NovelToon NovelToon
ISTRI PENGGANTI SANG GUS COLD

ISTRI PENGGANTI SANG GUS COLD

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pernikahan rahasia / Poligami
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Dibuang dua puluh tahun ke London, Kalea dipaksa pulang hanya untuk menjadi tumbal wasiat kakaknya. Najwa, sang bidadari pesantren yang sedang menjemput ajal, meminta satu hal yang mustahil: Kalea harus menggantikan posisinya sebagai istri Gus Malik.
Kini, si pemberontak berpakaian seksi itu harus terjepit dalam pernikahan "turun ranjang" bersama pria sedingin es yang hanya mencintai kakaknya. Di bawah atap yang sama dengan Najwa yang kian merapuh, sanggupkah Kalea bertahan menjadi bayang-bayang di atas ranjang pria yang menganggapnya penuh dosa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melebur dalam Hujan Badai

Mobil putih itu terparkir di area luar sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Barat. Jam sudah menunjukkan pukul empat sore ketika Gus Malik menyelesaikan urusan yayasannya. Langkah kakinya yang tegap membawanya menuju sebuah kafe temaram tempat ia meminta Lea untuk menunggu.

Dari balik kaca besar, Malik melihat Lea sedang serius mengetik sesuatu di laptopnya. Jilbab instan pastelnya tampak sedikit miring, dan beberapa anak rambut pirangnya lolos di dekat pelipis. Tanpa sadar, sudut bibir Malik terangkat tipis. Ada rasa hangat yang asing yang pelan-pelan menyusup ke dalam hatinya yang biasanya beku.

Begitu menyadari kehadiran Malik, Lea mendongak dan langsung menutup laptopnya. "Udah selesai, Gus?"

"Sudah. Kamu pasti bosan menunggu lama," ucap Malik sambil menarik kursi di hadapan Lea. Ia meletakkan sebuah kantong kertas kecil di atas meja.

"Apaan nih?" Lea mengernyit bingung.

"Tadi di dekat kantor yayasan ada toko kue tradisional. Saya ingat kamu menyukai cokelat, jadi saya belikan brownies panggang ini. Untuk camilanmu di jalan pulang nanti," kata Malik datar, mencoba menyembunyikan perhatian kecilnya.

Lea terpaku. Jantungnya berdesir hebat. Perhatian-perhatian kecil seperti inilah yang belakangan ini mulai meruntuhkan tembok pertahanan di hatinya. Gus Malik yang ia kira kejam dan kaku, ternyata adalah pria yang sangat peka. Rasa cinta itu... perlahan tapi pasti, mulai tumbuh subur di hati Lea, menggantikan obsesi masa lalunya pada Tom.

"Makasih ya, Gus," bisik Lea dengan senyum tulus yang membuat Malik sempat tertegun beberapa detik sebelum akhirnya berdehem kaku.

Rencana untuk langsung pulang ke pesantren terpaksa kandas. Baru saja mobil mereka memasuki jalan arteri, langit Jakarta mendadak berubah hitam pekat. Tak butuh waktu lama, hujan lebat yang disertai angin kencang langsung mengguyur ibu kota. Petir menyambar bergantian dengan suara menggelegar, mengingatkan Lea pada ketakutannya beberapa malam lalu.

Jarak pandang di jalanan turun drastis hingga hanya menyisakan beberapa meter. Banjir mulai menggenang di beberapa titik, membuat kemacetan total tak terhindarkan. Mobil mereka terjebak, tidak bisa maju maupun mundur.

Lea mulai gelisah. Tubuhnya sedikit gemetar setiap kali kilatan petir menerangi kabin mobil. Melihat hal itu, Malik mengulurkan tangan kirinya, menggenggam jemari Lea yang terasa sedingin es di atas pangkuan gadis itu.

"Tenanglah, ada saya di sini," ucap Malik menenangkan.

Setelah dua jam terjebak tanpa pergerakan dan melihat kondisi cuaca yang semakin ekstrem dengan status badai, Malik mengambil keputusan realistis. Tidak mungkin mereka memaksakan diri pulang menembus banjir menuju Jakarta Timur.

"Kita cari hotel terdekat. Sangat berbahaya jika memaksakan pulang malam ini," ujar Malik.

Sebelum membelokkan mobil menuju sebuah hotel bintang empat yang untungnya berada tak jauh dari posisi mereka, Malik mengambil ponselnya. Ia harus menghubungi Najwa.

"Assalamu'alaikum, Najwa," ucap Malik begitu sambungan telepon tersambung.

*"Wa'alaikumussalam, Mas. Kamu di mana? Di sini hujan deras sekali, aku khawatir,"* suara lembut Najwa terdengar di seberang sana.

"Mas masih di Jakarta Barat, Humaira. Jalanan banjir total dan badai sangat lebat, jarak pandang nol. Mas memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan pulang malam ini demi keselamatan. Mas dan Lea akan menginap di hotel terdekat dan pulang esok pagi setelah badai reda."

Di dalam mobil, Lea menahan napasnya, merasa dadanya sesak oleh rasa bersalah yang kembali mencuat saat mendengar suara kakaknya.

*"Oh, ya Allah... iya, Mas. Jangan dipaksakan pulang kalau berbahaya. Jaga Lea baik-baik ya, Mas. Sampaikan maafku padanya karena memintanya ikut hari ini,"* jawab Najwa tanpa curiga sedikit pun.

"Iya, Najwa. Kamu dan Ibu baik-baik di rumah. Assalamu'alaikum." Malik menutup telepon dengan helaan napas berat. Kebohongan demi kebaikan ini tetap saja terasa menggores hatinya.

Kamar hotel bernomor 704 itu terasa begitu hangat dan mewah, kontras dengan badai yang mengamuk di luar jendela kaca besar yang memperlihatkan kerlap-kerlip lampu kota yang buram oleh air hujan. Hanya ada satu ranjang king-size di tengah ruangan.

Setelah membersihkan diri secara bergantian, kecanggungan kembali menyelimuti mereka. Lea duduk di tepi ranjang dengan piyama satin panjang yang dipinjamkan pihak hotel, sementara Malik berdiri di dekat jendela, menatap hujan setelah menyelesaikan shalat Isya-nya.

"Gus..." panggil Lea pelan.

Malik berbalik. Di bawah temaram lampu tidur kekuningan, Lea nampak begitu cantik dan rapuh. Tidak ada lagi sisa-sisa obat jahannam seperti sore itu di pesantren. Kali ini, Lea benar-benar sadar.

"Kenapa, Kalea?" Malik melangkah mendekat, lalu duduk di samping Lea.

"Gue... gue beneran suka sama lo, Gus," aku Lea dengan berani, matanya menatap langsung ke dalam manik mata Malik yang kelam. "Awalnya gue benci pernikahan ini, tapi perhatian kecil lo... cara lo lindungin gue... membuat gue sadar kalau gue butuh lo. Bukan cuma karena wasiat Kak Najwa, tapi karena diri lo sendiri."

Malik tertegun. Kata-kata jujur dari Lea meruntuhkan sisa-sisa kebekuan di hatinya. Ia sadar, wanita di depannya ini telah bertransformasi menjadi bagian penting dalam hidupnya. Tangannya terulur, membingkai wajah Lea dengan lembut.

"Saya pun sama, Kalea. Maafkan saya yang sempat menganggapmu buruk," bisik Malik, suaranya terdengar begitu berat dan penuh emosi. "Malam ini... tidak ada obat, tidak ada paksaan. Kamu adalah istri saya, dan saya adalah suamimu."

Lea mengangguk, menyambut sentuhan tangan Malik. Ketika bibir pria itu perlahan menyentuh bibirnya, tidak ada lagi penolakan. Ciuman itu dimulai dengan kelembutan yang teramat sangat, sebuah pembuka dari rasa cinta yang akhirnya berbalas.

Malik menuntun tubuh Lea untuk merebah di atas kasur sutra yang empuk. Kamar yang dingin itu perlahan berubah menjadi hangat ketika pakaian mereka satu per satu terlepas, menyisakan kulit yang saling bersentuhan, menyalurkan kehangatan di tengah badai malam.

Malam itu menjadi saksi bisu penyerahan diri yang sesungguhnya. Berbeda dengan kejadian pertama yang dipicu oleh kepanikan dan zat kimia, kali ini setiap sentuhan, rintihan, dan pelukan dilakukan dengan penuh kesadaran dan ketulusan cinta yang membara. Gus Malik memperlakukan Lea dengan kelembutan yang luar biasa, menghujani setiap inci tubuh istrinya dengan kecupan yang menghapus seluruh luka masa lalu gadis itu. Mereka melebur dalam gairah yang suci di bawah ikatan pernikahan, sementara di luar sana, hujan badai seolah menyamarkan suara penyatuan dua hati yang kini telah mengunci takdir mereka bersama.

1
6690
wait ini Lea sama Najwa kakak beradik kandung ya? mohon maaf ya Thor, bukannya kalau kandung tidak boleh dinikahi secara bersamaan oleh pria yang sama , kecuali salah satunya sudah meninggal, baru boleh menikah. misalnya boleh menikah dengan suami kakak namun ketika si istri/kakak sudah meninggal. CMIIW
Nda
double up thor
Nda
novelmu luar biasa thor
Ci Ka
ditunggu up nya thor💪
Nda
ditunggu double up nya thor
Sri Jumiati
lanjut up thor
Sri Jumiati
umur kalea brp ya? kok msh kuliah .kan di buang 20 th yll
Jeon Ndhh: Dikirim umur 3-5 tahun → 20 tahun di London → balik ke Indonesia umur 23-25 tahun → sekarang kuliah semester akhir. karna pernah tertunda. kuliah di umur berapa pun boleh kuliah umur 50 tahun pun masih bisa kuliah 🙏
total 1 replies
Sri Jumiati
semangat thor
Sri Jumiati
bagus ceritanyq
Waodeumizahara Waodeumizahara
kapan apload nya thor🙏
Waodeumizahara Waodeumizahara
sangat bagus
Waodeumizahara Waodeumizahara
sangat bagus
Waodeumizahara Waodeumizahara
thor lebih banyaknya lagi dong aploadnya🙏
Waodeumizahara Waodeumizahara
plis, up lebih banyak thor🙏
Waodeumizahara Waodeumizahara
sangat menarik/Heart/
Anonim
GUS GUS AGUUUS AGUUUSSS
Titik Sofiah
lanjut Thor
Titik Sofiah
lanjut lanjut Thor
Titik Sofiah
lanjut Thor
Titik Sofiah
plis doubel up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!