NovelToon NovelToon
My Partner'S Diary

My Partner'S Diary

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:233.4k
Nilai: 5
Nama Author: Decy.27126

TAHAP REVISI🙏


***

Berawal dari kata 'tidak suka' hubungan mereka kian dekat karena sebuah pertengkaran. Batu yang keras, akhirnya luluh oleh air yang tenang.

Seperti itulah Gia dan Riza, dua remaja yang menaiki tangga bersama dari tidak suka, menjadi suka, lalu ke nyaman, dan berakhir dengan saling menyayangi.

***

Sedikit kisah, dari jutaan kisah lain yang mungkin akan membuat kalian tak bisa melupakannya.

@dwisuci.mn

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Decy.27126, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Riza.

Bertepatan dengan Keyra yang keluar dan menuju kelasnya, Nela, Bagas, dan Dafa kembali dari kantin dengan beberapa bungkus makanan yang mereka bawa.

"Keyra tadi kenapa, Gi?" tanya Bagas heran.

"Keyra? Dia gak papa kok, cuman ngobrol biasa ajah tadi," bohong Gia yang masih mempertahankan wajah tenangnya.

Gia mengambil air yang ia titip pada Nela lalu meminumnya sambil berfikir,

'Kalo Bagas sama Dafa gak tau Riza pergi, trus kemana dia? Gimana aku nyarinya,' batinnya berpikir keras mengenai Riza.

"Gi, mikirin apaan si?" tanya Nela penasaran.

"Ehm, bukan apa apa!" jawab Gia lalu membuka hpnya dan mengetik sesuatu disana, beberapa detik setelahnya dering nada pesannya berbunyi. Segera Gia membuka hp nya dan tersenyum kecil setelahnya, dia meminta bantuan kepada salah seorang temannya untuk membantu dia mencari Riza.

"Ehm Nel, besok aku gak berangkat yah," ucap Gia mengejutkan Nela.

"Kenapa gak berangkat?" tanya Nela penasaran.

"Aku ada urusan keluarga, nitip surat izinnya yah."

Nela menghela nafas, "Iya deh iya, nanti gue bikinin," pasrah nya.

.....

Kini Gia sudah berada dikamarnya, setelah setengah jam lalu pulang dan dia makan siang terlebih dahulu. Kini ia sedang dikamarnya dan sibuk dengan hpnya.

Baru saja ia beranjak dari kasurnya dering panggilan berbunyi membuatnya segera mengangkat panggilan di hpnya itu.

"Hallo assalamualaikum," salam Gia saat telfon sudah tersambung.

Tidak terdengar jelas jawaban dari seberang sana, yang pasti! Gia membicarakan hal yang penting saat ini.

"Udah ketemu?" tanya Gia dengan muka girangnya.

.....

"Makasih, dek. Besok aku kesana!" ucap Gia lalu mengakhiri sambungan telfonnya.

"Mau kemana besok?" tanya satu suara dari arah pintu kamarnya membuat ia menengok cepat.

Gia tersenyum, "Mau liburan," jawabnya terkekeh.

"Jangan bercanda, besok sekolah!" larang orang itu masuk dan duduk di kursi meja belajar Gia.

Gia duduk di tempat tidurnya dengan posisi berhadapan, "Ayolah bang, cuma sehari doang!" pintanya dengan muka memelas.

"Gak boleh bolos sekolah yah, belajar yang bener biar pinter."

"Bang Aji, Gia udah pinter," ucap Gia menatap kesal kakaknya itu, Aji.

"Pinter bohong iya?" ledek Aji membuat Gia memutar bola matanya malas.

"Bang, besok aku mau pergi intinya."

"Masalah apa lagi?" tanya Aji heran.

"Temenku pergi dari rumah, besok aku mau nyamperin dia ke tempat dia kabur."

"Emang udah tau dia dimana?" tanya Aji tersenyum remeh.

Gia mendengus pelan, "Belum tau sih, makanya besok mau cari tau."

"Ck, emang siapa si?" tanya Aji setelah decakan kesalnya.

"Calvin," jawab Gia singkat.

"Calvin?" tanya Aji mengernyit bingung.

Gia berdecak, "Yang kemarin jemput aku itu."

"Itu nama dia bukannya Riza, yah?"

"Iya, Calvin Arriza!" jawab Gia seadanya.

"Ouh, kenapa kamu harus cari dia? Kalian gak ada apa apa kan?" tanya Aji memicing.

"Ck, pikiranmu yang kenapa napa tuh bang!" decak Gia kesal.

"Berarti kamu besok bolos sekolah?" tanya Aji lagi.

"Gak bolos bang, Gia izin kok."

"Sama aja lah intinya gak berangkat sekolah."

"Iya deh iya bang," pasrah Gia.

"Oh ya, kenapa gak kamu lacak ajah hpnya?" tanya Aji heran.

"Kalo ajah dia bawa hp Gia pasti udah lacak dari tadi bang," ucap Gia lemah.

"Ckckck, hebat banget tuh cowo. Kabur dari rumah gak bawa hp, nyusahin ajah!" gumam Aji menggeleng pelan.

"Terus besok kamu nyarinya gimana, Gi?"

"Aku udah minta bantuan Rean sama yang lainnya kok bang," jawab Gia santai.

"Derita punya adek pinter, abangnya gak punya kesempatan buat dimintai tolong," ucap Aji merendahkan diri.

"Abang apaan si, gak usah hiper gitu deh!" ucap Gia malas.

Aji mendekat ke arah Gia duduk, "itu kenyataan sayang," ucapnya mencubit gemas hidung adiknya.

"Ih, rese banget sih."

"Biar tambah mancung tuh idung," ledek Aji.

"Aku gak mau jadi Pinokio yah bang, pembohong!" ucap Gia malas.

"Ya udah si, jadi temennya Pinokio aja deh ya."

"Bang aji! Udahlah, sana keluar!" seru Gia kesal.

"Ehh, dosa loh ya ngusir Abang sendiri," ucap Aji yang masih gencar menggoda Gia.

"Kalo abangnya nyebelin kaya kamu gak papa deh kayaknya," balas Gia tak mau kalah.

"Ck, ya udah lah. Abang pergi dulu."

"Ya."

"Gia, jangan lupa izin dulu sama mamah kalo kamu mau pergi besok!" pesan Aji.

"Iya lah bang, ya kali aku pergi gak bilang bilang."

"Ya kan siapa tau gitu," ucapnya terkekeh lalu bergegas meninggalkan Gia sendirian.

'Riza, aku datang. Besok tapi!' batinnya terkekeh kecil.

Seperti yang Gia katakan kemarin, hari ini dia tidak masuk sekolah dan pergi untuk mencari Riza. Dia sudah meminta izin pada kedua orang tuanya untuk pergi, dan yah setelah beberapa permohonan ia ucapkan akhirnya disini dia sekarang. Di pelataran **Malika's Cafe**, tempat yang sering ia kunjungi bersama Riza selama satu tahun belakangan ini.

Terlalu pagi untuk tempat itu buka, tapi Gia bertemu dengan satpam yang menjaga tempat itu hingga dia bisa menanyakan apakah Riza datang kesini atau tidak.

Setelah beberapa saat berbincang akhirnya Gia tau bahwa Riza sempat kesini dimalam pertama dia pergi dari rumahnya, tapi semalam dia tidak kesini lagi, lalu dimana dia?

Gia tak tinggal diam, dia berjalan perlahan dengan sesekali mengedarkan pandangannya.

"Kak Gia?" panggil seseorang membuat Gia menoleh.

"Rean!" seru Gia tersenyum cerah.

Dia Rean, Andrean lebih tepatnya. Dia hanya seorang anak jalanan yang kebetulan mengenal baik Gia yang sudah ia anggap sebagai kakaknya, karena Gia pernah menolong Rean dan adiknya saat dia sedang kesusahan beberapa tahun lalu.

"Pagi kak Gi," sapa seseorang yang ikut bersama Rean.

"Pagi juga Dre," jawab Gia sambil tersenyum lembut menatap adik dari Rean itu, Andreas.

"Udah ketemu belum kak?" tanya Rean yang dimintai tolong oleh Gia kemarin untuk membantunya mencari Riza.

Gia menggeleng, "Belum, tapi dua hari lalu dia sempat ke Cafe katanya."

Rean tersenyum senang, "Ayo kak!" ajaknya.

Tanpa berpikir panjang Gia mengikuti Rean dan adiknya karena dia percaya Rean bisa membantunya, sebab itulah dia memberikan satu hp untuk Rean agar dia bisa menghubunginya kapanpun.

"Kakak liat, gedung tua di belakang Cafe yang tadi kakak datengin?" ucap Rean menunjuk satu bangunan tua tepat di belakang Malika's Cafe.

"Iya, kakak tau bangunan itu!" jawab Gia masih memperhatikan gedung itu.

"Temen kakak ada disana, kemarin ada temenku yang liat dia masuk ke sana. Terus tadi pagi aku sama Andre juga nunggu disini dan bener, temen kakak emang ada disana," jelas Rean membuat Gia mengangguk paham.

Gia menoleh kearah Rean, "Makasih udah bantuin kakak," capnya tulus.

"Sama sama kak, lain kali kalo ada apa apa kakak bisa minta tolong aku lagi kok!" jawab Rean yakin.

"Ya udah kakak kesana dulu yah, makasih sekali lagi," ucap Gia diangguki dua kakak beradik itu, dia bergegas pergi menuju gedung tua di belakang Malika's Cafe.

Dia tau tempat itu, Gia selalu melihatnya saat dia sedang berada di Rooftop Malika's Cafe bersama Riza.

Gia berjalan perlahan ke arah gedung itu, disana sangat sepi. Hanya bising kendaraan yang berlalu lalang dijalan raya yang tak terlalu jauh dari tempatnya sekarang ini, dia terus melihat kearah gedung didepannya.

Dia tak yakin apakan Riza ada didalam, dia terus saja memperhatikan bangunan usang itu dari depan. Belum ada niat untuknya masuk kedalam sana, bahkan jika dilihat dari depan saja Gia yang biasanya tenang sekarang jadi sedikit merinding karena aura dalam gedung yang bisa dibilang seperti tempat angker itu.

Gia maju dan mulai masuk ke gerbang gedung usang yang sudah kotor tak terawat itu, dia mencoba melawan rasa takutnya untuk masuk kedalam bangunan tua tersebut.

Langkah demi langkah Gia maju mendekat, belum sampai dia di pintu gedung yang sedikit terbuka itu tapi dia melihat bayangan sesuatu dibawahnya. Dia tak yakin itu bayangan seseorang karena hanya berbentuk dua garis yang sama panjangnya.

Gia melihat keatas Rooftop tempat itu, dan betapa terkejutnya dia. Dia melihat sepasang, kaki yang menggantung disana.

\*\*\*

**Bersambung..

See u next chapter ..🖤

jangan lupa 👍**

1
Niken NiRiYu
bintang 5 buat penulis buat alur crita juga okelah tp plot twist masa lalu gia blm ngena
spnjang crita karakter gia msh konsisten msh terbaik dan kalau bs gia seharusnya dpt lbh baik lg dr karakter riza😁 dan riza sprti tdk ada lawannya buat dapetin gia kyk gmpang ajha buat riza
tp utk smwnya udh bagus karakternya kuat2👌
Lina 002
keren,suka sama kata" nya
Decy Mlyni: terima kasih sudah membaca, Kak. semoga berkenan dengan ceritanya 🙏☺️
total 1 replies
abdan syakura
Assalamu'alaikum..
salken, kak....
Decy Mlyni: waalaikumsalam, Salam kenal juga, Kakakk. selamat membaca
total 1 replies
Purianti Santi
lanjut mantab👍
Decy Mlyni: udah tamat, Kak. silakan baca sampai selesai, terima kasih atas like & komennya. 🙏❤️
total 1 replies
Nur hikmah
calvin arriza psyiy
Nur Inayah
lama Bngt sandiwara ny
Arias Binerkah: permisi kakak ijin promo silahkan mampir di novelku ini bukan love bombing dikemas dengan bahasa segar dan komedi namun tetap romantis manis, terimakasih 🙏
total 1 replies
Nur Inayah
ah lama bngt,sandiwara ny
Jilioni MD: KEPEMILIKAN adalah cerita dalam novelku, jika berkenan mampir ya, bisa diklik profilku, terimakasih😊
total 1 replies
Nur Inayah
AQ MLS bertele2 thour
Nur hikmah
pnsaran....ko jd ribet
Nur hikmah
gia jtuh cnta tpi binggung sndri....n calvin kyy main umpet2 tan
Nur hikmah
waw ap riza mnta restu pa ayahy gia...hihihjhi
Nur hikmah
hntu kah
Nur hikmah
i love you gia n riza
Nur hikmah
syuka2
Nur hikmah
smpe dsini q phm....crtsy maju mundur....seru c....tpi ckup membinggungkn.....
Zia
semangat kak, jangan lupa mampir
Fie F.s (Mama Adara) 💕
Jadi inget pas sekolah dulu lomba rias kelas 😂

Jd terkenang masa SMA ku😁😁
Prayogi
terharu gaisy😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Chui Lhan Sheng
kangen lah😂😂 tapi boong😜😜
Chui Lhan Sheng
😍😍😍😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!