NovelToon NovelToon
Kau Rebut Kekasihku Ku Rebut Suamimu

Kau Rebut Kekasihku Ku Rebut Suamimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:91.6k
Nilai: 5
Nama Author: Veey

Kala cinta bersemi diantara aku dan dia, tak kan ada yang mampu memisahkan cinta kasih yang telah kami padu selama beberapa tahun belakangan ini. Suka dan duka kami lewati bersama, segala rasa yang ada dalam hubungan ini kami satukan dalam satu ikatan cinta yang abadi dihati masing masing dan tak semudah yang dibayangkan untuk terus mempertahankan rasa ini. Banyak hal cobaan dan rintangan yang harus kami lalui, suka duka tawa canda kepercayaan bahkan penghianatan yang terkadang muncul dalam sebuah keadaan. Jarak dan waktu bahkan tak mampu memisahkan cinta kita berdua. Saling menyakiti tapi selalu saling memaafkan satu sama lain, kami saling melengkapi kekurangan masing masing pasangan. Hujan badai yang kita lalui bersama akan kah tak ada artinya bagimu ? Ahhhh baguku berat untuk bisa melepaskanmu apalagi terlalu berat bagiku untuk melupakan semua kenangan dan kisah yanv telah terjadi di antara kita berdua.
Namun semua sirna, harapan itu mulai hilang dan memudar ketika dia sebagai orang ketiga datang dan meminta cinta kasihmu..mengemis cinta dan mengharapkan perhatianmu. Bahkan rela melakukan segala cara unyuk merebut dirimu dari sisiku.
“Ahh” sudahlah mingkin dirimu khilaf sayang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps 29

"Ayo buruan," ujar Aruni yang menoleh ke belakang.

"Iya sabar, gak sabaran sekali sih kamu," kata Alan.

Aruni yang terus saja berjalan sambil berteriak-teriak memanggil Bi Ijah yang mungkin saja di dalam kamarnya.

"Bibi, Bi Ijah dimana ?" Teriak Aruni

"Iya Non iya," saut si Bibi sembari bergegas menghampiri Aruni yang sedari tadi memanggil-manggil namanya.

"Oh iya Bi, aku minta tolong nanti pakaian Alan di keringkan ya. Soalnya kasihan sekali dia basah kuyup." Jelas Aruni.

"Iya Non, nanti Bibi keringkan." Jawab Bi Ijah.

"Iya, ya sudah kalau begitu Bi. Dan kamu Alan ayo ikut aku, ganti dulu pakaianmu dengan yang kering." Kata Aruni yang langsung saja menuju salah satu kamar tamu yang ada di rumahnya itu.

"Ah iya Bi, makasih ya saya permisi dulu." Ujar Alan secara sopan dan menuruti Aruni yang berjalan tanpa mempedulikannya tertinggal atau tidak.

"Sayang, kamu kenapa main tinggalin aku saja sih. Cepat sekali jalannya." Kata Alan sehingga membuat Aruni menengok ke belakang dan berhenti seketika.

"Maaf, tapi perasaan aku jalannya biasa saja deh. Sudahlah jangan manja, ayo buruan masuk." Kata Aruni yang sudah berada tepat di depan pintu kamar tamu yang dimaksudnya.

"Eh apa kamu mau kita di kamar ini berduaan ?" Tanya Alan.

"Gak apa-apa lah, jangan sok naif kamu. Kemarin saja ketika berduaan di kamar kamu juga gak kepikiran begitu olehmu. Lagian cuma ada aku dan Bibi hari ini, si Bapak lagi cuti." Jelas Aruni yang sudah membuka pintu kamar itu namun masih berdiri di depannya.

"Tapi aku gak enak sama Bi Ijah." Jawab Alan pelan sambil melihat kebelakang takutnya Bi Ijah mendengar pembicaraan mereka.

"Sudah tenang saja, ini rumahku bukan kampung mu ! Ayo mau masuk angin kamu ?" Kata Aruni dengan judesnya.

"Kamu ini kenapa sih, sensi amat dari tadi. Kalau gitu aku balik saja deh. Hujan-hujanan juga gak apa-apa deh daripada lihat kamu marah-marah gak jelas gini." Ancam Alan yang memang paling malas melihat sikap Aruni jika sedang marah, dan langsung berbalik arah ingin melangkah pergi.

"Eits mau kemana kamu?" Kata Aruni yang memegangi tangan Alan dan menahannya pergi.

"Ya balik lah," jawab Alan dengan nada yang datar.

"Apaan sih, kamu jangan gitu dong. Ya sudah maafin aku," bujuk Aruni agar Alan mengurungkan niatnya untuk pergi.

"Nah gitu dong, aku lebih suka kamu yang lemah lembut begini." Ujarnya sambil tersenyum.

"Iya, ayok masuk. Mandi air panas dulu biar kamu gak masuk angin dan ganti pakaianmu dengan pakaian yang kering." Ajak Aruni yang menuntun Alan masuk ke dalam kamar itu.

"Iya," Alan hanya bisa menuruti Aruni yang sedari tadi memegangi tangannya.

Setelah Alan dan Aruni masuk ke dalam kamar itu, Aruni segera menutup rapat-rapat pintu itu.

Sementara Alan yang masih takjub melihat kamar yang begitu mewah dan semua peralatan yang begitu mahal masih melihat dan memperhatikan secara detail.

"Wah bagus semua ya, seperti di hotel bintang lima saja. Tapi lebih deh kayaknya dari hotel bintang lima," ucap Alan yang membuat Aruni tersenyum sendiri.

"Apaan sih kamu, buruan mandi dulu. Itu di sana ada kamar mandi, terus nanti lepas semua pakaianmu dan aku akan kasih Bi Ijah." Kata Aruni sembari menunjukkan kamar mandinya.

"Iya Nyonya Alan," ucap Alan menuruti perintah Aruni.

Setelah masuk ke dalam kamar mandi pun Alan masih tidak menyangka ternyata rumah Aruni memang mewah sekali sampai peralatan yang ada di kamar mandi pun, berbanding terbalik sekali dengan rumah yang di tempati Alan bersama keluarganya yang tidak ada apa-apanya sama sekali.

Tok tok suara ketukan pintu kamar mandi yang membuat Alan kaget.

"Sudah di lepas apa belum ?" Teriak Aruni.

"Iya sabar, sebentar." Ucap Alan yang buru-buru melucuti semua pakaiannya.

Aruni yang masih menunggu Alan memberikan pakaiannya di depan pintu mulai melancarkan aksinya untuk mengolok-olok Alan, Meskipun hal ini terjadi hanya mereka berdua yang tahu.

"Ini," satu tangan Alan yang di ulurkan keluar dengan pintu yang terbuka sedikit pas dengan besarnya tangan Alan memberikan pakaian Alan yang akan di keringkan.

"Ini doang kok lama sekali, ya sudah kamu mandi saja dulu. Itu handuknya ada di sana kan, aku mau kasih ini dulu ke Bibi. Kamu aku tinggal sendiri gak apa-apa kan ? Gak takut kan ?" Tanya Aruni.

"Oke aku gak apa-apa, aku bis kok." Jawab Alan dari dalam kamar mandi.

Sementara Alan menikmati mandi dengan air panas dan bebas berendam di dalam sana, sementara Aruni keluar dari kamar dengan membawa pakaian Alan untuk di berikan pada Bibi agar segera di keringkan.

"Bi, ini pakaiannya tolong di keringkan sampai benar-benar kering ya." Ucap Aruni dan memberikan serangkaian pakaian pria pada sang Bibi.

"Iya Non," jawab Bibi dan segera mengambil pakaian yang di berikan oleh sang majikan.

"Oh iya Bi, minumannya sudah ada ?" Tanya Aruni yang menanyakan susu coklat panas dan teh hangat pesanannya tadi.

"Oh sudah, itu ada di atas meja serta ada cemilan juga buat mengisi perut." Jawab si Bibi menunjukkan tempatnya.

"Oh iya kalau gitu makasih ya Bi, aku keluar dulu." Kata Aruni sembari mengambil yang sudah di siapkan Bi Ijah di atas meja lengkap dengan nampannya.

Sementara Bi Ijah melakukan pekerjaannya dengan segera, Aruni membawa sendiri semuanya ke dalam kamar yang di tempati Alan tadi.

"Kamu sudah selesai ?" Tanya Aruni yang menghampiri Alan dari depan pintu kamar mandi.

"Iya sudah, ini lagi mengeringkan badan pakai handuk." Saut Alan dari dalam yang langsung membuka pintu kamar mandi.

"Buruan, nanti teh nya keburu dingin." Kata Aruni yang segera kembali ke meja dimana tadi di letakkan nya makanan serta minuman hangat.

"Iya," jawab Alan keluar yang hanya menggunakan handuk menutupi bagian bawah tubuhnya sementara bagian atas di biarkan terbuka.

Aruni yang merasa terkejut dan baru pertama kalinya melihat kekasihnya itu bertelanjang dada di hadapannya langsung, seketika terkesima dan menikmati pemandangan langka dan jarang sekali terjadi.

"Ya Tuhan, sangat mempesona sekali lelaki ku ini. Ah dia begitu sempurna di mataku, aku jadi ingin menikmati pemandangan seperti ini setiap harinya. Sampai kapan pun aku tak akan pernah bosan deh kayaknya, sungguh membuat aku bergairah." Ungkapan hati Aruni yang rasanya ingin berteriak dan melompat kegirangan memikirkan Alan, dan secara tak sadar Aruni menggigit bibirnya sendiri.

Aruni yang masih terkesima melihat Alan tak sadar bahwa tiba-tiba saja lelakinya itu sudah berada tepat di hadapannya dan membuatnya bangun dari lamunan indahnya.

"Hei sayang, kamu kenapa ?" Tanya Alan yang dari tadi memperhatikan Aruni menggigit bibirnya sendiri, dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Aruni yang sedang melamun kemudian menjentikkan jarinya di hadapan Aruni.

"Ah gak ada kok, kamu ini bikin kaget saja." Jawab Aruni yang tersipu malu karena ketahuan melamun ketika melihat Alan dalam ke adaan seperti itu.

Wajahnya mulai merona ketika di dekati oleh Alan dan agar tak terlalu tampak bertingkah bodoh, Aruni segera memalingkan wajahnya dari Alan.

1
Soraya
baru mampir thor duduk dl ya
꧁༒țąmąrą༒꧂
gk up lagi thor?
Bintang Oktaria Silalahi
kasihan x si ardi..tapi penasaran judulnya dengan ceritanya..tapi kasih clue napa..ne kebanyakan cerita alan2 saja
Amira Zahira
update lagiiiiiii
꧁༒țąmąrą༒꧂
fighting
꧁༒țąmąrą༒꧂
aruni yg salah kok malah ardi yg di bentak😓kan kasiaann,..😫
Apriliyanti
lanjut thor..
mkin seru..???
😊😊
꧁༒țąmąrą༒꧂
fighting😉
Dev
Makin lope2 author the best, ceritanya makin jempolan❤️👍🏿
Dev
Lanjut, makin kesini makin ok😘😘😍
Dev
Bikin greget say
Aa zigant
semangat Dek🥳🥳🥳
Apriliyanti
lanjut up nya tor..
aku slalu setia menunggu😊😊
ノ✧ κᥱγᥣα ✿⋌
hadir, semangat up
ノ✧ κᥱγᥣα ✿⋌
lanjut up
Susi Susanti
lanjut
Susi Susanti
seru bgt
Ande Pesik
ceritanya terlalu ber-tele2
ノ✧ κᥱγᥣα ✿⋌
lanjut dan semangat
ノ✧ κᥱγᥣα ✿⋌
3A hadir membawa paket lengkap, semangat terus berkarya 🖤 ditunggu jejaknya di 3A
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!