Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hidup Baru
Karena tau jika dia tidak bisa melakukan apapun di rumah ini, Diara memilih untuk keluar. Dia pergi ke taman untuk bermain.
"Nyonya, apa yang anda lakukan disini?" tanya Remi pengawal pribadi Diara.
"Saya Remi, nyonya. Pengawal pribadi Anda yang di tugaskan oleh tuan muda." ucapnya seolah-olah tau jika nyonya rumah sedang bertanya-tanya tentang siapa dirinya.
"Bahkan di dalam penjara ini saja pun masih di beri pengawal." gerutunya meninggalkan Remi disana.
Dia berjalan melewati laki-laki itu begitu saja, bersama dengan Tia yang dia tau juga sebagai pengawal pribadinya. Entahlah, entah untuk apa laki-laki itu melakukan semua ini.
"Nyonya, anda mau kemana?" tanya Remi melihat Diara yang berjalan ke depan.
"Katakan saja pada tuan mu, jika aku tidak akan pernah kabur. Lagi pula aku Tidka berniat kabur. Jadi sayang saja tinggal di penjara ini jika tidak menikmatinya bukan?" jawaban apa itu?
Wajah mungilnya itu ternyata bisa terlihat mengerikan juga.
Diara pergi ke halaman samping, dia melihat ada beberapa orang yang sedang bermain basket disana.
Melihat hal itu membuat jiwa kompetisinya membara. "Ayo bermain!" ajak Diara tiba-tiba membuat semua orang terkejut.
Mereka yang sibuk bermain langsung berhenti saat melihat nyonya muda datang.
"Kenapa? Apa kalian takut?" tanya Diara pada mereka semua.
"Kami lebih takut jika anda terluka nyonya." jawab Remi mengerti.
"Ayolah, aku bukan anak kecil yang akan menangis jika kalah bermain." jawabnya membuat semua orang masih diam.
"Tapi nyonya-"
"Ayo cepat! Aku sudah lama tidak bermain basket. Kita bentuk tim 3 lawan 3 saja. Yang kalah akan mendapatkan hukuman dan yang menang akan mendapatkan hadiah uang tunai. bagaimana?" tanya Diara.
Eh, tapi tunggu dulu. Dia tidak memiliki uang. Bagaimana caranya dia bisa mendapatkan yang?
Ah, dia tau. Diara melihat ke arah Remi yang juga menatap aneh ke arahnya.
"Ada apa nyonya?" tanya Remi melihat tatapan Diara padanya.
"Hubungi tuan mu." titahnya pada Remi.
"Nyonya, tidak sembarangan bisa menghubungi tuan muda." jawab Remi singkat.
"Baik kalau begitu. Ayo kita main." ajaknya pada mereka yang mendustakan izin dari Remi untuk bermain.
"Hah! aku akan mengerahkan kekuatan ku hari ini!" ujarnya penuh semangat.
Terjadi kehebohan di lapangan sore itu. Dimana semua orang berteriak heboh bahkan para pelayan juga ikut menyaksikan bagaimana permainan nyonya muda mereka.
Remi juga tidak percaya jika Diara bisa bermain basket untuk seorang wanita itu lebih dari kata baik. Bahkan dua mencetak beberapa point untuk timnya.
"Yeeee!!!" seru Diara bersorak gembira atas kemenangan timnya.
Para pelayan juga ikut meneriaki dan memberikan semangat padanya, membuat Jevandra yang baru saja pulang dari kantor merasa terganggu akan suara sorak Sorai tersebut.
Dia penasaran, ada kehebohan apa disana? kenapa mereka semua terlihat berkumpul di lapangan samping?
"Ada apa ini?" tanya Jevandra pada penjaga yang baru saja menyambut kedatangannya.
"Nyonya bermain basket dengan para pengawal dan katanya nyonya memang." jawab pengawal tersebut membuat rahang Jevandra mengeras.
Apa yang di lakukan gadis itu hingga menarik perhatian semua orang?
Berjalan cepat menuju halaman belakang, kedatangannya memecah keriuhan di lapangan saat ini.
Merasa ada yang aneh membuat Diara yang sedang bersenang-senang langsung terdiam saat melihat siapa yang datang.
"Tuan muda?" sapanya gugup melihat suaminya pulang dengan raut wajah datarnya.
Jevandra melihat penampilan istrinya saat ini. Baju yang basah akibat keringat, apalagi memakai rok pendek seperti itu membuat raut wajahnya semakin mengerikan.
Dia tidak mengatakan apa-apa lagi, dengan cepat menyeret tangan Diara hingga membuat semua orang langsung menegang kaku.
Bagaimana nasib nyonya mereka? apakah nyonya akan mendapatkan hukuman atas perbuatannya hari ini?
"Tuan menyuruhmu untuk menjaga nyonya, bukan malah bermain dengannya!" tegur Roy sebagai kepala pengawalan.
Dia melihat Remi yang ternyata juga ikut bermain bersama nyonya muda mereka.
Sekarang, entah apa yang akan di dapatkan nyonya muda itu atas kejadian ini.
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣