NovelToon NovelToon
Luka Chelsea

Luka Chelsea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta
Popularitas:38.2k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Sejak bayi, Chelsea tumbuh dalam pelukan keluarga yang memberinya cinta tanpa batas.

Tanpa sadar ... Chelsea mencintai satu orang yang tak seharusnya ia cintai. Sampai sebuah rahasia menghancurkan semuanya.

Sayangnya, orang yang paling ia cintai memilih untuk mempercayai kebohongan. Chelsea pergi dengan hati yang hancur dan berjanji untuk kembali sebagai kebanggaan keluarga.

Dia bangkit dan membuktikan bahwa dirinya mampu berdiri sendiri. Saat semua kebenaran terungkap
El baru sadar bahwa dia telah kehilangan seseorang yang selalu mencintainya.

Namun di saat yang sama, seseorang datang membawa cinta yang selama ini diam-diam ia simpan, Al. Akankah Chelsea membuka hatinya kembali? Atau memilih meninggalkan semua luka di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh Delapan

Pagi berganti siang. Matahari bersinar cukup terik, membuat jalanan kota dipenuhi kendaraan yang lalu-lalang.

Di sebuah supermarket yang cukup ramai, Zoya mendorong troli sambil sesekali melihat daftar belanja di layar ponselnya. Ia mengambil beberapa kebutuhan rumah, mulai dari susu, buah-buahan, hingga camilan kesukaan Mama Dina.

Sesekali ia tersenyum sendiri. Pikirannya masih dipenuhi El.

Sudah dua hari pria itu tidak menghubunginya. Mungkin sedang sibuk bekerja, pikirnya. Lagi pula, El memang bukan tipe laki-laki yang setiap saat mengirim pesan.

Saat hendak mengambil sebotol minyak goreng di rak paling bawah, langkah seseorang berhenti tepat di sampingnya.

"Permisi ... Mbak Zoya?"

Zoya mengangkat kepala. Di hadapannya berdiri seorang pria berusia sekitar lima puluh lima tahun. Mengenakan setelan jas hitam rapi dengan ekspresi datar.

"Iya ... saya Zoya."

Pria itu sedikit membungkukkan badan. "Perkenalkan. Nama saya Han."

Zoya mengernyit. "Apakah kita saling kenal?"

"Tidak."

"Lalu?"

Han mengeluarkan sebuah kartu nama dari saku jasnya, kemudian menyerahkannya. "Saya asisten pribadi Pak Arsaka."

Mata Zoya langsung membulat. Arsaka? Ayah El?

Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. "Ada apa ya?" tanyanya berusaha tetap tenang.

"Pak Arsaka ingin bertemu dengan Anda."

"Ketemu saya?"

"Iya."

Zoya mulai merasa tidak nyaman. "Kalau boleh tahu ... ada urusan apa?"

Han hanya menjawab singkat. "Maaf. Pak Arsaka ingin menyampaikannya langsung."

Zoya menatap pria itu beberapa detik. Nama Han sebenarnya tidak asing lagi baginya. El pernah beberapa kali menyebut nama asisten kepercayaan ayahnya itu.

Berarti pria ini memang bukan orang sembarangan. Setelah berpikir beberapa saat, Zoya akhirnya mengangguk pelan.

"Baik."

Han mempersilakan Zoya berjalan lebih dulu. Tak lama kemudian, mobil sedan hitam yang dikendarai sopir melaju meninggalkan area supermarket.

Sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil terasa sunyi. Han sama sekali tidak banyak bicara. Begitu pula Zoya.

Di balik wajah tenangnya, gadis itu mulai bertanya-tanya. Kenapa tiba-tiba Arsaka ingin menemuinya?

Apa El mengatakan sesuatu? Atau Apa hubungan mereka sudah diketahui?

Sekitar dua puluh menit kemudian, mobil berhenti di depan sebuah hotel mewah milik keluarga Arsaka. Bangunan tinggi itu berdiri megah di tengah kota.

Han turun lebih dulu lalu membukakan pintu untuk Zoya. "Silakan."

Zoya mengikuti langkah Han memasuki lobi hotel. Beberapa karyawan yang berpapasan langsung membungkukkan badan hormat kepada Han.

Mereka kemudian memasuki lift khusus hingga akhirnya tiba di lantai paling atas. Han berhenti di depan sebuah ruang kerja bergaya elegan. Ia mengetuk pintunya.

"Silakan masuk." Suara berat dari dalam terdengar jelas.

Han membuka pintu. "Pak, Mbak Zoya sudah datang."

Arsaka yang sedang berdiri di dekat jendela perlahan menoleh. Tatapannya langsung tertuju kepada gadis itu.

"Duduk."

Nada suaranya datar. Tidak ramah dan tak pula kasar. Namun cukup membuat siapa pun merasa tertekan.

Zoya menarik napas pelan sebelum duduk di kursi yang telah disediakan. Han memilih berdiri beberapa langkah di belakang Arsaka.

Ruangan itu mendadak dipenuhi keheningan. Arsaka tidak langsung berbicara. Ia hanya menatap Zoya tanpa berkedip.

Tatapan tajam seorang pria yang telah puluhan tahun berkecimpung di dunia bisnis. Tatapan yang seolah mampu membaca isi kepala lawannya.

Beberapa detik kemudian, Zoya akhirnya membuka suara. "Ada apa Om meminta saya datang?" tanya Zoya lebih dulu sambil mencoba tersenyum sopan.

Arsaka tidak membalas senyum itu. "Saya tidak akan berbasa-basi." Kalimat pembuka itu langsung membuat Zoya menegang.

Arsaka menyandarkan tubuhnya di kursi. "Kamu mau uang berapa agar meninggalkan anak saya ... El?"

Zoya membelalakkan mata terkejut. "A-apa? Saya tidak salah dengar, kan?"

Arsaka tetap tenang. "Kamu mau berapa?"

Zoya menggeleng cepat. "Om ... saya tidak mengerti maksud Om apa?"

Arsaka mengembuskan napas pelan. "Saya rasa kamu tidak selugu ini. Kamu pasti paham maksud saya."

"Saya benar-benar tidak tahu." Zoya tetap memasang wajah bingung.

Arsaka tersenyum tipis. Namun senyum itu sama sekali tidak menunjukkan kehangatan. "Saya hanya akan mengulang sekali lagi."

Pria itu mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan. "Kalau setelah ini kamu masih pura-pura tidak paham ... tolong keluar dari ruangan saya."

Suasana langsung berubah semakin mencekam. Arsaka menatap lurus ke arah Zoya. "Saya tahu siapa kamu."

Zoya menelan ludah.

"Kamu hanyalah anak tiri Farhan. Dan saya juga tahu apa tujuanmu. Kamu sengaja menghasut El dan Chelsea. Saya tahu kamu takut kalau suatu hari Farhan meminta Chelsea kembali."

Arsaka berhenti sejenak. Sorot matanya semakin tajam. "Tapi perlu kamu tahu. Itu tidak akan pernah terjadi."

Wajah Zoya mulai terlihat pucat. Namun ia masih berusaha mempertahankan ekspresi sedih.

Arsaka kembali melanjutkan. "Dan satu lagi. Saya tahu alasan kamu mendekati El, bukan karena cinta. Tapi karena dia seorang pengusaha."

Arsaka menghentikan ucapannya sesaat. Lalu meneruskan ucapannya, "Kamu hanya mengincar uangnya. Jadi katakan saja. Berapa yang kamu mau?"

Ruangan kembali sunyi. Beberapa saat kemudian, mata Zoya mulai berkaca-kaca.

"Om, saya rasa Om salah paham. Saya tidak pernah bermaksud mengadu domba El dan Chelsea. Saya hanya ...."

Arsaka langsung memotong. "Kalau memang tidak bermaksud begitu, kenapa kamu menceritakan semua masa lalu ibu Chelsea kepada El?"

Pertanyaan itu membuat Zoya sedikit gugup. Namun hanya sesaat. Ia segera menguasai dirinya kembali. "Saya ... saya hanya sekadar bercerita."

Arsaka tertawa pelan. Tawa yang justru terdengar sinis. "Kamu pikir saya bodoh?"

Zoya terdiam.

"Saya sudah puluhan tahun berada di dunia bisnis. Saya bertemu ribuan orang dengan berbagai sifat. Saya bisa membaca karakter mereka."

Tatapan Arsaka tidak pernah lepas dari wajah Zoya. "Dan kamu ... kamu termasuk yang pandai berpura-pura."

Wajah Zoya mulai memerah. Namun ia tetap mempertahankan sandiwaranya.

"Om ... saya benar-benar tulus mencintai El. Saya tidak pernah memanfaatkan dia. Om pasti salah paham."

Arsaka kembali tersenyum tipis. Ia sama sekali tidak tampak percaya.

"Baiklah, kalau itu jawabanmu. Saya tidak akan memaksa."

Pria itu berdiri dari kursinya. Ia berjalan perlahan menuju jendela besar di belakang meja kerjanya.

Tanpa menoleh, ia berkata, "Saya beri kamu waktu tiga hari."

Zoya mengangkat wajahnya. "Tiga hari?"

"Iya. Kalau dalam tiga hari kamu berubah pikiran ... datanglah menemui saya. Akan saya berikan uang sesuai yang kamu inginkan."

"Tapi ...." Arsaka akhirnya menoleh.

"Kalau kamu memilih bertahan, jangan berharap mendapatkan apa pun."

Tatapan pria itu begitu dingin. "Karena mulai hari ini, semua fasilitas yang selama ini El gunakan sudah saya tarik."

Zoya langsung membeku. "Maksud Om?"

"Seluruh kartu, rekening tambahan, hingga akses ke dana keluarga. El tidak lagi bisa menggunakan semua itu."

"Sekarang keputusan ada di tanganmu. Kalau tujuanmu memang uang, maka bertahan bersama El hanya akan membuang waktumu."

Kalimat itu membuat Zoya benar-benar terdiam. Ia tidak tahu harus menjawab apa.

Arsaka tidak ingin memperpanjang pembicaraan. "Han."

Asisten itu segera melangkah maju. "Iya, Pak."

"Antarkan Nona Zoya kembali."

"Baik."

Han kemudian mempersilakan Zoya berdiri. "Silakan, Mbak."

Zoya mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat. Harga dirinya terasa diinjak-injak. Namun ia tidak mampu membalas satu kata pun. Dengan langkah pelan, ia keluar mengikuti Han meninggalkan ruangan itu.

Sementara Arsaka tetap berdiri di depan jendela. Sorot matanya lurus mengarah ke hamparan gedung-gedung tinggi di luar sana.

"Tiga hari ...," gumamnya pelan. "Kalau memang yang dia cari hanya uang, dia pasti akan kembali."

1
Sugiharti Rusli
meski di masa lalu dia pernah ada persoalan dengan mantan istrinya, tapi pasti Farhan ga akan tega kalo melihat Hana akan sedih karena putranya yang sudah terpengaruh oleh Zoya,,,
Sugiharti Rusli
meski sekarang dia belum mengatakan apapun, tapi Farhan tahu kalo ini tidak benar sih,,,
Sugiharti Rusli
oh sepertinya Farhan sudah mencium sesuatu rencana dari istri dan putri sambungnya yah,,,
Lisa Halik
chelsea kamu dalam dilema..perusahaan arsaka kan bersaing dengan kamu,
Nandi Ni
Daddy Arsaka pasti ikhlas dan bangga dg kamu meski harus tempur dan berhadapan langsung,bukan sebagai seseorang yg tdk tahu balas budi,menentang ayah angkatmu sendiri.Tunjukkan bahwa didikan Daddy memang pantas dan membanggakan
ken darsihk
Wehhh gimana ini perusahaan dady Arsaka yng harus di hadapi 🤦‍♀️🤦‍♀️
Oma Gavin
chelsea kamu harus profesional dalam bekerja daddy mu pasti juga tau dan tidak akan kecewa kalau kamu yg memenangkan tender tsb
Rahma Inayah
dilema chelsea hrs mju atau mundur hrs mengalah or ttp berjuang .sdkt byk chelsea SDH bljr bisnis dr sang Daddy .lbh baik km cerita Dady dan momy dengar kn apa kputsn mrk. kurasa Dady mu profesional TDK. melibatkn. antra urusan pekerjaan dan keluarga
Radya Arynda
tlpn sama dady mu chelse,,mintak saran biar nanti ngak kaget,,,,,semogah malah jadi sahabat,,,😃😃😃😃😃
Patrick Khan: dan jg jadi calon mantu kak😁😁😁
total 1 replies
Lisa Halik
baru sikit dady arsaka buat itu el..kamu sudah nyerah,huhuh zoya juga sudah tinggal kamu,kamu kira zoya benar2 tulus pada hal dia cinta hartamu
Dcy Sukma
Daddy Arsaka..🔥🔥
Mundri Astuti
Daddy arshaka tau ngga yak 🤔
mimief
iy kan...makan tu perempuan yg akan menemanimu dalam suka dan duka
suka iy lah
duka ..maaf yee🤣
Apriyanti
nah lihat kan kamu El baru segitu aja Zoya sdh pergi meninggal kan mu,,kata nya mau menemani apapun yg terjadi bulsyit
Radya Arynda
👏👏👏👏👏👏Alhamdulillah sudah mulai kelihatan busuk nya si zoya,,,,rasakan kamu el,,kamu menghina dan membeci orang yang tidak pernah menyakiti mu,kamu bela dia sampai ber tengkar dengan bpk mu,,,lihat sekarang,,,masih ada ke lanjutanya👏👏👏👏👏
Wiwi Sukaesih
br awl El SD kliatan sift Zoya spt ap
Nandi Ni
heemmmmm...itu belum seberapa,,watak dan karakter sesekorang akan nampak jika dihadapkan dg uang dan harta.
Mahendra Sari Anwar
itu blm seberapa el,,,,tgu sampai topeng nya kerbuaka km akan lebih skt lagi,,,karna udh ngecewain chel..juga deddyvn mommy km..😌😌
jd ga sbr ngu hari itu el🤣🤣
tia
syukur el qmu jahat sama chelsa
Patrick Khan
el belom sadar kyk e..masih harus di obrak abrik lagi .biar zoya kelihatan sifat asli nya..el km bodoh bgttttt😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!