Kisah Amaira
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Air panas
"Maksud kamu apa hah!! Kamu yang menjadi dalang tapi mengkambing hitamkan orang" ucap Bu Rena dengan tatapan tajam
"Bukan gitu bu tapi tadi... "
"Kenapa? Mau berkelit? Besok bawa orang tua kalian kesini" ucap Bu Rena
"What!! Buat apa bu" tanya Angel
"Gak usah banyak tanya" ucap Bu Rena dengan sinis dan pergi
"Sial!! Kenapa jadi kita yang kena" ucap Angel kesal
"Lu sih jangan berurusan sama anggota geng Arian" ucap Yana
"Diem lu"
-
-
-
Amaira melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah dengan lesu
"Baru pulang" sentak Tara membuat Amaira terkejut
"Eh.. iya ma" ucap Amaira
"Bagus cepet beresin rumah kotor banget" ucap Tara sambil membaca majalah nya
Amaira menghela nafas panjang kemudian berjalan menuju kamar nya untuk mengganti baju seragam yang masih melekat di tubuhnya. Setelah mengganti pakaiannya Amaira turun ke lantai satu dan mulai menyapu seluruh isi ruangan rumah mewah itu
"Amaira bawain mama teh dong" teriak Tara
"Iya ma" Amaira melangkah menuju dapur dengan cepat dan membuat teh untuk mamanya
"Ini ma" ucap Amaira sembari meletakkan secangkir teh di meja yang ada di hadapan Tara
Tara melirik sekilas kemudian meletakkan majalah fashion di atas meja. Tangannya terulur mengambil cangkir teh itu dan meminum isi nya sedikit
Byurrr
"Apa apaan ini kamu gak kasih gula ya" ucap Tara kesal
"Maaf ma tapi gula udah habis" ucap Amaira lirih
"Huftt ambil dompet mama di kamar" ucap Tara dan menyilangkan kaki nya kembali membaca majalah kini dia beralih ke majalah bisnis
Amaira berjalan menuju tangga untuk ke kamar mama nya yang ada di lantai dua
"Wow Alexander William pengusaha muda yang sangat sukses di usia dua puluh tahun nya" ucap Tara membaca salah satu artikel yang ada di majalah bisnis dan memperhatikan dengan lamat lamat foto yang terpampang jelas disana
Amaira dengan perlahan membuka pintu kamar yang terbuat dari kayu besar dengan sedikit tenaga nya. Matanya menelisik ke seluruh sisi kamar kemudian berhenti pada satu titik saat melihat dompet Tara yang ada di meja
Kaki Amaira melangkah maju dan tangan nya terulur untuk mengambil dompet berwarna merah itu namun saat berbalik tanpa sengaja tubuh nya menyenggol vas mewah milik Tara
Pyarrr
Dentingan pecahan kaca dari vas itu sangat terdengar jelas hingga ke lantai bawah. Tara yang awalnya sibuk dengan majalah di tangannya seketika langsung berdiri dan melangkah menuju kamar nya
"Ada apa ini.... astaga vas bunga kesayangan aku... " pekik Tara kemudian menatap Amaira yang sudah ketakutan
"Dasar gak becus anak gak guna kamu" bentak Tara dan menarik tangan Amaira keluar dari kamar nya. Tara menyeret Amaira membuat Amaira yang kesulitan menyeimbangkan langkah kaki nya sedikit terguncang saat di tangga
Kaki nya yang perlahan membaik kini kembali sakit saat mendapat benturan keras di salah satu anak tangga.
"Maa pelan pelan ma" lirih Amaira namun tetap tak di dengar oleh Tara
Wanita berusia dua puluh sembilan tahun itu seolah tuli tanpa mau mendengar kan suara siapapun
Tara menyeret Amaira menuju dapur dan disana matanya menajam saat melihat sebuah air yang masih mendidih di dalam panci. Tara melihat Amaira dengan sinis kemudian memasukkan tangan kanan Amaira ke dalam air panas itu hingga membuat Amaira meringis kesakitan
Rasa sakit, perih dan panas menyeruak masuk ke dalam pori pori kulit nya dan kini kulit nya sudah melepuh.
"Ma sakit ma" ringis Amaira dan satu bulir air mata lolos dari pelupuk mata Amaira
"Aq minta maaf ma" ucap Amaira lagi berharap Tara akan melepaskan tangannya
"Maaf katamu... hah!! Maaf? Gak ada kata maaf untuk kamu" ucap Tara sambil menunjuk Amaira kemudian tangannya menarik tangan kiri Amaira dan memasukkan juga ke dalam air mendidih itu
Tara menyalakan kompor dengan api besar membuat air air itu kembali memanas
"Maaaa... aku mohon lepasin" mohon Amaira dengan derai air mata karena sudah tak tahan dengan rasa panas dan perih di tangannya
Lima menit setelah itu Tara baru melepaskan Amaira dan dengan segera gadis itu menarik tangannya yang sudah melepuh
"Itu hukuman buat kamu" ucap Tara sinis kemudian pergi
Bagus sekali ceritanya 👍
LIKE♥️♥️
Mampir di novelku ya
GADIS TIGA KARAKTER
aku mampir bawa bintang lima dan jempol buatmu