NovelToon NovelToon
AMERICAN CROWS

AMERICAN CROWS

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Bad Boy
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kazeo24

Cikampek adalah kota yang selama berabad-abad hidup dalam keterasingan dan dikenal sebagai wilayah yang sangat berbahaya. Banyak para petarung kuat berambisi menaklukkannya, tetapi hanya sedikit yang berani menginjakkan kaki di sana karena adanya perjanjian lama dengan berbagai pihak. Dahulu, satu-satunya cara membebaskan dan menguasai Cikampek adalah menaklukkan seluruh petarung terkuat hingga mencapai puncak dan memperoleh gelar Kaisar, sebuah gelar warisan sejak era awal yang pertama kali dikenal di Jakarta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazeo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 THE UNSEEN THREAT

​NEEEW-WOOOW-NEEEW-WOOOW!

​Suara sirine darurat yang melengking kian memecah udara SMK PGRI Cikampek. Bau hangus kayu dan besi terbakar dari gerbang utama yang dirusak merayap masuk ke seluruh penjuru gedung.

​Di lapangan tengah, situasi benar-benar kacau balau. Puluhan murid baru kelas 1 yang tadinya saling bantai di pertengahan Tradisi, kini justru harus berhadapan dengan gelombang bentrokan baru dari musuh luar. Enam anak kelas 1 yang tadi sempat mencolok—termasuk Firman dan Azka—berusaha keras menahan serbuan. Beberapa di antara mereka sudah jatuh tersungkur berdarah-darah, sementara puluhan anak kelas 1 sisanya bertarung mati-matian meski sudah kewalahan dan dihantam rasa lelah yang amat sangat.

​Ratusan siswa gabungan sekolah rival terus menginvasi, merangsek masuk bagaikan lautan semut yang liar.

​"Cih! Bikin ganggu aja!"

​Di tangga darurat gedung, Ryuka dan Zela melesat turun bersamaan. Mereka tidak peduli dengan rasa lelah atau luka memar yang baru saja mereka dapatkan dari duel sengit di lantai 2. Bagi mereka berdua, gangguan dari musuh luar di tengah-tengah pertarungan seru adalah hal yang sangat menyebalkan.

​Setiap kali ada anggota musuh luar yang mencoba menghadang di anak tangga atau di mulut lorong lantai 1, Ryuka dan Zela meratakannya tanpa menghentikan langkah.

​BAM! DUAAGH!

​Satu pukulan mentah Ryuka mematahkan hidung lawan, disusul tendangan memutar Zela yang melempar musuh lainnya menabrak dinding tembok. Hanya dalam hitungan detik, belasan penyusup yang mencoba menghalangi jalan mereka tumbang bergelimpangan di lorong lantai bawah.

​Begitu melangkah keluar dari bayangan gedung dan menjejakkan kaki di tanah lapangan tengah, Ryuka dan Zela berdiri berdampingan.

​Tepat di seberang lapangan—di belakang barisan ratusan siswa sekolah rival yang sedang membantai anak-anak kelas 1—berdiri tiga orang pria bertubuh tegap. Tiga orang puncak dari aliansi gabungan musuh yang memimpin penyerangan ini.

​Ryuka menyapu darah tipis di sudut bibirnya dengan punggung tangan, lalu menyunggingkan senyum miring ke arah Zela. "Woy, Zela. Biar adil... yang paling banyak numbalin mereka, dia yang paling kuat!"

​Zela melirik Ryuka dari sudut matanya, menyunggingkan senyum tipis yang tak kalah arogan. "Oke, kalau gitu gua terima tantangan lu. Gua bakal habiskan 50 orang dari mereka!"

​Ryuka langsung membelalakkan mata, lalu tertawa mengejek. "50? Ya elah, kecil amat! Gua 100! Mau apa lu?!"

​Zela mendesis kesal, matanya menajam. "Gua 150!"

​"Gua 200!" sela Ryuka tak mau kalah, membusungkan dadanya.

​"Gua 250!" balas Zela berteriak dengan nada meninggi.

​Padahal, jika dihitung secara teliti, jumlah seluruh pasukan musuh luar yang membanjiri lapangan saat itu cuma sekitar 100-an orang—sama sekali tidak mencapai angka tebakan konyol mereka berdua.

​Melihat tingkah dua orang di depan mereka yang malah sibuk bertengkar dan adu mulut mengenai jumlah korban, ratusan siswa musuh beserta tiga pemimpin mereka di belakang mendadak tertegun. Mereka dibuat heran setengah mati.

​"Dua orang itu... stres apa gimana?" gumam salah satu siswa musuh berbisik heran pada temannya.

​Sementara itu, adegan berpindah ke Atap Sekolah.

​Angin kencang menerpa puncak gedung. Friza mengulurkan tangannya yang kekar, meraih lengan Ken yang masih terbaring lemas di ubin beton. Dengan perlahan, Friza membopong tubuh Ken, menuntunnya berjalan ke sisi dinding pembatas atap agar Ken bisa melihat kejadian di lapangan bawah.

​Friza memicingkan matanya menatap ke bawah. Alisnya bertaut tajam, memancarkan rasa terkejut yang tak bisa disembunyikan.

​"Gila... Ada dua orang bodoh yang beneran berniat melawan mereka yang sebanyak itu?" gumam Friza pelan. "Mengingat posisi kita semua sekarang yang udah kehabisan tenaga gara-gara Tradisi... musuh luar ini cukup cerdik. Mereka memanfaatkan momen pas kita lagi lemas-lemasnya buat menyerang."

​Ken yang bersandar pada bahu Friza mengarahkan pandangannya ke bawah. Matanya yang sayu tertuju pada sosok jangkung yang berdiri di lapangan. "Friza... bukankah yang satu itu Zela?"

​"Ya," jawab Friza singkat. "Sepertinya itu emang Zela."

​"Dan yang satunya..." Ken menyela ucapan Friza, matanya membelalak pelan saat mengenali wajah Ryuka. "Oh... jadi dia siswa pindahan baru itu? Sepertinya ini bakalan menarik..."

​Friza menghela napas panjang, lalu mengatur posisi berdirinya. "Kayaknya gua harus turun juga ke bawah."

​Ken menoleh, menatap Friza heran. "Kenapa? Nggak biasanya lu mau turun tangan langsung ke masalah kroco kayak gini?"

​"Gua cuma gak pengen dia lepas kendali," jawab Friza datar.

​Ken mengerutkan dahi, bingung dengan pilihan kata saudaranya itu. "Siapa... yang lepas kendali?" tanya Ken dengan nada heran.

​Mendengar pertanyaan Ken, Friza tidak langsung menjawab. Namun, tiba-tiba pandangan Ken yang tadinya mengarah ke lapangan bawah mendadak terkunci pada sosok Ryuka.

​SZTHHH!

​Mata Ken membelalak kaget setengah mati! Pupil matanya mengecil, dadanya mendadak terasa sesak luar biasa, seolah udara di sekitarnya dihisap habis.

​Di mata Ken—seorang petarung jenius yang sanggup merasakan tekanan hawa keberadaan seseorang—di sekeliling tubuh Ryuka yang sedang tertawa-tawa konyol bersama Zela, terpancar sebuah hawa yang mengerikan. Sebuah gelombang hitam yang pekat, membumbung tinggi menyelimuti atmosfer lapangan!

​"I-itu kan..." suara Ken tercekat di tenggorokan.

​Friza menyela cepat sebelum Ken menyelesaikan kalimatnya. "Sepertinya kita harus turun sekarang, Ken. Nggak ada waktu buat menjelaskan."

​Friza kembali membopong Ken, membawanya menuruni tangga darurat menuju lantai 3.

​Sesampainya di lorong gedung lantai 3, suasana sudah agak lengang dari pertempuran. Di sana, Argantara sedang berdiri memegangi pembatas lorong, menonton situasi lapangan bawah dengan napas yang masih tersengal-sengal.

​Argantara menoleh saat mendengar langkah kaki di tangga. Dia kaget melihat Ken dibopong melangkah keluar, dan yang membuat dadanya makin berdesir... orang yang membopong Ken adalah Friza—orang yang baru saja menumbangkannya di atap!

​Friza berjalan mendekati Argantara, lalu menggeser tubuh Ken pelan ke arah bahu Argantara. "Arga, gua titip Ken."

​Ken langsung memutar matanya, mengomel dengan nada kesal. "Sialan lu, Friza! Gua bukan barang titipan kali, pake dititipin segala!"

​Argantara yang masih dipenuhi luka lebam hanya bisa mengangguk pelan, menahan beban tubuh Ken. "Oke... kalau gitu."

​Tanpa membuang waktu lagi, Friza berbalik dan melesat menuruni tangga darurat menuju lantai bawah, hendak menyusul Zela dan Ryuka yang masih asyik bertengkar membahas siapa yang bisa menumbangkan musuh paling banyak di lapangan.

​Setelah sosok Friza menghilang di belokan tangga, Ken bersandar di bahu Argantara. Dia melirik penguasa Bayoer itu dari sudut matanya.

​"Arga... lu bisa lihat itu?" tanya Ken pelan.

​Argantara memejamkan matanya sejenak, menghembuskan napas berat. "Ya... gua lihat. Cuma... rada samar-samar."

​Ken terkekeh pelan, tawa yang terdengar lemah namun penuh rasa tak percaya. "Oh ya? Gua justru bisa ngelihatnya dengan sangat jelas... Itu adalah Aura Kegelapan Pekat. Aura yang sangat langka, mengerikan, dan hampir gak pernah ditemui dari semua jenis hawa keberadaan petarung..."

​Ken menatap lurus ke arah Ryuka di bawah sana. "Kenapa dia bisa memiliki aura seperti itu? Siapa sebenarnya siswa pindahan ini? Di balik wajahnya yang ceria dan konyol itu... gak disangka dia menyimpan hawa pembunuh sepekat itu di dalam dirinya."

​Argantara mengangguk samar, menambahkan pengamatannya sendiri. "Sebaliknya... lihat Zela. Matanya dingin, tatapannya tajam, pendiam, dan penyendiri... tapi dia justru menyimpan Aura Cahaya yang sangat murni."

​"Ah... kau benar," bisik Ken setuju.

​Tiba-tiba, Argantara memegangi pelipis kepalanya dengan sebelah tangan. Wajahnya meringis menahan sakit yang luar biasa. "Nghh... Sialan! Kepala gua pusing banget..."

​"Gua tau rasanya," sahut Ken pelan. "Itu efek samping karena otak dan pemikiran kita gak sanggup menampung tekanan aura sepekat itu. Kalau lu paksain ngeliat atau menatap auranya terus-terusan, lu bisa pingsan di tempat. Tapi tenang aja... sepertinya aura hitam milik anak baru itu udah gak bocor lagi sekarang. Di sisi lain Ryuka dan Zela tidak menyadari kalau auranya sempat bocor, tapi sekarang sudah mereda."

​Sementara ketegangan membara di SMK PGRI Cikampek...

​Atmosfer yang sepenuhnya berbeda sedang berlangsung di titik tertinggi kota ini.

​Jauh di Pusat Kota Cikampek, berdiri sebuah pencakar langit megah yang menjulang tinggi menembus awan—gedung tertinggi yang menjadi simbol kekuasaan dan kemewahan di kawasan tersebut.

​Suasana di dalam gedung itu hening, dingin, dan tertutup rapat.

​TAP... TAP... TAP...

​Gema langkah kaki berirama konstan memantul di dinding-dinding lorong pualam. Seorang sosok misterius sedang melangkah pelan, menaiki satu per satu anak tangga menuju lantai teratas gedung tersebut.

​Langkah kakinya tidak terburu-buru, namun setiap kali sepatunya menyentuh ubin, ada aura dominasi yang teramat dingin dan pekat terpancar dari tubuhnya.

1
DANZ XYZ
/NosePick//NosePick//Applaud/
Arashiii22
keren bangat sialan
Dongo Dipelihara
siapa yang di maksd maruyama abang nya zela kah?
Kazeo24: Yap itu abang nya zela
total 1 replies
Dongo Dipelihara
prolog yang keren
Kada Wijaya
DAMN BROO
Ekaa
/Plusone/
damai kami sepanjang hari
THISS IS PEAK BRO!!
AZIKAZUE
GOKSS PARAH SELAMA INI 22 BAB TERNYATA CMN PROLOG🤭
Kazeo24: BENER SEKALII
total 1 replies
AZIKAZUE
terus bekarya bang✌🏻
Kada Wijaya
OH GITU🤭
Kada Wijaya
👍👍👍
Kada Wijaya
lanjutt perang nya
Kada Wijaya
BADASSS🔥🔥🔥
kaka pelenger
GOKILLL
RezaFitra
/Casual//Casual/
Dongo Dipelihara
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!