Pelakor adalah korban bukan salah dia mencintai lelaki yang sudah memiliki seorang istri tapi karena sebuah perasaan yang mempermainkannya.
Untuk menyelamatkan nyawa sang nenek, Vivian Cambriella terpaksa menikah dengan lelaki tampan yang tak lain adalah seorang CEO , atasannya sendiri.
Setelah dua tahun menikah Ia baru mengetahui suaminya telah memiliki seoarang istri.
Alasan Keanu mau menikah dengan Vivian adalah untuk menyewa rahimnya , supaya Ia memberikannya seorang anak.
Bagaimana nasib Vivian ?
Akankah Ia mendapatkan cinta dan kebahahiaan dari suami yang telah membohonginya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mora Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29 : TIPU MUSLIHAT
...TIPU MUSLIHAT...
...DUDUK BERSAMA SEMILIR ANGIN...
...YANG DINGIN KU...
...NIKMATI SENJA BERTABRAKAN DENGAN RINDU...
...----------------...
Wanda duduk di toko kue, matanya fokus melihat seorang ibu yang sedang bermain dengan anaknya.
" Seandainya, di dalam sini beneran ada bayi " Gumam Wanda sambil mengusap perutnya yang berisi bantal.
" Maaf mba, aku telat " Seru Vivian.
" Gak kok, aku juga baru datang ! kamu mau pesan, apa ? " Tanya Wanda menyerahkan daftar menu kepada Vivian.
" Hmmm...yang ini aja, deh " Ucap Vivian menunjukan gambar kue tiramisu.
Wanda memanggil pelayan, memesan dua potong kue tiramisu, di tambah dengan satu juice jeruk, dan satu ice cappucino.
" Kamu, apa kabar ? " Seru Wanda memulai obrolan.
" Baik ! Mba, juga apa kabar ? " Vivian balik bertanya.
" Baik, tapi keadaan di rumah..... " Kata Wanda sambil menundukkan kepalanya.
" Kenapa, Mba ? " Tanya Vivian penasaran.
" Semenjak kamu menghilang, rumah jadi sepi. Dan Mas Keanu, jadi lebih murung. " Seru Wanda mengatakan yang sebenarnya.
" Apalagi, kamu pergi begitu saja ! " Wanda menunjukan wajah yang murung.
" Aku minta maaf, kalau membuat kalian semua khawatir. " Ucap Vivian sambil menjentikkan jarinya.
" Kalau kamu merasa bersalah, ayo ikut pulang denganku " Ajak Wanda sambil menggenggam tangan Vivian.
Vivian mau mengatakan sesuatu, tapi di sela oleh pelayan, " Selamat menikmati " Ucap Pelayan sambil meletakan kue dan minuman di atas meja.
" Kamu gak perlu menjawabnya, sekarang. aku akan menunggu. " Seru Wanda memberi waktu untuk Vivian.
" Terima kasih, Mba " Jawab Vivian sambil memakan habis kuenya.
Wanda dan Vivian mengobrol santai, tidak membicarakan Keanu maupun rumah. Mereka tampak akrab seperti sepasang sahabat yang melepas rindu.
" Ya....ampun udah sore, aja. " Pekik Wanda melihat jam di pergelangan tangannya.
" Iya...ya gak berasa " Ucap Vivian.
" Habis ini, kamu mau kemana ? " Tanya Wanda sambil mengambil buku rekening dari dalam tasnya.
Vivian menghabiskan sisa kue yang ada di piring, sambil berseru," Gak kemana-mana, langsung pulang. "
" Oh.....gitu. Ini buat, kamu " Wanda menyerahkan buku rekening kepada Vivian.
" Apa ini, Mba ? " Tanya Vivian sambil mengerutkan keningnya.
" Buku tabungan, aku sengaja memberikannya untuk kamu " Seru Wanda.
" Tapi buat, apa ? " Vivian semakin tidak mengerti.
" Kamu kan sebentar lagi lahiran, pasti membutuhkan banyak biaya. "
" Tapi...." Ucap Vivian ngomongannya di potong oleh Wanda.
" Tolong, jangan menolaknya. Anggap saja ini hadiah untuk anakku, bayi ini masih menganggap aku, ibunya kan ? " Kata Wanda setengah memohon.
" Please" Wanda masih tidak menyerah.
Mau tidak mau, Vivian terpaksa menerima buku rekening itu, meski sebenarnya Ia tidak mau menerimanya.
" Terima kasih, Vi " Ucap Wanda sambil tersenyum.
...♤♤♤♤♤♤...
Vivian pulang ke kontrakannya, rumahnya yang sekarang sangat kecil, bahkan masih lebih besar kamarnya yang dulu, kediaman keluarga Hudson, namun biarpun ruangannya kecil, Vivian sangat nyaman tinggal di sini.
Di sini, Vivian dapat bernapas dengan lega, tidak perlu merasakan sesak setiap kali melihat kemesraan Wanda dengan Keanu.
Bruukk....
Vivian merebahkan tubuhnya ke atas busa kasur, kasur yang Ia beli dengan jerih payahnya di toko bunga, biarpun tidak empuk seperti kasurnya yang dulu, tapi Vivian bisa tidur dengan lelap, tidak ada lagi mimpi buruk yang menghantuinya.
Aku memegang erat buku tabungan, lalu melemparnya ke arah pintu.
" Huft " Vivian membuang napas panjang.
" Aku memang kekurangan uang, tapi aku tidak membutuhkan uang dari keluarga Hudson. " Gumam Vivian sambil memejamkan kedua matanya.
" Anakku, jangan takut, Ibu akan melindungi, kamu " Ucap Vivian sebelum Ia terlelap dari mimpinya.
...♤♤♤♤♤♤...
" Pagi-pagi kok udah melamun, Vi " Tanya Radit
Setiap pagi, Radit selalu membawakan sarapan untuk Vivian. Sahabatnya akan meluangkan waktu untuk mengurus Vivian.
" Kemarin, aku bertemu dengan Wanda " Seru Vivian, Ia sudah berjanji kepada sahabatnya tidak akan merahasiakan apapun dari Radit.
" Dia bicara, apa ? " Tanya Radit antusias.
Vivian mau menceritakan tentang pertemuannya dengan Wanda, tapi pemilik toko bunga keburu datang, pembicaraan mereka pun terhenti.
" Kamu sudah seperti suaminya saja, dit. Setiap pagi selalu datang kemari "
" Hari ini, bawa apa ? " Tanya Ibu bos sambil melihat bekal yang di buatkan oleh Radit.
" Nasi goreng pake cinta, Bu " Jawab Radit setengah bercanda.
" Haaahahah.....mana ada pake cinta, yang ada tuh pake telor, ayam goreng atau pake petai " Seru Ibu sambil ketawa ngakak.
" Kesannya biar lebih romantis, gitu lho " Jawab Radit ngeles.
Ibu pemilik toko cuma senyam senyum melihat tingkah Radit yang pecicilan.
" Dit sudah jam delapan, nanti kamu telat, lho " Ucap Vivian melihat jam di dinding.
" Oia....ya udah kalau gitu, aku berangkat dulu "
Radit berpamitan kepada Vivian dan Ibu pemilik toko bunga, tidak lupa Radit mengecup kening Vivian.
Sepeninggal Radit, Ibu langsung memberikan nasihat kepada Vivian.
" Mau sampai kapan, kamu mengantungi perasaannya ? Radit adalah pemuda yang sangat baik, dan tulus mencintai kamu" Kata Ibu pemilik toko bunga tidak pernah bosan mengatakan kalimat seperti itu.
Aku diam sejenak, sambil menatap makanan yang di buatkan oleh Radit. Mungkin aku adalah wanita yang kejam mempermainkan perasaan Radit, tapi aku belum bisa menghapus perasaan ku kepada Keanu, meski Ia sudah menyakitiku berulangkali tapi perasaan itu masih tetap ada.
" Pikirkan baik-baik, apa yang aku katakan. Bukalah sedikit hatimu, untuk dia." Kata Ibu pemilik toko bunga sambil menepuk pundak Vivian.
...♤♤♤♤♤♤...
" Selamat pagi, semua " Ucap Wanda dengan wajah yang ceria.
" Mba ceria amat, ada hal yang menarik ya ? " Seru Aldi penasaran.
" Iya, tau aja kamu " Jawab Wanda menyungging senyum di bibirnya.
" Apa, mba ? " Tanya Aldi sekali lagi, jika kepo'nya meronta-ronta.
" Ada deh " Kata Wanda, Wanda tidak mungkin memberitahu pertemuannya dengan Vivian, yang ada rencananya bisa gagal.
" Hari ini, temani aku belanja, ya " Pinta Wanda sambil menggenggam tangan Keanu.
Keanu menganggukkan kepalanya tanpa menoleh sedikitpun.
" Kamu harus hati-hati, jangan pecicilan " Seru Mama memperingati menantunya yang tengah hamil besar.
" Siap, Bu bos " Jawab Wanda sambil memberi hormat kepada Ibu mertuanya.
Wanda akan mengajak Keanu untuk membeli perlengkapan bayi, tapi bukan untuk bayi yang ada di dalam kandungannya melainkan yang ada di dalam perut Vivian.
Di dalam hatinya Wanda berkali-kali tersenyum lebar, membayangkan betapa serunya mempermainkan perasaan Vivian dan Keanu.
" Ini baru permulaan, kalian tunggu saja, Apa yang akan kalian hadapi " Gumam Wanda di dalam hatinya sambil mengigit sepotong roti tawar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yuk baca terus, dan jangan sampai ketinggalan 😁😁
Tunggu di chapter selanjutnya 😉
TERIMA KASIH sudah membaca novel dari seorang yang amatir ini , semoga dapat menghibur dan menyenangkan kalian.
Jangan lupa dukung aku, seperti like , vote , dan share ato mau nampol pake bunga ****** juga boleh 😁😄😂🥰😍😍🤩