NovelToon NovelToon
KEMAMANG

KEMAMANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Fanfic / Supernatural / Contest / Spiritual / Barat
Popularitas:233.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: bung Kus

TOLONG TULISAN INI JANGAN DIBACA
SOALNYA MANGKRAK
YANG NULIS KEHABISAN IDE!
Dunia hanya memiliki satu daratan yang luas, terbagi atas 4 kerajaan. Kerajaan Lintang, Andesit, Bayu dan Beliung. Disetiap kerajaan memiliki pasukan dukun sakti untuk mencari batu sakti demi meraih kekayaan, kekuasaan, kejayaan dan menjadi kerajaan nomor satu di dunia.
Di kerajaan Lintang, para dukun sakti memperoleh penghidupan yang sangat berkecukupan. Sangat kontras dengan kehidupan rakyat jelata terutama daerah pinggiran yang mengalami kelaparan dan kemiskinan.
Kisah ini akan menceritakan perjalanan panjang seorang anak dari keluarga miskin bernama Aksara yang bercita cita menjadi dukun sakti nomor satu di dunia.
Ikuti kisah Aksara yang penuh perjuangan, intrik, peperangan, dan romansa . . .

Karya kedua dari Bung Kus
IG : bung_engkus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bung Kus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lady Pegri

Brruughhh . . .

Aksara ambrug ke tanah, nafasnya tersengal, tenaganya terkuras habis. Matahari sudah semakin tenggelam, menyisakan warna jingga kemerahan di langit. Seharian Aksara berlatih sendirian untuk menembakkan apinya sebagai serangan jarak jauh. Tiga hari ini Aksara memang berhasil membuat tembakan api, namun tembakan tersebut melesat tak lebih dari sepuluh meter dari tempatnya berdiri. Sementara target keberhasilannya adalah seratus meter.

"Sialan!," Aksara mengumpat, mengutuk dirinya sendiri.

Beberapa ruas jari Aksara terkelupas dan melepuh. Penggunaan api Kemamang yang terus menerus bukan hanya menguras tenaga, namun juga merusak dan melukai tubuh Aksara. Aksara dengan susah payah mencoba berdiri kembali.

"KEMAMANG!," Aksara kembali memanggil apinya.

Bwooosshhh

Api menyelubungi tangan Aksara, membuat semakin lebar luka bakar yang diderita. Aksara mengepalkan tangannya erat. Merendahkan kudu kudanya, bersiap dengan tinjunya. Dengan sekali sentakan Aksara melemparkan tinju apinya.

Jraassshhhh

Api meloncat menghantam tanah dengan jarak tak lebih dari dua puluh meter dari tempatnya berdiri. Aksara merasa jengkel dan kesal pada dirinya sendiri.

"Haaaaahhhhh," Aksara berteriak.

Jraasshh Jraasshhh Jraasshh Jraasshhhhh

Aksara menembakkan tinju apinya bertubi tubi. Semakin membabi buta semakin pendek jarak jangkauan tembakannya. Darah mudanya bergejolak, rasa tak sabaran menguasai hati Aksara. Aksara terus menerus menembakkan tinju apinya. Hingga akhirnya dia merasa pandangannya semakin kabur. Ada rasa mual di ulu hatinya.

Bruugghhh

Kali ini Aksara jatuh tersungkur mencium tanah. Pandangannya buram, kepalanya terasa pusing berputar putar, dan akhirnya Aksara tak sadarkan diri, pingsan kelelahan dan kehabisan energi.

Aksara merasa seperti tersedot dan dilemparkan ke suatu tempat.

Byyuuurrrr . . .

Aksara terjatuh ke dalam kolam. Kolam dengan empat pilar, tempat dimana dia bertemu dengan sosok kemamang untuk pertama kalinya. Namun kini ada yang berbeda, air kolam terasa lebih hangat dibandingkan yang dia rasakan sebelumnya

"Kenapa aku ada disini lagi?,":Aksara bergumam, bertanya pada dirinya sendiri.

Sebuah senyuman, atau lebih tepatnya seringai mengintip dari kejauhan. Dua taring tersembul dari bibir yang tak nampak wujudnya.

"Aku memperhatikanmu setiap saat setiap waktu dari tempat ini. Bocah lemah!," Sosok kemamang muncul dari salah satu pilar. Berjalan di atas air, mengakibatkan gelembung gelembung air mendidih di pijakannya.

Aksara mendongak, mencoba melihat lebih jelas wajah dari sosok kemamang. Namun, tetap saja Aksara tak bisa melihatnya, tertutup oleh bayangan salah satu pilar.

"Roh kedua kemamang, pinjamkan aku kekuatanmu lebih banyak lagi . . .," Aksara berteriak memberanikan diri.

"Hah? Jangan salah paham bocah! Aku bukan roh keduamu. . .ha ha ha ha. . .," Kemamang tertawa terbahak bahak.

"Tapi sepertinya menarik juga jika memberimu kekuatanku lebih banyak lagi. Kita lihat, apakah tubuhmu mampu menahan kekuatanku? Akan kuberikan setengah dari kekuatanku. Tapi jangan mati ya, hanya aku yang boleh membunuhmu suatu saat nanti . . .ha ha ha ha haa," kembali Kemamang tertawa terbahak bahak.

Bwooosshhhh

Tiba tiba saja api melingkari tubuh Aksara. Mengikat badan Aksara dengan erat, terasa sangat panas meskipun saat ini dia sedang berada di air.

Aarrrrgghhhhh

Aksara mengerang kesakitan dan saat mulutnya terbuka, api langsung masuk ke dalam mulut Aksara. Menjalar masuk melalui kerongkongan menuju perut Aksara. Sensasi terbakar di tenggorokan membuat Aksara terbelalak, terasa sakit yang luar biasa.

* * *

Puk Puk Puk Puk

Sebuah tepukan dari tangan yang halus menerpa pipi Aksara.

"Hey Bangun. Sudah hampir malam bocah. Kau mau tidur disini?," Lady Pegri menepuk nepuk membangunkan Aksara.

Lady Pegri seharian tadi hanya mondar mandir di pasar, mencari persediaan bahan makanan, tapi entah kenapa harga kebutuhan pokok terasa semakin mahal akhir akhir ini. Padahal Kerajaan Lintang terkenal sebagai Kerajaan permata hijau, bahan pangan melimpah, disebut kayu dan batu bisa ditanam. Tanah subur, iklim dan cuaca yang mendukung, namun nyatanya harga sayuran selangit.

Karena sudah menjelang malam Lady Pegri memutuskan kembali ke markas. Namun sebelum tidur Lady Pegri hendak minum minum sendirian lebih dulu, makanya dia pergi ke hutan belakang disaat senja seperti ini. Ternyata malah menemukan Aksara tak sadarkan diri.

"Waah, pingsan nih kayaknya," Lady Pegri bergumam.

Dilihatnya bekas tembakan tembakan api tercecer di tanah. Beberapa api kecil masih menyala disana.

"Oohh, kau sedang berlatih rupanya," Lady Pegri manggut manggut.

"Semangat yang bagus," Lady Pegri mengambil sebotol minuman dan menenggaknya. Kini, matahari benar benar telah menghilang dari ufuk Barat. Gelap semakin menguasai dunia, nyala api bekas tembakan Aksara berpendar memberikan penerangan.

"Sepertinya aku ingin memberimu sebuah hadiah bocah!," Lady Pegri tersenyum menatap Aksara yang masih belum siuman. Sebuah senyuman yang licik dan jahil.

Lady Pegri membungkuk, mendekatkan wajahnya pada Aksara. Semakin dekat Lady Pegri mencium aroma keringat dari tubuh Aksara.

"Hmmm, aroma keringat latihan, jantan sekali. . .," Lady Pegri bergumam sendiri. Wajahnya sedikit memerah karena mulai mabuk.

Sementara itu Aksara mulai tersadar dari pingsannya. Aroma harum wangi bercampur aroma alkohol menyeruak dan menusuk hidung Aksara. Saat mulai membuka mata, Aksara melihat wajah Lady Pegri begitu dekat dengannya dengan mata tertutup dan bibir merah merekah bersiap menciumnya. Aksara kaget, refleks langsung mencoba bangun. Hingga akhirnya dahi Aksara dan Lady Pegri beradu cukup kencang.

"Auuuchhh," Lady Pegri dan Aksara kompak mengaduh.

"Waahh, sudah bangun rupanya. Padahal mau aku kasih hadiah lhooo. . .," Lady Pegri tersenyum menggoda.

"Lady. . .an anda sedang mabuk," Aksara tergagap, wajahnya memerah, membayangkan dirinya dicium tante tante cantik nan seksi di hadapannya ini.

"Ha ha ha ha. . .kamu belum pernah berciuman ya bocah? Masih malu malu, . .," Lady Pegri menggoda Aksara.

"Hey apa yang kalian lakukan disini?!," Lyodra tiba tiba saja sudah berdiri di belakang Aksara. Kedua tangannya di pinggang, suaranya melengking, dan matanya melotot. Terlihat kemarahan sudah di ubun ubun.

"Aksara! Aku mencarimu kesana kemari karena sudah hampir malam, tak tahunya kau malah berduaan dengan tante ganjen satu ini!," Lyodra menumpahkan kekesalannya.

Memang sedari tadi Lyodra mencari cari Aksara. Hari ini gilirannya masak di markas untuk makan malam. Namun, saat malam hampir tiba, masakan sudah tertata di meja dua orang anggota regu api belum juga terlihat batang hidungnya. Dan ternyata disinilah mereka berdua.

"Ah, aku kelelahan tadi sehabis latihan. Dan tanpa sengaja bertemu Lady Pegri sedang minum minum. . .," Aksara memberi penjelasan pada Lyodra.

"Ah nggak usah banyak alasan!," Lyodra membentak, Aksara langsung terdiam.

"Ho ho ho ho. . .siapa yang kau sebut tante tante, bocah yang baru puber?," Lady Pegri mendekat menatap Lyodra dengan senyum liciknya.

"Jangan permainkan temanku ya tante sok seksi. Dia bocah polos, jangan kau ajari macam macam," Lyodra menatap Lady Pegri mengancam.

" Ho ho ho ho. . .memang kamu siapanya ngatur ngatur? Jangan suka marah marah, nanti muncul keriput lhoo. . .Dan aku yang suka senyum ini akan terlihat lebih muda darimuu," Lady Pegri tersenyum mengejek. Lyodra bersungut sungut, benar benar jengkel. Namun tak bisa membalas kata kata Lady Pegri.

"Baiklah Aksara, sepertinya makan malam sudah disiapkan sama nenek lampir. Ada baiknya kita masuk ke markas yuk. Ciuman yang panas kita teruskan lagi besok. Okee??," Lady Pegri mengedipkan sebelah matanya pada Aksara dan berjalan pergi meninggalkan Lyodra yang kali ini benar benar mendidih.

"Aksaraaaa . . .Apa yang sudah kau lakukaaann?!," Lyodra berteriak mengeluarkan cambuk apinya.

"Tidaaaaakkkk. . .,"

Teriakan ketakutan Aksara menutup hari ini dengan penuh kehebohan. Lady Pegri tertawa kecil melihat junior juniornya yang penuh semangat. ❤️

Bersambung . . .

1
Muriati Lestari
Luar biasa
Ayuk Witanto
kok gak up lagi kak
Netty Herawaty
lanjutkan
Ayuk Witanto
kapan up kak
Ayuk Witanto
lanjut kak...
Ayuk Witanto
semangat...
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
gurune geblek 🤣
Ayuk Witanto
kirain super 🔥
Ayuk Witanto
Diana ..
Ayuk Witanto
mungkinkah si kemamang ini tersegel di tubuh aksara...dan dia tak bisa keluar
Ayuk Witanto
apa sebenernya kemamang ini bapaknya aksara ...dan disini disebutkan kalau kemamang satu2nya manusia yang mampu keluar dari hutan mayit dengan selamat
Ayuk Witanto
wah seru
Ayuk Witanto
kompak mereka
Ayuk Witanto
🤣🤣🤣🤣
Ayuk Witanto
lanjut kak
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
limo dah mati
Ayuk Witanto
akankah terjawab
Ayuk Witanto
bener nih banyak mata2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!