NovelToon NovelToon
Hi My Lord

Hi My Lord

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Ibu susu / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Aku punya segalanya, kecuali izin untuk mencintaimu." — Arthur
______

"Hi, Mr. Lord! Aku bukan siapa-siapamu, tapi mulutku masih hafal cara memanggilmu." — Snow
_______

Benedictus Arthur Blackwood, pewaris tunggal kerajaan yang dingin dan tegas, terpaksa menikahi sahabatnya—Dixie Savea Lopez—akibat ancaman bunuh diri yang manipulatif.
Meski terikat pernikahan tanpa cinta dan tanpa sentuhan, takdir kembali mempermainkannya saat sang putra butuh asupan ibu susu.

Lima tahun berlalu sejak malam terlarang di Hampshire, wanita tanpa nama yang pergi meninggalkan Arthur tanpa patah kata kini hadir di hadapannya sebagai "Snow"—ibu susu yang dipillih oleh istrinya sendiri.

Di tengah intrik politik istana, kecurigaan Savea, dan rahasia masa lalu yang membakar, Arthur harus berjuang menahan diri dari Rasa kepemilikan mendalam pada Snow.

Sebuah kisah romansa terlarang tentang takdir, dominasi, dan rasa cinta yang terperangkap di balik dinding emas kehormatan kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#28

Keheningan yang mencekam menyelimuti seluruh aula sidang internal Istana Blackwood. Nama yang baru saja diucapkan oleh Snow bergema bagaikan guntur yang merobek heningnya udara malam.

Raja Alistair mematung. Tatapan matanya yang tajam menatap luruh pada sosok wanita muda di hadapannya. Silas Hawthorne—pemilik jaringan rumah sakit raksasa Hawthorne Medical Group sekaligus salah satu keluarga paling berpengaruh di negeri ini—bukanlah sosok asing bagi sang Raja dan Ratu.

Silas adalah pria terpandang, seorang taipan medis yang jejak kekuasaannya menyusup hingga ke balik keputusan-keputusan strategis kerajaan.

"Silas Hawthorne...?" gumam Raja Alistair dengan suara berat yang menyembunyikan keterkejutan mendalam. Sang Raja menukar pandang sejenak dengan Ratu Baxeena yang juga terdiam membisu, sebelum akhirnya mengembalikan sorot matanya yang menuntut pada Snow.

"Putri di luar nikah Silas Hawthorne... Kenapa seorang putri dari klan Hawthorne menyusup ke istana ini sebagai ibu susu? Kenapa kau nekat melakukan hal sejauh ini, Snow?"

Di bawah tatapan menekan dari sepasang penguasa Blackwood, Snow perlahan menekuk kedua lututnya. Gaun sederhananya menyapu lantai marmer dingin sewaktu ia berlutut dengan anggun, menundukkan kepala di hadapan mahkota.

"Saya tidak sudi mendengar kabar bahwa Pangeran Arthur yang saya cintai harus meninggalkan benihnya di rahim wanita lain..." bisik Snow. Suaranya terdengar melankolis, penuh dengan getaran emosi yang tampak begitu nyata dan menyayat hati. "Saya cemburu, Yang Mulia... Rasa cemburu itu membakar akal sehat saya hingga saya nekat menukar sel telur tersebut demi mengandung benih pria yang saya cintai."

"AKU ISTRI SAHNYA, JALANG MURAHAN!" teriak Savea histeris, melengking memecah keheningan. Urat-urat di lehernya menegang, matanya membelalak penuh dendam di dalam cengkram ikatan para pengawal kerajaan. "Kau hanya sampah yang menyusup ke istana ini! Kau tidak memiliki hak apa pun atas benih suamiku!"

Snow perlahan mendongakkan kepalanya. Emosi yang membakar ubun-ubunnya membuat pertahanan dingin wanita itu retak seketika. Dengan mata yang memerah dan napas yang memburu, Snow membalas teriakan itu tanpa rasa takut.

"JIKA KAU ISTRINYA, MAKA AKU KEKASIHNYA!" teriak Snow balik, suaranya melengking tajam memotong amukan Savea.

Namun, hanya berselang beberapa detik setelah kalimat brutal itu meluncur dari bibirnya, Snow mendadak membeku. Rasa penyesalan yang mendalam menghantam dadanya. Ia tersadar betapa bodoh dan tak tahu dirinya ia barusan—terpancing emosi hingga merendahkan harga dirinya sendiri dengan memperdebatkan status kekasih di hadapan kekuasaan seorang istri sah dan keluarga kerajaan.

Snow kembali menundukkan kepalanya dalam-dalam, menahan gejolak air mata yang hendak menetes.

Di sudut ruangan lain, Arthur masih berdiri membisu. Jantung sang Pangeran berdegup kencang bagaikan genderang perang. Seluruh persendian tubuhnya menegang sewaktu ia menunggu kalimat Snow selanjutnya.

Arthur pasrah. Ia sepenuhnya bersiap jika detik ini juga Snow membongkar rahasia paling kelam dalam hidupnya—tentang malam berdarah tiga tahun lalu, tentang tabrak lari yang merenggut nyawa ibu kandung Snow, serta dendam kesumat yang menjadi alasan sebenarnya wanita itu berada di istana ini.

Arthur telah menata hatinya untuk menerima segala konsekuensi. Ia siap menyerahkan kebebasannya, mencopot gelar pangerannya, dan bertanggung jawab atas dosa pembunuhan itu sampai napas terakhirnya demi melindungi Snow dari kehancuran.

Namun, detik demi detik berlalu, Snow tidak mengutarakan sepatah kata pun mengenai kecelakaan itu. Wanita itu tidak menyebutkan nama ibunya yang tewas di tepi jalan, tidak pula membocorkan niat balas dendamnya.

Snow menghentikan pengakuannya tepat di sana, membiarkan alasan "cinta dan kecemburuan" menjadi tameng yang membungkus kebenaran berdarah di antara mereka berdua.

Arthur tertegun. Pria itu menatap puncak kepala Snow yang tertunduk dengan pandangan mata yang remuk berkeping-keping.

Raja Alistair menghela napas panjang. Udara di dalam aula terasa begitu berat. Sang Raja perlahan menganggukkan kepalanya, memproses seluruh kebenaran gila yang baru saja dibentangkan di hadapannya.

Snow mengepalkan tangannya di atas pangkuan, lalu mengujarkan kalimat pasrah yang memecah kesunyian. "Saya telah sangat lancang mencintai Pangeran Arthur dan mengacaukan garis keturunan istana... Berikan saya hukuman yang pantas, Yang Mulia."

Keheningan kembali melingkupi ruangan selama beberapa saat, sebelum akhirnya Raja Alistair mengangkat tangannya, memberikan gestur tegas pada seluruh pengawal dan pejabat medis di aula tersebut.

"Semua bubar," titah Raja Alistair dengan intonasi penuh wibawa yang tak boleh dibantah. "Kosongkan aula ini. Dan lakukan pernikahan sembunyi-sembunyi untuk putraku Arthur dan Snow malam ini secara tertutup. Utus pengawal kerajaan sekarang juga untuk menjemput Silas Hawthorne—katakan padanya bahwa putrinya akan menikah dengan Pangeran Blackwood hari ini juga!"

Ratu Baxeena terperanjat, namun ia memilih bungkam melihat keputusan tegas suaminya demi menyelamatkan muka kerajaan dan melegitimasi posisi Bayi Ocean sebagai pewaris sah takhta Blackwood.

Savea melebarkan matanya tak percaya, hendak meracau kembali, namun para pengawal dengan sigap menyeret wanita itu keluar dari aula sidang.

Namun, di tengah keputusan kerajaan yang mendadak itu, Snow justru terdiam di posisinya yang masih berlutut. Perlahan, wanita itu menegakkan tubuhnya. Sebuah senyuman miring yang amat tipis dan sinis terukir di bibirnya yang pucat.

"Saya tidak dilahirkan untuk menjadi nomor dua, Yang Mulia," bisik Snow dengan nada suara yang begitu dingin dan menusuk. Ia mendongak menatap lurus sepasang mata Raja Alistair. "Sebelum Arthur menceraikan Savea secara sah, saya tidak sudi menjadi seorang selir di istana ini."

Deg.

Kalimat penuh keangkuhan itu menusuk tepat ke dalam keheningan ruangan.

Sebelum suasana kembali memanas, Arthur melangkah maju secara mendadak. Langkah kakinya begitu mantap, menghempaskan seluruh keraguan yang selama ini membelenggu dirinya.

Pria tegap berseragam militer itu berdiri tepat di samping Snow, menatap ayah kandungnya dengan ketegasan yang tak pernah terlihat sebelumnya.

"Saya menceraikan Dixie Savea Lopez," tegas Arthur dengan suara menggelegar yang memenuhi aula.

Arthur membuang pandangannya sejenak ke arah pintu tempat Savea diseret keluar, lalu kembali menatap Raja Alistair. "Hukum kerajaan secara jelas mewajibkan perceraian bagi istri pangeran yang telah melakukan kebohongan besar dan penipuan terhadap garis keturunan istana. Dalam kondisi istri yang tidak waras dan terbukti memalsukan kelahiran, seorang pangeran berhak menceraikannya secara sepihak dan menikah lagi malam ini juga."

Arthur kemudian berbalik. Pria tegap itu menekuk sebelah lututnya, berlutut tepat di hadapan Snow. Sepasang matanya yang tajam kini memancarkan keputusasaan, rasa bersalah, dan permohonan yang teramat dalam pada wanita yang dicintainya.

"Malam ini... Menikahlah denganku, Snow!" bisik Arthur dengan jemari bergetar yang terulur hendak meraih tangan wanita itu.

Namun, alih-alih menerima uluran tangan sang Pangeran dengan derai air mata bahagia, Snow menarik tangannya mundur. Pandangan matanya menatap Arthur dengan kejujuran yang bagaikan bilah es membeku.

"Tidak," jawab Snow tegas dan dingin.

Arthur tersentak kaku di tempatnya berlutut, matanya membelalak tak percaya.

"Aku tidak pernah bermimpi untuk menjadi istri seorang pangeran, Arthur," lanjut Snow dengan intonasi yang begitu datar namun menghancurkan seluruh harapan di dada pria itu. "Dan aku tidak akan pernah sudi menyerahkan sisa hidupku pada pria yang tangannya bernoda darah."

...----------------...

Author Lanjut Up Besok ya🙏🏻

1
Astrid Kucrit
ocean minta adik tuhh 😂😂
Rosdianah 🌷: hahah🤣
total 1 replies
Astrid Kucrit
menikah jugaaaa 👏👏
Rosdianah 🌷: yeayyy🥳
total 1 replies
Yusry Ajay
akhirnya snow menikah jg🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Astrid Kucrit
keren raja
Astrid Kucrit
yukk nikah yukk
Astrid Kucrit
yeeaayyyyyyy akhirnyaaaaaa 👏👏
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Astrid Kucrit
di tunggu besok
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
ya kk lanjut besok ditunggu up nya kk Thor 🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Ranita Rani
q kurang paham waktu mundur dlm crta ini,,,,
Ranita Rani
ocean umur brp sih
Rosdianah 🌷: Ocean umur dua bulan sebelumnya ya kak
total 1 replies
Astrid Kucrit
siap2 kaget tur arthur
Rosdianah 🌷: Gedubrak dia🤣
total 1 replies
Astrid Kucrit
jangan berpikir buruk dulu arthur
Astrid Kucrit
silahkan bermimpi savea
Leo
Bener2 cerita yg keren, selalu bikin penasaran
Rosdianah 🌷: ikutin terus cerita nya kak🤭
total 2 replies
Yusry Ajay
savea ga waras..🤔
Rosdianah 🌷: author silent 🤭🤣
total 1 replies
Leo
Bener2 gila nihh savea
Rosdianah 🌷: mau digetok 🤭
total 1 replies
Astrid Kucrit
jangan termakan bualan istrimu
Rosdianah 🌷: nah kasih tau 🤭
total 1 replies
Astrid Kucrit
tunggu tanggal mainnya wanita gila
Rosdianah 🌷: wkwkw🤭
total 1 replies
Hotmayanti Yanti
semoga ocean tidak jadi tumbal,kasian Thor 😭
Rosdianah 🌷: tenang kak🫶
total 1 replies
Leo
Ceritanya keren gak sabar nunggu lanjutnya
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!