NovelToon NovelToon
Soraya Dan Aldrian

Soraya Dan Aldrian

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:376
Nilai: 5
Nama Author: MayRedN

Soraya anak bungsu dari tiga bersaudara, ceria, mudah bergaul dan sedikit pintar. Keluarganya berkecukupan tapi sederhana. Hari Pertama SMA kelas 10 bertemu Aldrian yang kelas 12, Aldrian orang yang pendiam, perhatianya tidak diucapkan. Soraya dan Aldrian memiliki hari hari yang canggung disekolah. Banyak interaksi tak pernah terjalin komunikasi. Soraya akhirnya harus terpisah dengan Aldrian. Aldrian yang sudah lebih dulu lulus pergi tanpa kata tanpa berpamitan, membuat hari hari Soraya disekolah selalu mengingat Aldrian.

Setelah 2 tahun terpisah akhirnya mereka bertemu kembali. Aldrian mempunyai keberanian untuk menemui Soraya dirumahnya.

Soraya dan Aldrian dari keluarga yang sangat berbeda, keyakinan yang berbeda membuat mereka mempunyai banyak cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MayRedN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jantungku langsung deg seperti terhenti

"Kan ada yang mau pingsan jadi skalian aja aku nyuruh dia nganter ke UKS barangkali ada yang berlu diobati kan bisa sekalian"

"Sebegitunya Al?? Aldrian"

Jantungku langsung deg seperti terhenti 3 detik, suaranya betu betul suara kak Aldrian dan kak Firuly, aku masih ingat betul.

Bener ini aku yang dia kawatirin, aku yang lagi dibicarain mereka.

aku masih bertanya tanya sendiri di dalam hati, seperti tidak percaya.

"Tadi pagi .... "

"Tadi pagi kamu yang nabrak dia ditangga, yang pergi begitu saja?"

"Iya tadi pagi aku yang nabrak dia ditangga didepan gerbang, aku tadi buru buru langsung pergi, takutnya dia kenapa napa soalnya dari pagi diem mulu, makanya aku suruh ke UKS skalian"

"Terserah kamu ajalah Al, untungnya anaknya baik baik aja"

Mendengar pengakuan kak Aldrian ke kak Firuly dadaku nyesek,

Suara ini yang dari tadi ga pernah denger ngomong ke aku,

Suara yang aku pikir dia tidak menganggapku,

Aku pikir aku tak terlihat olehnya, ternyata dia kepikiran aku.

Ternyata dia nyuruh aku ke UKS untuk memastikan kalau aku nggak kenapa napa.

Dan dia nengokin ke UKS, biarpun hanya Putri yang diajak bicara.

Diluar terdengar langkah kaki menjauh, sepertinya mereka berjalan pergi meninggalkan ruang UKS, sedangkan aku masih mematung dibalik pintu UKS, tanganku dingin.

Tiba tiba bu Yuni datang dari ruangan sebelah mengagetkanku

"Hei... Kenapa berdiri bengong dibelakang pintu, ada yang di rasakah? atau bagaimana?"

Aku "Nggak... nggak ada kok bu, ini mau kembali kekelas ambil tas"

Bu Yuni "Oke hati hati ya, jangan terburu buru, jangan takut kalau kelasnya udah sepi soalnya sudah pada pulang"

Aku "Iya terimakasih bu Yuni"

Setelah aku selesai mengatur jantung ini agar berdetak kembali normal seperti semula, aku kekelas mengambil tasku dan tas Putri.

Aku lari tergesa gesa, betul sekali kata bu Yuni, semuanya udah pada pulang, sepi jadi horor...

Dari kelas aku kembali lagi ke UKS menemui Putri.

Masih dengan hati yang dag dig dug, ga tau ini karena mendengar percakapan tadi atau karena merasa horor dikelas.

Aku "Put masih punya kekuatan buat bawa tas sendiri atau aku bawain sampai depan?"

Putri mengambil tas yang ada ditangan kiriku sambil berkata "Ceritanya ngeledek ini, dipikir aku kenapa sih sampai ga kuat bawa tas sendiri"

Aku "lhoh... Lhoh... tadi bukanya mau pingsan ya? Bangun gih, pulang yuk!"

Putri "Tadi beneran mau pinsan tau Put, Sabar dikit napa, gini gini masih jadi pasien UKS tau"

Aku "Bangga amat jadi pasien UKS gara gara lupa minum, tadi ku anggep pasien ga mau giliran sekarang ngaku ngaku jadi pasien, bagaimana ini...."

Kami berdua tertawa terbahak bahak kalo inget mau pingsan gara gara lupa minum, sambil beberes dan mempersiapan untuk pulang.

Setelah selasai kami berdua berjalan keluar bersama.

Aku "Terimakasih banyak bu Yuni, mohon maaf merepotkan"

Putri "Terimakasih banyak ya bu, maaf dari tadi saya merepotkan bu Yuni?"

Bu Yuni " Ga apa apa, besok lagi jangan lupa sebelum berangkat sarapan dulu ya, jaga kesehatan"

Aku dan Putri menjawab kompak "Iya bu Yuni, kami pulang dulu"

Bu Yuni "Iya hati hati dijalan ya nak"

Kami keluar dari ruang UKS berdua, berjalan beriringan ke pos satpam didepan.

Sepanjang perjalanan ada saja yang kami bicarakan. Semua pembicaraan menjadi menyenangkan dan menggelikan.

Putri ini anaknya asyik lucu banyak bicara, aku merasa biarpun baru kenal tapi seperti sudah mengenal lama karena gampang akrab.

Sesampainya kami di pos satpam aku sedikit terkejut, ternyata ada Kak Aldrian yang sedang duduk dibangku panjang disamping pos satpam. dia terlihat sibuk dengan Hp nya.

Aku bingung mau dicuekin gitu aja atau disapa,

Tapi memang baiknya disapa saja, biar kelihatan sopan sebagai adik kelas, apalagi dia jadi pembimbing kelompok.

Dan ternyata.....

Si Putri ini gercep banget, dia inisiatif buat nyapa duluan.

Putri "Kak Aldrian belum pulang? "

Kak Aldrian "hemm"

Mata putri melirik kearahku, mungkin maksudnya "hemm doang jawabanya" akupun membalas lirikan Putri dan berbisik ke Putri :

"Rasain sapa suruh nanya ke gunung es"

Putri yang tidak ada kapoknya kembali bertanya ke kak Aldrian "Kami pulang dulu kak"

Kak Aldrian "hemm"

Lagi lagi dia hanya jawab "hemm".

Denger jawaban "hemm" rasa rasanya kalimat panjang di depan UKS tadi seperti bukan keluar dari mulutnya.

Beda banget sumpah, seperti dua ora yang berbeda.

Tadi dia ngomong bisa lancar banget sama temenya, ga bisa apa kali ini jawab iya atau senyum gitu.

Dari parkiran ada anak laki laki menaiki sepeda motor berjalan keluar berhenti didepan kak Aldrian.

Anak laki laki "Kenapa masih disini Al? bukanya tadi yang lain udah berangkat"

Kak Aldrian "Kamu?"

Anak laki laki "Kan aku izin Al, hari ini aku harus nganterin bunda ke rumah temenya"

Kak Aldrian "Bentar lagi nyusul"

Anak laki laki "Ngapain sih kamu malah nongkrong disini? Jangan kelamaan kasian yang lain nunggu, aku duluan ya"

Kak Aldrian "Iya"

Anak laki laki tadi sepertinya temanya kak Aldrian, kak Aldrian berarti ada janji sama teman temanya, kenapa masih disini.

Mereka mengakhiri pembicaraan kemudian temanya pergi dengan motornya.

Sedangkan kak Aldrian masih sama saja, duduk dibangku sibuk dengan Hp nya.

Akhirnya yang ditunggu datang juga,

Mas Nandito benar benar selalu menjadi penyelamat.

Mas Nandito berhenti mem parkir kan motor tigernya didepan gerbang, kemudian berjalan kearahku di pos satpam sambil senyum senyum.

Sepertinya mas Nandito tau kalo aku lagi kesel.

Mas Nandito "Sorry telat ( sambil mencubit pipiku) nunggunya udah lama?"

Aku "Nggak!!! nggak lama, cuma bikin kaki pegel ga bisa jalan"

Mas Nandito merangkul pundakku "Ayok jadi pulang ga?"

Aku "Put aku duluan ya put, kamu yang hati hati ya, disini aja jangan kemana mana, jangan sok kenal sama orang nanti takutnya kecewa"

Putri " iya aya.... tenang saja aku akan aman disini, didekat bapak security, ntar kalau ada yang macam macam tinggal dikeluarkan jurus tongkatnya, masku paling bentar lagi sampai, udah jalan dari tadi kok"

Pak Satpam "Tenang saja mbak mbak semua, selagi ada Pak Bejo disini semua aman, terkendali tidak usah kawatir"

Aku dan Putri kompak menjawab "Mantap" sambil tertawa kecil.

Aku berjalan menuju motor mas Nandito tangan kiriku menggandeng mas Nandito dan tangan kananku melambai lambai ke arah Putri.

Aku "Hari ini sungguh panjang dan melelahkan"

Mas Nandito "Buruan naik, yang pernah sekolah ga kamu aja"

Sungguh sia sia curhat dengan masku ini, dia tidak tau apa yang udah dilalui adeknya hari ini.

Akupun bergegas naik motor mas Nandito, aku melihat kearah Putri lagi, tidak disangka pandangan ke Putri terhalang sosok yang tinggi, yang dari jauh sepertinya menatap tajam ke arahku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!