Ayana gadis cantik Abimayu group menerima pernikahan yang di ajukan oleh gaohan Hillatop putra Allzigra, namun dia meminta syarat Islam untuk lamarannya, perjalanan hidup bagai rollcoster karena perbedaan keyakinan, dilema dan kekejaman orang-orang dimasa lalu
karya orisinil dari saya Eva Tan "Hye Seung"
jadi jangan coba-coba menjiplak yaaa.bikin cerita nya nguras otak, maraton & luar biasa penuh perjuangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hye seung "eva", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tanpa harapan
Ayana mencoba menatap disekelilingnya, dia mencoba menelusuri tiap ruangan dimana sandi menyekapnya. Dia fikir ini seperti rumah yang mungkin letaknya di tengah hujan yang sangat jauh dari kota.
laki-laki itu memaksanya menggunakan gaun pengantin, mau tidak mau Ayana menuruti kemauan laki-laki itu.sejenak matanya menatap 2 orang pria masuk dari arah pintu depan, Seperti nya itu adalah bapak penghulu yang akan menikahkan mereka.
Ayana masih terus memperhatikan beberapa posisi di sekitarnya, mencoba mencari celah terbaik untuk bisa melesat pergi dari sana.
"Kamu tidak menyiapkan cincin pernikahan nya"
Ayana mencoba mengalihkan pembicaraan pada sandi, menatap laki-laki itu sambil mengembangkan senyuman nya semanis mungkin.
"Ah aku hampir lupa, kita harus menunggu sejenak sayang"
Sandi benar-benar terlihat nekat, menikahi Ayana tanpa basa-basi. dia baru tahu ada orang gila yang mengatasnamakan cinta padahal sebenarnya dia hanya terobsesi pada sesuatu yang di anggapnya begit menarik. Belum dia dapatkan maka kegilaan nya akan semakin bertambah. penyakit seperti itu benar-benar membutuhkan dokter khusus untuk menangani nya, jika terlambat bisa jadi mencelakai orang lain.
Dia bahkan tidak menyangka laki-laki tampan ini bisa berubah seperti ini, dulu sandi begitu manis dan baik, selalu menatap nya dengan pandangan lembut dan bicara penuh cinta, beberapa kali mereka pergi bersama Abang Hanif untuk ke beberapa kegiatan dan acara-acara.
Sifatnya mulai berubah ketika dia menyatakan perasaan nya pada Ayana dan ditolak olehnya secara halus, kemudian dia membuat sebuah lamaran melalui seorang kiai yang cukup terkenal, tapi Ayudia kembali menolak nya secara halus. Sejak saat itu semua di diri sandi berubah drastis, seakan-akan laki-laki itu mulai menampakkan sosok aslinya yang telah ditutupi nya selama ini.
Sandi ternyata seorang pecinta perempuan, dia seorang playboy kelas kakap, sangat pandai bermain dengan perempuan, bahkan Dyah sang sahabat karibnya bisa masuk terjerumus ke dalam pesona serta rayuan mautnya, sandi menjadi lebih garang dan gampang marah bahkan sangat pandai bersandiwara, laki-laki itu acapkali berkata kasar atau bahkan memaksa kemauan nya agar dituruti oleh siapa pun bagaimana caranya.
beberapa kali memaksakan diri Ayana untuk ikut dengan nya, membohongi sang papa dan mama soal dirinya, bahkan dengan gampang menghasut Abang Hanif termasuk soal Gao kemarin.
jelas saja sifat dan sikap sandi semakin lama membuat Ayana semakin takut pada nya.
"Cincinnya sudah datang, kita akan mulai acaranya"
bisik laki-laki itu pelan
Ayana menggangguk, sejurus kemudian tiba-tiba matanya menangkap sebuah celah.
"Kita akan memulai acaranya"
disana hanya ada Ayana, sandi, 2 pria berbadan tegap, pria yang adalah penghulu dan seorang lagi entah siapa.
Ayana tidak peduli lagi dengan apa yang di bicarakan sang penghulu, begitu semua tampak fokus pada ucapan sang penghulu, jelas saja Ayana secepat kilat berlari sekuat tenaga untuk melesat pergi dari sana menuju ke arah pintu keluar uang dia lihat tadi.
jelas saja sandi begitu murka, meminta semua orang mengejar Ayana dan harus mendapatkan nya bagaimana pun caranya
Ayana terus berlarian menyusuri jalanan hutan gelap yang entah akan membawanya kemana, nafas tersengal dengan kaki yang sudah mulai lecet dan terluka di mana-mana, menggunakan pakaian pengantin yang sangat menyesakkan, dia tidak lagi peduli dengan apa yang ada di belakang, terus berusaha lari dari sana mencoba mencari arah jalanan utama.
Dia pada akhirnya dapat menemukan sebuah Titik terang, dengan langkah terseok-seok, menahan air mata sejak tadi agar tidak tumpah, dengan nafas terus pecah tidak beraturan, pada akhirnya dia benar-benar melihat sebuah jalan utama entah menuju ke mana. dia terus berlari menyusuri jalanan aspal yang dia temui, mencoba mencari mobil siapa pun yang melintas di sana.
secercah harapan seakan datang, membuat Ayana cukup tersenyum senang saat sebua mobil melaju dari arah depan dengan kecepatan standar, Ayana mencoba terus maju untuk meminta bantuan, api seketika bola mata Ayana membulat saat tahu siapa yang ad didalam mobil tersebut
"Sandi"
dia tercekat, mencoba menelan salivanya beberapa saat