NovelToon NovelToon
Melahirkan Di Rumah Mertua

Melahirkan Di Rumah Mertua

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:605.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Evi Listriani

Tulisan saya ini pernah dimuat di KBM dengan pembaca lebih dari empat belas ribu orang. Kisah tentang perempuan yang melahirkan di rumah mertua dengan segala suka dukanya.

Konfliknya menarik, dikemas dengan bahasa yang baik dan visualisasi mendalam sehingga pembaca seolah-olah masuk dalam cerita dan merasakan emosi tokoh dalam cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evi Listriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Endometriosis

#Melahirkan_di_Rumah_Mertua

#Part_29

Endometriosis, kelainan berupa jaringan yang seharusnya berada di dalam rahim, tumbuh di luar rahim. Selayaknya endometeium, akan menebal pada siklus dihasilkannya sel telur. Jika pada kondisi normal, lapisan ini akan luruh dan keluar sebagai darah haid, pada endometriosis ini darah akan terperangkap atau berbalik arah sehingga menyebabkan sakit yang luar biasa. Dan penderita endometriosis ini umumnya akan sulit mendapatkan keturunan atau mandul.

Penjelasan tentang endometriosis aku peroleh dari dokter, saat aku mengantar Puji berobat dulu. Puji adalah teman kostku saat SMA. Aku dan dia berasal dari desa dan bersekolah di sekolah favorit di kota kabupaten.

Dari gejala yang ditunjukan Ratih, kemungkinan besar penyakit Ratih sama seperti Puji, tapi itu baru dugaanku, aku harus mendengar langsung dari Ratih jika ingin tahu percis apa yang sedang dia derita.

Ini hari pertama Ratih tidak ikut sarapan bersama semenjak dia ada di rumah ini. Setelah Bang Rafi berangkat kerja, aku memberanikan diri melihat ke kamarnya.

Ratih masih tidur, tubuhnya ditutupi berlapis-lapis selimut.

"Masuk ...," ucapnya saat pintu yang kubuka mengeluarkan derit yang cukup keras.

"Mau aku bawain sarapan?"

"Air hangat ya, Ning," pintanya.

Aku segera beranjak untuk membawakan air dan beberapa potong buah melon.

Ratih duduk bersandar, dia merapikan rambut sebahunya yang kali ini tidak tertutup kerudung. Aku mengambil tempat duduk di sisi ranjang dan menyerahkan air hangat di tanganku pada Ratih sementara piring berisi melon aku siman di atas nakas.

Ratih meneguk air di dalam gelas dengan beberapa tegukan. Sesekali dia terlihat meringis.

"Masih sakit?"

"Sudah biasa, tiap datang bulan pasti begini. Nanti juga enakan," jawabnya.

"Mandi biar segar ya? Aku udah siapin air hangatnya."

Ratih mengangguk dan tersenyum.

Aku selalu diajari Mamah untuk membantu siapa saja yang membutuhkan bantuan. Apalagi jika ada salah satu anggota keluarga yang sakit, semua akan merawat dan melayani dengan sepenuh hati.

Aku terbiasa memijat Mamah atau Bapak saat mereka sakit, mengompres, mencuci bekas muntah, menyiapkan air untuk mandi dan menuruti apapun permintaan Si sakit. Tak ada rasa sungkan, canggung atau tidak enak hati. Saat sakit perasaan seseorang biasanya menjadi lebih sensitif. Aku tahu sedihnya merasakan sakit sendirian dan jauh dari keluarga, pedihnya lebih menyiksa daripada penyakit itu sendiri.

Aku menyibak selimut yang menutupi tubuh Ratih, dan membantunya pergi ke kamar mandi. Ada noda darah pada seprei yang ditinggalkan Ratih. Aku segera menarik dan membawanya ke tempat cucian, menggantinya dengan sprei baru dan mulai membersihkan kamar Ratih. Di saat seperti ini aku tak lagi peduli dengan siapa Ratih dan apa yang akan dia lakukan pada keluargaku. Yang aku tahu dia sedang sakit dan harus dibantu.

Ibu sudah pergi sejak pagi, dia akan mengurus kios juga menyelesaikan beberapa urusan dengan para pedagang baju yang mengambil barang dari konveksi Ratih. Ibu menitip pesan untuk disampaikan pada Ratih.

Pukul sepuluh, pekerjaan ekstraku hari ini, selesai. Aku mengisi waktu santaiku dengan menonton TV. Menggelar surpet dan membawa beberapa bantal. Merisa sedang bobo cantik. Tapi, demi kenyamanan lahir dan batinku aku membopong Marisa beserta kasurnya untuk dibaringkan juga di depan TV.

Lega sekali rasanya bisa meluruskan punggung setelah kerja rodi dari sebelum subuh tadi.

"Marisa ... cantik ...."

Aku melirik seseorang yang tengah berlutut di samping Marisa. Aku meletakkan remote TV dan bangun dari posisi tidurku.

"Sudah baikan? tanyaku. Ratih mengangguk. "Sudah minum obat, tadi," jelasnya.

Kami pun duduk bersisian sambil menonton tayangan TV yang rasanya tak menarik lagi.

"Aku mandul, Ning," ucap Ratih membuka percakapan. Sebenarnya aku tidak terkejut, Bang Rafi pernah menceritakannya tempo hari. Tapi, mendengarnya langsung dari Ratih, rasanya lain, getir suara ratih menyiratkan sesuatu yang begitu pedih.

"Dulu, aku sangat percaya diri. Cantik, seksi, cerdas, kaya raya. Aku yakin bisa mendapatkan lelaki yang ideal sesuai dengan keinginanku. Ternyata, aku salah." Ratih menghela napas berat. Aku mengecilkan volume TV agar bisa menyimak perkataan Ratih dengan lebih serius.

"Aku dibuang Ning. Mas Hanjaya membuangku setelah mendengar vonis dokter kalau aku tak bisa memberikannya keturunan."

Aku masih diam, hanya mengusap bahunya sebagai tanda bahwa aku peduli.

"Rasa sakit dan kecewa membawa aku lebih dekat pada Allah, dan memutuskan berhijab beberapa bulan yang lalu. Maaf aku mengganggu keluargamu," ucap Ratih sambil memegang tanganku.

Dia bercerita banyak tentang hubungan Tante Rum dengan Ibu Bang Rafi. Mereka meminta Ratih menikah dengan Bang Rafi untuk mengikat hubungan kekerabatan dan bisnis mereka, mereka berpikir Bang Rafi tidak akan mempermasalahakan kemandulan Ratih karena dia sudah memiliki anak dariku.

"Aku jahat ya, memaksa masuk dalam kehidupan kalian tanpa memikirkan perasaanmu?" lirih Ratih dengan suara getir.

"Aku sadar perasaan Rafi tidak lagi seperti dulu. Dia mencintaimu, karena kamu memang pantas dicintai." Ratih menggenggam tanganku lebih erat.

"Nanti sore aku akan pulang. Aku memang tak punya tempat di rumah ini," tandasnya.

Tidak ada satu kata pun yang bisa aku ucapkan. Hanya menatap Ratih penuh simpati dan kembali mengusap bahunya lembut. Lalu, kami larut pada tayangan di layar kaca dengan pikiran yang melayang entah ke mana.

Adakalanya kita tidak perlu bersusah payah menyelesaikan suatu masalah. Hanya perlu menjalankan kewajiban kita sebagai manusia dengan sebaik-baiknya. Selebihnya, biarlah semesta yang bekerja.

1
cookie_23
Heh abis lahiran makan nasi garam itu yang kau bilang makan, mending di rumah orang tua sendiri walaupun miskin pasti akan dicarikan untuk anak tercinta
Lilis Yuliningsih
Mengapa sih jadi ada selingkuh ? lebih baik sudah saja sampai disini buat keluarga mereka samawa karena Ning bisa membuat Rafi jadi lebih baik.... aur selingkuh ,aut pelakor🏃🏃🏃🏃
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ ⏤͟͟͞RAsthee
wah ini ga di lanjut lagi?
Olive Livi
Dih org di tumah lo juga malah makannya mi mulu, sehat lo.. buat apa kaya tapi pelit
Olive Livi
Amit amit ya allah, mertuanya minta di ruqyah
Adi Ty
uajsisi
Adi Ty
apap
Nova Hasibuan
lanjutannya mana
Nova Hasibuan
bagus
Nova Hasibuan
ok
SNF
tuhkan bpknya pasti tau apa yg lagi terjadi
Sri Wahyuni
ia emang repot klo ngikutin ortu jadul.
anakku sekarang lahiran aku bebasin makan segala macam yg bergizi.😁
Mawar
kok gak ada lanjutannya kak?
Indah Taa
sama persis yg aku alami, bahkan aku pipis/bab/mandi dibantu sama suami saja dimarahi ibu mertua.
sarapan jam 10, makan sore jam 3, setelah jam 5 sore udah gaboleh makan.
makan cuma boleh nasi + sayur rebus (hambar gak ada rasa sama sekali).
gak boleh tidur siang, pdhl mlm harus melek nemenin adik.
bb lgsg anjlok 13kg selama 40hari ikut mertua, mau pulang kerumah setelah 7 hari lahirnya dedek tidak boleh. harus nunggu 40hari.
40 hari yg menyiksa, setelah skrg dirumah aku paling anti kalau diajak kerumah mertua, gak mau lagi. kecuali kesana pagi terus sore pulang
Indra Fiantikara
haduuuu udah semangat2 bc gantung pas seru lagi,thor semangat up dong😊
elisabeth sembiring
seru kayaknya
Yati Bae
othoure orangjawa ya kok adat melahirkan sama kaya di kampungku sama persis klo habis lahiran duduk di awu anget bungkus daun
Retno Ayu Puspitasari
kelanjutan nya mana thor
Nelli Susilawati
lanjjoit kk
Sulastri
lanjut kan
N@t@ D€ ©o©o: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya

"Extraordinary Husband (Suami Yang Luar Biasa)"

thanks 🌸🌸🌸🍀🍀🍀🍀
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!