NovelToon NovelToon
AURORA [TRANSMIGRASI ISTRI YANG TERBUANG]

AURORA [TRANSMIGRASI ISTRI YANG TERBUANG]

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Transmigrasi
Popularitas:799
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Update setiap hari!
No copy, cerita saya!
Selamat membaca semua, semoga suka...

Sinopsis :
Maudy, Seorang Sekertaris di Perusahaan besar mendadak tewas setelah Mobilnya tertabrak oleh Mobil pengendara lain. Namun bukannya pergi ke alam baka ia malah bersinggah di tubuh Wanita lain. Ia bahkan kini harus menghadapi kesulitan lantaran ia kembali ke 2 tahun yang lalu dalam tubuh wanita itu, yang bernama Aurora. Saat ia berpikir untuk menyerah dan kembali mati ia pun bertemu dengan wanita di alam mimpinya.

"Tolong aku, Tolong rubah masa depanku yang hancur" Ucapan itu membuat Maudy ketakutan. Ia bahkan tak kenal wanita ini atau siapa dia. Ia mencoba beberapa kali percoba bunuh diri namun selalu gagal dan hingga akhirnya ia menyerah dan memilih untuk tetap bertahan sebagai Aurora.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Rumah sakit citra medika, rumah sakit besar di Jakarta pusat. Federic kini di larikan ke rumah sakit ini, setelah di tembak oleh seseorang dari atas gedung.

Aurora berlari sepanjang lantai 5 rumah sakit, mencari ruangan, tempat yang di gunakan ayahnya saat ini.

Di luar ruangan, terlihat Grace yang sedang melamun duduk di kursi tunggu depan ruangan.

Aurora menoleh ke kanan ke kiri, hingga akhirnya, ia berhasil mendapati ibu sambungnya yang tengah menamani ayahnya.

Di belakang Aurora, seorang pria juga turut hadir, ia datang bersamanya. Mereka menghampiri Grace.

Grace tertegun, kepalanya menunduk, air mata terus berjatuhan dari wajahnya. Wanita itu tak mampu menyembunyikan kepedihannya.

Selang beberapa saat, terlihat kaki jenjang, seseorang dengan sepatu heals yang cukup tinggi berdiri di hadapannya. Membuat Grace yang semula hanya duduk diam merenung. Kini mendongak ke atas, dan benar saja. Sosok itu adalah sosok yang sangat ia harapkan saat ini.

"Mama" Panggilnya, dan langsung memeluk sang ibu.

"Aurora, mama sangat takut." Aurora mencoba menenangkannya. Ia bisa merasakan bagaimana wanita itu merasa sangat hancur sekarang.

"Mama tenang ya, Aurora ada di sini." Aurora menepuk pundak ibunya beberapa kali, mencoba membuatnya tetap tenang.

Grace kini sudah lebih tenang, ia kemudian sadar, bahwa Aurora tak datang sendirian.

"Aurora, siapa dia?" Tanya Grace, saat melihat di belakang Aurora sudah ada seorang pria.

Aurora pun menoleh menatapnya.

"Saya Jordan tante, teman Aurora, dan saya juga orang di jo" Belum selesai pria itu berbicara, Aurora sudah lebih dahulu membungkam mulutnya dengan tangan.

Aurora melotot menatap Jordan, dan pria itu malah membalasnya dengan tatapan menyeringai.

"Dia teman aku ma." Ucap Aurora, sambil meringis.

***

2 Jam yang lalu

Di parkiran mobil, Aurora tengah kebingungan mencari kunci mobilnya. Ia terus membuka tasnya, mencari kunci itu namun tak menemukannya.

"Apes sekali aku, bagaimana bisa aku membuka mobil jika tak ada kunci."

"O iya, kenapa tidak pesan taxi online? pintar sekali diri ini." Aurora membuka ponselnya, namun ia lupa bahwa ia tak punya aplikasinya.

"Astaga, aku lupa tak punya aplikasinya, ini hanya akan memakan waktu." Aurora tampak kebingungan, ia ingin ke ruangannya untuk mencari kunci, namun keadaannya saat ini sedang genting.

"Aku harus bagaimana sekarang? Berpikirlah Aurora."

Dari jarak yang tak jauh, sebuah mobil tengah berkelok di tikungan. Aurora melihat mobil itu, dan dia punya akal.

"Jordan, kau tampaknya sangat menyukai wanita itu, lanjutkan saja perjodohan kalian. Siapa tahu kau memang berjodoh dengannya."

Orang di dalam mobil itu, rupanya adalah Alex dan Jordan. Alex duduk di kursi pengemudi, sedangkan Jordan, pria itu masih tetap bekerja di kursi belakang. Ia mengecek setiap laporan menggunakan sebuah tablet.

"Tidak usah banyak bicara kau Alex, saya sedang sibuk saat ini, jangan ganggu saya dan fokus saja menyetir."

Alex benar-benar sangat kekeh akan feelingnya, "Pegang ucapanku, jika setelah ini kau bertemu dengannya lagi, maka aku jamin kau dan dia akan benar-benar menikah dalam waktu satu bulan ini." Ucapan itu membuat Jordan yang semula fokus pada pekerjaannya, kini mulai mendengarkan Alex.

Namun kini, pandangan Jordan menatap ke arah lain, raut wajahnya tampak syok.

"Alex, di depan!"

Alex yang sedari tadi menoleh ke belakang, kini kembali menatap depan. "Hah, apa?"

"Astaga naga." Ucap Alex spontan.

Alex terkejut, ia melihat Aurora yang tiba-tiba saja berlari dan berdiri tepat di tengah jalan, dengan tangan yang membentang. Wanita itu mencoba menghentikan mobil Jordan.

Axel yang melihat Aurora berdiri tepat di tengah jalan, kini langsung menginjak rem mobil mendadak.

Melihat mobil yang kini telah berhenti, Aurora pun dengan cepat langsung menghampiri pemilik mobil. Ia mengetuk kaca mobil beberapa kali.

Tok Tok Tok!

"Pak, buk, tolong saya. Saya kehilangan kunci mobil, saya harus jenguk papa saya di rumah sakit secepatnya."

Jordan menurunkan kaca mobil, kini Aurora dapat melihat dengan jelas, siapa orang yang berada di sana.

Kini wanita itu seketika langsung berbalik badan, ia tak akan menyangka jika itu adalah Jordan, karena kaca mobil menggunakan kaca riben, Aurora jadi tak bisa siapa orang yang ada di dalamnya.

"Aurora, bagaimana bisa kau langsung bertemu dengannya, kau belum menyiapkan mentalmu. Ini mendadak." Ucap Aurora kepada dirinya sendiri.

"Masuk!" Ucap Jordan sambil menuntukkan seringaian senyumnya.

Aurora yang mendengar itu, kini berbalik badan, ia melihat senyuman Jordan itu dan mengingatkannya pada kehidupan masa lalunya saat ia masih menjadi bawahannya.

"Apa kau memang selalu tersenyum seperti itu, kepada setiap wanita Jordan?" Batinnya, isi otak Aurora memang benar-benar sangat ramai.

"Mau saya antar tidak, kenapa malah bengong, jika tidak mau ya sudah."

"Mau, saya mau" Tanpa pikir panjang, Aurora pun langsung membuka pintu mobil, dan masuk ke dalan, ia kini duduk tepat di sebelah Jordan.

Kaca mobil itu kembali tertutup, Aurora kini sangat-sangat grogi, ia bahkan memasang seatbelt mobil dengan terburu-buru.

"Ayo jalan!" Ucap Aurora yang sama sekali tak berani menatap Jordan, wanita itu terus menatap ke arah luar jendela.

Jordan rupanya memperhatikan gelagat Aurora sejak tadi. "Ada apa dengan dia, apa aku menyeramkan sampai dia tidak mau menatapku?" Batin Jordan.

***

Aurora, Grace kini tengah duduk di kursi tunggu, lalu Jordan, ia bersandar pada tembok sambil bersedekap mengamati Aurora.

"Ini bukan respon orang biasa, dari datanya, dia terkenal manja dan kikuk. Namun tadi, ini berbeda beda portofolio yang di berikan."

Jordan rupanya benar-benar detail mengamati Aurora. "Jika wanita normal, ia pasti akan menangis pilu ratapi nasib ayahnya. Namun mengapa tidak dengan dia? Apakah memang dia setegar ini?" Batinnya lagi.

Jordan berdiri, tepat di samping pintu ruangan lain. Di pintu itu, terdapat kaca. Jiwa Aurora yang asli, kini tampak begitu terpuruk. Ia ingin sekali ke sana, menemani ayahnya yang tengah berjuang melawan rasa sakit.

"Papa..." Ucap Jiwa itu, merintih pilu melihat ayahnya.

Seorang perawat datang menghampiri mereka, dengan pasien yang duduk di duduk di kursi roda dan di dorong oleh perawat itu.

"Jonas..." Ucap Grace. Wanita itu berlari menghampiri Jonas.

"Bagaimana dia bisa seperti ini, apa yang sebenarnya sedang ia lakukan? Dan kenapa kau biarkan suamiku dalam bahaya? KENAPA?" Sambung Grace, wanita itu kemudian menangis.

"Maaf nyonya" Jonas hanya bisa menunduk, ia lalai dalam menjaga bosnya.

"MAAF KAU BILANG?"

Aurora mencoba menenangkan ibunya, "Ma, ayo kita duduk dulu, dan bicarakan baik-baik."

Grace menatap Aurora kecewa, "Bagaimana kau bisa setenang ini, ayahmu itu kritis karena di tembak seseorang."

"Lalu kau mau apa? Marah-marah padanya? Hah, ini rumah sakit." Aurora membentak Grace.

Aurora kini pergi dari sana, meninggalkan Grace bersama dengan Jonas.

"Aurora..." Jordan pergi, mengikuti Aurora yang tengah kalut.

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!