NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:116.7k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Noah. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh Delapan

Pagi berganti siang. Matahari bersinar cukup terik, membuat jalanan kota dipenuhi kendaraan yang lalu-lalang.

Di sebuah supermarket yang cukup ramai, Zoya mendorong troli sambil sesekali melihat daftar belanja di layar ponselnya. Ia mengambil beberapa kebutuhan rumah, mulai dari susu, buah-buahan, hingga camilan kesukaan Mama Dina.

Sesekali ia tersenyum sendiri. Pikirannya masih dipenuhi El.

Sudah dua hari pria itu tidak menghubunginya. Mungkin sedang sibuk bekerja, pikirnya. Lagi pula, El memang bukan tipe laki-laki yang setiap saat mengirim pesan.

Saat hendak mengambil sebotol minyak goreng di rak paling bawah, langkah seseorang berhenti tepat di sampingnya.

"Permisi ... Mbak Zoya?"

Zoya mengangkat kepala. Di hadapannya berdiri seorang pria berusia sekitar lima puluh lima tahun. Mengenakan setelan jas hitam rapi dengan ekspresi datar.

"Iya ... saya Zoya."

Pria itu sedikit membungkukkan badan. "Perkenalkan. Nama saya Han."

Zoya mengernyit. "Apakah kita saling kenal?"

"Tidak."

"Lalu?"

Han mengeluarkan sebuah kartu nama dari saku jasnya, kemudian menyerahkannya. "Saya asisten pribadi Pak Arsaka."

Mata Zoya langsung membulat. Arsaka? Ayah El?

Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. "Ada apa ya?" tanyanya berusaha tetap tenang.

"Pak Arsaka ingin bertemu dengan Anda."

"Ketemu saya?"

"Iya."

Zoya mulai merasa tidak nyaman. "Kalau boleh tahu ... ada urusan apa?"

Han hanya menjawab singkat. "Maaf. Pak Arsaka ingin menyampaikannya langsung."

Zoya menatap pria itu beberapa detik. Nama Han sebenarnya tidak asing lagi baginya. El pernah beberapa kali menyebut nama asisten kepercayaan ayahnya itu.

Berarti pria ini memang bukan orang sembarangan. Setelah berpikir beberapa saat, Zoya akhirnya mengangguk pelan.

"Baik."

Han mempersilakan Zoya berjalan lebih dulu. Tak lama kemudian, mobil sedan hitam yang dikendarai sopir melaju meninggalkan area supermarket.

Sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil terasa sunyi. Han sama sekali tidak banyak bicara. Begitu pula Zoya.

Di balik wajah tenangnya, gadis itu mulai bertanya-tanya. Kenapa tiba-tiba Arsaka ingin menemuinya?

Apa El mengatakan sesuatu? Atau Apa hubungan mereka sudah diketahui?

Sekitar dua puluh menit kemudian, mobil berhenti di depan sebuah hotel mewah milik keluarga Arsaka. Bangunan tinggi itu berdiri megah di tengah kota.

Han turun lebih dulu lalu membukakan pintu untuk Zoya. "Silakan."

Zoya mengikuti langkah Han memasuki lobi hotel. Beberapa karyawan yang berpapasan langsung membungkukkan badan hormat kepada Han.

Mereka kemudian memasuki lift khusus hingga akhirnya tiba di lantai paling atas. Han berhenti di depan sebuah ruang kerja bergaya elegan. Ia mengetuk pintunya.

"Silakan masuk." Suara berat dari dalam terdengar jelas.

Han membuka pintu. "Pak, Mbak Zoya sudah datang."

Arsaka yang sedang berdiri di dekat jendela perlahan menoleh. Tatapannya langsung tertuju kepada gadis itu.

"Duduk."

Nada suaranya datar. Tidak ramah dan tak pula kasar. Namun cukup membuat siapa pun merasa tertekan.

Zoya menarik napas pelan sebelum duduk di kursi yang telah disediakan. Han memilih berdiri beberapa langkah di belakang Arsaka.

Ruangan itu mendadak dipenuhi keheningan. Arsaka tidak langsung berbicara. Ia hanya menatap Zoya tanpa berkedip.

Tatapan tajam seorang pria yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia bisnis. Tatapan yang seolah mampu membaca isi kepala lawannya.

Beberapa detik kemudian, Zoya akhirnya membuka suara. "Ada apa Om meminta saya datang?" tanya Zoya lebih dulu sambil mencoba tersenyum sopan.

Arsaka tidak membalas senyum itu. "Saya tidak akan berbasa-basi." Kalimat pembuka itu langsung membuat Zoya menegang.

Arsaka menyandarkan tubuhnya di kursi. "Kamu mau uang berapa agar meninggalkan anak saya ... El?"

Zoya membelalakkan mata terkejut. "A-apa? Saya tidak salah dengar, kan?"

Arsaka tetap tenang. "Kamu mau berapa?"

Zoya menggeleng cepat. "Om ... saya tidak mengerti maksud Om apa?"

Arsaka mengembuskan napas pelan. "Saya rasa kamu tidak selugu ini. Kamu pasti paham maksud saya."

"Saya benar-benar tidak tahu." Zoya tetap memasang wajah bingung.

Arsaka tersenyum tipis. Namun senyum itu sama sekali tidak menunjukkan kehangatan. "Saya hanya akan mengulang sekali lagi."

Pria itu mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan. "Kalau setelah ini kamu masih pura-pura tidak paham ... tolong keluar dari ruangan saya."

Suasana langsung berubah semakin mencekam. Arsaka menatap lurus ke arah Zoya. "Saya tahu siapa kamu."

Zoya menelan ludah.

"Kamu hanyalah anak tiri Farhan. Dan saya juga tahu apa tujuanmu. Kamu sengaja menghasut El dan Chelsea. Saya tahu kamu takut kalau suatu hari Farhan meminta Chelsea kembali."

Arsaka berhenti sejenak. Sorot matanya semakin tajam. "Tapi perlu kamu tahu. Itu tidak akan pernah terjadi."

Wajah Zoya mulai terlihat pucat. Namun ia masih berusaha mempertahankan ekspresi sedih.

Arsaka kembali melanjutkan. "Dan satu lagi. Saya tahu alasan kamu mendekati El, bukan karena cinta. Tapi karena dia seorang pengusaha."

Arsaka menghentikan ucapannya sesaat. Lalu meneruskan ucapannya, "Kamu hanya mengincar uangnya. Jadi katakan saja. Berapa yang kamu mau?"

Ruangan kembali sunyi. Beberapa saat kemudian, mata Zoya mulai berkaca-kaca.

"Om, saya rasa Om salah paham. Saya tidak pernah bermaksud mengadu domba El dan Chelsea. Saya hanya ...."

Arsaka langsung memotong. "Kalau memang tidak bermaksud begitu, kenapa kamu menceritakan semua masa lalu ibu Chelsea kepada El?"

Pertanyaan itu membuat Zoya sedikit gugup. Namun hanya sesaat. Ia segera menguasai dirinya kembali. "Saya ... saya hanya sekadar bercerita."

Arsaka tertawa pelan. Tawa yang justru terdengar sinis. "Kamu pikir saya bodoh?"

Zoya terdiam.

"Saya sudah puluhan tahun berada di dunia bisnis. Saya bertemu ribuan orang dengan berbagai sifat. Saya bisa membaca karakter mereka."

Tatapan Arsaka tidak pernah lepas dari wajah Zoya. "Dan kamu ... kamu termasuk yang pandai berpura-pura."

Wajah Zoya mulai memerah. Namun ia tetap mempertahankan sandiwaranya.

"Om ... saya benar-benar tulus mencintai El. Saya tidak pernah memanfaatkan dia. Om pasti salah paham."

Arsaka kembali tersenyum tipis. Ia sama sekali tidak tampak percaya.

"Baiklah, kalau itu jawabanmu. Saya tidak akan memaksa."

Pria itu berdiri dari kursinya. Ia berjalan perlahan menuju jendela besar di belakang meja kerjanya.

Tanpa menoleh, ia berkata, "Saya beri kamu waktu tiga hari."

Zoya mengangkat wajahnya. "Tiga hari?"

"Iya. Kalau dalam tiga hari kamu berubah pikiran ... datanglah menemui saya. Akan saya berikan uang sesuai yang kamu inginkan."

"Tapi ...." Arsaka akhirnya menoleh.

"Kalau kamu memilih bertahan, jangan berharap mendapatkan apa pun."

Tatapan pria itu begitu dingin. "Karena mulai hari ini, semua fasilitas yang selama ini El gunakan sudah saya tarik."

Zoya langsung membeku. "Maksud Om?"

"Seluruh kartu, rekening tambahan, hingga akses ke dana keluarga. El tidak lagi bisa menggunakan semua itu."

"Sekarang keputusan ada di tanganmu. Kalau tujuanmu memang uang, maka bertahan bersama El hanya akan membuang waktumu."

Kalimat itu membuat Zoya benar-benar terdiam. Ia tidak tahu harus menjawab apa.

Arsaka tidak ingin memperpanjang pembicaraan. "Han."

Asisten itu segera melangkah maju. "Iya, Pak."

"Antarkan Nona Zoya kembali."

"Baik."

Han kemudian mempersilakan Zoya berdiri. "Silakan, Mbak."

Zoya mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. Harga dirinya terasa diinjak-injak. Namun ia tidak mampu membalas satu kata pun. Dengan langkah pelan, ia keluar mengikuti Han meninggalkan ruangan itu.

Sementara Arsaka tetap berdiri di depan jendela. Sorot matanya lurus mengarah ke hamparan gedung-gedung tinggi di luar sana.

"Tiga hari ...," gumamnya pelan. "Kalau memang yang dia cari hanya uang, dia pasti akan kembali."

1
Lisa Halik
jangan di fikirkan chelsea..semoga saja mama/papanya noah menerima kamu dengan ikhlas..masih ada papa daddy arsaka/mommy hana yang sayang&cinta kamu
Lisa Halik
zoya tetap saja iri sama chelsea..pada hal farhan membagi sama rata...
Radya Arynda
semangaat chelse,,,,hana dan arsaka tidak sejahat mereka yang tidak menyukai mu.....semogah tidak ada pengahalang sampai kamu menikah,,,,semogah para benalu tidak menganggu mu💪💪💪💪💪💪
Eka ELissa
jgn takut Chel klau ibu bp nya Noah nolak kmu yakin kmu msih punya Dady Momy yg syang cinta kmu tulus shel....mreka bkln peluk kmu GK bkln kmu terluka sedikitpun....krna bgi mreka kmu adalah buah hatinya....
bukan orang lain mskipun kmu tidak lahir dari rahimnya momy Hana
ken darsihk
Eehhh Zoya memang nya lo siapa , lo hanya anak tiri nya Farhan lo hanya anak bawaan nya mama Dina
Jadi tolong lo jangan kemaruk sadar diri woeyyy 😠😠😠
Eka ELissa
smoga BP ibu kmu luluh ya dgn sikap... chelsea spik bidadari dari Yunani GK bkln nyesel deh pnya mntu mcem dia ...pak...Bu nya Noah.....
Apriyanti
semoga lancar dan gak ada kendala ,,kasian chelsie KLO sampe gagal🙏
Rahma Inayah
klu mmg jodoh tak kan kemana .
Teh Euis Tea
tenangkan hatimu chelsea, klu emang Noah jodohmu hrsnya ortunya ga mempersalahkan masalalumu
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Rahma Inayah
emak dan anak SM2 tamak dan gila harta padahal GK ikut andil dr o padhal hana yg menemani Farhan dr o tp dia Tdk menghrapkan harta Farhan sepeserpun pdhl wkt BS bersama Farhan Hana punya penghasilan sendri dr jualn online tnp Farhan tau JD pas Hana memilih pergi dia memakai uang nya sendri tnp uang dr Farhan sedikit pun
Nie
kamu pasti bisa melupakan rasa cinta itu Chelsea asal kamu bener² mau membuka hati untuk yg lain
Nandi Ni
hemmmmm...pasti ini,,kalo tentang harta pasti akan ada perdebatan,siapa yg paling berhak,siapa dapat apa dan berapa yg dua dapat.Harta bersama dlm pernikahan jika tdk ada anak memang runyam,,kan yg Farhan bagi itu memang harta bersama dg isteri terdahulu ya jadi merekalah yg berhak bukan kamu, Dina.
Dcy Sukma
Ni orang iri terus ihh../Angry/
Teh Euis Tea
trs km mau ngapain Zoya, mau fitnah chelsea lg, udah bagus km sm mamamu dpt bagian jg, ga sadar diri km Zoya pdhal km jg anak tiri
Radya Arynda
sebuah gebrakan yang mantap farhan,,,,mama reni jangan sampai farhan kenapa2 dulu sebelu apa yang dia ingin kan ter wujud,,,,kalau bisa fua wanita iblis dan matre itu di usir sebelum. dapat apa2,,,,,
Radya Arynda
mantap farhan,,,,cepat kamu simpan yang rapi dan aman sebelum para manusia serakah membuat rusak semua,,,,jangan bodoh lagi,,,usir saja tu ibu dan anak yang serakah.....👍👍👍👍👍👍👍👍
Eka ELissa
kmu sbnarnya beruntung py papa frhan yoza kaya bnyak duit mskipun GK sbnyak arsaka....
TPI SE enggk nya kmu bukan gembel GK prlu krja kras kyak chelsea yg dia tau diri TPI kmu anak tirinya Farhan TPI GK tau diri.....ksian frhan di ksih jodoh TPI GK ada yg bner...
cuman Hana yg bner Chika mo jadi bner eh mlhn di tolak ma Farhan jadi nya Zong deh frhan Ksian.....kmu.....
Eka ELissa
dasar matre ntar klau GK sama pasti Mreka marah....🤣🤣🤣kmu slh lagi cari bini frhan ....udh di ksih beneran GK mau....🤣🤣🤣
Eka ELissa
trus ksih yoza gituu....🤣🤣🤣kn dia juga bukn anak Farhan......kmu cumn numpang idup ma Farhan jadi trima aj lah .... takdir mu Diana 🤣🤣🤣🤣🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!