NovelToon NovelToon
Mantan Tuan Muda

Mantan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:403
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Ini bukan sekadar cerita tentang cinta beda kasta. Ini adalah perjalanan tentang sebuah nama besar...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ambisi terlarang

Lampu jalanan kota mulai menyala satu per satu, menandakan hari telah sepenuhnya berganti malam. Setelah melewati hari yang penuh dinamika dan ketegangan di kantor pusat PT Golden, Rico pun tiba di rumahnya. Rasa lelah akibat bekerja dan tekanan mental setelah ditegur keras oleh sang Direktur Utama membuat seluruh persendiannya terasa kaku.

Setelah membersihkan diri dan menyelesaikan semua urusan makan malamnya, dia pun merebahkan tubuhnya di atas kasur. Kamar tidur yang sunyi itu menjadi saksi bisu bagaimana pikirannya enggan untuk beristirahat.

Namun... alih-alih memikirkan tugas-tugas kantor untuk esok hari, pikiran Rico kembali teringat pada sikap Ibu Mita tadi siang di kantor.

Bayangan wajah tegas, sorot mata tajam yang menusuk, hingga kerutan di dahi wanita berusia tiga puluh tahun itu saat memarahinya justru terus berputar di dalam benak Rico. Ketegasan Mita bukannya membuat Rico mundur, melainkan justru memicu ego lelakinya untuk menaklukkan wanita berkuasa tersebut.

"Mita... Mita... kamu sangat cantik," gumam Rico pelan ke langit-langit kamarnya, dengan berani menyebut nama atasannya tanpa embel-embel jabatan.

"Aku harus mendapatkan kamu, bagaimanapun caranya."

Demi mengalihkan ketegangan pikirannya, Rico pun menyalakan layar ponselnya. Jemarinya mulai men-scroll layar HP secara acak, membuka salah satu aplikasi media sosial untuk melihat linimasa yang sedang tren. Namun, saat sedang asyik menggeser layar, sebuah unggahan iklan sponsor tiba-tiba muncul dan menarik perhatiannya. Iklan itu menampilkan latar belakang gelap dengan tulisan mencolok dari sebuah akun paranormal.

"Anda diselingkuhi?

Cinta bertepuk sebelah tangan?

Ingin memikat hati bos atau pujaan hati?

Itu hal mudah! Ayo merapat ke sini, dijamin hubungan asmaramu bakal lancar kembali..."

"Dukun...?" kata Rico pelan saat membaca baris demi baris kalimat iklan di layar ponselnya.

Jantungnya sempat berdegup sejenak. Pikiran nekatnya sempat tergelitik untuk mencoba jalan pintas supranatural tersebut demi memikat hati Mita yang memiliki kasta sosial terlampau jauh di atasnya.

Namun... belum sempat jemarinya mengetuk tombol pesan di iklan tersebut, logika sehat Rico kembali bermain. Dia menarik napas panjang dan menatap layar HPnya dengan pandangan mencemooh. Dia menyadari betapa bodohnya jika dia mempercayai hal-hal instan seperti itu di zaman modern ini.

"Kalau dengan main dukun dan pelet saja bisa berhasil, toh sudah pasti para artis atau miliarder di luar sana banyak yang kena pelet orang biasa,"

gumam Rico sinis pada dirinya sendiri.

"Tapi nyatanya, dunia nyata tidak senyaman itu. Semua tetap butuh strategi yang masuk akal."

"Haha..." Rico tertawa kecil, menertawakan kegilaan pikirannya sendiri yang sempat goyah.

Biar aku pikir cara lain saja yang lebih realistis dan elegan, kata Rico di dalam hati yang mulai meletakkan ponselnya di atas meja nakas. Dia menarik selimutnya tinggi-tinggi, lalu mulai menutup kedua matanya rapat-rapat. Malam itu, Rico tertidur sambil memimpikan wanita cantik yang tadi siang sempat mengomel dengan galak di depannya, sama sekali tidak pernah menduga bahwa "cara lain" yang sedang dia susun di dalam otaknya akan membentur dinding batu yang sangat keras.

Malam kian merayap sunyi, menyelimuti kota dengan hawa dingin yang perlahan menusuk tulang. Di kamarnya yang sederhana, Rico memejamkan matanya rapat-rapat di bawah tarikan selimut. Pikirannya perlahan berkelana jauh, terhanyut dalam bayangan-bayangan indah dan khayalan liar tentang keanggunan serta kecantikan Ibu Mita, direktur utamanya yang tadi siang sempat memarahinya dengan galak di kantor.

Namun, Rico sama sekali tidak pernah tahu apa yang sedang terjadi di dunia nyata pada detik yang sama.

Di bawah atap mansion megah kawasan elit, tepatnya di dalam kamar tidur utama bernomor dua yang ber-AC sejuk, suasana justru sedang berada di titik terpanasnya. Cahaya lampu tidur yang remang-remang menjadi saksi bisu sebuah pertempuran yang intens. Di saat Rico sedang berkhayal tentangnya, di saat itu pula Ibu Mita sedang bekerja keras dengan gerakan yang liar dan berani di atas tubuh kekar suaminya, Bayu.

Kedua tangan Mita bertumpu erat pada dada bidang Bayu, membiarkan rambut panjangnya yang basah oleh keringat terurai bebas. Dan beberapa saat kemudian, dengan sebuah lenguhan keras dan napas yang memburu dari mulut Bayu, menandakan berakhirnya permainan ronde pertama mereka yang penuh gairah malam itu.

Mita menghempaskan tubuh polosnya ke samping Bayu, menarik selimut sutra untuk menutupi tubuh mereka yang masih hangat. Dia menyandarkan kepalanya di lengan kokoh suaminya, menatap langit-langit kamar dengan gurat kecemasan yang samar di wajah cantiknya.

"Sayang... sudah empat bulan pernikahan kita berjalan, kok aku belum ada tanda-tanda kehamilan, ya?" tanya Mita dengan nada suara yang melembut, menyuarakan kekhawatiran terbesarnya sebagai wanita berusia tiga puluh tahun yang sangat mendambakan kehadiran seorang anak.

Bayu menoleh, mengecup kening istrinya dengan lembut untuk menenangkan pikiran wanita itu.

"Besok kita ke dokter aja," kata Bayu memberikan solusi yang logis.

"Buat apa?" tanya Mita sambil mendongak, menatap lekat-lekat manik mata suaminya.

"Ya buat periksa lah, Sayang..." jawab Bayu dengan senyuman hangat. "Kita konsultasi ke dokter spesialis kandungan. Sekalian kita minta vitamin atau promil yang bagus buat menunjang kesuburan kita berdua. Jadi kita tahu apa yang perlu ditingkatkan."

Hm... mendengar penjelasan suaminya yang sangat dewasa dan perhatian, Mita manggut-manggut setuju.

"Boleh juga, sih. Biar kita lebih tenang."

Bayu memiringkan tubuhnya, menatap lekat-lekat lekuk tubuh Mita di balik selimut sutra yang longgar. Sebuah senyuman penuh arti kembali terukir di bibir tampannya. "Sekarang... masih kuat enggak?" tanya Bayu dengan nada suara yang dalam, kembali memancing hasrat istrinya.

Mita menaikkan sebelah alisnya, sepasang matanya seketika berkilat penuh gairah yang kembali menyala mendengar tantangan lelakinya. "Masih dong! Jangan remehkan kekuatan istrimu," tantang Mita dengan berani, langsung merangkak kembali ke atas tubuh suaminya tanpa membuang waktu.

"Ayo, lanjutin!" seru Mita manja di depan wajah Bayu.

"Iya, Sayangkuuuuu..." balas Bayu dengan tawa pendek yang maskulin. Dia langsung merengkuh pinggang ramping istrinya dengan erat, menenggelamkan segala kekhawatiran medis ke dalam pertempuran ronde kedua yang jauh lebih membara di bawah keheningan malam, meninggalkan Rico yang masih terlelap dalam tidur malamnya bersama sejuta khayalan kosong tentang wanita yang tak akan pernah bisa dia gapai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!