seorang cucu untuknya.

Hati Renata merana saat mertua menyuruh Haris, suaminya, untuk menikah lagi dengan pilihan sang mertua demi mendapatkan seorang cucu.

Tak disangka Haris goyah juga menghadapi desakan orang tuanya hingga dia menikahi wanita pilihan ibunya.

Namun, di saat keputusan perceraian, hal yang tak disangka, Renata yang selalu dihina oleh mertuanya karena miskin dan merupakan anak yatim piatu, ternyata mendapatkan warisan yang begitu banyak!

Bagaimanakah penyesalan Haris? Bagaimana pula Renata bisa membalas semua perlakuan mertua dan suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yudhi Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEDATANGAN TIGA PRIA LAGI

Dalam keterpurukannya, Renata menjalani hari-hari dengan mencoba pasrah dan ikhlas. Sepertinya tak mungkin juga mencoba meminta kembali Haris yang dulu dia cintai untuk kembali bersama. Pria itu sudah dibutakan oleh nafsu duniawinya. Renata menimbang perkataan Bu Dian. Perlahan dia melepaskan segala yang selama ini dia rasakan.

"Oke, Mas Haris. Kamu memang tak benar-benar tulus padaku. Jika ini jalan yang terbaik, aku pasrah."

Setiap hari Renata berdoa pada Tuhan, hingga sebuah ketukan pintu membuatnya kaget, sekali lagi ketukan pintu yang keras dan khas pasti tiga pria itu yang datang.

"Selamat pagi, Nona Renata."

Benar saja, pria yang datang satu minggu yang lalu kini kembali lagi, berdiri di depan rumah. Kali ini ketiganya membungkuk dengan sopan.

"I-iya, ada apa lagi, ya?" tanya Renata pada ketiganya. Sejujurnya dia takut akan kedatangan ketiga pria itu. Dia tak berharap hidupnya akan dicampuri oleh urusan yang rumit. Sudah hidupnya terlalu menyedihkan, ditambah dengan urusan yang ribet. Ini menyangkut apa, dia pun tak mengerti sampai detik ini.

"Maaf, boleh kami masuk, Nona?" tanya pria itu.

"I-iya, deh. Boleh."

Terpaksa, Renata membuka lebar-lebar pintu depan agar jika terjadi sesuatu, dia bisa berteriak hingga para tetangga akan mendengar teriakannya dan langsung berdatangan. .

"Tapi maaf, bisanya duduk di karpet, Tuan-tuan."

Ketiganya menurut dengan patuh duduk di atas karpet. Duduk bersila seperti sangat merasa nyaman.

"Jangan panggil kami 'Tuan', Nona. Kami hanyalah suruhan dari Tuan Ashraf Ghassan, putra kedua dari Tuan Besar Dihyat Ghassan yang meninggal satu bulan yang lalu. Saya adalah Ammar."

Renata menautkan kedua alisnya, mendengar nama-nama asing yang tak familiar di telinga. Dia mulai bersandar ke tembok, merasa itu adalah penipuan. Namun begitu, dia tetap mendengarkan dengan baik-baik hingga semua selesai disampaikan.

"Begini, Nona. Anda pasti bingung dan mungkin mengira kami ini adalah penipu, tapi tunggu sampai kami menjelaskan semua perintah yang akan kami sampaikan beserta bukti-bukti yang nyata pada Anda."

Pria bernama Ammar itu mengeluarkan sejumlah foto dan menunjukkan pada Renata.

"Ini Tuan Besar Dihyat Ghassan, ini istrinya, Nyonya Besar Elmeera Ghassan, dan ini tiga anak mereka. Dari yang pertama sampai yang ketiga, mereka adalah Tuan Muda Elaf Ghassan, Tuan Muda Ashraf Ghassan, dan yang terakhir adalah Nona Muda Behnaz Ghassan."

Ammar kemudian membuka lembaran selanjutnya. Seorang wanita dengan bayi di gendongannya. Wanita yang sepertinya memakai baju asisten rumah tangga. Renata mengerutkan dahi saat melihat gambar bayi itu. Sepertinya ....

"Ini adalah Nyonya Narni dulu dia bekerja di keluarga Ghassan sampai Tuan Besar melakukan sebuah kesalahan, hingga Nyonya Narni melahirkan seorang bayi, yaitu ... Anda. Nyonya Narni sudah meninggal saat kami cari di negara ini, Nona. Kemudian, sebuah surat menyatakan bahwa dia menitipkan bayinya di panti asuhan dan diberi nama Renata. Nah, untuk itu, sekarang kami di sini menemukan Anda."

Renata terkesiap mendengar semua itu. Tangan dan kakinya terasa dingin, keringat dingin pun keluar saat mendengar semua hal yang disampaikan oleh Ammar. Namun, dia tak bisa mengeluarkan kalimat sedikitpun. Lidahnya serasa kelu mendengar kenyataan itu. Dia tak pernah merasa memiliki sebuah keluarga dan pernah sekali merasa kesepian. Renata kecil berpikiran, kenapa anak-anak seusianya di sekolah memiliki keluarga utuh, sedangkan dia tidak? Apakah dia lahir dari pohon? Hingga dewasa ini, dia sampai bosan menanyakan hal itu pada ibu kepala panti. Pada kenyataannya, ternyata beginilah kisah hidupnya.

"Mungkin Nona Renata baru kali ini mendengar kenyataan. Inilah foto-foto kalian. Nyonya Besar itu bukanlah orang yang kejam, mengusir Nyonya Narni dari rumah, tapi Nyonya Narni sendiri yang malu karena kebaikan Nyonya Besar, maka dia memilih untuk pergi dari negara mereka. Dia memilih pulang ke negara ini membawa bayinya pulang. Waktu itu beliau pergi tanpa pamit, dan maaf Nona ... seperti yang kami dapatkan informasi tentang Nyonya Narni, beliau meninggal karena bunuh diri," sesal Ammar menjelaskan semua yang terjadi.

Kedua mata Renata berkaca-kaca, matanya menghangat rasanya mendengar semua yang terjadi di masa lampau. Setragis itu kisah hidup ibunya. Mengakhiri hidupnya dengan sia-sia karena sebuah kesalahan. Renata menangis terisak. Sungguh, dia tak mengetahui hal ini jika ketiga orang itu tak mendatanginya.

Ammar membiarkan Renata mengungkapkan rasa kalutnya. Membuka-buka foto yang ada di depannya, yang masih terjaga bersih dan jelas. Wanita berambut lurus dengan gaya zaman dahulu, cantik dan lembut. Pantas saja Tuan Besar terpesona pada ibunya. Dan dia yakin, ibunya bukan penggoda karena rasa bersalahnya begitu besar setelah melahirkan Renata.

Setelah Renata mengusap air mata tanpa bisa menanyakan apapun, dia meletakkan lagi album foto itu ke depannya. Tak kuat rasanya melihat foto-foto itu. Kalau dihitung-hitung, usianya lebih muda daripada Nona muda Ghassan, yaitu Nona Muda Behnaz Ghassan. Jadi mungkin ibunya hamil saat semua anak sudah bersekolah.

Renata menarik napas panjang lalu mengembuskannya dan berkonsentrasi untuk mendengar kenyataan baru lagi yang mungkin akan disampaikan oleh Ammar.

"Lalu, sesuai dengan surat wasiat yang ditinggalkan oleh Tuan Besar Dihyat Ghassan, harta warisan yang dia tinggalkan berupa delapan kilang minyak di negaranya, sepuluh perusahaan kain, lima toko kain serta emas batangan dan uang yang beliau simpan di bank sudah dibagi-bagi sesuai dengan ketentuan menurut agama dan hak waris."

"Di dalam surat warisan, karena Anda merupakan keturunan Tuan Besar Dihyat Ghassan, maka almarhum Tuan Besar dan keluarga tak ingin menahan hak Anda. Jadi, sesuai dengan surat wasiat akan saya bacakan perihal ini, tapi sebelumnya mohon maaf, Nona. Anda tak bisa menuntut banyak karena kami hanya menyampaikan warisan yang akan Anda terima sejumlah seratus miliar rupiah jika ditukar mata uang serta dua toko kain yang akan dipindahkan di negara ini," ujar Ammar membuka lembaran-lembaran surat wasiat dan berkas-berkas persetujuan yang dipegang oleh dua pria di belakangnya.

"S-Se ... Seratus miliar rupiah? Du-dua toko kain?"

Sontak kedua tangan dan kaki Renata tiba-tiba dingin. Dia menggelengkan kepala, tak percaya. Selama ini dia tak memiliki keberuntungan sebanyak itu. Pandangan Renata buram seketika. Kepalanya pusing dengan angka-angka serta tanda tangan semua pihak keluarga Ghassan yang ditunjukkan oleh Ammar padanya. Dan tiba-tiba semuanya menjadi gelap seketika.

"Nona! Nona Renata!" Teriak Ammar.

"Saya yang dipercaya oleh Tuan Muda Ashraf untuk menjalankan toko Anda, Nona jangan kuatir!" ujar Ammar cemas menggoyangkan tubuh wanita itu.

Ammar menengok pada kedua pria yang hanya diam di belakang.

"Cepat kalian bawa Nona ke kamarnya, aku akan memanggil dokter pribadi!" teriak Ammar cemas pada kedua pria di belakangnya.

"Iya, Tuan Ammar," sahut kedua pria itu lalu menggotong Renata ke dalam kamarnya yang sederhana, bahkan kamar dua bodyguard itu jauh lebih baik daripada kamar itu.

1
Soraya
gelinya ada keselnya juga ada ema sama anak sm sama epleng
Soraya
Luar biasa
Soraya
haris sama ibunya dikasih nafkah uang lendir sama Melia
Soraya
motor bututmu kmu haris
Soraya
Ooo baru tau tujuan Melia nikah sama Haris
Soraya
ketawa ngakak aku haris blg Melia pembuka rezeki nya gak nyadar kalo udah diporotin Melia
Soraya
yang di arep Melia apa dri Haris ky kgk kendaraan aja cuma motor butut dh gitu suami orang lgi klo mau mau jadi pelakor jgn nanggung cari yang konglomerat Melia
Soraya
si Melia katanya cantik banyak pria yang tertarik tp kok mau jd pelakor anehh
Soraya
Susi nyuruh suami orang selingkuh dia gak takut nanti klo suaminya selingkuh juga
Soraya
mampir thor
Anisah
Luar biasa
Puji Rahayu
rampungkn crita ni dulu..br lnjt kesana thor...
Adiba Shakila Atmarini
critax bgus.suka bngt.sukss sllu dngan kryax.d tnggu nvel brikutx.dngn kisah yg tdak kalah sru lgi💖💖💖💪💪👍👍👍
elsya
bagus
Richard
Susi mulutnya kaya yang minta di ulek..
Rere
semoga makin sukses kami menunggu ahirnya
yore_offical
cerita nya banyak mengandung hikmah..tulisan nya sederhana dan tidak bertele tele sehingga mudah di pahami
Elzahra
Cobaan rumah tangga memang lebih sensitif urusan keturunan
Tp d liat dr sifat haris emang kayak nya lemah gampang tergoda
Azaidane Azaidane
bayak pelajaran yg bisa di ambil dari cerita ini..
tak boleh sombong
jangan julid
jangan berprasangka buruk
jika tuhan sudah berkehendak... maka terjadilah..
terima kasih otor.. cerita y nano nano
Warsini Handini
Bagus ceritanya thor...sangat detil dlm menyampaikan keadaan, perasaan sehingga pembaca ikut membayangkannya...terimakasih dan tetap semangat 👍👍👍👍💪😍
Yudhi Nita: Makasih Kakak 😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!