Lin Meilin adalah agen intelijen modern papan atas yang ditakuti karena keahliannya dalam taktik pertempuran dan racun mematikan.
Namun, sebuah misi rahasia untuk merebut kembali Giok Dinasti Long yang hilang di luar negeri justru berakhir tragis. Meilin dikhianati oleh rekan seperjuangannya sendiri hingga sekarat.
Saat tetesan darah Meilin menyentuh permukaan giok kuno tersebut, keajaiban mistis terjadi. Jiwanya terlempar melintasi waktu dan terbangun di dalam tubuh Permaisuri Lin—seorang wanita berkedudukan tinggi namun memiliki kepribadian yang sangat lemah dan penakut.
Di dunia kuno ini, Permaisuri Lin baru saja diracun oleh selir kesayangan kaisar dan dibuang hingga terabaikan di Istana Dingin yang sunyi.
Kini, tidak ada lagi permaisuri lemah yang bisa ditindas! Dengan jiwa agen rahasia yang haus akan keadilan, Meilin bangkit untuk mengacak-acak seisi istana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amber Mist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30: Melintasi Pegunungan Salju Abadi
Hembusan angin kutub utara melolong kencang, membawa badai salju yang menusuk hingga ke tulang sumsum. Suhu udara di ketinggian ini berada jauh di bawah titik beku, memaksa para prajurit untuk mengerahkan sisa Qi internal mereka agar tubuh tidak mati rasa.
Meilin berjalan di barisan depan bersama Long Feng. Ia mengenakan pakaian pelindung perak gelap berlapis bulu domba tebal, dengan jubah hitam yang berkibar diterpa badai. Rambut hitam panjangnya disembunyikan di balik tudung kepala, menyisakan sepasang mata elangnya yang berkilat tajam membelah kabut salju yang tebal. Di pinggangnya, selain belati perang, terselip fragmen energi giok kedua yang getarannya kian mengeras, menandakan bahwa mereka semakin dekat dengan sumber fragmen inti di dalam wilayah Bei.
"Medan di depan semakin menyempit, Yang Mulia," bisik Gao Zan yang merangkak mundur dari pos pengintai depan, jubah besinya dipenuhi oleh lapisan es tipis. "Rute ini melewati koridor tebing es gantung yang sangat labil. Getaran suara yang terlalu keras bisa memicu longsoran salju raksasa."
Long Feng menghentikan langkah kudanya, tatapan mata elangnya menatap lurus ke arah kegelapan koridor tebing di depan. Aura penguasa mutlak setingkat dewa perang di tubuhnya mendadak menegang penuh kewaspadaan tinggi. "Davin menguasai taktik militer modern sepertimu, Meilin. Jika aku menjadi dia, aku tidak akan membiarkan jalur buta ini kosong tanpa jebakan."
"Kau benar, Long Feng," balas Meilin, suaranya sangat tenang namun memiliki penekanan taktis yang dingin khas seorang agen elit. Ia melompat turun dari kudanya, berlutut di atas tumpukan salju yang tebal, dan menempelkan telapak tangan kirinya ke permukaan es padat. Melalui aliran Qi menengah miliknya, ia merasakan getaran frekuensi mekanis yang sangat tipis merambat di dalam lapisan es bawah tanah.
Getaran konstan berirama detak silinder besi. Sumbu picu pegas otomatis, analisis Meilin dalam hati dengan cepat menggunakan pengetahuan sabotase agensi The Ghost.
Davin ternyata telah menginstruksikan pasukan serigala hitam Kerajaan Bei untuk menanam rangkaian jebakan ranjau jarum mekanis bertenaga pegas di bawah lapisan salju koridor tebing ini. Jika pasukan militer Dinasti Long melangkah masuk secara massal, ledakan sumbu mekanis akan meruntuhkan seluruh tebing es gantung tersebut, mengubur tiga puluh ribu pasukan hidup-hidup di dalam jurang salju abadi.
"Seluruh pasukan, tahan posisi! Jangan melangkah satu senti pun ke depan!" perintah Long Feng penuh otoritas mutlak, suaranya yang rendah dilapisi kekuatan dalam agar tidak memicu getaran udara yang terlalu besar.
Meilin bangkit berdiri, menyeka sisa es di sarung tangan taktisnya. Sudut bibir cantiknya terangkat membentuk senyuman tipis yang sarat akan provokasi mematikan. "Davin mengira teknologi ranjau mekanis abad ke-21 miliknya tidak memiliki kelemahan di zaman ini. Dia lupa bahwa aku adalah orang yang ikut menyusun modul enkripsi pemicu senjata tersebut di organisasi dulu."
Meilin mengeluarkan sebotol kecil cairan minyak atsiri pekat dicampur dengan bubuk sulfur alkali dari saku sabuk taktisnya—cairan kimia khusus yang ia racik untuk membekukan sistem pegas logam jika bersentuhan langsung.
"Gao Zan, bawa lima pemuda dari unit komandoku. Ikuti setiap langkah kakiku dengan presisi militer. Kita akan melumpuhkan sumbu picu utamanya dari sudut mati tebing kiri," perintah Meilin penuh nada komando profesional yang tidak menerima bantahan.
Long Feng tidak menolak rencana Meilin kali ini, namun lengan kekarnya bergerak secepat kilat menyergap pergelangan tangan ramping Meilin sebelum wanita itu melompat maju. Kaisar menarik tubuh sutra Meilin hingga menempel erat pada dada bidang pelindung bajunya yang hangat, menatap lurus ke dalam mata elang istrinya dengan gairah posesif dan kekhawatiran yang amat pekat.
"Gao Zan dan pasukanku akan melindungimu dari belakang, Meilin," bisik Long Feng dengan suara bariton serak yang sarat akan dominasi mutlak tepat di dekat bibir manis Meilin. "Tetapi ingat janjimu di perbatasan barat... jika kau kembali ke tenda militer daruratku malam ini dengan kondisi tubuh yang kedinginan atau terluka, aku sendiri yang akan menagih pajak keselamatan yang paling membakar di atas ranjangku sepanjang sisa ekspedisi utara ini."
Meilin terkekeh dingin, sepasang matanya berkilat penuh permainan taktis yang luar biasa memikat hati sang Kaisar. Ia melepaskan genggaman tangan Long Feng dengan satu gerakan halus. "Simpan dulu kehangatan jubahmu untuk menyambut kemenanganku malam ini, Yang Mulia. Skenario pelumpuhan ranjau Davin... biar aku yang mengeksekusinya."
Dengan gerakan yang sangat lincah, ringan, dan tanpa suara, Lin Meilin melesat maju membelah badai salju, memimpin unit komando kecilnya menyusup ke kedalaman koridor tebing es yang mematikan. Pertempuran taktis pertama di atas Pegunungan Salju Abadi telah dimulai, siap membongkar seluruh konspirasi pertahanan Kerajaan Bei dengan kejamnya efisiensi sains modern sang permaisuri agen rahasia.
Badai salju melolong kencang, menyamarkan desau napas Lin Meilin saat ia merayap di sela-sela bongkahan es tebing kiri. Gerakannya seringan hantu, nyaris tanpa bobot berkat aliran Qi menengah yang membungkus setiap pijakan kakinya. Di belakangnya, Gao Zan dan lima pemuda pilihan dari Toko Obat Seribu Penawar bergerak dalam ritme militer yang presisi, mengikuti setiap jengkal jejak kaki sang Permaisuri Agung.
Meilin berhenti tepat di depan sebuah celah batu besar yang tertutup lapisan es tipis. Tangannya yang bersarung tangan hitam taktis bergerak cepat meraba ke dalam salju. Di sana, sebuah silinder besi kecil dengan tuas pegas tipis—ranjau mekanis buatan Davin—tertanam dengan rapi.
Menggunakan belati perangkanya, Meilin mencongkel katup pengaman dengan akurasi mekanis, lalu meneteskan cairan sulfur alkali buatannya tepat ke dalam celah silinder.
Sssss...
Suara desisan halus terdengar sebelum pegas logam di dalam ranjau membeku secara kimiawi, melumpuhkan total sistem picu mekanisnya dalam hitungan detik.
"Satu lagi dibersihkan, Permaisuri," bisik Gao Zan dengan nada penuh rasa takjub yang tertahan. Baginya, pengetahuan struktural yang dimiliki wanita di depannya ini benar-benar melintasi logika manusia zaman kuno.
"Ini yang terakhir. Jalur koridor bawah kini aman untuk pergerakan kavaleri Long Feng," ujar Meilin datar, menyeka sisa sulfur di ujung pisaunya.
Namun, tepat saat Meilin hendak menegakkan tubuhnya, insting tajam mantan agen top organisasi The Ghost mendadak berteriak kencang. Udara dingin di sekitar tebing gantung tiba-tiba bergetar secara tidak wajar. Suara embusan angin malam yang tadinya konstan, mendadak terputus oleh desingan yang teramat tipis dan berkecepatan tinggi.
Syuuuut!
"Merunduk!" teriak Meilin dengan nada komando yang melengking tajam.
Tleb! Plar!
Sebuah anak panah berbulu hitam legam menghantam bongkahan es raksasa tepat dua inci di atas kepala Gao Zan. Berbeda dengan panah tradisional, anak panah ini memiliki bilah logam melingkar di gagangnya yang berputar secepat baling-baling, ditenagai oleh akumulasi Qi angin tingkat tinggi. Hantaman tersebut memicu ledakan tekanan udara yang dahsyat, menghancurkan es batu hingga menjadi serpihan tajam yang melesat ke segala arah.
semangat up nya kak, Terima kasih sdh up beberapa bab kak😍😍.. utk jam berapa nya kau up terserah aja ya.. aku selalu menantikan kelanjutan cerita mu ini.. semoga sampai tamat 😍😍😍
semangat ya
semoga sampai tamat ya😍😍
semangat up nya💪💪