Ferya gadis cantik berambut hitam, bermata indah dengan tatapan teduhnya. Dia tumbuh menjadi gadis ceria penuh dengan senyum, untuk menutupi sebuah rahasia dan sifat aslinya.
Dia memiliki kekasih bernama Andrian yang memiliki dendam besar dibalik cinta palsunya. Untuk membuat Ferya hancur dua hari sebelum hari pernikahannya dia dijebak oleh adik dan kekasihnya sendiri,yang membuatnya menunjukan sifat aslinya yang dingin dan angkuh.
Suatu hari pertemuanya dengan seorang pria yang memaksanya membuka hati untuk menerima cinta tulusnya mengubah segalanya. Hingga sebuah tragedi kelam di masalalu terbongkar membuatnya pergi lalu kembali dengan penyesalan dan harapan akan sebuah cinta.
Mari ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anna Indriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sadar
Saat ini Rafey sudah berada diruang kerjanya bersama Fathan dan Dean.
"Dean katakan apa kau bertemu dengan Ferya dijalan menuju aparteme?" tanya Rafey dengan serius.
"Benar tuan," jawab nya lalu menceritakan kejadian itu.
flashback on
Saat ini Ferya sedang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh. Tetapi saat melewati jalan sepi dia dihadang sekumpulan preman yang membuatnya mengerem mendadak.
"Shit sialan mengganggu saja," gerutu Ferya langsung keluar dari mobil dengan tatapan tajamnya.
"Mau apa kalian ha," teriak Ferya yang sudah emosi.
"Wah ternyata dia sangat cantik, aku jadi tidak tega merampas mobilnya," ucap salah satu orang dengan senyum liciknya.
"Cih jangan banyak bicara, aku tidak punya waktu untuk meladeni kalian." ucap Ferya dengan malas.
"Sayang kemarilah kita bersenang-senang dulu," ucap orang yang lainnya.
"Cih jangan harap," ucapnya dengan emosi.
"Terlalu jual mahal," jawab orang itu dan menyuruh anak buahnya untuk membawa paksa Ferya.
'Shit membuang waktu saja,' batin Ferya. Sungguh saat ini dia sedang malas bertarung karena yang ada dipikirkannya saat ini hanyalah Raya.
Dengan malas dia melawan preman tersebut yang berjumlah 15 orang.
"Wah ternyata kau bisa beladiri, sangat menarik." ucap salah satu dari mereka.
"Tidak usah banyak bicara kau," bentak Ferya dengan emosi karena saat ini dia sangat buru-buru ke Mansion Farizqy.
Ferya berhasil mengalahkan 12 orang lainnya dan hanya tersisa 3 orang. Namun dia sudah terlalu lelah dan saat dia lengah tiba-tiba salah satu orang mengeluarkan pistolnya.
Bertepatan saat Dean dan para bawahannya sedang menuju Mansion dan melewati jalan yang sama.
"Tuan Dean lihatlah bukankah itu Nona Muda," ucap Ekram yang lebih dulu melihat Ferya.
"Iya benar kenapa dia ada jalan sepi seperti ini," jawab Dean yang terheran mengapa Ferya datang dari arah hutan.
"Tuan sepertinya nona kelelahan melawan mereka," sahut Jordan
"Iya ayo kita bantu," ucap Dean lalu menghentikan mobilnya dan turun dari mobil.
Saat preman itu menarik pelatuk nya dengan cepat Dean mendorong Ferya.
Dorrr.......
"Nona tidak apa-apa?" tanya Dean dengan khawatir.
Melihat Dean disana pun Ferya terkejut, 'Shit bagaimana dia disini, semoga dia tidak curiga padaku," batin Ferya sedikit khawatir.
"Nona anda tidak apa-apa?" tanya Dean lagi yang tak kunjung mendapatkan jawaban.
"Ahh iya aku tidak apa-apa," jawabnya dengan gugup.
Sedangkan saat ini Ekram, Jordan dan yang lainya sedang melawan ketiga preman itu menggunakan senjata.
"Nona sedang apa disini?" tanya Dean
"Aku mau pulang ke apartemen," jawabnya berbohong.
"Tetapi kenapa nona lewat sini? Memang nona dari mana?" tanya Dean lagi.
"Hmm apa yang kau lakukan disini?" tanya Ferya balik untuk mengalihkan perhatian.
"Saya mau kembali ke Mansion karena Nona Raya sedang dalam kondisi kritis saat ini," jawab Dean.
"Raya kritis kenapa?" tanyanya pura-pura terkejut.
"Nona Raya tertembak di lengannya namun peluru itu mengandung racun dan saat ini sedang kritis di Mansion," jelas Dean
"Aku harus segera kesana," ucap Ferya lalu segera masuk mobil dan menancapkan gas lagi menuju Mansion tanpa mempedulikan Dean dan yang lain.
flashback off
"Aneh sekali kenapa dia dijalan area hutan," gumam Rafey yang masih didengar Fathan dan Dean.
"Saya juga awalnya terkejut tuan saat melihat nona disana dan saat saya menanyakan kenapa nona bisa disana, nona langsung mengalihkan perhatian.," ucap Dean
"Ada yang perlu diselidiki ini," ucap Fathan yang sedari tadi hanya diam.
"Kau benar Fathan, pasti ada suatu rahasia besar dibalik kejadian ini." ucap Rafey
"Tuan apa perlu saya mulai penyelidikan sekarang?" tanya Dean.
"Ya lakukan penyelidikan sekarang. Tetapi kau lakukan dengan yang lain dulu, karena saya dan Fathan mau menemani Raya dulu." ucap Rafey dengan tegas.
"Baiklah tuan, saya akan melakukannya dengan baik." ucapnya lalu melangkahkan kakinya keluar untuk memulai penyelidikan.
Setelah Dean keluar, dia pun ikut keluar diikuti oleh Fathan menuju ruangan Raya dan disana sedang ada Ferya.
"Sayang kamu tidak istirahat?" tanya Rafey saat melihat Ferya memandang sendu kearah Raya.
"Aku ingin menemani Raya," jawabnya dengan singkat.
"Kakak ipar boleh aku tanya sesuatu," ucap Fathan.
"Iya katakan saja," jawabnya dengan malas.
"Sedang apa kakak ipar dijalan area hutan?" tanya Fathan dengan serius yang membuat Ferya mengalihkan pandangannya kepada Fathan dan Rafey.
"Aku hanya kebetulan lewat saja," jawabnya dengan santai namun di hatinya terdapat kekhawatiran.
"Kenapa kau lewat sana, dari mana kau?" tanya Rafey yang semakin membuat Ferya khawatir.
"Aku dari it-," ucapan Ferya terhenti saat melihat mata Raya terbuka.
"Raya," panggil Ferya dengan pelan.
Mendengar Ferya memanggil Raya membuat Rafey dan Fathan mengalihkan pandangannya kearah Raya.
"Raya kau sudah sadar," ucap Rafey dengan lembut sambil mengusap rambut Raya.
"Kau baik-baik saja sayang?" tanya Fathan dengan khawatir.
"Ak-u baik-baik saja," ucap Raya dengan terbata.
"Aku akan memanggil mamah dan papah dulu," ucap Ferya lalu melangkahkan kakinya keluar menuju kamar Arka.
'Huh sekarang aku bisa bernafas dengan lega lagi, beruntung Raya sadar jadi aku bisa menghindar dari pertanyaan Rafey,' ucap Ferya dalam hati.
masa iaya lansg judge pengkhianat aja... hanya karena satu adegan yang blm tentu adalah alami ... itu rekayasa okey ...