NovelToon NovelToon
CEO Terjebak Cinta Perjodohan

CEO Terjebak Cinta Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Janda
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ica Marliani

Aku adalah Raka. Seorang Pebisnis yang telah mapan sebelum usia kepala tiga. Aku mempunyai kekasih seorang janda beranak satu, hubunganku di tentang oleh mama dengan alasan perbedaan pandangan adat dan statusnya.
Aku dijodohkan dengan seorang wanita yang sama sekali tidak aku kenal. Akankah mama berhasil menjdohkanku atau mama akan luluh dengan pilihanku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ica Marliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Petaka

(POV NINGSIH)

Aku membaringkan tubuh lelaki itu di hotel yang sudah aku persiapkan. Ia masih terlelap oleh obat bius. Tubuh atletisnya masih sama, wanginya pun tak ada yang berubah. Kami pernah sama-sama berjanji dan merangkai kisah, sebelum perempuan sialan itu datang. Dan sebelum wanita tua itu merusak semua kebahagiaanku.

Aku membuka kancing bajunya pelan-pelan, dan mengambil foto selfi bersamanya. Jika aku tidak bisa memilikinya dengan cara baik-baik, maka semua cara akan ku halalkan demi memiliki Raka.

Aku melepas bajunya satu persatu dan begitupun dengan pakaianku. Di mata keluarga Raka aku adalah perempuan hina, biar sekalian hinaan ini menjadi sesuatu yang nyata.

Ia cukup pulas, sehingga saat aku melakukan sesuatu di tubuhnya, ia tak juga terbangun. Jika kemaren aku hanya pura-pura hamil untuk menjeratnya kali ini aku pastikan aku bisa memiliki keturunan darinya.

Setelah puas menggerayangi tubuh Raka, aku mengambil beberapa dokumen foto sebagai bukti kalau aku sudah tidur dengannya.

Setelah foto itu aku dapatkan, aku langsung membagikan ke kontak, siapa lagi kalau bukan perempuan belagu kesayangan Raka, Kania. Adik perempuan satu-satunya.

Sekali tekan pesan itu terkirim. Dan yang lebih gong, garis dua biru.

Seperti yang sangat aku harapkan perempuan itu langsung menelponku.

"Hallo, Kania," balasku sangat sopan.

"Perempuan laknat. Mana abangku?" suaranya cukup histeris dan emosional.

"Sabar Kania, aku sedang bercinta dengan abangmu," aku tertawa kecil.

"Wanita jahanam. Aku laporkan kamu ke polisi,"

"Eit, Kania. Kamu tak inginkan foto abangmu menyebar dengan cepat di internet? kamu nggak mau kan Kakak iparmu tahu?"

Ancaman yang kusampaikan sangat lembut. Ku dengar teriakan wanita itu memaki-makiku.

"Sekarang cukup bawa Mamamu ke sini, biar dia lihat seperti apa kelakuan putra tersayangnya,"

"Wanita jalang! Jangan libatkan Mamaku dalam. urusan kita,"

Aku tidak sedang memberikan pilihan Kania, bawa Mamamu atau foto-foto ini akan aku kirim ke kakak iparku tersayang, Nona Laras,"

Lama wanita itu hening. Tak ada sahutan bahkan makian yang menggebu seperti tadi.

"Hotel Adhyaksa, kamar no 76," tak menunggu jawaban aku mengakhiri panggilan itu. Akan aku pastikan wanita tua itu menyesali perbuatannya seumur hidupnya. Ia yang telah merampas Raka dari hidupku. Dan mempermalukan aku di kantor Raka, mengusirku secara tidak hormat.

Ku taruh kembali ponsel ke kasur. Ku pandangi Raka secara seksama. Hal yang sangat kurindukan beberapa bulan ini, setelah ia resmi mempersunting gadis pilihan Mamanya.

"Andai saja kamu tidak mengingkari janji kita, Raka. Aku tidak akan senekat ini padamu."

Air mengalir di kedua netraku. Aku gila karena Raka, lelaki tulus yang pernah mencintaiku, lalu pergi meninggalkanku demi perjodohan orang tuanya. Aku seperti sampah yang sungguh tak layak disandingkan dengannya.

***

(POV RAKA)

Aku terbangun dengan kepala sedikit berat. Aku coba mengingat dimana terakhir aku beraktivitas. Namun belum sempat kesadaran itu kembali, alangkah syoknya aku. Tubuhku dalam keadaan bugil, ku sapu seluruh ruangan. Ningsih berjalan ke arah dengan wajah polos tanpa dosanya. wajah yang sangat menjijikkan.

"Apa yang kamu perbuat padaku Ningsih?" jeritku. Aku membenamkan kepalaku ke kasur. Penghianatan seperti apa ini? Laras? wajah istriku membayang. Aku sudah menghiasi Laras.

"Maaf Raka, tadi kamu sangat menikmati." Suara Ningsih mendayu-dayu, membuat darahku semakin mendidih.

"Kamu mencampur sesuatu ke minuman ku tadi Ningsih? perempuan biadap!"

"Brengsek!" aku menggempal tinju.

"Kamu menginginkan proyek itu kembalikan, Raka?"

Ia menghisap rokok lalu meniupkan asapnya ke arahku.

Aku bergerak mendekati Ningsih. Mengekek lehernya dengan keras.

"Lepaskan Raka," ia merantau kesakitan, berusaha melepas tanganku. Aku benar-benar kesetanan. Berteriak Sekuat-kuatnya, melempar semua barang yang kutemui.

"Raka," ia hendak mendekat, Namun seseorang lebih dulu mendobrak paksa pintu hotel.

Mama, Kania dan Dimas berdiri di depan pintu. Duniaku benar-benar hancur seketika.

Mama berjalan mendekatiku, ia meraung penuh amarah. Plak! sebuah tamparan hangat mendarat di pipiku.

"Raka!" teriaknya histeris. Ia hendak mendekati Ningsih nun perempuan itu menghindari.

"Bagaimana tante? anak laki-lakimu sudah meniduriku. Kalau dia tidak mau bertanggung jawab, aku akan menyebarkan semua foto-foto itu sebagai bukti,"

"Kamu jangan keterlaluan Ningsih!"

"Aku tidak berlebihan Raka, kamu sudah menikmati tubuhku. Aku sama sekali tidak meminta hartamu, aku hanya ingin hatimu Raka. Jadikan aku istri keduamu,"

"Perempuan gila!" Kania angkat suara. Ia berjalan mendekati Ningsih. Wajahnya memerah menahan amarah.

"Ya, aku memang gila. Gila karena kalian semua! Kalian yang mengambil Raka dariku!" Ningsih mulai terisak. Sementara aku, aku sudah tidak bisa mengungkapkan perasaanku. Aku gila dibuat Ningsih.

"Kalau kalian mau Nama Raka tetap baik, proyeknya kembali lagi. Setujui pernikahanku dengan Raka!"

"Kamu gila Ningsih, aku akan kasih apapaun padamu selain pernikahan."

Aku balik memohon.

"Aku tidak butuh semua itu, aku hanya butuh kamu, Raka,"

Mama seperti terhipnotis, ia diam. Tak sepatah pun kalimat yang keluar dari bibirnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!