Bisakah Kelvin menjadi seorang ayah, yang baik untuk keluarga kecil barunya?
Apakah pada akhirnya Vina bisa menerima kehadiran Kelvin dalam hidupnya?
Akankah kehidupan rumah tangga mereka akan berjalan dengan lancar?
Apakah pada akhirnya kebenaran akan terungkap?Apakah pada akhirnya mereka akan saling mencintai?
Aku akan belajar menjadi seorang ayah yang baik untuk mu dan anak mu, walaupun aku tidak tau, anak yang berada di kandungan mu anak mu dengan siapa, hanya saja jika melihat mu seperti ini mengingatkan ku dengan gadis itu gadis yang ku tinggali setelah malam itu, aku ingin tanggung jawab tentang hidupnya tapi bahkan sampai detik ini aku tidak tau dia dimana.
Aku berharap dia akan bertemu dengan laki laki yang mau menjaganya dan menerima kekurangan nya, sama halnya aku yang akhirnya menikahi mu dan menerima kekurangan mu. Aku harap suatu saat nanti kamu juga bisa menerima ku pada akhirnya
Jika kalian yang baru bergabung jangan lupa baca Novel sebelumnya dulu ya agar kalian ga bingung karna ini adalah Sequel lanjutan dari Cerita Kita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 17
Setelah kepergian ka Riki dan Dinda dari kediaman Vina tiba tiba, Kelvin pulang seorang diri ke rumah itu dengan keadaan mabok dan dengan penampilan sangat berantakan. "den apa Aden gapapa den?" tanya bibi seraya memampah tubuh Kelvin untuk di dudukan di sofa ruang tamu.
setelahnya bibi meninggalkan Kelvin untuk membuat air hangat dan beberapa obat untuk mengobati luka di bibir Kelvin.
**flashback*
setelah Kelvin di berikan pukulan oleh Rizki dia mulai berfikir untuk mempercepat rencananya karna sejujurnya Kelvin sangat takut Vina nantinya akan di rebut oleh Rizki, Kelvin yang kalut saat itu malah pergi meninggalkan Audy dan pergi menuju bar untuk menenangkan pikirannya. sesampainya di bar dia meminum minuman sampai dia sangat mabuk dan sopir yang dia panggil adalah sopir rumahnya alhasil dia di antar kekediaman nya dengan vina dan di sinilah dia sekarang*.
bibi datang dengan membawa peralatan semuanya, dia mulai mengobati Kelvin, yang mulai tertidur karna sangat mabuk. saat bibi tengah menyeka luka Kelvin dengan alkohol Vina turun dari lantai atas untuk membuat susu. dan betapa terkejutnya Vina saat melihat Kelvin pulang dengan keadaan babak belur seperti itu.
"bibi apa yang terjadi dengan mas Kelvin, kenapa dia bisa seperti ini? tunggu kenapa dia bau alkohol?" tanya Vina bertubi tubi kepada bibi dengan nada panik dan khawatir seolah Vina melupakan betapa jahatnya Kelvin tadi siang kepadanya
"ah.. aa.. saya gatau non tiba tiba Aden pulang dengan keadaan seperti ini" ucap bibi jujur
"baiklah Bi tolong bantu aku panggil satpam untuk mampah tubuh Kelvin ke kamar ya bi, aku aja yang akan obatin mas Kelvin dan menggantikan pakaian nya" ucap Vina kepada bibi benar saja bibi langsung pergi memanggil satpam dan membawa Kelvin kembali ke kamarnya
Kelvin di baringkan di kasur, mereka semua meninggalkan Kelvin dengan Vina di kamar itu berdua saja, bibi meninggalkan peralatan obat di kamar itu agar Vina bisa mengobati Kelvin.
Saat Vina tengah mengobati Kelvin dengan sangat dekat dia bisa mendengar jelas Kelvin berucap lirih di tengah tidurnya "Vina ku mohon jangan tinggalkan aku, ada rahasia yang sulit ku jelaskan ada sesuatu rencana yang tidak bisa ku katakan padamu ku mohon bersabarlah untuk suatu hal bahagia nantinya aku tidak ingin kehilangan mu" ucap Kelvin dengan lirih dan menggenggam tangan Vina dengan kuat dan air matanya keluar dengan sendirinya membuat Vina ikut menangis mendengar itu.
"Kelvin seandainya ucapan orang mabuk bisa di percaya mungkin saat ini aku bahagia, bahagia karna kamu bilang kamu gamau kehilangan aku. tapi nyatanya kamu sudah kehilangan aku dan anak mu karna perempuan itu, Vin jangan buat aku goyah lagi aku takut kecewa lagi"ucap Vina kepada sosok Kelvin dan menangis dalam diam
setelah selesai mengobati Kelvin Vina langsung menggantikan baju Kelvin dengan baju tidur, Vina pun langsung menyelimuti tubuh suaminya itu , setelahnya dia mencium kening, pipi, dan mencium bibir suaminya dengan lembut. "ini terakhir kalinya aku mencium mu, mungkin besok dialah yang akan menggantikan posisi ku, dan mungkin besok kamu ga akan melihat aku lagi" besok aku akan pergi ke Inggris Vin aku mau tenangin diri aku, aku mau nyerah dengan ini semua. aku gamau cerai sama kamu lebih baik aku pergi aja. mencintai tidak harus memiliki, mencintai tidak harus bersama kan, melihat mu bahagia juga bahagia ku Vin. jaga diri mu ya bahagiakan dia dan jangan lukai dia seperti apa yang kamu lakukan kepada ku sekarang sebab ga semua wanita sekuat aku Vin. bunda sayang ayah, bunda ga akan lupakan ayah dan ayah akan selalu jadi ayah untuk anak anak kita kelak walaupun kamu bukan ayahnya" ucap Vina menangis sejadi jadinya.
Vina berlari ke pojok kamarnya dia ga mau membangunkan Kelvin dengan tangisnya, dia sangat mencintai Kelvin tapi mengapa ini malah terjadi, ketakutan terbesarnya adalah menjalankan hidupnya sendirian tanpa ada lagi sosok laki laki yang menjaganya dan melindunginya, tapi dia ga pernah menyesal pernah kenal Kelvin dalam hidupnya dia bersyukur atas itu.
Vina telah mempersiapkan dirinya untuk pergi ke Inggris, selama bekerja membantu kakak iparnya itu dia mendapat cukup banyak uang dan dia memutuskan untuk buka usaha disain di Inggris dan dia sudah mempersiapkan itu semua, dia menggunakan tabungan nya untuk itu, dia sudah menyewa rumah sekaligus toko untuk butiknya di sana, dan dia juga sudah menyiapkan Tike ke bandara untuk itu. dia pergi tanpa mama dan kakak iparnya tau. semoga kepergian nya ini bisa membuatnya jauh lebih tenang dan bisa buka lembaran baru.
Vina pun tertidur di pojok kamarnya karna lelah menangis sepanjang malam. Kelvin yang terbangun karna mual melihat kesekeliling ruangan dia tersadar bahwasanya dia menelpon sopir rumahnya dan malah di antarkan ke rumahnya. Kelvin ga kuat menahan mualnya dan dia berlari ke arah kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya karena tidak nyaman. Saat dia keluar kamar dia terkejut melihat Vina yang berada di pojok ruangan, tertidur dengan posisi yang sangat tidak nyaman dia langsung menggendong istrinya itu untuk tidur di kasurnya.
Kelvin membaringkan tubuh Vina di kasur dan menyelimutinya, saat Kelvin memerhatikan wajah Vina dia lihat ada garis airmatanya yang terlihat jelas di pipinya itu menandakan dia menangis sampai tertidur, Kelvin mencium kedua mata istrinya dan mencium bibirnya dengan lembut.
"maafkan aku sudah membuat mu seperti ini, tolong tunggu aku menyelesaikan drama ini aku pastikan bahagia akan terukir jelas di wajahmu lagi, tolong bersabarlah istri ku. Aku mencintaimu " ucap Kelvin dengan tulis kemudian tidur bersama Vina di ranjang itu dengan memeluk tubuh istrinya