Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.
Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.
Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28: Istana yang Terkurung
Reruntuhan Kota Langit Utara tertinggal jauh di belakang, perlahan lenyap ditelan kabut salju yang kian pekat.
Reno melangkah maju, kini benar-benar menginjakkan kaki di Wilayah Inti Alam Dewa Abadi.
Atmosfer di tempat ini terasa sangat berbeda, jauh lebih berat dan menindas dibandingkan wilayah luar.
Kepadatan energi spiritualnya gila-gilaan, namun bercampur dengan aura kegelapan yang pekat dan beraroma amis darah.
Di kejauhan, di atas puncak gunung tertinggi yang puncaknya menembus awan merah, berdirilah Istana Dewa Abadi.
Megah, angkuh, sekaligus menyeramkan.
Seluruh bangunan istana itu dikelilingi oleh kubah energi raksasa berwarna hitam keunguan yang berputar perlahan.
Itu adalah Formasi Pelindung Gerhana Iblis, segel pertahanan tingkat tinggi yang dipasang oleh Mo Tian dan Aliansi Iblis Agung ribuan tahun lalu.
"Formasi pelindung tingkat tinggi... pantesan Ki Sanjaya bilang Istana Utama susah ditembus," gumam Reno menatap kubah energi itu dengan pandangan datar.
'Kepadatan energi iblis di sini beneran polusi. Kalau Alya ada di sini, dia bisa langsung pingsan cuma karena nyium baunya,' batin Reno sambil menghela napas pelan.
Reno merapikan jas jas hitamnya yang kini kembali kering setelah melewati dataran salju.
Dia tidak memilih untuk terbang langsung menuju istana, melainkan melangkah santai menyusuri jalan setapak kuno yang menuju gerbang segel.
Aura naga emas Sutra Naga Kuno di tubuhnya mendadak bergetar hebat saat mendekati Formasi Gerhana Iblis.
Tato naga di lengan kanannya memancarkan cahaya keemasan yang redup namun konsisten, seolah-olah mengenali musuh bebuyutannya.
Reno berhenti tepat sepuluh meter di depan dinding kubah energi hitam tersebut.
Hawa dingin yang menusuk tulang dan suara bisikan-bisikan iblis yang memekakkan telinga terdengar jelas dari dalam segel.
"Hadeuhhh... sambutannya pakai acara pamer energi kegelapan segala, berasa kayak masuk rumah hantu tingkat nasional," pukas Reno menyunggingkan senyum tipis mengejek.
'Waduh... kalau pintu masuknya aja sekasar ini, gue harus siap-siap buat nyapu lagi nih,' batin Reno menghela napas panjang.
Reno mengangkat tangan kanannya, tato naga emas di lengannya mendadak bergetar hebat.
Sinar keemasan murni Sutra Naga Kuno meledak keluar dari telapak tangannya, menghantam dinding Formasi Gerhana Iblis.
*Brakkkk!*
Ledakan energi dahsyat tercipta di antara benturan dua energi yang bertolak belakang tersebut.
Dinding kubah energi hitam berputar kencang, mencoba menahan hantaman energi naga emas Reno.
"Teknik Naga Kuno: Pukulan Pemecah Segel!" seru Reno melayangkan pukulan lurus ke depan.
*Boommm!*
Gelombang kejut raksasa tercipta dari titik benturan, meratakan hutan batu di sekelilingnya.
Kubah energi hitam bergetar hebat, retakan-retakan halus mulai muncul di permukaannya.
'Cuma segini kekuatannya? Lemah banget,' batin Reno mengejek.
Reno mengerahkan seluruh energi Sutra Naga Kuno tingkat puncak untuk menekan segel tersebut ke depan.
Tangan Reno seperti dinding gunung abadi yang tak tergoyahkan.
"Formasi pelindung iblis... tamat dalam satu pukulan," pukas Reno dingin.
*Pranggg! Pranggg! Pranggg!*
Formasi Gerhana Iblis yang dibanggakan Mo Tian hancur berkeping-keping dalam hitungan milidetik!
Cahaya emas murni meledak dahsyat dari dalam tubuh Reno, membumbung tinggi menembus garis awan merah.
Pemandangan Istana Dewa Abadi akhirnya terbuka lebar di hadapan Reno.
Namun, di dalam aula utama yang gelap gulita, Mo Tian mendadak membuka matanya.
Pancaran aura Kaisar Spiritual Tingkat Puncak milik Mo Tian meledak, menghancurkan pilar-pilar batu di sekitarnya.
"Aura Formasi Gerhana Iblis... sudah padam..." bentak Mo Tian murka.
"Aura Sutra Naga Kuno... sudah masuk ke dalam Istana!" racau Mo Tian gila.
"Reno Wijaya! Lu benar-benar cari mati!" teriak Mo Tian histeris.
"Aliansi Iblis Agung... Bangunlah! Naga emas sejati sudah tiba di gerbang istana kita!" komando Mo Tian gila penuh amarah yang membara.
Reno melangkah masuk ke dalam area istana yang kini telah runtuh, meninggalkan reruntuhan formasi di belakangnya.
Aula utama istana itu gelap gulita, hanya disinari oleh cahaya bulan merah yang masuk dari atap yang hancur.
Tato naga emas di lengan kanan Reno memancarkan cahaya keemasan yang sangat terang, bergetar hebat seakan merespon tekad Reno.
Di saat yang sama, dari kegelapan aula, muncul sesosok pria bermata tiga dengan mahkota tengkorak—Mo Tian—berdiri dengan aura pembunuh yang sangat pekat.
"Hahaha! Sudah ribuan tahun tidak ada sampah dari bumi yang berani membuka gerbang ini!" gelak tawa Mo Tian pecah kegirangan.
"Aura darah pemuda ini... sangat murni! Ini adalah bahan tumbal terbaik untuk Penguasa Iblis kami!" seru Mo Tian murka luar biasa.
"Berani-beraninya sampah dunia bawah menyebut nama Penguasa Mo Tian dengan tidak hormat!" teriak Mo Tian penuh nada intimidasi.
Reno bersedekap dada, menatap Mo Tian dari atas sampai bawah dengan pandangan remeh.
"Gue cuma numpang lewat buat nyari seseorang bernama Mo Tian," sahut Reno santai.
"Pengkhianat itu ada di dalam Istana Dewa Abadi kan?" tanya Reno datar tanpa dosa.
Deggg...!
Mo Tian terbelalak kaget mendengar Reno menyebut nama Mo Tian dengan begitu santai.
"Mati lu, Pemuda Sombong!" jerit Mo Tian murka luar biasa.
Brakkkk!
Mo Tian melompat turun dari singgasana, mengayunkan pedang iblis raksasanya dengan mengerahkan seluruh kekuatan Ranah Kaisar Spiritual Puncak.
Tebasan pedang iblis itu membelah udara, menciptakan gelombang kejut api membara yang mampu melelehkan dataran salju dalam sekejap.
*Wusss! Wusss! Wusss!*
Namun, di mata Reno, tebasan pedang iblis itu tidak ada bedanya dengan mainan kembang api anak kecil.
Reno tidak bergeser satu senti pun dari posisi berdirinya.
Ketika mata pedang iblis tajam itu berada hanya berjarak beberapa milimeter dari dada Reno...
Reno membuka mulutnya, membalas raungan pedang iblis tersebut dengan satu kali dehaman halus yang berisi aura Sutra Naga Kuno.
"Ehem!"
Brakkkk!
Gelombang kejut keemasan meledak hebat dari tubuh Reno!
*Pranggg!*
Pedang iblis raksasa milik Mo Tian hancur berkeping-keping menjadi abu besi di udara!
Mo Tian terbelalak lebar, memuntahkan darah segar saat gelombang suara dehaman Reno menghantam dadanya secara langsung.
"Guaaarkkk!"
Tubuh Mo Tian yang kekar melesat mundur bagaikan peluru, menabrak tembok istana hingga hancur berhamburan.
Brakkk!
Mo Tian tersungkur di atas lantai marmer dengan tulang-tulang rusuk yang retak parah, dadanya terengah-engah penuh ketakutan yang belum pernah ia rasakan seumur hidup.
"L-Lu... Lu ini monster jenis apa?!" jerit Mo Tian gemetaran setengah mati.