NovelToon NovelToon
Akulah Sang Pemakan Takdir

Akulah Sang Pemakan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Budidaya dan Peningkatan / Action / Sistem / Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Di hari ketika seluruh mimpinya hancur, Lin Yuan divonis memiliki Akar Roh Rusak Total dan diusir dari Sekte Awan Langit.

Tunangannya meninggalkannya, sahabat menjauhinya, dan musuh-musuhnya memilih membunuhnya agar tak menyisakan ancaman.
Namun di ambang kematian, sebuah sistem kuno terbangun.

**Sistem Pemakan Takdir.**

Selama mampu mengalahkan lawannya, Lin Yuan dapat melahap takdir, bakat, keberuntungan, bahkan kesempatan hidup mereka untuk menjadi miliknya.

Sejak malam itu, seorang "sampah" yang ditertawakan seluruh dunia mulai menapaki jalan yang belum pernah dilalui siapa pun.

Jika langit menolak memberinya takdir...
Maka ia akan memakan takdir langit itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Pecahan Kebenaran

Lorong Para Pewaris kembali sunyi setelah bayangan Pewaris Kedelapan menghilang sepenuhnya ditelan oleh cahaya putih yang agung.

Cahaya merah di mata Patung Pewaris Kedelapan telah menghilang, dan retakan di tubuh patung itu perlahan berhenti menyebar.

Kini, patung tersebut kembali menjadi sebuah batu yang tak bernyawa, menyimpan rahasia besar yang baru saja Lin Yuan saksikan.

Lin Yuan masih berdiri di tempat, menatap pecahan kristal bening di telapak tangannya yang memancarkan cahaya putih sangat lembut.

Kristal itu terasa sangat hangat, namun kekuatan yang terkandung di dalamnya begitu dalam hingga sulit untuk dipahami.

Orang tua penyapu memandang kristal itu tanpa berkedip, sementara tangannya yang memegang sapu tua terlihat sedikit bergetar.

"Setelah ribuan tahun lamanya... akhirnya benda agung itu muncul kembali ke dunia ini," ucapnya dengan nada suara yang bergetar.

Lin Yuan mengangkat kristal itu tinggi di hadapannya. "Apa sebenarnya benda ini yang kau sebut sebagai benda agung tersebut?"

Orang tua penyapu menghela napas panjang untuk menenangkan diri. "Itu bukan harta karun ataupun sebuah senjata mematikan bagi musuh."

"Benda itu adalah Pecahan Kenangan Jiwa, sebuah wadah yang menyimpan seluruh perjalanan hidup dari seorang pewaris Gerbang yang agung."

Lin Yuan menunggu penjelasan berikutnya dengan penuh rasa penasaran yang sangat besar di dalam hati kecilnya yang paling dalam.

Orang tua itu berjalan perlahan mendekati salah satu patung pewaris, lalu sapu tuanya kembali menyapu lantai batu dengan sangat tenang.

"Setiap pewaris selalu meninggalkan sesuatu yang sangat berharga di tempat ini sebelum mereka pergi meninggalkan dunia yang fana ini."

"Bukan berupa warisan tingkat kultivasi ataupun teknik bela diri, melainkan berupa seluruh pengalaman perjalanan hidup yang telah mereka lalui bersama."

"Suka, duka, penyesalan, dan juga pemahaman mendalam tentang kehidupan semuanya tersimpan rapi di dalam Pecahan Kenangan Jiwa yang kau pegang."

Ia berhenti menyapu, tatapannya kembali mengarah lurus kepada kristal di tangan Lin Yuan dengan penuh rasa hormat yang sangat tinggi.

Lin Yuan menatap kristal tersebut dengan sangat teliti, dan di dalamnya seolah ada kabut putih yang terus berputar misterius.

Sesekali muncul bayangan yang begitu samar, namun ketika dia mencoba melihat lebih jelas, bayangan itu kembali menghilang dengan sangat cepat.

Suara sistem segera berbunyi memberikan laporan mengenai objek yang baru saja diperoleh Lin Yuan dari tangan sang pewaris.

[Objek dikenali: Pecahan Kenangan Jiwa. Status: Belum Sepenuhnya Terbuka! Sinkronisasi diperlukan untuk membuka seluruh lapisan informasi yang ada di dalamnya!]

Alis Lin Yuan sedikit terangkat karena heran. "Sinkronisasi? Bagaimana cara melakukan sinkronisasi dengan sebuah benda mati seperti kristal ini?"

Orang tua penyapu mengangguk perlahan. "Kristal itu tidak memilih pewaris berdasarkan kekuatan fisik, melainkan dia memilih berdasarkan ketulusan hati nurani."

"Semakin kau memahami jalan hidupmu sendiri, maka semakin banyak pula kenangan yang akan dibuka oleh kristal misterius tersebut kepadamu nanti."

Lin Yuan menggenggam kristal itu lebih erat, menyadari bahwa benda ini tidak akan langsung memberinya kekuatan instan yang sangat besar.

Benda ini akan tumbuh bersamanya seiring dengan perkembangan pemahamannya, sebuah cara yang menurutnya jauh lebih masuk akal dan juga adil.

Kekuatan yang diperoleh tanpa memahami proses perjuangan yang panjang tidak akan pernah benar-benar menjadi miliknya secara utuh dan juga abadi.

Orang tua penyapu tersenyum tipis melihat pemikiran dewasa Lin Yuan. "Pewaris Kedelapan ternyata masih tetap keras kepala seperti dahulu kala."

Lin Yuan memandangnya dengan bingung. "Apa maksudmu dengan berkata bahwa dia masih keras kepala seperti yang kau kenal dahulu itu?"

"Dia tidak pernah memilih pewaris yang paling kuat secara fisik, dia selalu memilih orang yang masih mau untuk terus belajar."

Keheningan kembali menyelimuti lorong kristal, sementara Lin Yuan mengingat sosok berjubah putih yang muncul di dalam Kenangan Jiwa yang agung.

"Siapa sebenarnya sosok Guru yang sangat dihormati oleh para pewaris hebat tersebut?" tanya Lin Yuan dengan nada penuh selidik.

Pertanyaan tersebut membuat orang tua penyapu terdiam seketika, senyumnya perlahan menghilang dan tatapannya berubah menjadi sangat jauh dan penuh misteri.

"Aku... sebenarnya tidak tahu identitas aslinya," jawabnya pelan. Lin Yuan mengernyitkan dahinya karena merasa jawaban itu sangat tidak masuk akal.

"Bagaimana mungkin kau tidak tahu? Bukankah kau sudah berada di tempat ini sejak lama sekali sebelum aku lahir ke dunia?"

Orang tua penyapu mengangguk pelan. "Benar, tetapi tak seorang pun pernah mengetahui nama asli beliau, bahkan para pewaris agung sekalipun."

"Mereka semua hanya memanggilnya dengan sebutan Guru, sebuah panggilan yang penuh dengan rasa hormat dan juga rasa takut yang mendalam."

Lin Yuan kembali mengingat sosok berjubah putih itu: aura yang tenang, tekanan yang tak terlukiskan, serta kalimat terakhir yang diucapkannya.

"Setiap orang harus menentukan Takdirnya sendiri." Kalimat itu terus terngiang di kepalanya, memberikan sebuah motivasi baru yang sangat kuat.

Semakin dipikirkan, semakin terasa bahwa sosok itu mengetahui jauh lebih banyak rahasia daripada siapa pun yang ada di dunia ini.

Namun tepat ketika Lin Yuan hendak bertanya lagi, wajah orang tua penyapu tiba-tiba berubah menjadi sangat serius dan penuh dengan kewaspadaan.

Tatapannya langsung tertuju kepada Pecahan Kenangan Jiwa di tangan Lin Yuan yang mulai bergetar pelan dengan cahaya yang semakin terang benderang.

DENG... DENG... Denyutan cahaya itu menyebar ke seluruh lorong, membuat seluruh patung para pewaris di sepanjang lorong ikut bergetar hebat.

Retakan kecil yang semula membeku kini memancarkan cahaya putih yang sangat indah, seolah mereka semua sedang menyambut kedatangan sesuatu yang agung.

Orang tua penyapu segera mundur dua langkah dengan nada suara serius. "Dia sedang membukanya... gerbang berikutnya kini telah resmi terbuka kembali!"

Belum sempat Lin Yuan bertanya, seluruh Lorong Para Pewaris berguncang hebat akibat sebuah kekuatan yang sangat besar dari arah ujung lorong.

GRROOOOM... Di ujung lorong, gerbang batu raksasa yang selama ini tertutup rapat perlahan mulai bergerak membuka dengan suara yang sangat dahsyat.

Dari balik celah gerbang yang terbuka, bukan kegelapan yang terlihat melainkan cahaya merah yang sangat pekat memenuhi seluruh langit dunia.

Lin Yuan menatap lurus ke arah gerbang itu, merasa bahwa langkah berikutnya akan membawanya memasuki dunia yang sama sekali sangat berbeda.

Gerbang batu terus terbuka perlahan dengan suara gesekan batu kuno yang menggema sangat keras ke seluruh penjuru Lorong Para Pewaris sekarang.

Cahaya merah dari balik gerbang semakin terang benderang, namun anehnya cahaya itu tidak membawa rasa hangat melainkan hawa dingin menusuk.

Lin Yuan melangkah mendekat, dan Pecahan Kenangan Jiwa di tangannya tiba-tiba bersinar lebih terang seolah sedang merespons sesuatu di balik gerbang.

Orang tua penyapu menggeleng pelan melihat fenomena tersebut. "Benar... tempat itu ternyata masih mengenali keberadaan dari Pecahan Kenangan Jiwa milikmu."

Lin Yuan menoleh dengan cepat. "Apa sebenarnya yang ada di balik gerbang batu raksasa yang memancarkan cahaya merah sangat pekat itu?"

Orang tua itu tidak langsung menjawab, tatapannya dipenuhi oleh rasa kerinduan yang mendalam dan juga rasa penyesalan yang sangat besar.

"Tempat di balik gerbang itu adalah Kota Para Pewaris," ucapnya dengan nada suara yang terdengar sangat berat dan penuh dengan emosi.

Lin Yuan kembali memandang ke depan, dan perlahan-lahan gerbang batu tersebut terbuka sepenuhnya menyingkapkan pemandangan luar biasa di balik pintu tersebut.

Pemandangan di baliknya membuat napasnya tertahan seketika: sebuah kota kuno yang sangat luas terbentang dengan jalan-jalan batu yang sangat panjang.

Bangunan-bangunan megah berdiri di kedua sisi jalan, namun sayangnya hampir semuanya telah rusak parah akibat peperangan besar yang pernah terjadi dahulu.

Atap-atap bangunan runtuh, pilar-pilar batu patah, dan patung-patung hancur berserakan di sepanjang jalan kota yang tampak sangat sunyi dan mencekam.

Langit di atas kota berwarna merah gelap tanpa adanya matahari ataupun bulan, hanya awan merah yang terus bergerak perlahan memenuhi cakrawala.

Suasana kota terasa sangat sunyi, seolah seluruh kehidupan di dalamnya telah lama menghilang dan hanya menyisakan reruntuhan yang bisu saja.

Lin Yuan melangkah melewati gerbang batu, dan begitu telapak kakinya menyentuh jalan batu kota, suara sistem segera bergema memberikan laporan baru.

[Wilayah Khusus Terdeteksi: Kota Para Pewaris! Misi Baru Diaktifkan: Temukan sumber utama dari Takdir Tercemar yang sedang mengancam tempat ini!]

[Hadiah misi akan ditentukan berdasarkan hasil eksplorasi yang dilakukan oleh Tuan Rumah selama berada di dalam Kota Para Pewaris yang misterius!]

Lin Yuan membaca setiap notifikasi dengan saksama, menyadari bahwa ini adalah pertama kalinya sistem memberikan sebuah misi yang sangat jelas tujuannya.

Sebelumnya sistem hanya bereaksi terhadap keadaan, namun kini sistem seolah sedang mengarahkannya menuju ke sebuah tujuan yang sangat penting bagi hidupnya.

Dia menarik napas panjang, lalu mulai berjalan memasuki kota dengan penuh kewaspadaan, sementara di belakangnya gerbang batu perlahan menutup kembali rapat.

GRROOOM... Suara itu membuat Lin Yuan menoleh sejenak, menyadari bahwa kini sudah tidak ada lagi jalan untuk kembali ke tempat sebelumnya.

Dia hanya tersenyum tipis karena sejak meninggalkan Sekte Awan Langit, dia memang tidak pernah berniat untuk kembali menoleh ke masa lalunya.

Tatapannya kembali mengarah ke depan, di sepanjang jalan banyak bangunan yang pintunya terbuka lebar namun seluruh isinya tampak sangat kosong dan sunyi.

Tidak ada manusia, tidak ada binatang, bahkan angin pun seolah enggan untuk berembus di dalam kota yang tampak sudah mati ini.

Yang terdengar hanyalah suara langkah kaki Lin Yuan sendiri yang menggema di sepanjang jalan batu yang dingin dan dipenuhi oleh debu kuno.

Beberapa saat kemudian, dia berhenti di depan sebuah bangunan besar dengan papan batu retak bertuliskan: "Balai Pertukaran Pewaris" yang sangat misterius.

Lin Yuan mengernyitkan dahinya. "Pertukaran? Apakah dahulu para pewaris saling bertukar sumber daya penting di tempat yang sangat luas ini?" tanyanya.

Sebelum sempat masuk ke dalam bangunan, Lentera Jiwa di tangan kirinya bergetar pelan dan api putihnya mengecil seolah merasakan adanya bahaya besar.

Meskipun apinya belum berubah menjadi hitam, namun nyalanya tidak lagi seterang sebelumnya, membuat Lin Yuan segera meningkatkan kewaspadaan maksimal di dalam dirinya.

Dia perlahan mengedarkan energi spiritualnya, dan Naluri Tempur pun aktif secara naluriah memberikan laporan mengenai keberadaan entitas tidak dikenal di sekitar area.

[Peringatan! Terdeteksi keberadaan tidak dikenal di sekitar Tuan Rumah. Sistem gagal menghitung jumlah target karena adanya gangguan energi yang sangat kuat!]

Tatapan Lin Yuan langsung berubah menjadi sangat tajam karena belum pernah sistem miliknya mengalami kegagalan dalam menghitung jumlah target musuh sebelumnya.

Saat itulah, dari lantai dua Balai Pertukaran, terdengar suara kayu tua yang berderit sangat keras seolah ada seseorang yang sedang bergerak di sana.

KREEEK...

Sebuah jendela yang telah tertutup selama ribuan tahun perlahan mulai terbuka dengan sendirinya, menyingkapkan sosok misterius yang berada di balik jendela.

Lin Yuan mengangkat kepalanya, dan di balik jendela itu terlihat sesosok anak perempuan kecil mengenakan gaun putih yang tampak sangat pucat sekali.

Rambut hitam panjangnya menutupi separuh wajahnya, sementara di pelukannya dia memegang sebuah boneka kain yang sudah robek dan tampak sangat kotor.

Anak itu tersenyum tipis ke arah Lin Yuan, lalu dia mengangkat tangan kecilnya seolah sedang mengajak Lin Yuan untuk segera datang mendekatinya.

Namun, suara orang tua penyapu tiba-tiba terngiang kembali di dalam benak Lin Yuan, memberikan peringatan yang sangat penting bagi keselamatan nyawanya sekarang.

"Mulai dari sana... apa yang kau temui belum tentu hidup, namun belum tentu juga mereka benar-benar sudah mati sepenuhnya di dunia ini."

........

Bersambung...

1
Hadi Hadi
😍😍😍💪💪💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
bunuh
Hadi Hadi
bantai 💪
nanonano
bab mengulang lagi
nanonano: ada 2 bab yang mengulang thor. judul bab beda tp isi sama dengan bab sebelumnya
total 2 replies
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪
Otna Forever: Makasih, sehat selalu 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!