NovelToon NovelToon
Aku, Kamu Dan Sebuah Rasa

Aku, Kamu Dan Sebuah Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:507
Nilai: 5
Nama Author: Madelyn_Sa

Setelah bertahun-tahun memendam perasaan tanpa kepastian, Kiara akhirnya memilih mundur dan membuka hati hingga menerima lamaran Dimas, pria dewasa yang memberinya komitmen nyata. Namun, tepat sebulan sebelum akad nikah, sebuah rahasia masa lalu terbongkar...
Rahasia apakah itu???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Madelyn_Sa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 : Invasi Geng Harmony dan Senandung Kebahagiaan Baru

Suasana kamar rawat yang tadinya tenang dan hening seketika hancur berkeping-keping saat pintu kayu VVIP terdorong kasar.

Rombongan "Geng Harmony"—tim EO sekaligus personel band sahabat-sahabat Dimas—menerobos masuk beruntutan bagaikan rombongan pasar kaget.

"BOS PUNGGUNG BESI KITA MASIH HIDUP, GUYS!" teriak Bagas heboh sambil mengacungkan dua bungkusan plastik berisi buah naga dan parsel pisang kepok raksasa.

"Woi, Bagas! Ini rumah sakit, bukan stadion sepak bola!" bisik Fahri panik setengah mati sambil mencoba membungkam mulut Bagas,

Meski usahanya sia-sia karena suara Bagas sudah terlanjur menggelegar.

Dave melangkah masuk memboyong buket bunga matahari raksasa yang tingginya hampir menutupi separuh wajahnya, disusul Galang yang membawa rantang susun tiga berisi ayam betutu, dan Daffa yang sibuk memegang kamera vlog.

Di barisan belakang mereka, Rendra melangkah tenang menggandeng tangan Tamara, mengekor dibelakang Arga dan Widya yang hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah kelakuan teman-temannya.

Dimas yang sedang menyandar di atas tempat tidur langsung menepuk dahinya, sementara Kiara tak sanggup menahan tawa geli melihat kamar rawat suaminya mendadak berjejal belasan orang dengan berbagai barang bawaan aneh.

"Astaga... kalian mau menjenguk orang sakit atau mau menggelar konser akustik di sini?" celetuk Dimas seraya terkekeh pelan, meski harus sedikit meringis menahan rasa nyut-nyutan di bahu kirinya.

"Ya jelas.... jenguk pahlawan Sukabumi kita dong!" sahut Dave seraya menaruh buket bunga di atas meja periksa sampai menutupi tiang infus.

"Gue sengaja bawa bunga matahari biar bahu lu yang kena pipa besi cepat fotosintesis, Dim!" kelakar Dave

"Sejak kapan jaringan otot manusia bisa fotosintesis,...stres lu Dave!" semprot Galang yang langsung menghadiahkan jitakan di kepala Dave, memicu tawa riuh seisi ruangan.

Rayyan yang sedang duduk di sofa langsung melompat girang, melambaikan tangannya tinggi-tinggi

"Om Bagas! Om Dave! Papa dipasang perban super kayak Captain America!"

"Wah, iya! Papamu ini Captain America versi Sukabumi, Ray!" balas Bagas seraya mengangkat tubuh Rayyan ke udara dan mendudukkannya di atas bahunya.

"Nanti kalau Om Farhan itu berani datang lagi, biar Om Bagas timpuk pakai pisang kepok raksasa ini!"

Kerusuhan itu berlanjut dengan Dave yang sibuk mengabadikan foto perban bahu Dimas buat dijadikan kenang-kenangan draf album cover, sementara Daffa malah sibuk mencicipi kue bolu buatan Menik di meja tamu.

Kebisingan yang hangat dan konyol itu perlahan mengikis habis sisa-sisa trauma dan hawa dingin dari teror yang sempat membayangi mereka selama sepekan terakhir.

...***...

Tiga Bulan Kemudian. Rumah Dimas dan Kiara.

Aroma harum gurih nasi tumpeng kuning berhias suwiran ayam kampung, telur balado, urap segar dan perkedel kentang memenuhi ruang tengah rumah Dimas dan Kiara.

Gelak tawa hangat melimpah di dalam rumah yang kini terasa semakin hidup.

Dimas sudah pulih total. Bahunya tak lagi dibalut perban, dan lengannya sudah sangat cekatan menggendong Rayyan yang kian aktif.

Sementara itu, kandungan Kiara telah genap memasuki usia empat bulan. Perutnya mulai membuncit manis, dibalut gaun hamil longgar berwarna krem yang membuatnya tampak makin berseri dan anggun.

"Perhatian semuanya!" seru Bagas seraya menepuk-nepuk sendok ke gelas kaca.

"Acara syukuran atas pulihnya Punggung Besi Bos Dimas sekaligus empat bulanan calon anggota baru Harmony Junior resmi dimulai!"

"Huuu... gaya lu, Gas! Yang punya rumah aja belum potong tumpeng!" celetuk Dave yang langsung disambut tawa riuh seisi ruangan.

Dimas tertawa hangat, lalu merangkul pinggang Kiara dengan lembut.

Pria itu mengambil pisau dan memotong puncak tumpeng kuning, lalu meletakkannya di atas piring porselen putih.

Piring pertama itu tidak ia serahkan kepada siapa pun, melainkan disuapkan langsung ke mulut Kiara diiringi sorak-sorai godaan dari Geng Harmony.

"Suapan pertama buat wanita terhebat... ibu dari anak-anakku," bisik Dimas lembut tepat di telinga Kiara, membuat pipi istrinya merona merah bahagia.

Di tengah riuhnya acara makan bersama, Fahri berdehem pelan. Pria berpenampilan rapi yang biasanya sangat kaku dan formal itu tiba-tiba berdiri dari kursinya seraya menggenggam erat jemari Mbak Widya yang menunduk malu dengan wajah merona.

"Ehem... karena hari ini hari penuh berkah dan kebahagiaan..." buka Fahri dengan vokal yang tertata rapi,

"saya sekalian mau menyampaikan pengumuman resmi."

Fahri merogoh saku jasnya dan mengeluarkan dua lembar undangan berornamen emas elegan.

"Bulan depan, saya dan Widya secara resmi akan melangsungkan acara lamaran keluarga."

PROK! PROK! PROK!

WOOOO!

"ASIK! Makan-makan gratis lagi bulan depan!" teriak Bagas kegirangan sambil menepuk-nepuk paha Arga.

Belum sempat kehebohan menyurut, Rendra yang biasanya paling pendiam di antara personel band tiba-tiba merangkul bahu Tamara di hadapan semua orang.

"Gue sama Tamara juga udah resmi pacaran," potong Rendra dengan suara bass-nya yang berat dan mantap.

"Dia udah setuju buat nemenin gue ngerancang masa depan bersama."

Tamara yang biasanya paling ceriwis mendadak salah tingkah dan menyembunyikan wajahnya di balik bahu tegap Rendra.

Sorak-sorai dan godaan hangat seketika menggetarkan ruangan.

Kiara menatap kedua sahabat karibnya itu dengan mata berkaca-kaca haru.

Badai yang lalu kini benar-benar berganti dengan musim mekar yang begitu indah bagi semua orang di sekeliling mereka

...***...

Malam harinya, ketika tamu-tamu mulai pamit pulang dan Rayyan sudah tertidur lelap setelah lelah bermain sepanjang hari.

Dimas membawa Kiara duduk bersantai di sofa ruang tamu. Ia mengambil amplop cokelat besar berisi cetakan foto USG 4D terbaru dari dokter spesialis kandungan.

"Ra... tadi siang kan Mas ambil foto ini duluan pas kamu lagi ketiduran. Kamu belum lihat kan tebakan dokter?" goda Dimas dengan binar mata misterius.

Kiara membelalak penasaran, menepuk pelan lengan suaminya.

"Mas! Jangan bikin penasaran dong! Dokter bilang apa? Cewek atau cowok?"

Dimas membuka amplop itu, menyodorkan cetakan foto berteknologi 4D yang sangat jelas. Di sana terlihat wujud mungil janin dengan fitur wajah manis dan jari-jemari yang menguncup indah.

"Dokter bilang..." Dimas menahan senyumnya, menatap Kiara dengan kelembutan luar biasa.

"...Rayyan bakal punya adik perempuan."

Kiara menutup mulutnya dengan kedua tangan, air mata kebahagiaan spontan menetes membasahi pipinya.

"A-adik cewek, Mas? Ya Allah... terima kasih..."

Dimas membawa Kiara ke dalam pelukan hangat di sofa. Mereka kemudian melangkah ke balkon lantai dua, menikmati hembusan angin malam kota Sukamaju yang sejuk dengan pendar lampu kota yang membias indah di kejauhan.

Dimas melingkarkan kedua lengannya dari belakang, mengusap lembut perut Kiara yang kian membuncit, lalu mendaratkan kecupan hangat dan lama di kening istrinya.

Cinta mereka yang pernah diuji oleh masa lalu, fitnah, dan pengorbanan darah, kini menemukan bentuk tertingginya—sebuah keluarga utuh yang siap menyambut masa depan dengan senyuman tanpa beban.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!